
"Sayang kita mau kemana sih?" Sungut Dewi kesal beberapa hari ini Zain sangat menjengkelkan. Dia sudah sepeerti diculik, membersihkan dirinya pun tidak sempat karena Zain mengangkatnya saat masih tidur , bahkan selimut kamar mereka pun masih setia melekat ditubuh mungil gadis itu.
"Kamu juga akan tahu sayang saat sampai disana" ucapnya dengan senyum super manis, beda dengan wajah Dewi sudah seperti baju belum distrika.
"Iya... Tapi ini kenapa lama sekali sih sampainya?" ucapnya semakin kesal " Kenapa juga tidak mengajak Ken? bagaiman jika dia mencariku ingin minum Asi?"
"Sayang... Tenang sebentar lagi kita sampai" Ucap Zain berusaha menenangkan istrinya
Kata 'sebentar lagi kita sampai' hanya omongan belaka, sepanjang jalan Dewi hanya mengomel dan bergerutu tidak jelas. Gadis itu bahkan mengungkit semua kesalahan Zain beberapa tahun yang lalu.
"By.. ini rumah siapa?" ucapnya takjub kala melihat bangunan mewah didepannya. ditambah hamparan Laut nan biru menyejukkan perasaan
Zain terus menuntun istrinya hingga dia berada di pintu utama, disana sudah ada Aiden dan Tika menggedong Baby Ken menyambut mereka.
"By...?"
tatapannya menuntut penjalasan pada suaminya
__ADS_1
"ini milik mu sayang." bisik zain.
"Bagaiamana kamu tau by.. kalau aku ingin memiliki rumah di tepi panta?"
"apa sih yang tidak aku tahu jika sudah menyangkut dirimu sayang? " Ucapnya memberikan sebuah ciuaman di pipi kiri Dewi. "Apa kamu bahagia?"
"Iya... Aku sangat bahagia" Dewi semakin mengeratkan pelukannya. "Terima kasih By.."
"Ini hanya kejutan kecil untuk mu sayang. Aku masih punya ribuan kejutan lagi, jika kau inginkan sesuatu maka aku kan mengabulkannya. Bukannyan aku ini Harry Pottermu"
Lagi-lagi Dewi takjub akan keindahan rumah itu, semua sudah lengkap dengan prabotan mewah. Dewi terus melangkah mengabsen setiap sudut rumahnya, mulai dari ruang tamu, ruang keluarga dan berhenti diarea dapur disana ada pintu transparan langsung mengarah ke bibir pantai. Tak henti-hentinya Dewi takjub akan pesona alam bebas ini.
"Hem..." Angguknya
"Benar mirip diserial Full house kan?"
"By..?"
__ADS_1
"ya.. ya.. ya aku mengatahui saat kau melihat drama itu.. dan saat itu kau mengatakan jika kau ingin memiliki rumah seperti itu, jauh dari keramaian kota."
"By.." Dewi kembali menghambur kedalam pelukan Zain.
Semilir angin pantai sore ini sangat menyejukkan jiwa, ombak seakan berlarian mengarungi lautan lepas nan Biru. ketika kamu mendapatkan cintamu percayalah semesta telah merestui segala usahamu.
Dia wanita yang telah dipilih sang pencipta mendapingiku, merajut cerita cinta yang sudah digariskan takdir untuk kami
tidak ada Akhir yang bahagia dalam cerita kita, karena kau ingin terus bahagia kan? aku akan mewujudkannya Sayang. kau tidak perlu malukan apa-apa saat ini cukup berada di sisiku, tinggal di istana yang telah ku persembahkan untuk keluarga kecil kita, kau dewiku hari ini dan selamanya tetap seperti ini.
"Aku mencintaimu..." ucapnya menatap dalam bola mata indah gadis mungil itu
"Aku juga mencintaimu.." balasnya.
Perlahan kedua bibir mereka bertemu saling mengecup dalam alunan melodi cinta, mereka seakan tersesat dalam pusaran gelombang cinta yang tak berujung. Zain makin memperdalam ciumannya menyampaikan setiap perasaannya lewat deru nafas yang berhembus, gadis mungil itu membalas dengan suka cita. dia tidak pernah menyangka jika pria yang awalnya begtu menyebalkan baginya kini menjadi sumber kebahagiaannya.
*aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*
__ADS_1
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**