
Saat ini sosial media penuh dengan Foto Dewi Auristella istri Zain malik Abraham, Alea dibuat kaget karena pengikutnya di insta**** mencapai 24M hanya karena beberapa fotonya dengan dewi ada di profilnya. Hampir semua stasiun tv juga menyiarkan berita tentang mereka
Di Beuty Net pak Surya hampir saja memecahkan cangkir tehnya melihat anak yang dulu bekerja padanya, kini jadi nyonya Zain Abraham
"Kau kenapa Surya? Tanya Anna yang sigap menangkap gelas itu
" Anna Itu Dewi kan, yang pernah kerja disini" Surya menunjuk layar TV didepannya.
Seluruh karyawan yang mengenal dewi pun ikut kaget kecuali Erika
"Hemm itu Dewi Auristella nyonya Zain Abraham. Jelas Bu Anna menyilangkan tangannya di depan perut
"Tunggu... Kau sudah tau jika Dewi ..." Belum sempat menyelesaikan ucapan pak Surya, bu Anna Mengangguk
"kau baik-baik saja kan?" Tanya Anna saat melihat wajah Surya mulai pucat. "Aku juga pernag merasakan hal yang sama sepertimu Surya."
...***...
"Ma bukannya itu gadis waktu itu?" Ucap Lili menunjuk layar Tv. erni menatap menoleh membuat nampan di tangannya terjatuh
"kamu kenapa?" Tanya Rudi. dia ikut menatap layar di TV dia pun ikut kaget.
"Mas..." Ucap Erni mereka saling memandang satu sama lain.
...***...
"Sayang kamu lelah?" . Zain berjongkok memijit betis istrinya dengan lembut "bagaimana? Apa sudah baikan?"
"Udah baikan kok. Makasih By"
"Bagaiman kalau kita pulang ya?"
"Nanti By... Masih banyak tamu! kan tidak enak aku baik-baik saja kok" Ucap Dewi mengelus lembut rambut suaminya.
***
"Selamat malam nona dewi" Sapa seorang pria yang tidak asing lagi di pendengarannya.
"Max. selamat malam... apa kau sendiri? kenapa tidak mengajak Nona Monalisa" ucapnya seraya ingin berdiri..
"Silahkan duduk aku hanya menyapa" ucapnya dengan senyum "Mona sedang hamil tua, dia selalu mengeluh pinggangnya selalu sakit" ucapnya. dewi tersenyum
__ADS_1
"Hari itu akan datang juga padaku Max" Keduanya tertawa, mereka tidak sadar jika sepasang mata tajam sudah siap menerkamnya.
Dengan langkah panjang Zain menuju arah istrinya. Tatapannya pada Max seakan menebar aura peperangan, sejak tadi dia mengawasi Dewi dari kejahuan. Jantungnya berdegup kencang, darahnya berdesir hebat saat dia melihat Dewi dan Max mengobrol sangat akrab.
"Selamat malam tuan muda Zain, lama tidak bertemu" ucap Max mengulurkan tangannya.
"By.. Kalian saling kenal" ucap Dewi masih dengan posisinya duduk.
"Tentu Dewi, kita bersahabat" ucap Max membuat wajah zain berubah memerah. Max hanya memanggil nama istrinya, tanpa nona atau nyonya.
"Tuan Max.. Kami permisi dulu!" Ucap Zain menggendong istrinya.
"By aku bisa jalan" ucapnya. namun zain tidak menjawab dia terus melangkah menuju mobilnua.
Roger segera menghampiri anak dan menantunya, dia pun terlihat khawatir Zain menggendong Dewi
"Ada apa Zain? Ada dengan istrimu?" Tanyanya
"Tidak apa daddy, istriku hanya kelelahan jadi kami ingin pulang." ucapnya.
"Iya nak pulang lah" ucap Prima.
hening tidak ada satupun kata yang terucap dari bibir Zain. tidak seperti biasanya dia seperti ini adapa? Apa aku melakukan kesalahan? Batin dewi.
Dewi meranjak membersihkan make upnya dikamar mandi. zain terburu-buru meletakkan segelas susu coklat dinakas lalu menuju arah kamar mandi
"Kau didalam?" ucapnya.
"iya"
Dia menyandarkan tubuhnya di tembok menunggu Dewi keluar dari kamar mandi.
cklek...
Dengan sekali hentakan Zain mengangkat tubuh mungil itu, zain masih diam. dengan hati-hati dia membringkan istrinya, lalu menyelimutinya.
"BY..." ucapnya sedikit berteriak."Aku sudah tidak tahan sejak tadi kau mendiamiku? kalau aku punya salah bilang, jangan diami aku, kau tahu betapA tersiksan aku? " ucapnya matanya mulai nenganak sungai, hormon kehamilannya membuatnya gampang menangis...
"aku tidak marah hanya saja.."
"Apa? Beritahu aku, jangan ada yang kamu sembunyikan by.."
__ADS_1
"kamu yang menyembunyikan sesuatu itu dari aku" ucap zain. dewi mengerutkan alisnya tidak mengerti. " bagaiman kau bisa kenal dengan Max? bahkan kalian sangat asik mengobrol tadi"
"Ya Ampun By kamu mendiamiku karena kejadian tadi? Kenapa tidak bertnya langsung? kenapa harus mendiamiku sih?" Ucapnya. menarik tubuh zain agar menghada ke arahnya "dengar ! Aku dan Max memang kenal, dia adik dari pelanggan VIP di toko tempat aku bekerja kemarin. tadi tuh dia cerita kalau kakanya banyak ngeluh karena sudah hamil tua, lalu dia bilang nanti juga aku akan mengalaminya karena dia melihatku sedang hamil By, itu saja kok" ucapnya.
"Mulai sekarang jangan bertemu dengannya!"
"By aku tidak sengaja jika bertemu dengannya... lagi pula kan dia sahabatmu"
"Apapun itu.. Jangan bertemu dengannya aku tidak suka!" ucapnya. dewi menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya.
***
"Perketat pengawasan kalian terutama untuk istriku, sepertinya Max sudah mengibarkan bendera perang."
Aiden Dan Fredi mengangguk lalu melangkah keluar. didepan sana dewi menadapatinya dengan tatapan permusuhan.
"Selamat malam nyonya" ucap Aiden Tidak dihiraukan dewi dia melangkah masuk mencari suaminya
"Sayang kenapa bangun?"
"Aku habis buang air kecil By, kau tidak disampingku. pasti Aiden menculik mu lagi." ucapnya lalu Zain melangkah dang menggendongnya
" By aku berat.. tidak perlu menggendongku"
"Tidak sama sekali, sampai kapan pun aku akan menggendong mu terus." Ucapnya mengesek-gesekkan hudung mancungnya ke hidung Dewi.
"Kenapa kau semakin ganteng By?
" Dari lahir aku memang ganteng sayang!!!"
"Iya deh aku percaya" ucapnya seraya memberi kecupan dipipi suaminya.
suara mereka tak terdengar lagi tengelam dalam kelamnya malam, menjelajah alam mimpi. mereka saling berpelukan berbagi kehangatan...
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
__ADS_1
satu lagi jejak 👍 ❤**