
Zain menurunkan kakinya disusul seluruh tubuhnya keluar dari dalam mobil sport lamboghini aventador miliknya, tangan kaananya Sudah memegang Sebuah pistol.
Di arah berlawanan Max keluar dengan menodongkan pistol kekepala Dewi.
Zain menatap dalam wajah istrinya, Ada rasa sesak ketika melihat pelipis sang istri mengeluarkan setetes darah.
"Jangan mendekat Zain atau kubocorkan kepala istrimu" ucap Max yang sudah dibutakan amarah
Namun Zain tidak mendengarkannya dia tetap mendekat. Tatapan mereka saling bertemu, Dewi tersenyum getir melihat wajah Zain.
"Maafkan aku membuatmu menunggu terlalu lama" ucap Zain.
satu hentakan dia menodongkan pistol kearah Max. "Percaya padaku... semua akan baik-baik saja. kita akan pulang" ucapnya.
Dewi mengangguk.
"Jangan bergerak." ucap Zain mengambil ancang-ancang ingin melepas peluru itu..
dorr... satu tembakan mengenai senjata di tangan Max hingga terjatuh ke jalanan. tembakan itu membuat semua anak buah Max yang berada dibelakangnya ikut menodongkan senjatanya.
__ADS_1
"Clear Sir" ucap Fredi melalui sambungan telephone yang terpasang di telinga Zain
"Are You Creazy Zain?" teriak Max.
"Anggap saja seperti itu Max..." ucap zain
melihat max lengah Dewi berlari kearah Zain. Jerry yang menyadari itu dia ingin melepaskan anak peluru itu, lagi-lagi Fredi melupuhkannya dari jarak yang jauh. Satu, dua, tiga, hingga sepuluh anak buah Max tumbang.
"Tidak... JANGAN BERLARI KAU SEDANG HAMIL SAYANG...." teriaknya. dia ikut berlari lebih cepat ke arah Dewi. hup dia menangkup kedua bahu istrinya lalu menariknya dalam dekapannya. cairan kristal dari ujung mata gadis itu sajak tadi lolos membasahi pipi mulusnya.
"Maafkan aku.. maafkan karena tidak menjagamu dengan baik, maafkan aku karena kesalahanku kau harus mengalami hal ini, maafkan aku..." ucap zain dengan suara bergetar.
tak..takk... ternyata Senjata yang dipegang Max tidak memiliki peluru, "dammit" umpatnya, lagi-lagi tatapan mata zain menyabar aura peperangan
malam ini aku akan menyelesaikannya. batinnya, seraya melepaskann pelukan pada gadisnya. "Tunggu aku...!" Aiden berlari menuju arah tuannya dia menuntun Dewi ke mobil.
Malam ini semakin kelam namun jalanan itu ramai akan dua tuan muda saling menebar aura permusuhan. Zain dengan langkah panjangnya Menuju arah Max, dia melempar senjata ditangannya.
Zain mengangkat tangannya dengan kepalan kuat, memberi pekulan dahsayat ke rahang Max, pria jakung itu terhempas ke jalanan. Tangan kekar Zain menarik kerah baju Max memaksanya untuk bangun. bugg... Zain melayangkan pukulannya lagi, lagi dan lagi. Ingin melayangkan pukulannya tapi Max menahannya. Bug.. satu pukulan mengenai wajah zain. Dewi yang melihat suaminya di cekik oleh Max membuatnya sedikit berlari mendekat diikuti Aiden.
__ADS_1
"Ini semua salahmu Zain, kau membuatku menjadi seperti ini, kau merebut segalanya dariku, kau menghancurkan impianku bersama Elisa. Aku akan membuatmu merasakan sakit tak berujung, saat kehilangan orang yang kau cintai" Ucap Max terus mencekik Leher Zain, " Mari kita selesaikan ini Zain!" tangan Zain berusaha meraih batu didekatnya dan
bug... Max tersungkur kepalanya mengeluarkan darah. Zain berusaha berdiri pelipisnya dan dekat bibirnya pun sudah robek akibat pukulan max.
Zain melangkah meraih Senjata yang tergelatak dijalan aspal, dia kembali berjalan menuju kearah max yang berusaha bangkit.
nafas Zain memburu dia mmenarahkan sejatanya teoat dikening Max
"kau membawa istriku yang sedang hamil, aku akan membuatmu menderita. telah menyentuh istriku"
"lalu bagaimana denganku HA...? kau merebut elisa bahkan malam itu kalian keluar hotel saling merangkul" ucap max sudah berurai air mata dia pria namun menangis itu bukti sakit yang selama ini dia pendam.
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik kedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**
__ADS_1