
Seperti biasa rutinitas Dewi dipagi hari menyiapkan sarapan untuk suaminya meski ada bibi Emi' dan beberapa pelayan dia tetap melakukan rutinitas dapur seprti biasanya.
Niat ingin mandi karena hari ini pertama kalinya akan bekerja di kantor corps.co milik suaminya. akan tetapi gadis itu melihat Zain berdiri didepan cermin, dasinya masih belum dirapikan sedangkan tangannya masih sibuk dengan sebuah ponsel.
Karena postur tubuh zain sangat menjulang gadis itu menjinjit kemudian meraih kedua sisi dasinya, merangkai hingga menjadi rapi. Zain kaget dengan perlakuan hangat Dewi, ini pertama kalinya setelah dua bulan lebih pernikahan mereka.
"Selesai" Gumamnya dengan senyum
Dewi berbalik yang ingin berbalik tapi tangan Zain menarik pinggangnya hingga memaksa gadis itu berpaling, dia mendongak melihat manik abu Zain menatapnya bagitu dalam.
deg
deg
deg
Debaran hebat dalam diri Zain semakin membuncah dia tidak bisa lagi menahan gejolak cinta yamg semakin hari semakin besar untuk Dewinya
Zain dengan lembut mengelus pipi Dewi membuat matanya terpejam menerima sentuhan lembut itu, perlahan zain memberi kecupan lembut disana. Dewi kembali membuka matanya melihat lebih dalam manik abu Zain dengan kasih.
Zain mendaratkan bibirnya merasakan ranum yang menjadi candunya, bagai tersihir ribuan mantra cinta yang sudah menggebu, Dewi membalas Ciuman Zain. Jauh didalam lubuh hatinya dia juga mengingkannya.
Zain melepaskan penyatuan bibir mereka ketika asupan oksigen semakin menipis
Nafas mereka saling memburu, jantungnya pun ikut berdetak sangat cepat. Dewi pikir ciuman panas ini selesai tapi nyatanya ia salah. Zain kembali mengngulum bibirnya kali ini sedikit menuntut, dengan satu hentakan Zain mengangkat tubuh kecil istrinya ala bride stile tanpa melepaskan pagutannya. Zain mengendorkan dasi yang sudah Dewi rapikan tadi, tangannya pun mulai menggeria tidak karuan masuk kedalam baju tidurnya.
Mengelus lembut perutnya dan perelahan tangan itu memegang benda kenyal didalam sana.
Seperti ada sebuah sengatan listrik yang Dewi rasakan, perasaan asing namun nikmat, disaat hasrat mereka berdua sudah diujung tanduk ponsel milik Zain bergetar
__ADS_1
drrrr...drrrr
Zain masih tidak memperdulikan, dan kembali melanjutkan sesuatu yang sudah dia mulai.. zain yang ingin kembali mendaratkan ciuman lagi-lagi ponsel itu bergetar.
Dia melirik layar ponselnya disana nama Aiden masih memanggilnya.
"Jika ini tidak penting aku bersumpah akan melenyapkannya besok" Ucap zain dia duduk disisi ranjang diikuti dewi, aktivitas mereka itu berakhir karena Satu orang penganggu.
"Ada apa?, jika ini tidak penting aku akan menghabisimu Aiden!" Bentak Zain
"Tuan kita diserang. Virus phantom kembali menyerang data base Madaye"
"Apa? Kau dimana sekarang" Alis tebalnya saling menat.
"Markas Tuan, saya sudah bersama Jack disini"
Zain mengakhiri panggilannya, kemudian dia berbalik mengelus pipi istrinya sangat lembut
"Apa ada masalah Zain"
"tidak sayang, tapi aku harus pergi, maaf mengecewakan mu"
mengecawakan ku apa? apanya yang kecewa siapa? ada yang bisa memberi tahuku?
"nanti supir pribadimu akan datang menjeput, kita ketemu dikantor hemm..." Dewi mengangguk, zain merapikan dasinya lagi kemudian keluar melangkah.
Dia pikir Zain sudah pergi namun nyataya dia kembali kekamar sepertinya melupakan sesuatu!
"Ada apa?" tanya dewi heran. tanpa menjawab zain mencium kening istrinya sangat lembut
__ADS_1
"Aku melupakann itu" Lirinya
Bahagia luar biasa, wajah Dewi entah sudah semrah apa sekarang? Dia teramat mencintai suaminya, sangat dalam dengan seluruh jiwa dan raganya..
Ini salah, dia tidak mencintaimu hatinya bukan untukmu. Jangan jatuh terlalu dalam pada akhirnya kau akan semakin terperangkap Cinta yang dari awal bukan milikmu. sadar Dewi kau akan menderita sendiri.
Gadis itu kini sendiri di kamar mewah merenungi cinta yang hanya sebatas angan. Kaki kecilnya melangkah kekamar mandi setelah puas berdebat dengan hati kecilnya.
"Apa ini?" gadis itu tidak sengaja menyenggol sebuah kotak di lemari sepatu,
Deg
Deg
Deg
Foto? Terlihat jelas senyum bahagia kedua pasang itu, tangannya meraih beberapa foto lainnya kebersamaan meraka sangat Jelas bahagia, kemudian Dewi mengambil kotak cincin berwarna merah
Tidak terasa buliran beningnya lolos begitu saja membasahi pipinya ada rasa sesak seakan mencekiknya dia bersedih pada sesuatu yang sudah ia tahu jawabannya.
Bersambung....
**Jangan lupa kasi saran kalian karena itu sangat penting buat Aku🥰
etsss.... jangan lupa tinggalin jejak hati kalian juga ya ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**
*_Rev
__ADS_1