Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
103


__ADS_3

Sementara itu di dalam ruang lingkup gaib,raja mulai terlihat akan mengalami reaksi perubahan secara paksa.


Semakin lama , perubahan ini semakin membuat padi bersemangat meniup seruling saktinya.


Akhhh....


Akhh.. tidak akan..


Raja sekali lagi menggaung keras menggetarkan seluruh penjuru area gaib. Di luar batas area ada Putri mahkota yang menarik hiteristik memukul gerbang tidak kasat mata itu.


Tubuh Raja mulai jatuh ke tanah dia tidak bisa lagi berdiri karena kemampuan lututnya untuk berdiri sudah tidak ada lagi.


Agar bisa bertahan lebih lama Raja mencoba melihat dan mendekati Pandi. Agar dia bisa meraih suling itu dan menjauhkannya dari Pandi.


kemampuan mematuknya sudah sampai di ujung jari dan itu hanya tinggal menyentuh kulit pandi saja. setelah itu racun juga pasti bisa masuk ke dalam darahnya karena sentuhan kecil.


Disayang Pandi sepertinya bisa membaca tujuan dari Raja Jadi dia melompat sedikit ke belakang untuk menjauh dari Raja siluman.


Dia tidak perlu mendekat hanya perlu membiarkan Raja siluman ular mendengar nyanyian sulingnya.


"ayolah Raja siluman ular mati lah kau"pikir Pandi di dalam hati selagi dia meniup sulingnya lagi.


"hanya beberapa menit lagi, hanya beberapa menit lagi hahaha"


Akhhh...


Suara jeritan Raja tidak bisa tertahankan dan membuat seluruh area bergetar begitu juga dengan Liza yang saat ini sedang pingsan.


Liza yang awalnya menutup mata tiba-tiba menggerakkan ujung jarinya sedikit.


Telinganya sama-sama menangkap jerit kesakitan dari raja dan yang paling penting telinganya juga bisa menangkap jeritan putus asa dari Putri mahkota.


Padahal Gadis itu tidak mungkin bisa membuat suaranya masuk ke area gaib yang dibuat oleh raja.


Mungkin ini adalah naluri dan insting seorang ibu. Anak yang baru saja dilahirkan sedang menangis sedih dan terisak-isak tidak tahu kenapa.


Perasaan itu benar-benar jatuh ke dalam hati nurani nya yang paling dalam. Membuat dia berpikir ada sesuatu yang sedang terjadi.


Liza memang benar pingsan di bawah pengaruh ilmu gaib dari Raja. Tapi kasih sayang seorang ibu lebih kuat dari ilmu gaib apapun di dunia ini.


Dan kasih sayang juga lah yang membuat Liza benar-benar membuka matanya lebar-lebar.


Begitu matanya terbuka lagi-lagi hatinya tertusuk sembilu tajam. Itu berdarah tanpa diketahui sebab nya .


Liza seperti mendengar teriakan putus asa dari seseorang tapi dia sama sekali tidak bisa melihat siapakah itu.


Baru kemudian dia menyadari dua sosok yang berperilaku aneh. Seorang pria dengan dua alat musik di tangannya sementara yang lain berguling-guling di tanah seraya menjerit-jerit kesakitan.


Hal pertama yang dirasakan oleh Liza ketika dia baru tersadar dari pingsannya adalah. Rasa jijik ketika melihat raja ,seorang pria dewasa yang berbaring di tanah seperti anak-anak menurutnya.


Pelet yang dipakai oleh Pandi benar-benar berlaku untuknya saat ini. tidak ada lagi rasa cinta untuk pria yang pernah mendampinginya dalam satu kehidupan yang lengkap.


Yang tersisa hanyalah perasaan benci.


Tapi berbeda ketika dia mengalihkan pandangannya pada pandi ada perasaan kerinduan meskipun itu hanya samar-samar.


Kerinduan yang mirip ketika seseorang ingin kembali ke kampung halamannya pada saat hari lebaran.


Sebuah kerinduan tentang rumah.


Akhhh ...


Lagi-lagi Raja menjerit tapi jeritan kali ini benar-benar menghancurkan hati Liza menjadi berkeping-keping.


Rasa jijik itu masih ada tapi sekarang lebih mendominasi kepada perasaan kasihan.


Liza hanya memandang kejadian itu tanpa bergerak di tempat dia berbaring. Sekarang dia bertanya kenapa hatinya bercabang .Sebentar tadi dia merasakan jijik tapi sekarang merasa kasihan yang begitu dalam.


Selagi Lisa bertanya tentang perasaannya sendiri pada saat itulah dia seperti mendengar seseorang berteriak pada dirinya.


Ketika dia berpaling Liza melihat putri mahkota yang mencoba berbicara dengannya melalui bahasa isyarat.


"Mama, bantulah ayah"kata gadis itu berkali-kali.


Liza benar-benar sudah melupakan perasaan cintanya kepada raja. Tapi dia tidak akan pernah lupa jika gadis yang sedang berbicara dengan bahasa isyarat itu. Sebenarnya adalah putri yang sudah dia lahirkan sendiri melalui sebutir telur.


Dalam memori Liza Dia masih ingat tentang situasi di mana dia memuntahkan sebutir telur dan telur itu menjelma menjadi gadis cantik di depannya itu.

__ADS_1


Dalam pemikirannya sebagai manusia dia tidak bisa memikirkan kenapa dia bisa memiliki anak dari seekor ular alih-alih anak manusia.


Tapi kasih seorang ibu melebihi ekspektasi ilmiah tentang apapun. seorang ibu pasti akan menerima anak yang sudah dia lahirkan dengan susah payah walau bagaimanapun wujud dan rupanya.


Liza memiringkan kepalanya sedikit karena ingin mencerna apa yang sedang dibicarakan oleh Putri mahkota saat ini.


Di pembatasan gaib itu Abizar segera mengatakan jika saat ini Ratu sedang dipelet oleh Pandi .Sehingga dia melupakan cintanya dan menganggap Pandi adalah rumah di mana dia harus pulang.


Putri mahkota sempat merasa khawatir mendengarnya tapi ketika dia melihat Liza bereaksi dengan dirinya sendiri dia mulai membangun kepercayaan dirinya dengan itu.


"abidzar apakah seorang ibu tidak akan pernah melupakan putrinya?"tanya Putri mahkota yang bersemangat.


Itu adalah mamanya sendiri, wanita yang membuat dia terlahir ke dunia.


"mungkin ingatannya akan lupa tapi naluri di alam bawah sadarnya tidak akan pernah melupakan itu, putri"kata abidzar.


Dia juga melihat reaksi yang diberikan oleh Liza saat ini jadi dia berpikir masih ada kesempatan untuk membalikkan keadaan.


Karena itulah abidzar meminta Putri mahkota mau mengatakan pada Liza untuk membantu raja yang saat ini dalam kondisi sulit.


Tentu saja mereka tidak bisa berbicara lewat mulut hanya lewat isyarat.


Untung saja Liza mengerti sedikit.


"Bantu ayah mu?"kata Liza.


Putri mahkota langsung mengganggu serius dan menunjuk ke arah raja di tanah.


Ketika Liza mengarahkan pandangannya ke sana dia benar-benar tidak merasakan jijik seperti di awal hanya ada perasaan kasihan dan...


Tertekan.


Liza sendiri bingung kenapa dia bisa merasa tertekan seperti itu padahal jelas dia tidak memiliki perasaan yang lebih daripada perasaan kasihan di dalam hatinya saat ini.


tapi sekarang dia entah bagaimana yakin .Ini adalah ayah dari Putri yang sudah dilahirkan. Seseorang yang mungkin tidak penting untuk dirinya tapi penting untuk gadis yang sudah dia lahirkan itu.


Tiba-tiba saja Liza bangun dari berbaringnya dan terus-menerus berjalan tepat ke arah raja yang sedang menderita.


Sementara itu Pandi tidak tahu jika Liza sudah pun sadar dari pingsannya.


Semakin lama Liza berjalan mendekati sosok Raja, ikatan pelet yang dipakai oleh Pandi perlahan-lahan segera mengendur.


Perasaan kasihan segera tergantikan dengan perasaan yang sedih pilu dan juga menyayat hati


Seolah-olah dia yang terluka bukan pria.


Perasaan ini segera terefleksikan dengan air mata yang tiba-tiba saja keluar.


"Raja...


Liza terus saja mempercepat gerak langkahnya.Sementara itu dia masih saja menangis semakin lama semakin keras.


Walaupun tidak bisa dipungkiri ada ketakutan di dalam hatinya karena merasa aneh tentang perasaan yang tidak nyata ini. Tapi sekarang yang penting dia ingin menyelamatkan pria ini terlebih dahulu .Lagi pula dia adalah ayah dari anaknya sendiri.


Semakin mendekat entah kenapa dia mulai merasakan perasaan ini adalah.


Cinta.


"hentikan Pandi ,hentikan tolong hentikan kataku"Liza keras-keras saya memeluk raja yang masih bertahan tapi sudah hampir tidak sadarkan diri.


Pandi juga terkejut karena Liza sepertinya bisa melerai pelet yang sudah dilemparkan tadi. Tapi Pandi sama sekali tidak ingin menghentikan tiupan seluringnya .Karena dia tahu ini adalah kesempatan yang tidak akan terjadi dua kali.


Liza yang menangis mencoba memeluk Raja tapi menyadari jika tubuhnya sudah pun mulai berangsur-angsur mengeras dengan sisik sisik tebal.


Kaki yang sebelumnya ada dua, mulai merapat dan membentuk satu batang tubuh yang berwujud ekor ular raksasa.


Melihat kekasihnya yang tidak bisa menahan diri ,Liza segera bangkit dan memburu Pandi.


"Pandi aku mohon ,tolong hentikan Pandi "pekik Liza lagi yang berusaha merampas seruling sakti itu dari tangan pria yang masih memiliki hubungan pernikahan dengan dirinya.


Karena gerakan ini tiba-tiba jadi Pandi terganggu sedikit. Tentu saja kegiatan baiknya ini di ganggu oleh Liza dia tidak mungkin menerimanya begitu saja. dengan tegas satu tamparan mendarat di pipi liza.


Plak...


Tamparan ini tidak di kira-kira berat nya jadi lidah yang menjadi korban tamparan ini tiba-tiba saja jatuh ke tanah dan hampir saja pingsan untuk kedua kalinya.


Walaupun liza ditampar tapi sebenarnya ada kesempatan untuk berbalik karena suara suling itu benar-benar sudah diganggu.

__ADS_1


Yang terakhir adalah posisi raja yang mulai menampakkan wujudnya dari manusia menjadi seekor ular.


Ini memperlihatkan betapa dia sudah kehilangan setengah dari kemampuan aslinya.


Raja siluman juga hampir tidak sadarkan diri dan menyerah begitu saja.


Ini juga yang membuat area gaib yang digunakan oleh raja menjadi melemah. hanya melemah tapi tidak hilang sepenuhnya.


Abizar yang berada di area luar mulai membaca pergerakan ini dan mengambil kesempatan atas lemahnya pagar.


10 prajurit diminta untuk berdiri di dalam area perbatasan untuk mengganggu aliran gaib.


Tidak satupun prajurit yang menolak perintah itu walaupun akhir dari perintah itu adalah mati.


Pagar gaib ini mirip seperti pagar listrik jika di dunia modern.


Ganggu saja aliran listriknya dan pada akhirnya listrik juga akan mati secara tiba-tiba.


Inilah yang akan dilakukan oleh abidzar demi membuka pagar gaib ini .Agar memudahkan mereka melakukan penyelamatan pada ratu dan juga Raja siluman ular putih.


Namun begitu semua hal memerlukan waktu dan waktu juga yang diperlukan oleh raja di dalam sana.


Raja jelas-jelas menjadi lemah lebih lemah daripada Pandi saat ini.Tapi begitu melihat sang ratu hampir saja pingsan lagi. Dia tiba-tiba memaksakan dirinya untuk bangkit dan meraih Ratu agar bisa dia peluk.


"Liza.. Liza, jangan pingsan lagi.liza! Pandi lihat apa yang kau lakukan kurang ajar sekali kau" kata Raja marah tapi tubuhnya juga tidak berdaya.


Setengah dari kakinya sudah pun menjadi ekor ular raksasa.


Pandi marah tentunya karena tarian ularnya berhenti di tengah jalan tapi dia juga memanfaatkan waktu ini untuk kembali meniup serulingnya lagi.


Suit..suit.. suit...


Raja jadi lengah karena khawatir tentang ratunya .Dia tidak lagi berpikir menghentikan suara suling itu tapi beralih perhatian pada liza yang memiliki darah di sudut bibirnya akibat tamparan itu.


"Lizaaaa ...


Raja terus-menerus mengguncang tubuh Liza yang lemah dan dia juga menampar sedikit pipinya agar Liza bisa cepat sadar.


Liza masih merasa kepalanya berdengung tapi juga tidak bisa mencerna apa yang terjadi.


aneh saja karena dia awalnya merasa jijik kemudian kasihan dan kemudian merasa jatuh cinta.


tapi sekarang akibat dari tamparan itu kepalanya menjadi jernih lagi karena pelet itu benar-benar disingkirkan keseluruhannya.


Dia mulai mengenal sosok di depannya ini dan mengingat kembali tentang cinta 100 tahun mereka di dua kehidupan.


"Raja....


"Li... akhhh...


Baru saja Raja ingin menyebut nama Liza tapi dia buru-buru diterjang lagi dengan gelombang suara yang dihasilkan oleh suling dan gendang sakti tersebut.


Pada akhirnya Raja sudah tidak bisa bertahan dan dia benar-benar pingsan tidak bisa bergerak lagi di sisi Liza.


Baru kemudian liza sadar akan kondisi yang tidak menguntungkan untuk mereka.


Walaupun Raja siluman ular putih sudah pingsan tapi Pandi tidak akan pernah memberikan dia jalan untuk kembali. Suling sudah tidak ditiupnya lagi tapi gendang sakti masih dipukul nya sebagai ganti.


"minggir kau liza, minggir kataku "kata Pandi dengan marah.


Liza membalikkan wajahnya memandang Pandi dengan amarah yang tidak kalah besarnya.


"Pandi kau adalah jiwa dari pangeran tua tapi sekarang aku tidak pernah peduli lagi padamu persetan dengan jiwa apapun . sekali penghianat kau tetap adalah penghianat walau pun 10 kali kelahiran lagi"b


"Ahhh Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan dan siapa itu pangeran tua? yang penting sekarang dia sudah akan menyerahkan mutiaranya kepadaku. Minggir kau jangan salahkan aku jika membuat kau berakhir hari ini"kata Pandi yang sudah mulai dikuasai oleh setan.


"tidak akan pernah, Aku adalah Lia yang sama di mana aku pernah mengorbankan nyawa ini demi keselamatan kekasihku.Hari ini aku juga tidak akan pernah ragu untuk melakukan hal yang sama lagi"kata liza yang langsung berdiri di depan Pandi tempat takut.


"Jika kau menginginkan permata ini maka langkah dulu mayat ku"tambahnya lagi.


"Hehehe Kau pikir aku takut dengan ancamanmu itu. Kau tidak lebih dari seorang wanita yang hanya bisa dijadikan budak nafsu semata-mata. nyawamu tidak lebih murah dari seekor anjing jalanan" kata Pandi.


Plak


Sekali lagi Pandi melayangkan tamparannya ke wajah Liza kali ini dia mengalirkan tenaga dalam yang dimilikinya.


Karena itu bisa dipastikan jika Liza tidak bisa bangun dalam waktu dekat.

__ADS_1


Liza yang langsung pingsan tidak menyadari apa yang terjadi setelahnya. Tapi pandi sudah berasa jika dia sudah menang saat ini karena samar-samar dia bisa melihat wujud dari batu permata itu.


Itu dia...


__ADS_2