
Pada saat yang sama Raja sudah pun sampai di villa gaib . ya sudah mendapatkan kabar Jika putri manusianya hilang entah ke mana.
Tapi yang jelas dia ingin memastikan dengan mata kepalanya sendiri. bagaimana mungkin bayi yang sudah dijaga ketat oleh para siluman itu bisa hilang di bawah hidung mereka.
Arnold dan dini tidak tahu apa yang terjadi pada cucu mereka .Yang jelas mereka dalam kondisi tertidur pulas karena kelelahan secara batin.
Dalam pikiran pasangan ini bayi dan lezat tentu sudah aman dan tidak ada yang harus dikhawatirkan lagi.
Dengan cepat Raja sudah pun tiba di kamar di mana Liza sedang dirawat. sejak dari tiba di film gaib ini beberapa orang diperbantukan untuk merawat ratu dengan memberikan beberapa energi positif kepadanya.
Dengan begitu kondisinya sudah lebih baik daripada sebelumnya bahkan wajahnya sudah memerah yang memperlihatkan baik-baik saja.
di dalam kamar Liza ada beberapa ular wanita yang berdiri tanpa bergerak . kehilangan Putri manusia sebenarnya membuat para penjaga ini merasa khawatir dan berpikir penjagaan mereka tidak begitu ketat.
Karena itulah mereka harus benar-benar memperhatikan sang ratu. Jangan sampai peristiwa yang sama terjadi lagi.
Melihat junjungan mereka datang para ular yang berdiri ini mundur dengan satu meninggalkan seseorang yang bertugas layaknya dokter di dunia siluman.
Setelah ditanyakan oleh raja "dokter" ini menjawab" ratu sudah bangun tadi pagi meskipun hanya sebentar tapi sekarang dia sudah tertidur lagi"
"Baik, pergilah kalian semua kata raja pada semua orang yang hadir. Dalam sekejap ruangan ini kosong. Hanya menyisakan raja dan ratunya yang sedang berbaring di ranjang pesakitan.
Raja duduk di sisi ranjang,dia menyentuh tangan Liza dan menggenggamnya dengan erat.
Sungguh besar pengorbanan seorang ibu manusia.Hanya demi melahirkan darah daging sendiri mereka harus mempertaruhkan hidup sendiri. Tapi tidak ada ibu yang mengeluh karenanya.
Berbeda dengan para ular yang hanya bertelur dan meninggalkan mereka di semak-semak demi membiarkan calon bayi itu berkembang secara sendirinya.
Tiba-tiba saja Liza yang awalnya tadi tertidur membuka matanya perlahan lahan.
mata yang baru terbuka itu menatap Raja dengan naluri yang aneh. manusia memiliki insting juga seperti layaknya para binatang. sekarang ninja memiliki insting seorang ibu dia bisa merasakan jika anak-anaknya dalam kondisi yang mengkhawatirkan saat ini.
Tadi Liza sempat bertanya dengan "dokter"yang merawatnya .Tapi mereka hanya menutup mulut rapat-rapat. Percuma saja bertanya dengan mereka, tanpa ada perintah dari rajanya maka pertanyaan ratu tidak mungkin akan menemukan jawaban.
Dia sengaja menunggu Raja datang. lihat wajah raja yang khawatir, Liza jadi yakin tebakan nya tadi adalah benar.
"Ratu....
Raja merasa kan gerakan jari Liza, ketika dia mengalihkan pandangannya pada ratu Liza,dia mendapati Liza sudah pun menatap nya dengan pandangan kosong.
"Raja ku,pak Itam kah?"kata Liza pelan.
Raja menganggukkan kepala dan menceritakan kronologis penculikan bayi. Liza menangis lagi dan menganggap ini adalah kesalahan dirinya sendiri karena lalai menjaga Putri yang baru dilahirkan.
"Raja maafkan aku tidak bisa menjaga Putri kita, aku... .aku adalah seorang ibu yang tidak berguna sama sekali, Huhuhu maafkan aku rajaku" kata Liza tersedu sedu.
"sudahlah saat ini Pak item juga sudah mendapatkan hukumannya. dia sudah pun menjadi makanan pertama dari Putri mahkota"kata raja pelan.
semakin lama waktu berlalu tidak ada reaksi apapun dari alam tidak ada Guntur ataupun cuaca yang aneh dalam kurun waktu ini.
Biasanya jika memang seekor siluman akan dihukum oleh alam itu tidak akan menunggu waktu beberapa jam. Hanya selang 15 menit dari saat kejadian, hukuman itu akan langsung terasa.
Saat ini Putri mahkota sedang berbaring diam dengan perut yang penuh. Jika anda melihat sosoknya jelas di sekali perut yang penuh itu membentuk siulet manusia.
Ini sudah lebih dari satu jam tapi tidak ada reaksi apapun dari alam .Yang berarti tidak ada yang salah di sini. Sehingga Putri mahkota tidak perlu mendapatkan hukuman ,dengan itu dunia siluman ular putih masih akan selamat.
Liza yang mendengar itu mau tidak mau tersenyum bahagia kalau bisa dia ingin melihatnya secara langsung. pria tua terkutuk yang serakah dengan keduniawian.
Tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki bahkan mengorbankan banyak nyawa manusia hanya demi tujuan nya itu.
"tapi ratu Sebenarnya apa yang terjadi kemarin sampai kau bisa pingsan seperti ini?" tanya raja pelan.
Apapun yang terjadi pada Liza, itu ada kondisi terbaik. Hidup dan mati pun, Liza masih akan tetap menjadi bagian dari siluman ular putih. Jadi sebenarnya tidak akan merugikan siluman ular putih sama sekali.
Tapi Raja masih ingin tahu sebenarnya situasi apa yang melatarbelakangi nya.
__ADS_1
Ditanya seperti itu Liza langsung menjawabnya tanpa menyembunyikan apapun.
Pada hari di mana Liza melahirkan, Sebenarnya dia cukup sadar dengan apa yang terjadi.
awalnya biasa-biasa saja dan Liza ma mengalami prosedur melahirkan seperti biasanya tidak ada masalah tentang apapun.
Pada saat Liza hamil dia selalu melihat tutorial bagaimana cara melahirkan di Google search. Jadi dia sudah bersiap secara mental untuk merasakan prosesi ini.
sebenarnya agak risih ketika proses ini dilakukan Pandi tidak keluar sama sekali dia benar-benar membuat Liza berdecak kagum dan sekaligus merasakan rasa bersalah yang begitu besarnya.
Bagaimana sosok Pandi menjadi seorang suami siaga.Dia benar-benar akan mendampingi istrinya yang akan melahirkan secara pribadi.
Mungkin jika ada orang lain yang menyaksikannya mereka akan bertepuk tangan dan mengatakan dia adalah suami yang hebat benar-benar suami idaman yang sulit dicari , oh tidak dia adalah satu dalam seribu.
Tapi perubahan mulai terasa ketika Liza sudah berhasil melahirkan bayi itu dengan cara normal.
Dia pikir Pandi pasti akan seperti suami-suami lain yang benar-benar bahagia menyambut kelahirkan Putri pertama mereka.
Mungkin dengan merefleksikan anak kegembiraan melalui ciuman dan pelukan disertai ucapan terima kasih.
Tapi tidak prediksi dari Liza jauh dari kata benar.
Pandi yang menatapnya bahkan tidak menyapanya sedikitpun melainkan tersenyum dengan dalam artian yang aneh. Sejak mereka menikah belum sekalipun liza menyaksikan senyum.
Senyum yang tidak membuat dia terlihat tampan malah terlihat menjadi menakutkan sekali.
Dalam kondisi lemah yang masih mengalami pendarahan Liza tidak ditangani dengan layak oleh bidan desa yang sudah tua itu.
Bayi merah yang di lahir kan Liza dilumuri dengan sesuatu sekujur tubuhnya. Liza ingin bertanya apa masuk Pandi melakukan itu, tapi dia tidak memiliki tenaga bahkan untuk mengangkat ujung jarinya sekali.
Karena itu dia hanya bisa menatapnya dan mencoba mengeluarkan suara yang tidak bisa keluar sama sekali.
Karena pendarahan yang hebat Liza yang tidak mendapatkan perawatan terbaik , segera menjadi pusing dan berkeringat. Bukannya membantu menenangkan tapi bidan desa itu tersenyum dengan kaku.
"Pan, sekarang kita akan mengeluarkan ari-arinya bersiap-siap kata bijak itu yang kata-katanya langsung ditangkap oleh telinga Liza.
Yang aneh di sini adalah Pandi yang tidak memiliki reaksi apapun ketika bidan desa menyebutkannya.
Pandi terkesan tidak peduli tapi segera mengambil alih keranjang berisi bayi kecil yang masih merah.
Entah apa yang dipikirkan oleh pandi, yang jelas Liza melihat pandi menenteng keranjang itu. Seolah-olah isinya bukanlah bayi melainkan belanjaan yang baru dibeli di warung pinggir jalan.
Wajar jika bayi yang sudah lahir itu dikemas dibersihkan dan kemudian diserahkan kepada kedua orang tuanya untuk dilihat pertama kali.
Yang dilakukan oleh Pandi ini terkesan aneh karena, ada seseorang yang sudah menunggu di pintu samping.
Entah kapan ada seseorang di sana ,kenapa dia tidak tahu ,bukankah ini rumahnya kan.
Belum habis keheranan yang terjadi pada Liza .Dia lagi-lagi dikejutkan dengan suara mobil yang menjauh. Tidak apa-apa karena ini bukanlah masalah urusannya tapi ketika Pandi datang tanpa keranjang itu dia mendapat hati rasa yang aneh.
"Pan, putri ku..uuh mana dia?"kata Liza terputus putus.
Wajah Pandi saat itu tidak menunjukkan reaksi apapun tapi dia juga tidak menjawab pertanyaan dari Liza sama sekali. Hanya saja perhatian Pandi tertuju pada bidan desa.
"Gimana Mak?"
Wanita yang disebut dengan emak itu tersenyum dengan aneh. Dia berkata"sebentar lagi ari-arinya akan selesai, Tapi kau jangan lupa dengan janjimu"
"jangan khawatir Mak kapan aku pernah berbohong pada mu " kata pandi.
Liza yang merasa pertanyaan tidak dijawab merasa aneh dengan apa yang mereka bicarakan. Tapi rasa sakit yang menghujam ulu jantungnya membuat dia tidak sempat untuk bertanya lagi.
Bidan desa itu langsung masukkan tangannya ke "dalam" untuk mengambil ari-ari bayi secara manual. Seharusnya Jika dia berpikiran untuk menyelamatkan sang ibu ,tentu bidan desa tidak akan melakukan itu.
Tanpa aba-aba terlebih dahulu liza menjerit karena rasa sakit yang tidak pernah dia duga.
__ADS_1
apa yang dilakukan oleh bidan desa ini tidak jelas tidak memiliki niat untuk menyelamatkannya sama sekali. Mungkin dia sedang melakukan pembunuhan dengan ekstrem.
Segera Liza menjadi kejang seolah-olah jantungnya akan keluar dari tenggorokan.
Matanya bergerak ke atas sehingga menakutkan bagi siapapun yang melihatnya. Tapi Pandi dan bidan desa itu sama sekali tidak memperdulikan kesakitan yang dirasakan oleh Liza saat itu.
Memang gerakan spontan dari bidan desa ini berhasil mengeluarkan ari-ari bayi itu secara paksa. Tapi di sinilah asal muasal Liza mengalami pendarahan hebat.
"berhasil Mak kau hebat"kata Pandi yang tertawa mengerikan. bidan desa tidak berpikir tawa pandi itu aneh tapi dia menyahutnya dengan tawa yang juga aneh.
"hehehe yang penting kau jangan lupa bagianku"
"permintaan maaf sudah punya diselesaikan , jangan khawatir seperti biasa Mak" kata nya
Samar-samar Liza merasa dia akan pingsan kapan saja .Perasaan sakit menderanya sehingga dia tidak bisa berteriak.
Dalam kesakitan itu dia melihat bagaimana bidan desa dan Pandi tersenyum melihat ari-ari bayi itu dan menggumamkan sesuatu yang mengerikan.
Tidak jelas apa yang disebutkan oleh Pandi yang tapi satu kata "makan", jelas membuat liza merinding.
"Liza aku terpaksa melakukan ini tapi sungguh aku mencintaimu dan tidak akan pernah melupakanmu sampai kapanpun .terutama dengan hadiah yang kau berikan padaku saat ini" kata pandi terkekeh-kekeh sendiri.
Sekali lagi Pandi mengambil ari-ari bayi itu yang masih berdarah. dia pergi lagi ke pintu samping untuk menemui seseorang yang masih ada di sana.
Entah apa yang dikatakannya yang jelas Pandi datang lagi dan kembali tanpa ada apa-apa pun ditanya.
Liza tidak bodoh tapi dia tahu padi sudah memberikan ari-ari itu pada seseorang seperti bayinya tadi.
Di sini Liza menjadi bingung ,kenapa Pandi melakukannya bukankah dia adalah suami terbaik dan menantu yang terbaik pula.
"apakah dia mendapatkan tentang rahasia antara aku dan raja?"pikir Liza saat itu.
"Pandi, mana anakku Pandi?"
Pandi hanya terkekeh-kekeh sendirian dan tidak menjawab apapun yang jelas dia pergi keluar kamar meninggalkan Liza bersama bidan desa.
Bidan desa merasa tidak ada sesuatu yang harus dilakukannya di sini. dia bahkan tidak peduli dengan liza yang mengalami pendarahan hebat dari bagian bawah perutnya.
Kepala Liza semakin pusing namun dia memaksakan diri untuk memeriksa apa yang harus dilakukan.
Tidak mungkin para pengawal istana t tidak tahu tentang kejadian hari ini. mata Liza berkeliling melihat sekitar ruangan baru kemudian dia menyadari ada begitu banyak duri-duri yang menggantung di sana dan di sini.
Begitu juga dengan lubang tikus yang tidak jauh dari tempat dia berbaring.
bidan desa berniat untuk tinggal beberapa waktu sebelum dirinya benar-benar keluar dari ruangan ini. Jadi dia sedikit lengah membiarkan memberikan Liza waktu untuk bergerak menggapai lubang tikus.
Dengan cepat duri-duri tanaman yang memenuhi lubang tikus ditariknya keluar.
Walaupun tangannya terluka dengan duri-duri tajam itu tapi Liza sama sekali tidak peduli.
Setelah itu satu atau dua ekor ular putih yang keluar dari lubang itu. Bidan desa terlambat menyadarinya, jadi dia di gigit ular atas perintah Liza.
Apa yang dilakukan oleh Liza sebenarnya tidak akan mendapat hukuman dari alam.karena Lisa adalah manusia dan yang meminta ular itu menggigit adalah manusia .Jadi ini adalah pertarungan antara manusia dan manusia tidak ada hubungannya dengan dunia siluman sama sekali.
Bidan desa mati hanya dalam kurung beberapa detik. Tapi Liza langsung ambruk karena kehilangan begitu banyak darah.
Kemudian dia tidak sadarkan diri dan ketika sadar pun dia sudah ada di sini di sebuah villa yang jelas-jelas memiliki aura siluman di dalamnya.
Raja terdiam ketika Liza menuturkan pengalaman yang sangat mengerikan itu. Liza sempat berpikir dia tidak akan hidup lagi setelah mengalaminya. Tapi siapa sangka dia masihlah manusia yang bisa bernafas.
Rasa keterkejutan Liza tidak sampai di sini saja. Raja segera mengungkap hubungan antara Pandi dan Pak Itam yang sebenarnya.
Sekarang liza hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Pandi sebenarnya adalah kaki tangan Pak Itam.
__ADS_1
ini tidak mungkin.