
setelah berusaha dengan keras pada akhirnya kelompok Putri mahkota kehilangan jejak lagi.
Joko dan Dewi benar-benar pintar menyimpan jejak mereka. informasi yang didapatkan dari David kemarin memang benar adanya. Tapi tidak satupun dari lokasi ini adalah tempat penyembunyian Pandi.
Dengan begitu mereka juga sebenarnya tidak begitu percaya dengan David. Karena tidak semua informasi diberikan kepadanya.
Putri Wulan Adisti menggeram dengan lemah. Mereka sudah satu hari satu malam di Denpasar tapi belum mendapatkan informasi yang akurat.
Setelah David ditemukan tewas dalam oven kemarin. Pada akhirnya Putri Wulan Adisty tidak lagi mempunyai orang yang bisa didapatkan informasi.
"Putri, bagaimana kalau kita mundur dulu dan mengumpulkan energi lagi"kata Mentri tua.
24 jam mereka bergerak tanpa henti menukar wujud dari manusia menjadi ular dan bertukar lagi di beberapa detik yang berbeda.
Walaupun mereka adalah siluman tapi pekerjaan seperti ini masih membuat mereka menghabiskan energi yang tidak sedikit.
Artinya mereka juga harus istirahat untuk beberapa waktu ke depan.
"Hem kita tidak punya cara lain kau benar kita harus istirahat. sekarang pergi temukan villa di mana kakek dan nenekku berada aku pikir aku harus mengunjungi nya sekarang"kata putri Wulan Adisti.
Jika mereka kembali ke desa untuk beristirahat ini sama artinya mereka akan menyia-nyiakan energi.
Amerika memiliki banyak hal yang disebut oleh manusia itu emas. bisa saja mereka menyewa hotel untuk satu malam. tapi berhubung sudah sampai di sini apa salahnya mengunjungi kakek dan nenek terlebih dahulu.
Meskipun tidak harus mengakui hubungan mereka Tapi menurut Putri Wulan Adisty ini masih lebih baik.
dia masih ingin kenal siapakah kedua orang tua ini.
menteri yang dikatakan itu langsung mundur dan memerintahkan beberapa orang untuk mengarahkan mereka ke villa tersebut.
tentunya dengan telepati mereka menghubungi pengurus villa Dengan mengatakan mereka akan tiba.
Di tempat lain raja dan liza diberitahu jika mereka kehilangan jejak. di sini Liza mulai bingung lagi.
"Raja bagaimana kalau aku ikut turun tangan?" Bisik liza tiba-tiba.
"tidak perlu kau belum terlalu sehat lagi pula Quinsya Aurora masih memerlukanmu di sini"kata raja.
Memang benar ada banyak dayang yang bisa mengasuh anak ini untuk sementara waktu. Namun begitu Liza adalah manusia sementara yang lain adalah siluman .Tentu masih cocok dia dibandingkan dengan orang lain untuk mengasuh anak.
"tapi Raja aku pikir para siluman juga akan masih tidak akan menemukan tempat itu. lihat saja Pandi ,dia sudah menemukan sebuah ramuan yang bisa mengelabui Indra penciuman kita kemaren. Bukankah artinya mereka berdua juga memilikinya bahkan kupikir ini pasti lebih bagus daripada yang dikembangkan oleh Pandi waktu itu"kata Liza.
Liza menatap Quinsya Aurora di lengannya.Dia masih kecil tapi kehidupan nya sudah terancam. Liza tidak tahu apakah keberadaan gadis kecil ini sebagai manusia setengah siluman, juga sudah diketahui oleh pasangan itu.
jika begitu bahaya juga tidak akan lepas dari Quinsya Aurora.
"jadi menurutmu bagaimana ?"tanya raja yang tidak terkejut.Ini karena dia memang berpikiran seperti itu tadi hanya saja belum menemukan solusi yang cocok.
"Menurutku alasan kenapa tempat itu tidak ditemukan itu karena indra penciuman siluman terbatas karena ramuan itu. Tapi aku adalah manusia dan tidak akan terpengaruh padaku kan.Itulah sebabnya aku katakan aku lebih cocok untuk pergi daripada tinggal di sini menunggu sesuatu yang tidak jelas" kata Liza.
Andai masalah ini semakin berlarut-larut bukan tidak mungkin niat dari pasangan mesum itu akan berhasil. Liza pikir kemungkinan besar mereka sudah berhasil saat ini.
Jika dunia siluman ini hancur bukankah ini artinya dia akan menghancurkan putrinya dan suami nya juga. Maka dari itu Liza tidak bisa berpangku tangan dan melihat segala sesuatunya hancur di depan mata.
"ini ide yang bagus tapi bagaimana dengan Ratu Aurora?"meninggalkan dia di dunia siluman memang adalah rencana yang bagus tapi perlu diketahui para dayang-dayang di istana siluman ini sama sekali tidak pernah memiliki pengalaman dalam mengasuh bayi manusia.
Bayi mereka pun sekarang ditinggalkan di beberapa sudut untuk bisa bertarung dan besar secara alami. Dengan begitu Raja tidak bisa tidak percaya meninggalkan Quinsya Aurora dengan mereka.
"tidak apa-apa untuk meninggalkan dia sementara.Jika masalah ini sudah selesai maka aku bisa kembali secepatnya ke sisi kalian lagi " kata liza.
__ADS_1
"jika tidak mari bawa quinsha Aurora pada nenek dan kakeknya. aku bisa pergi meninggalkan villa setelah meninggalkan pengganti" tambah liza yang menatap pada raja seolah-olah dia mengharap persetujuannya dengan cepat.
Raja memikirkan beberapa hal tentang keuntungan dan kerugian. Beberapa waktu kemudian akhirnya dia mengganggu setuju.
Quinsya Aurora masih bisa diacuh oleh kakek dan neneknya. Mereka tidak perlu khawatir dengan musuh yang bersembunyi karena ada banyak prajurit ular yang berjaga-jaga di sana.
Sementara itu Liza masih bisa membantu menemukan tempat itu. Karena dia adalah manusia sehingga tidak bisa dikelabui oleh ramuan.
Setelah mendapatkan persetujuan Liza tidak perlu menunggu lagi.
Raja memiliki teleportasi yang bisa membawanya dengan cepat ke file tersebut
Jadi hanya dalam durasi kurang satu menit Raja bisa membawa Liza dan quinsha Aurora bersamanya.
ini berbarengan dengan Putri mahkota yang bermaksud untuk pergi mengunjungi kakek dan neneknya.
Karena itu ketika Putri wulan Adisti tiba di pintu gerbang villa. Raja dan Liza juga tiba di sana dengan sebuah mobil putih sebagai kamuflase.
"ibunda ayahanda kalian di sini?" sapa Putri Wulan Adisti pada keduanya.
"Ya mari masuk dulu nanti ayahnya jelaskan"sahur raja yang tidak bermaksud untuk membuang waktu.
"Putriku, apa kau baik-baik saja?" tanya Liza yang langsung memeluk putrinya ini. Dia sudah besar sehingga tidak seperti putri dan ibu tapi lebih seperti teman sebaya.
Walaupun dia memiliki tampang sebesar itu tapi sebenarnya dia hanyalah anak yang baru saja lahir belum sampai 1 minggu.
Dengan begitu ketika dipeluk oleh sang ibu , Putri Wulan Adistymerasakan kehangatan yang aneh. Jadi putri mahkota berlama-lama dalam pelukan itu dan bergelayutan manja seperti tidak ingin lepas.
ini membuat Lisa terkekeh dan berpikir putrinya memang masih anak-anak. dia mencium pipinya dan membelai rambut panjangnya yang indah.
Seperti inilah bentuk dari Quinsya Aurora jika dia beranjak dewasa.
Sementara ibu dan anak itu sedang bernostalgia ,Raja memangku si kecil di lengannya kemudian seseorang maju mengetuk pintu.
"Tuan ku raja, yang mulia ratu"sapa orang itu pelan.
raja dan Liza tidak mengkhawatirkan sapaannya mereka hanya mengangguk sedikit dan berjalan ke depan.
Di mana Dini dan Arnold sudah menunggu. pengurus rumah mengatakan jika mereka ditelepon jika raja akan tiba.
Jadi keduanya sudah menunggu di ruang tengah .Hanya saja mereka tidak menduga jika kedatangan Raja kali ini benar-benar dibarengi oleh Liza dan si kecil.
Melihat penampakan Liza yang datang secara tiba-tiba. Tentu saja membuat Dini terkejut .Dia buru-buru bangkit dan menyambut Liza yang menurutnya masih dalam kondisi tidak sehat.
"Sayang, kenapa datang bukankah baik tinggal di sana sampai kau agak baikan Hem Liza kenapa masih ceroboh juga padahal sudah menjadi seorang ibu"kata Dini cemberut.
"Ya Liza, di sana kau selamat bahkan ada dokter juga tapi di sini ada apa. kalau ada apa-apa terjadi kita harus pergi ke rumah sakit kan?"kata Arnold yang juga tidak senang.
Namun begitu mereka juga bersyukur jika liza dan cucu mereka sudah tiba di sini dalam keadaan yang selamat. walaupun mereka bisa tenang di dalam pilar ini seraya memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya. tapi terkadang hati juga bertanya bagaimana kondisi Lisa dan cucu di sana.
Setelah bisa melihat dengan mata kepala sendiri barulah mereka tenang. Tapi sebagai seorang tua mereka masih khawatir jika putri ini mendapat kesulitan dalam perjalanan ke sini.
Sekarang sudah tidak apa-apa karena keduanya sudah tiba dengan selamat.
"Mama papa aku tuh capek dalam perjalanan ke sini. heran saja karena Mama dan papa tidak ingat anak lagi ketika sudah ada cucu"kata Liza.
Pasangan itu berbicara dengan Liza tapi mereka masih fokus pada si kecil yang di dalam pelukan raja. Bahkan Arnold sudah mengambilnya dan memeluknya dengan intens.
"sayang malah bagaimanapun mama dan papa tetap akan sayang kamu tapi kangen sama cucu itu beda loh, hehehe"kata dini yang juga menarik cucu itu ke dalam pelukan sekarang mereka berdua seperti sedang melakukan tarik-menarik dengan lucu.
__ADS_1
Liza melirik Putri Wulan Adisty yang berdiri dengan wajah tidak kalah cemberut. Mungkin dia juga ingin diperlakukan seperti itu oleh kakek dan nenek .Hanya saja tubuhnya sudah begitu dewasa sehingga tidak mungkin menerima perlakuan yang sama.
"Mama papa ini perkenalkan, namanya Putri Wulan Adisty dia cantik kan"kata Liza yang mengarahkan Dini agar berkenalan dengan putrinya yang lain.
Dini menatap Putri Wulan Adisty dengan pandangan yang sedikit aneh. Entah mengapa dia merasakan sebuah ketertarikan yang langka dengan gadis ini.
"Hem Putri Wulan Adisti, nama yang bagus seperti orangnya. Liza kalian kenal di mana kok Mama merasakan seperti ketemu saudara gitu hehehe" kata dini yang tidak bercanda sama sekali.
"Hohoho, kebetulan sekali Putri tidak memiliki saudara. jadi bisakah aku memanggil kalian kakek dan nenek?" kata Putri Wulan Adisti buru-buru.
Dia sangat senang ketika nenek mengatakan hal yang sedemikian. Dini juga senang ketika Putri bulan Adisti mengatakan hal seperti itu. Begitu juga dengan Arnold yang tidak menolak pendekatannya.
Tapi masalahnya kenapa memilih sebutan kakek dan nenek.Tidak Paman ataupun bibi. Dilihat dari segi usia dia masih sebaya dengan Liza .Hanya saja Liza sudah menikah dan gadis di depannya ini mungkin saja belum.
"Hem baiklah tapi jangan panggil kakek dan nenek dong jadi merasa ketuaan gitu gimana kalau paman dan bibi aja Hem?" kata dini yang menarik Putri Wulan Adisti untuk duduk di sampingnya.
Gadis yang cantik.
"aku seperti pernah melihat wajah ini tapi di mana ya, kok aku nggak ingat sih?" pikir ini di dalam hatinya.
Gimana bisa tidak familiar,kontur wajah Putri Wulan Adisti mirip Liza begitu juga dengan bibir dan alis nya.Tapi mata dan hidungnya milik raja dalam beberapa titik.Hanya saja bola mata ini berwarna biru yang indah sehingga dia memiliki pesona lain.
Walaupun kelak dia akan memiliki kemiripan 100% dengan quinsha Aurora kembaran nya. Tapi sebenarnya mata ini akan membuat perbedaan yang jelas.
Quinsya Aurora tanpa pengaruh bola api berwarna biru, bola matanya masih berwarna hitam pekat malam.
"Mama, sebenarnya Putri memiliki kebiasaan yang aneh jika dia menyukai seseorang maka dia akan mengatakan itu adalah kerabat. Jadi jika suatu hari Mama menemukan dia memanggil seorang bibi atau tante itu sudah biasa tidak perlu heran. aku pikir dia hanya kekurangan sebutan Kakek dan nenek hahaha"kata Liza beralasan.
Dia juga ingin Putri Wulan Adisti tidak kekurangan kasih sayang kakek dan nenek.
"Begitukah?" kata Arnold tidak percaya. aneh saja kan juga menemukan seseorang yang memiliki hobi seperti dia.Tapi tidak apa-apa lah toh ini hanya sebutan saja tidak akan merugikanmu sama sekali.
"Hem jadi nenek, mulai sekarang aku adalah cucu kalian juga , hehehe" kata putri Wulan Adisti tersenyum. Dia tidak sungkan memeluk Dini karena ini memang neneknya.
Dini awalnya sedikit risih tapi entah kenapa dipeluk begitu oleh gadis ini dia malah asik-asik aja. jadi dia mencubit hidung Putri Wulan Adisti sedikit dan berkata,"hahaha cucu nenek nakal sekali"
"Hem biarin nakal kan ini hari pertama aku ketemu nenek dan kakek. ya kan bunda?"katanya dengan riang.
"Ehh bunda?" tanya dini heran. Kenapa juga disebut bunda padahal mereka bisa disebut adik dan kakak.
" ya mah, dari sejak kenal dia juga udah manggil aku tuh bunda dan manggil raja itu ayahanda, hahaha lucu kan " Liza bingung lagi dengan perilaku putrinya yang tidak bisa menyimpan rahasia. Jadi terpaksa lah dia berbohong sekali lagi pada kedua orang tuanya ini
"Raja, apakah begitu? artinya Kalian ini udah kenal dari lama ya .apa jangan-jangan teman sekelas juga kan?" kata arnold ragu.
"kami udah kenal kira-kira 3 atau 4 tahun yang lalu, tapi sebenarnya tidak begitu akrab, hanya teman dari Facebook doang "kata raja .
Dia mengatakan tiga atau empat tahun itu sebenarnya adalah tiga atau empat hari yang lalu jika dihitung dengan hari kelahiran Putri Adisti Wulandari. Jadi di sini Raja siluman tidak berbohong sama sekali.
Dini dan arnol ingin berbicara banyak lagi dengan putrinya tapi dia melihat dan berpikir jika Liza benar-benar kelelahan jamah lagi Dia baru saja dalam perjalanan yang panjang
Perjalanan dari desa itu sampai ke Denpasar memakan waktu seharian penuh. Apalagi dia juga sudah membawa bayinya bersama-sama. wajar jika Liza merasa lelah.
Bagaimana pasangan ini bisa tahu jika Liza hanya mengambil waktu 1 menit untuk datang.
Setelah berbicara beberapa waktu pada akhirnya Liza di bawa masuk ke sebuah kamar yang sudah disediakan oleh pembantu sebelumnya.
Alasannya ini di sebut kan karena kedatangan mereka sudah diberitahukan terlebih dahulu. ada tiga kamar yang dialokasikan yaitu kamar bayi , kamar liza dan juga kamar tamu yang diberikan pada putri Wulan Adisti.
Sementara Raja mengatakan jika dia tidak akan menginap. Dia harus mengerjakan sesuatu yang belum tentu selesai dalam beberapa hari.
__ADS_1
Ya Raja memang harus pergi menyelesaikan sesuatu tapi sebenarnya yang pergi bukan saja Raja. Tapi liza bahkan Putri Wulan Adisti juga keluar tanpa diketahui oleh pasangan ini.
Sekali lagi pasangan Arnold dan Dini tertipu.