Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
16


__ADS_3

Wajah Liza menjadi gugup ketika pak Din memandangnya dengan penuh arti. Dia berusaha menutupi kegugupan itu serapat mungkin.


Jadi Liza mencoba melemparkan pertanyaan lagi untuk menutupi kegugupannya.


"kalau benar-benar ada penunggunya,lalu kenapa tidak mencoba mencari tabib yang bisa mengusir penunggu itu pak Din?"


Untung saja pak Din dengan cepat melupakan rasa marah tadi dan menjawab pertanyaan Lisa dengan semangat.


"non tidak tahu sih, dulu pernah ada seorang dukun ular yang berilmu tinggi ingin menangkap ular itu tapi gagal. setelah gagal dan pulang ke rumahnya tiba-tiba saja dia mendapatkan penyakit aneh dan meninggal tidak lama setelah itu"kenang pak Din.


Kejadian itu sudah lama sekali , anak-anak pak Din masih kecil saat itu.Tapi desa benar-benar terbakar dan merasa ketakutan dengan datangnya ular putih.


Penduduk desa rela menyumbang uang untuk memanggil tabib atau dukun ular. Tapi setelah gagal dan dukun itu mati .Semuanya tidak lagi memikirkan masalah ular putih dan membiarkannya ada di sana.


Mungkin ular putih inilah penyebab rumah itu dikatakan angker sampai sekarang.


Anehnya lagi setelah penduduk tidak mengganggu rumah dan tidak mencari tapi ular yang lain tidak ada kejadian-kejadian lagi. Inilah yang memperkuat pendapat orang-orang jika rumah itu tidak boleh sampai diganggu sedikitpun.


Tapi Liza yang mendengar kisah penangkapan itu bukannya prihatin malah bersedih hati.


"kenapa sampai ditangkap sih pak. dia kan tidak mengganggu orang lain cuma orang-orang desa yang mengganggu dia"katalisa dengan lirik


Seharusnya kan seperti itu ,ular dan binatang lain juga memiliki lingkungan sendiri. Tapi kebanyakan hewan tidak akan menyerang jika tidak ada sesuatu pemicunya.


Seperti yang terjadi pada ular putih ini .Mungkin dia merasa di ganggu maka dia membalasnya tapi jika tidak diganggu maka dia juga tidak akan merespon.


Jadi yang salah di sini adalah manusia itu sendiri.


Tapi pak Din tidak berpikir demikian. Apa yang dilakukan penduduk waktu itu adalah demi anak-anak di desa yang sering berjalan tanpa tujuan.


Mengingat Liza adalah warga baru yang tidak tahu apa-apa dia hanya bisa tersenyum pahit dan berkata,"pak Din juga tidak tahu non kenapa ular itu harus ditangkap"


Pak Din cepat berpikir Liza akan membiarkannya dengan pekerjaannya setelah dijawab seperti itu tapi mana tahu Liza semakin penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang misteri rumah tua itu

__ADS_1


"Sekarang ular itu masih ada nggak pak ?"tanya Liza dengan serius.


Pak Din menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata"kalau itu pak Din kurang tahu non ,tapi sepertinya setelah kejadian itu tidak ada cerita baru lagi tentang si ular putih"


"kasihan banget ular itu ya pak Din, padahal dia juga pengen hidup seperti kita"kata Liza yang merasa kasihan dengan keberadaan ular itu.


Tapi pak Din berpikir jika Liza ini aneh. Kejadian itu sudah lama sekali mungkin di sekitar 20 tahun yang lalu jika ular itu adalah ular yang biasa atau ular yang normal. Kemungkinan besar dia sudah mati dan tidak akan menunggu di rumah tersebut lagi.


Tapi karena dia adalah ular penunggu atau ular siluman tentu dia akan hidup selama 1000 tahun.


Liza baru saja bertanya tentang apakah ular itu masih ada di sana. Tidakkah dia juga berpikir jika ular itu adalah ular siluman bukan ular biasa yang ada di tempat penangkaran.Tapi Liza sendiri seperti tidak menyadari apa yang dia sebut dari mulutnya.


pak Din tidak berpikir banyak ,dia hanya ingin mengerjakan tugasnya yang terbengkalai hanya karena Liza yang bertanya tentang hal yang tidak penting itu.


Hanya saja Liza adalah anak majikan yang tentu saja harus dilayani dengan baik.Apalagi tujuan dia hanya untuk bertanya.


Tidak mungkin kan dia sebagai bawahan mengusir anak majikannya dan menolak untuk menjawab pertanyaan.


"tapi ular itu masih ada kan pak?"lagi-lagi Liza bertanya hal yang sama.


"non non Liza jangan percaya itu cuma cerita turun-temurun aja dan kisahnya sudah lama tentu saja ular itu sudah tidak ada di sana lagi kata pak Din yang mengingatkan Liza agar dia tidak lagi bertanya dan tidak lagi merasa penasaran.


Liza tidak menjawab tapi mengangguk-nganggukkan kepalanya dan dia tersenyum..


"makasih ya pak Din udah mengganggu pak Din dalam bekerja ayo lanjutkan lagi hehehe"


"kenapa tidak dari tadi sadarnya, sih non ?"pikir pak Din di dalam hati .


Tapi di mulut dia tersenyum dan berkata,"Mari non Liza saya akan membersihkan bunga dulu


Buru-buru pak Din kabur dari tempat itu dan pindah ke bunga yang lain padahal di sisi tadi bunganya belum selesai.


Ditinggal pergi oleh pak Din, liza tidak buru-buru masuk ke dalam rumah. Tapi merenungkan beberapa hal yang dikatakan oleh pak Din tadi.

__ADS_1


Semakin dipikirkan Lisa semakin penasaran dengan kondisi itu. Dalam kepala Liza tidak ada pikiran lain selain untuk melihat kondisi rumah dan untuk mengetahui apakah ular putih itu masih ada atau tidak.


Tiba-tiba saja matanya tertuju ke arah bangunan tua.Di sini Liza merasa semakin tenang dan hanyut dalam pemikirannya sendiri.


Semakin lama perasaan itu semakin dalam sehingga tanpa sadar Liza tidak berkedip sama sekali.


"suara musik itu?"


"kenapa pak Din tidak mendengar suara musik itu padahal jelas-jelas aku mendengarnya dengan keras. Apakah pak Din menyembunyikan sesuatu yang tidak seharusnya aku ketahui?" pikir Liza sendiri.


"apakah sebaiknya aku bertanya pada Papa dan Mama.? mereka tidak mungkin menyembunyikan masalah ini dari aku kan?"


"Tapi....


Pak Din yang melihat Liza tiba-tiba bengong langsung khawatir. Di desa ini ada sebuah pepatah yang mengatakan seseorang tidak boleh bengong atau dalam kondisi kosong pikirannya.


Jika sudah begitu orang ini akan mudah dimasuki oleh sesuatu dalam artian kesurupan.


karena khawatir pak Din datang menghampiri Liza dan memanggilnya dengan pelan.


"non Liza ngapain duduk di sini ayo masuk dan pergilah sarapan. hari ini kudengar ada bubur kacang merah yang manis"


Liza tidak menjawab bahkan tidak berkedip sama sekali. hal ini membuatkan pak Din jadi was-was dan tiba-tiba berkeringat dingin.


Jangan.. jangan.


"Non Liza,non Liza?"kata pak Din yang mulai meninggikan nadanya. baru setelah itu Liza bereaksi dan memandang pak Din dengan gagap.


"Eh pak Din ada apa kok sampai teriak-teriak seperti itu, kuping Liza jadi budeg nih"keluh nya


"abis non dipanggil dari tadi nggak menjawab. jangan begitu non tidak baik nanti kesurupan"kata pak Din serius.


"hahaha pak din boleh aja orang lagi menikmati suasana pedesaan yang segar juga " kilah Liza yang malu.

__ADS_1


Pak Din hanya bisa mengganggu dan pergi melanjutkan pekerjaannya lagi.


Sementara Liza masuk ke dalam rumah ingin membersihkan diri dan pergi sarapan.Tapi pemikiran tentang misteri rumah tua benar-benar tidak bisa dilupakan oleh Liza sama sekali.


__ADS_2