
Setelah Liza ma nitipkan putri nya pada dini dia pura-pura pergi ke kamar untuk istirahat.
Alasan itu dapat dibenarkan karena dia baru saja selesai melahirkan dalam kurun waktu sepuluh hari.Karena itulah dini tidak berniat untuk mengganggu putrinya lagi. Apalagi saat ini bayi yang diberi mana nama quinsha Aurora tidak minum ASI melainkan susu bubuk.
Bukankah pada saat itu Liza koma selama 2 hari yang mengakibatkan bayi itu lebih menyukai susu bubuk daripada ASI.
memanfaatkan wi-fi yang terpasang di villa.Liza segera bergegas mengambil laptop dan mencari informasi terkait dengan beberapa harta yang menggunakan nama Joko dan Dewi.
ada begitu banyak harta di atas nama dua orang ini ini belum termasuk dengan harta yang di luar negeri.
bahkan ada juga harta-harta yang tersebar di berbagai pulau. namun begitu tujuan asli Liza adalah Denpasar.
mari perkecil area menjadi daerah di Denpasar.
Putri Wulan Adisty juga melihat apa yang sedang dilakukan oleh ibundanya.Dia masih terlalu muda tapi tidak begitu bodoh untuk mengetahui jika teknologi manusia itu memang mengagumkan.
Ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh kaum siluman ular putih.Tapi bisa dilakukan oleh manusia contohnya pelacakan yang saat ini sedang dilakukan oleh ibundanya.
Bukankah artinya tidak buruk untuk siluman ular putih belajar tentang teknologi.
Skenario yang dilakukan oleh Liza adalah masuk ke dalam jaringan pertanahan negara yang terfokus pada Denpasar.
Dengan cepat beberapa lokasi didapatkannya dalam waktu beberapa menit saja.
Bukan saja lokasi tapi juga bisa di lihat langsung dengan pencarian CCTV dari kantor polisi Denpasar.
"bunda ini rumah rumah yang sudah kami datangi. mereka tidak ada di sana kami sudah mengecek ini" kata putri Wulan Adisti.
Liza begitu fokus sekali sampai dia tidak menyadari ada tatapan mata kagum dari putrinya.
Ada banyak hal yang harus dilakukan dilalui oleh Putri mahkota ketika mencari lokasi-lokasi ini.
Menghabiskan waktu semalaman bahkan harus memaksa informasi yang keluar dari David dan teman temannya.
Tapi untuk Liza ini hanyalah masalah menitan saja dan dia masih belum keluar dari kamarnya malahan.
"oke bunda tahu.mereka pasti sudah menaburkan begitu banyak ramuan sehingga kalian bisa tertipu semuanya. tapi ada beberapa hal yang tidak bisa di sembunyikan" kata Liza.
ada beberapa informasi kurir yang terus berdatangan dari berbagai lokasi ini. ada juga catatan tentang keluar masuk tamu di daerah tersebut.
setelah lincah memperkecil area lagi rupanya ada satu villa yang benar-benar berbeda daripada villa yang lain.
bila ini bukan saja mengirim lebih banyak bahan makanan tapi juga lebih sering memesan makanan online.
Menurut pemesanan, jumlah makanan ini tidak mungkin dimakan oleh dua atau tiga orang saja.
Artinya ada lebih banyak penghuni di dalam villa ini dibandingkan dengan rumah-rumah yang lain.
jumlah mobil yang keluar masuk juga beragam dan kebanyakan mereka adalah mobil-mobil mahal.
setelah ditelitikan lagi tamu-tamu itu bukanlah orang kaya tapi beberapa pekerja kasar.
mereka tinggal di sana terkadang dua atau tiga hari sebelum keluar dari villa.
Dikatakan orang kaya yang sedang menyewa villa juga itu tidak mungkin. Jelas dari karakter wajah dan berbagai hal lagi menunjukkan orang ini benar-benar hanyalah pekerja.
Tapi pekerjaan apa yang anda bisa ditemukan di sini.
"Sayang apa kamu pergi juga Villa villa ini?"
Putri mahkota menyipit kan matanya untuk mengingat villa tersebut lalu dia menggelengkan kepala.
"aku tidak pergi tapi para prajurit sudah menunggu di sana tanpa ada hasilnya sama sekali. Karena itulah tidak ada yang berpikir jika itu adalah tempat nya" jawab putri Wulan Adisti.
"terkadang tempat yang paling tidak dicurigai adalah tempat yang aman, kau tau?"
Liza tidak menunggu putrinya menjawab Dia langsung berselancar lagi dan meneliti beberapa pengiriman 6 bulan terakhir.
Ada beberapa pengiriman yang menurutnya sedikit mencurigakan. y
Yaitu pengiriman ini berdasarkan dengan bahan-bahan medis.
Ada juga beberapa tabung reaksi yang dipesan dari luar.
Tabung reaksi?
"Ya inilah tempat itu. tidak ada yang paling mencurigakan selain dari tempat ini"kata Liza yakin.
"apa bunda yakin di situ, tapi...
"kenapa kita tidak pergi cek saja sekarang?" kata Liza. Semakin lama mereka berbicara maka acara penyelamatannya akan semakin tertunda dan itu akan menjadi semakin berbahaya.
"baik lah"kata putri Wulan Adisti.
__ADS_1
"Oke tunggu dulu sebentar"Kata Liza lagi.
Liza pergi mengganti pakaian dan membuat make up sehingga wajah aslinya tertutup sedemikian rupa.
Tiidak perlu terlalu berbeda cukup untuk menipu orang-orang di villa jika ini adalah tempat yang dia pikirkan.
"Raja , pergi beli pizza daging ukuran jumbo di jalan XXX"kata Liza pada raja lewat telepati.
Raja bisa melakukan teleportasi jadi dia dengan cepat mudah membeli dan bisa langsung kembali di waktu yang tidak lama.
Sebelum Liza menyelesaikan urusan make up nya, Raja sudah datang lagi dengan barang yang dipesan.
"Raja ada beberapa kamera kecil yang aku pesan tadi pada prajurit. pastikan mereka membawanya kali ini karena kita harus yakin sebelum benar-benar menyerang"kata nya.
"mereka sudah siap di tempat"kata raja.
Kerja cepat ini yang Liza suka. hanya dalam sekali gerakan saja semua sudah dipersiapkan oleh raja.
Ratusan ular sudah menuju ke lokasi bahkan ada lebih dari 10 ular yang menggunakan kamera.Ular-ular ini nantinya akan disusupi untuk mencari tahu apakah mereka mendatangi tempat yang tepat ataupun hanya praduga yang tidak bersalah.
"Oke aku siap"kata Liza.
Lisa tidak bisa melakukan teleportasi dengan begitu dia hanya bisa memeluk raja agar bisa sampai ke lokasi dalam hitungan detik.
Ketika Liza membuka mata lagi mereka sudah tiba tidak jauh dari pintu villa.
Villa ini memiliki sebuah pintu gerbang kecil untuk seorang satpam berjaga-jaga di sana.Namun begitu tidak ada satu satpam pun disana mungkin mereka tidak berpikir akan kedatangan musuh sama sekali.
"Raja?"
"ratu sepertinya aku tidak bisa merasakan aura Pandi di dalam sini.aku hanya merasakan sesuatu yang biasa-biasa saja tidak ada yang istimewanya. apa kau yakin mereka menyembunyikannya di sini?" tanya raja.
Putri Wulan Adisty juga mengangguk dengan cepat dia setuju dengan apa yang dirasakan oleh ayahandanya.
Tidak apa-apa di sini jadi membosankan banget ,lebih baik pergi mencari di tempat lain.
"Raja inilah yang ingin mereka lakukan.bukan saja Indra perasa mu. Tapi mereka juga menyerang mental para siluman dengan membuat ilusi jika tidak ada apa-apa di sini. dengan begitu aku jadi semakin yakin" kata Liza yakin.
Entah ramuan apa yang ditambahkan di dalamnya sehingga Raja siluman pun merasa tidak ada ketertarikan sama sekali dengan situasi di dalam.
Bahkan dia terkesan enggan untuk datang ke sana.Bukan enggan yang dicampur dengan jijik tapi lebih seperti enggan yang mendatangkan rasa malas.
"baiklah kalau ratu berkata begitu"Raja mau tak mau memerintahkan semua prajuritnya bersiap-siap.
beberapa kali Eliza memencet tombol tapi belum ada orang yang datang sama sekali untuk menyambut.Lalu dia memencet lagi tanpa mempedulikan orang-orang di dalam risih ataupun tidak.
Liza hanya berhenti memencet ketika ada seseorang yang datang dengan cara berlari-lari kecil.
Seorang pria muda dengan wajah kusut yang jelas dia bule.
"Halo ini delivery online tadi ada yang memesan pizza, apakah Pak Munarman?"kata Liza.
Liza tadi sudah membaca jika seseorang bernama munarman baru saja masuk di sini kemarin sore dan sampai sekarang dia belum keluar sama sekali.
ketika dia menyebutkan nama ini orang ini mengagetkan dahi dan berpikir sebentar.
"Hem tunggu sebentar ya aku telepon dulu"katanya.
" bli udah bayar aja dulu barangnya nanti nggak akan dimarahi juga kok bli kan pegawainya kan?"
"Eh bukan ,aku tidak punya uang cash soal nya"jawab pria itu terburu buru.
pria ini jarang berbelanja tapi jika berbelanja .Tentu saja dia menggunakan kartu kredit. tapi delivery online mana mau menggunakan kartu kredit bukan
"Eh bli di sini sudah mulai gelap bisa nggak kalau aku nunggu di teras. soalnya takut di luar kelamaan nunggu?"kata Liza.
pria ini menatapnya jari ujung kaki dan ujung rambut.dalam pandangannya Liza adalah gadis yang memang sedikit tidak nyaman dibiarkan menunggu di luar.
Pasti tidak akan terjadi masalah apapun jika membiarkan dia menunggu di teras alih-alih menunggu dia di balik pagar.
"Ohh baik lah"
dengan begitu pintu pagar pun dibuka.Hahaha sekarang giliran ular-ular kecil yang masuk ke dalam.
Liza tidak tahu tapi baru saja dia membacakan beberapa beberapa mantra pengusir untuk membubarkan hal-hal yang menutupi siluman.
begitu dia memasuki pintu gerbang ,ular-ular kecil itu masuk ke dalamnya tentu saja dengan kamera yang langsung menghubungkan dengan telepon genggam.
ketika ular-ular masuk ke dalam kesannya terhadap villa itu langsung berubah.sebelum masuk mereka merasa itu biasa-biasa saja Bahkan terkesan malas untuk menindaklanjuti perintah ratu.
tapi perasaan seperti itu tiba-tiba buyar tidak tahu kenapa.
Meskipun tidak ada yang bertanya tapi semuanya langsung berpencar untuk mencari lokasi lokasi yang kira-kira mencurigakan.
__ADS_1
ular kecil tidak begitu dipedulikan oleh siapapun. jadi dengan mudah mereka masuk dan merayap dari atas dinding.
Bahkan ada juga ada juga yang mencoba-coba celah jendela.
Ini lancar seperti yang sudah direncanakan oleh Liza sebelumnya.
sementara itu Liza terus saja mengikuti pria ini sampai ke teras depan.
"Hem kamu tunggu di sini ya jangan masuk"katanya.
"Oke bli cepat dikit ya ini udah terlalu malam" kata Liza dengan jempol ke atas.
"Oke"
pria itu membuka pintu yang sebenarnya dikunci nya tadi. ketika masuk dia akan mengunci lagi dari dalam.
Tapi dia tidak sadar sebenarnya ada tiga ekor ular kecil yang langsung menyelinap dari kaki nya.
ketika pintu itu ditutup sebenarnya 3 ekor ular ini juga mengikutinya
sekarang Liza benar-benar patuh duduk di luar dan memainkan telepon genggam tapi sebenarnya ini bukan game atau apapun.
Ini adalah kamera CCTV yang tadi dibawa oleh ular-ular kecil itu.Dia melihat siaran langsung itu dengan cermat dan meneliti. Apakah tempat-tempat ini adalah sesuatu yang dipikirkannya.
Tiga ular kecil segera merayap cepat, takut keberadaan mereka diketahui oleh orang rumah.
Tapi semakin merayap mereka mulai menyadari ada sesuatu yang aneh di dalam rumah ini.
Panas...
Ya rumah ini begitu panas sekali.Mereka hanya ular kecil tapi sepertinya akan hangus jika terus-menerus berada di sini.
Tapi mereka bukanlah ular siluman biasa ini adalah prajurit elit yang sudah di tempat sedemikian rupa.
Beberapa mantra juga pada akhirnya bisa mendinginkan suhu tubuh sampai ke batas tertentu.
tapi mereka menemukan jika merayap di lantai tubuh akan panas tapi tidak berlaku jika merayap di dinding.
Bagaimana mungkin para siluman ular ini mengetahui sebenarnya lantai sudah dipel dengan ramuan juga setiap beberapa hari sekali.
Mungkin tidak ada pengaruhnya untuk manusia tapi pengaruhnya besar untuk siluman yang merayap.
Sampai kemudian mereka mendapati ada sebuah pintu tertutup yang begitu mencurigakan.
Masuk saja dari bawah pintu dengan menahan reaksi panas.
Baru setelah masuk mereka memposisikan diri lagi ke arah dinding.
Pasti tidak akan ada orang di dunia ini berpikir ingin mengepel dinding bukan.
perlu beberapa waktu untuk semua tiga ekor ular ini menemukan jika mereka sedang bergerak ke lantai bawah tanah.
tidak memakan waktu lama rupanya lantai bawah tanah ini sama terangnya dengan lantai yang di atas.
Hanya ada hanya saja beberapa ruang laboratorium terpampang di sini.Ohh bahkan ada beberapa dokter juga.
"Ahh ruang rahasia? mungkin kah ini benar tempat itu" gumam Liza.
Samar samar dalam kamera itu dia melihat seseorang yang diikat di ranjang pesakitan.
Hanya saja kameranya terus-menerus bergerak sehingga tidak bisa fokus. Tapi Liza yakin jika itu adalah Pandi.
Liza ingin melihat lagi tapi tiba-tiba seseorang datang membuka pintu. Mungkin orang yang datang ini adalah seseorang dengan nama yang disebutkannya tadi.
"Tuan Munarman?" tanya Liza secara acak.
"Ya saya, tapi saya tidak ada memesan apapun hari ini?" jawabnya to the point .
" Jangan berbohong Pak, tidak ada gunanya. saya sudah jauh-jauh datang kemari ,udah capek gelap lagi. nanti pemilik akan marah pula jika pesanan tidak di bayar.Ayolah Pak"kata liza.
"untuk apa aku berbohong Aku memang tidak ada pesan makanan malam ini kami memasak banyak karena bos tidak makan di luar"katanya yang masih tetap masih keras Jika dia tidak pernah memesan makanan.
"Tapi bapak gimana ini dong Pak. namanya tepat lokasinya tepat hanya tinggal mengambil barangnya saja Pak. ini tidak mahal kok cuman Rp 62.000 masa .masa bapak tinggal di rumah yang cantik tapi nggak bisa bayar rp62.000?" kata Liza dengan wajah kesal ini buat-buat.
"Kamu?ah ini ambil, ambil juga kembaliannya?"kata nya geram.
Dia memberikan 100.000 kepada Liza dan berpikir pasti ada seseorang di villa ini yang sedang mengerjainya. lagi pula tidak perlu repot dengan sesuatu yang berharga rp100.000.
"terima kasih Pak besok-besok pesan lagi ya makasih"kata Liza.
Setelah itu liza buru-buru keluar lagi di mana dia sudah ditunggu oleh raja siluman dan juga Putri mahkota.
"Raja, memang ini tempatnya. ada ruang bawah tanah yang dibuat sebagai laporan ruang laboratorium.Bahkan prajurit juga sudah menemukan pandi"kata Liza dengan cepat.
__ADS_1
Raja dan putri mahkota menggangguk.Ini waktunya untuk penyelamatan.