Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
33


__ADS_3

Seperti yang diperkirakan oleh Liza di rumahnya sekarang sedang kelabakan menjadi dirinya.


beberapa saat yang lalu ,Mama Liza bangun dari tidurnya. Setelah membersihkan diri dia langsung pergi ke kamar Liza untuk menyapa.


Tapi siapa tahu dia tidak melihat sosok Liza di manapun.Mengetahui ini tentu saja dia jadi gugup dan merasa takut.


Mereka sudah melakukan beberapa hal untuk menangkal sesuatu yang tidak diinginkan berlaku. Tapi sekarang Liza malah hilang Tidak tahu pergi ke mana.


karena ketakutan yang amat sangat dini langsung berlarian menemui suaminya. Saat ini Arnold sudah duduk di meja makan menunggu sarapan pagi.


"Pah.papah"kata dini terputus putus.


"Ada apa sih mah, buru buru gitu"kata Arnold tidak senang.Saat ini Arnold sedang memegang telepon genggamnya membaca berita-berita di luaran sana.


Karena perkembangan teknologi, Arnold tidak perlu lagi mencari koran atau majalah. Dia hanya membutuhkan telepon genggam untuk membaca situasi di luar.


Dini yang ditanya seperti itu oleh suaminya buru-buru duduk dan menenangkan diri sendiri sebelum dia berkata,"papah aku tuh tadi ke kamar Liza tapi aku tidak melihat dia pah"


"Apa Liza nggak ada di kamarnya?"tanya Arnold yang langsung terkejut.


wajah Arnold segera terlihat buruk Liza adalah Putri satu-satunya Arnold dan dini jadi keselamatan Liza sangat diprioritaskan dalam hal ini. semalam mereka sudah kecolongan dan sekarang tidak ingin terjadi lagi.


"iya pahliza hilang dia nggak ada di kamarnya aku tuh jadi takut bah jangan-jangan dia kenapa-napa lagi"kata dini yang sedih.


"Mah mungkin mama itu salah lihat kali. coba cek apa dia di kamar mandi atau lagi di taman kan, Liza kan biasanya pergi jogging di saat seperti ini mah"kata Arnold pada istrinya.


Walaupun dia juga merasa cemas. Tapi semua harus dipastikan terlebih dahulu daripada menduga-duga sesuatu yang belum jelas.


"Hem baik pah"dini langsung berlari lagi naik ke atas tangga.


Tadi dia hanya menyaksikan kamar itu yang tidak berpenghuni tapi dia melupakan kamar mandi.


Tiba di kamar Liza ,dini langsung membuka pintu kamar mandi dan dia terlihat kecewa ketika tidak mendapati liza di dalamnya. Putrinya itu benar-benar tidak ada di kamar sama sekali.


Tidak putus asa dini langsung turun lagi dan melihat ke sekitar rumah.mungkin seperti yang dikatakan oleh Arnold sebenarnya Liza sedang jogging.


Sebuah kebiasaannya dia bangun sejak remaja.


Tapi ketika dia sudah berkeliling tidak menemukan liza di manapun. Pada akhirnya dini datang lagi kepada Arnold tapi kali ini dia sudah pun menangis.


"gimana mah kamu nggak ketemu Lisa"tanya arnold yang mulai cemas melihat dini yang datang seraya menangis.


"Liza benar-benar tidak ada di kamarnya pah,hiks..hiks.. di kamar mandi juga .aku juga sudah mengecek taman dan sekitar rumah pah.huhuhu tidak ada Liza di mana-mana.papa aku takut pah, aku takut terjadi sesuatu seperti kemarin huhuhu" kata dini putus putus.


"Ah mama"anak juga tidak senang dia bangkit dan melakukan pencarian seperti dini tadi.


Tapi setelah melakukannya hampir setengah jam tidak ada sosok Liza di mana pun. Sepertinya anak itu memang benar-benar hilang.


"Buk bibik"panggil Arnold.


"Ya tuan"seorang wanita separuh baya tiba-tiba datang secara terburu-buru.Dia diangkat sebagai kepala dari semua pembantu yang ada di rumah ini.


"bibi apakah kamu melihat Liza pagi ini?" tanya arnold.


"Tidak tuan,saya nggak liat tuan"jawab nya.


"Hem kalau begitu coba tanyakan pada yang lain apakah ada yang melihat Liza tadi pagi?"


"Baik"


wanita separuh baya itu buru-buru keluar.sementara pasangan ini dibiarkan menunggu dengan perasaan cemas.


jika Liza memang tidak ada di rumah mungkin itu tujuannya adalah rumah tua itu. betapa khawatirnya dini mengingat nya.


Ilmu penunggu rumah tua itu cukup kuat sehingga tidak mempan dengan tanaman pengusir setan sekalipun.

__ADS_1


"Pah Liza pah"kata dini takut.


"kalau bener-bener Liza pergi ke sana. Terpaksa kita pergi memanggil Pak Itam lagi"kata Arnold dengan tangan terkepal.


tidak lama kemudian wanita tua tadi masuk lagi ke dalam.


"Tuan tadi Mira bilang dia ketemu sama non Lisa. non Lisa bilang dia ingin jalan-jalan dengan mobilnya pagi ini"


"apa dia nggak bilang perginya mau ke mana?" tanya arnold dengan wajah serius.


"nggak ada Tuan cuman itu yang dibilang non Lisa. Katanya sih pergi hanya sebentar sebelum matahari terbit" jawab nya pelan.


Mereka adalah para pekerja yang mengandalkan gaji di sini.Jika terjadi sesuatu yang tidak memuaskan majikan .Tentu saja mereka terancam dipecat jadi dia khawatir masalah ini akan melebar kemana-mana


"Ya sudah lah, kalau begitu"kata Arnold pada nya sehingga wanita tua itu mundur lagi ke belakang.


di belakang wanita tua itu menarik nafas lega sembari mengurutkan dadanya.Barusan dia cemas akan dipecat karena sesuatu yang tidak dia ketahui.Bagaimana bisa dirinya wanita tua mengontrol anak majikan seperti Liza hanim.


Untung saja majikannya kali ini adalah orang yang memiliki hati nurani.Jadi dia tidak di pecat karena anak majikan yang pergi tanpa memberi kabar terlebih dulu.


"Pah gimana Pak jangan-jangan


dia pergi ke rumah Itu lagi pah ayo kita susul gimana"kata dini sepeninggal pembantu tua itu.Dia semakin cemas saja mengenangkan liza yang pergi dengan mobilnya.


"Oke mah, ambilkan kunci mobilku di kamar"kata Arnold yang tidak bisa tinggal diam.


Siapa yang bisa memastikan Liza tidak ke rumah itu. Jika ada sesuatu yang terjadi pada Liza kali ini dia tidak akan bisa memaafkan diri sendiri. Seharusnya dia bisa lebih ketat daripada ini.


dengan cepat dini datang lagi bersama kunci mobil mereka berdua buru-buru pergi ke garasi untuk menyusul Liza.


Tapi mobil belum sempat keluar dari garasi namun mobil yang dikendarai oleh Liza sudah pun mendekat ke arah rumah.


Melihat kedatangan mobil Liza dini keluar lagi dari mobilnya dan menunggu Liza mendekat.


Dari dalam mobil liza bisa menyaksikan kedua orang tuanya menunggu di sana dengan wajah yang gugup. dari sini saja Liza sudah berpikir jika kedua orang tuanya ini khawatir.


Tapi kehadiran Raja saat itu benar-benar mematahkan keinginannya untuk ke sana. Dibanding ke sana dia lebih tertarik untuk berbicara dengan raja. Seorang pemuda desa yang baru saja ditemuinya pagi ini.


"Mah papa, hehehe"kata Liza saat dia bertemu muka dengan kedua orang tuanya yang berwajah muram.


"Liza kamu itu ke mana aja sih nak Mama itu Mama dan bapak itunya nyari kamu dari tadi. kamu gimana sih udah gede gini masih bikin mama dan papa khawatir"kata dini yang langsung menepuk pundak Liza sehingga Liza tersedak.


"aduh ma aku tuh bete di rumah jadi aku tuh pergi jalan-jalan sebentar masak jalan-jalan aja nggak boleh sih. aku kan bukan anak kecil lagi Mama"kata Liza yang merasa malu di tampar di usianya yang tidak lagi muda.


Sudah lama sekali liza tidak merasakan perawatan seperti ini dari mamanya.Dia sudah lupa bagaimana rasanya di marahin seperti anak kemarin sore.


"Liza Mama itu nggak ada ngelarang kamu untuk jalan-jalan tapi paling tidak kasih tahulah dulu sehingga Mama tidak khawatir seperti sekarang. apa segitu repotnya untuk mengabarin mama dan papa"keluh dini.


"Maaf mama,Liza kapok deh"kata Liza yang langsung mengakui kesalahannya.


"Ya seharusnya kayak begitu kamu itu udah besar sudah bisa berpikir mana baik dan mana yang buruk. Mama itu hanya nggak mau kamu itu sampai terluka nak.takutnya kamu itu bakalan pergi lagi ke rumah tua yang angker itu Bukankah sudah dikasih tahu sebelum nanya kamu jangan pergi ke sana lagi"kata dini yang langsung pol.


Dini menarik Liza untuk masuk. Dia juga meminta beberapa hidangan sarapan dibawa masuk.


Ini memang waktunya sarapan malah bisa dibilang terlambat.Tapi sepertinya Liza belum sarapan sama sekali.


"Mama Aku kan udah janji nggak bakalan ke rumah tua itu lagi jadi mama dan papa percaya deh sama Liza.Liza kan tanya pengen jalan-jalan pas untuk di rumah. pagi-pagi seperti ini udaranya masih segar banget"kata liza yang beralasan.


Kalau mama dan papanya tahu jika memang itu tujuannya di awal.


Mungkin mereka akan lebih marah lagi daripada ini.Rumah tua itu angker tapi keangkerannya masih kalah dengan wajah Papa dan Mama nya sekarang.


"jalan-jalan sih boleh sayang tapi kamu tuh bikin Mama khawatir tahu nggak"kata dini lagi yang malah mencubit hidung Liza.


Sarapan sudah diantarkan ke.meja. dengan sigap dini merapikan beberapa roti bakar dengan telor mata sapi.Sebuah hidangan wajib jika sarapan di rumah arnold.

__ADS_1


"Liza Papa juga nggak melarang kamu kok nak. Tapi kalau kamu pergi ke mana-mana itu dikabarin dulu. Jangan pergi sendirian ada pandi yang bisa nemenin kemanapun kamu mau. ingat ya sayang papa itu nggak mau kejadian semalam itu terulang lagi"kata Arnold yang juga marah pada liza kali ini.


Dini menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti apa yang diucapkan oleh Arnold. Dia menarik roti panggang dengan selai coklat.


"Hem,katanya ngerti tapi besok bikin lagikan" kata dini tidak percaya.Liza meletakkan roti nya dan langsung mendekati mamanya untuk bergelayutan di lengan mamanya itu.


"okelah kali ini Liza ngaku salah kok besok nggak akan melakukannya lagi. tapi mah hari ini tuh aku ketemu seseorang namanya Raja. sepertinya dibanding pandi lebih lebih asikkan dia sih. Aku juga udah buat janji sama Raja untuk jalan besok pagi,boleh ya"kata Liza dengan nada genitnya.


Liza jarang sekali berperilaku genit seperti sekarang tapi hal ini malah membuat hati Mama dan papanya yang tadi panas menjadi dingin secara tiba-tiba.


Paling tidak rasa khawatir yang tadinya ada hilang tidak tahu ke mana.


"Raja,siapa sih Raja setahu aku di desa ini nggak ada yang memiliki nama seperti itu?"tanya Arnold yang mencoba memastikan.


zaman sekarang akan ada banyak orang-orang yang berhati licik dan ingin meraih keuntungan ditambah lagi Putri yang ini adalah seorang gadis yang belum mengetahui tentang laki-laki.


Arnold juga sedikit heran, sebenarnya siapa itu raja sehingga bisa membuat Liza tertarik seperti sekarang.


Sebelum ini dia bahkan tidak pernah menyebutkan nama seorang laki-laki pun dari bibirnya. Pada saat dia di bangku sekolah dan di bangku kuliah juga. Lisa lebih suka berteman dengan wanita daripada laki-laki.


Meskipun ada tapi tidak pernah dibahas di atas meja makan.


Dengan begitu Raja adalah situasi yang unik.


"Ah Dia bukan anak desa sini pah dari desa sebelah. Papa juga nggak bakalan mengerti dia soalnya dia itu introvert jarang bergaul. tapi percaya deh pah dia itu pria yang baik-baik kok"kata Liza yang seolah-olah menjamin Raja atas namanya.


"oh ya kalau gitu, besok kenalin papa sama dia gimana?" tanya arnold yang penasaran.


"Papa apa apaan sih orang juga cuman temenan kok. malu-maluin aja"kata liza.


Jika seorang mengajak teman lawan jenisnya datang ke rumah .Itu artinya mereka memiliki sesuatu yang khusus.Tapi liza dan raja tidak demikian mereka hanya bertemu hari ini dan membuat janji untuk bertemu besok.


Selain daripada itu mereka hanya teman dan tidak memiliki hubungan lain selain daripada itu.


Jadi tidak etis mengundang raja ke rumah.


"Hihihi sayang Mama juga pengen melihat bagaimana Raja itu ,apakah dia setampan pandi. Kamu tuh jarang sekali menyebut nama teman pria di rumah.Bukan jarang sih mungkin bisa dikatakan nggak pernah sama sekali. Jadi Mama dan Papa itu penasaran aja, siapa itu raja, hehehe"kata dini yang terkikik geli.


Dia segera melupakan situasi paniknya tadi saat mengetahui jika putrinya ini tidak ada di rumah. Sekarang dia malah senang mendengarkan jika Liza menemukan seorang pria yang lain daripada yang lain.Seorang pemuda yang bisa membuat liza memiliki ketertarikan dengan lawan jenis.


Dini juga dulu pernah berpikir dan berkata pada suaminya.Seandainya Liza menemukan seseorang yang dia suka pada saat itu mereka tidak bisa menghentikannya. Tidak peduli kaya, miskin, tua ataupun muda. Yang penting Liza suka dan itu sudah cukup untuk dini dan Arnold.


"Mama ini apa-apaan sih orang temenan juga, kesel deh"kata Liza dengan wajah yang bersemu merah.


Melihat wajah di liza yang seperti sekarang tiba-tiba saja hati kedua orang tuanya membaik dengan cepat.Mereka semakin tidak sabar untuk melihat dengan mata kepala sendiri siapakah pria yang bisa membuat hati Liza jadi tertarik.


Arnold bahkan senang melihat wajah liza yang memerah seperti ini.Dengan begitu bukankah artinya Liza adalah gadis yang masih normal.


"Hem besok aku pengen keluar dengan raja dan sekalian sarapan di kota. boleh ya Papa tanya Liza lagi pada Arnold masih dengan senyum.


Melihat liza dengan cara ini tentu saja arti Arnold yang tadinya keras menjadi lumer.


Tanpa berpikir dua kali Arnold memberikan izinnya yang membuat Liza mencium pipi arnold seraya mengucapkan terima kasih.


"makasih Pah, Papa baik deh,umuah hehe"


"Liza kamu tuh, ckckck"


Hahaha.


Pagi itu benar-benar hari yang langka bagi keluarga ini setelah berhari-hari dalam kondisi yang tidak menentu pada akhirnya Liza tersenyum bahagia lagi. Bahkan dia bisa menularkan bahagia ini pada kedua orang tuanya.


Saat ini liza berpikir perasaan itu berkat raja yang membuat kedua orang tuanya senang .karena itulah Liza tidak sabar menunggu pagi datang lagi untuk bertemu dengan raja.


Raja ,ya hanya raja tidak ada nama lain di belakang nya.

__ADS_1


The king.


__ADS_2