Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
44


__ADS_3

Dengan perasaan yang penuh rasa bersalah pada akhirnya dini memutuskan untuk menyampaikan langsung perihal pertunangan antara Liza dan pandi.


mereka mengatakan tentang hal-hal baik dan buruknya tapi menyembunyikan masalah ular putih yang mendesak pertunangan ini terjadi.


Liza sedikit terkejut dengan kabar ini dan dia tidak bisa memutuskan menerimanya atau tidak. Tapi pertunangan sudah pun terjadi dan dia tidak bisa menolaknya lagi.


melihat wajah cantik putrinya ini sedikit berkerut mendengarkan kabar ini dini tiba-tiba memegang tangan Liza dan mengharapkan agar putrinya ini menerima dengan lapang dada.


"kamu itu liburannya nggak lama sayang ini hanya beberapa minggu lagi. pandi juga sudah setuju setelah menikah kalian masih bisa hidup seperti biasanya kok. Mama itu hanya khawatir kamu itu nggak punya pendamping hidup yang ideal. secara mama tidak mengenal bagaimana karakter orang-orang di Australia"


"aku sebenarnya nggak suka mamah kalian membuat keputusan sepihak seperti ini tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terlanjur aku tidak bisa menolaknya kan"desah Liza khawatir.


Dalam pikiran liza dia adalah seorang istri dari bangsa siluman dan bagaimana sekarang dirinya bisa bertunangan dan akan menikah dengan pria lain.


Dia harus bertemu raja dan mengatakan agar raja tidak berpikir Liza selingkuh.


"ini mama dan papa lakukan karena kamu itu akan berangkat lagi ke Australia. jadi sebelum pergi itu Papa berencana untuk menikahkan kalian terlebih dahulu .Setelah itu kau akan jadi tanggung jawab pandi sepenuhnya dan Mama dan Papa bisa lega" Kata Arnold beralasan.


Ini sajalah alasan masuk akal yang bisa dia ke depankan untuk Liza.


Dini buru-buru menganggukkan kepala agar liza yakin tentang alasan yang dibuat-buat ini.


"tapi Mama kenapa nggak ada calon lain sih. Mama kan tahu aku itu nggak suka sama pandi. aku khawatir rumah tangga ini tidak akan langgeng"


"Yah sebelumnya Mama juga berpikir begitu tapi kamu itu nggak punya teman lain sayang. ada juga si raja bahkan sampai sekarang mama itu nggak pernah melihat batang hidungnya gimana mama mencalonkan dia jadi calon suami kamu di masa depan"


Liza menundukkan kepalanya dengan ragu. Dini dan Arnold adalah orang tua biologis untuk tubuh ini. kasih sayang mereka berdua tulus tanpa pertanyakan lagi.


Apa yang mereka lakukan sebenarnya memang baik untuk Liza. Tapi keduanya hanya tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.


"kalau aku menolak pun percuma kali ,pertunangan ini juga sudah terjadi?" kata Liza lagi.


Mendengar jawaban Lisa ini dini langsung memeluknya dengan penuh rasa haru.Dia buru-buru mengambil sebentuk cincin yang mirip dengan yang dikenakan oleh pandi sebelumnya.


Dini ingin memasangkan cincin itu di jari Manis liza. tapi tiba-tiba Liza menolak dan berkata,"Mama aku akan terima pertunangan ini tapi beri aku sedikit waktu untuk menerima cincin nya.Hem aku akan memakainya jika aku sudah siap" kata Liza.


Dini dan arnold saling pandang. penting bagi Liza untuk memakai cincin ini dan mengikat diri secara langsung kepada pandi. tapi Liza sudah pun menerima hanya perlu memakainya saja.


Jika Liza menginginkan sedikit waktu tambahan agar dia bisa menerima kenyataan ini ,jadi kenapa kedua orang tuanya tidak memberikan itu.


"Oke lah, simpan cincin ini dan kenakan jika kau sudah siap oke. tapi ingat Mama ingin menikahkan kalian dalam Minggu ini juga"


"Ah Minggu ini, apa ini nggak terlalu cepat ma?"


"dini Papa yang putuskan seperti itu bukan mamamu, papa pikir kalian hanya punya sedikit waktu untuk saling kenal. apa salahnya menikah dan pacaran setelah itu kan. kata orang sambil menyelam minum air"ujar Arnold tegas.


Lagi-lagi Liza hanya bisa mendesah dan menerima takdirnya. Tapi di dalam hati dia berpikir akan berkomunikasi dengan raja tentang masalah ini.


Tubuh ini memiliki kewajiban untuk patuh pada kedua orang tuanya dan menjadi anak yang berbakti.


setelah berbicara begitu pada akhirnya keluarga dengan 3 orang ini melepaskan semua kekhawatiran mereka masing-masing.


Liza seperti tidak terganggu dengan datangnya memori seorang Lia. dia masih saja berbicara seperti Eliza biasanya.


Bertanya tentang sesuatu dan melemparkan beberapa lelucon untuk dini dan arnold. Jadi di mata Arnold dan dini ,Liza masih Putri mereka yang normal dan tidak terganggu dengan sesuatu yang bersifat gaib.


Mereka menghabiskan waktu seperti itu sampailah menyelesaikan waktu makan malam.


pada saat Liza memutuskan untuk masuk ke kamarnya lagi entah kenapa dini mengikuti Liza dari belakang.


tentu saja Liza heran tapi dia tidak bertanya sama sekali. mungkin mamanya ini masih memiliki rasa khawatir tersendiri. jadi Liza melakukan pembiaran untuk apa yang ingin dia lakukan.


Hal pertama yang dilakukan oleh Dini ketika masuk ke dalam kamar Lisa sebenarnya adalah mengunci pintu jendela rapat-rapat. Dia juga memeriksa sesuatu seperti duri bunga mawar yang tadi dipasang.


Setelah merasa puas dengan itu barulah dia tersenyum dan mengucapkan selamat malam pada Putri satu-satu ini.

__ADS_1


"Selamat malam sayang tidur yang nyenyak ya tapi jangan buka jendela juga nanti kamu masuk angin" ungkap dini yang mencium pipi Liza pelan.


"aku tahu Mama selamat malam juga"kata Liza tertawa.


Begitu turun dari kamar Liza, dini mendapati jika Arnold sedang menelpon seseorang. Karena tidak ingin mengganggu dini duduk di sofa dan menunggu arnold selesai.


Hanya setelah Arnold menutup telepon barulah dia berani bertanya.


"Siapa pah?"


"Pandi, sekarang pak itam tinggal di rumah pandi sampai pernikahan selesai. kata pandi pak itam sedang bersiap-siap ingin memakai pagar gaib. untuk benteng Liza malam ini. kita hanya perlu memastikan jika Liza tidak pergi ke rumah itu lagi. dan pastikan agar sesuatu juga tidak bisa masuk ke rumah ini"ungkap arnold dengan memijat pelipisnya sendiri.


Sepertinya masalah tentang Liza ini membuat kepala Arnold jadi pusing. dia sangat ingin pernikahan ini dipercepat dan akan segera berakhir.


Arnold yang dulunya adalah orang yang tidak percaya dengan hal-hal gaib seperti ini. Tapi entah kenapa dia jadi percaya walaupun tidak melihat secara langsung sosok siluman ular putih yang disebutkan oleh semua orang.


"mudah-mudahan ya pah nggak terjadi apa-apa malam ini. sayang sekali Liza menolak memakai cincin itu jika tidak ini akan lebih bagus lagi bukan?"kata Dini.


Menurut pak itam cincin ini adalah pengikat khusus antara dua insan. dua orang yang memakai cincin ini akan saling terkait.


Artinya jika Liza didekati atau dihubungi oleh sesuatu yang gaib. Pandi juga akan merasakannya. Setelah menikah pada akhirnya ikatan mereka akan lebih kuat lagi.


Ada kemungkinan jika liza akan lebih menurut kepada pandi setelah menikah.


"entahlah mah papa pikir ini hanya pekerjaan bodoh. aku tidak yakin jika apa yang kita lakukan hari ini adalah hal yang benar"


"Papa...


"Sudah lah ,Mari kita istirahat , aku capek banget"


Begitu Arnold berjalan ke kamar nya,dini mengikuti langkah suaminya ini dari belakang. Bukan hanya Arnold tapi dini juga merasa kelelahan lahir dan batin.


Mereka sangat berharap pagar gaib yang dipasang oleh pak item ini akan bekerja serta marta.


Sebenarnya itulah yang terjadi saat ini tapi ada satu hal yang membuat perbedaan nyata.


Ini adalah sesuatu yang menggunakan ilmu kanuragan dari 1000 prajurit terbaik.


kamar yang didiami oleh dini dan Arnold juga memiliki pagar tersendiri yang artinya mereka tidak akan pernah mendengar apapun yang terjadi di luar kamar tersebut.


Bahkan orang yang di dalam lebih nyenyak dan merasa tidur dengan nyaman setelahnya.


kamar Liza juga memiliki pagar gaib tersendiri. Tapi kegunaannya lebih condong untuk mencegah pak hitam mendeteksi apa yang terjadi di dalam kamar tersebut.


sebenarnya jika tidak terjadi pergolakan antara yin dan yang di dunia siluman mungkin tidak perlu menggunakan tenaga 1000 prajurit terpilih.


Tapi pergolakan antara yin dan yang ini membuat kemampuan keseluruhan prajurit bahkan rajanya kehilangan kemampuan setengah dari aslinya.


Liza adalah manusia biasa sama seperti Arnold dan dini. dia tidak melihat perubahan apapun dan pagar apapun yang disebutkan oleh pak itam.


Tapi Liza menyimpan reaksi tersendiri karena intuisinya yang sensitif.


Samar samar Liza melihat pergerakan banyak bayangkan ular di antara rerumputan.


Liza membuka pintu jendela lebar lebar.Ini membiarkan seorang pemuda yang sangat di kenal Liza masuk ke dalam kamarnya.


Seperti yang dipikirkan oleh pak itam dan yang lain. Memang duri bunga mawar dan beberapa hal di dalam kamar ini bisa mengganggu datangnya makhluk halus. Terlebih lagi dengan ular yang bergerak dengan cara melata.


Tapi Liza adalah manusia yang tidak takut sama sekali dengan benda itu. merasa raja akan datang tentu saja dia sudah menyingkirkan benda-benda ini terlebih dahulu kecuali duri yang ada di atas jendela.


Pindahkan kaktus dan segala macam halnya ke sudut yang jauh dan tutupi dengan selimut tebal.


Dengan begitu raja yang sudah memakai sosok manusia berupa pemuda tampan ini masuk dengan sukses tanpa hambatan apapun.


Hanya setelah pintu jendela ditutup Liza memberanikan diri memeluk raja yang saat ini dipikirnya sudah menjadi pasangannya sendiri.

__ADS_1


Raja yang melihat reaksi liza ini perlahan-lahan mengembangkan senyumnya.


Dia sudah begitu yakin jika teknik menyuntikkan memori itu sukses besar.


"Lia..kau sudah ingat?" tanya raja


Liza menganggukkan kepalanya dan tidak menyembunyikan apa yang dialami selama ini menjadi manusia yang utuh.


"terima kasih karena sudah menunggu aku putra mahkota, tidak raja hehehe"


Sebenarnya raja masih memiliki kesempatan lain untuk mencari pasangan baru. Meskipun agak merepotkan dan perlu menunggu waktu ratusan tahun untuk bisa menapak ke jenjang pernikahan.


Tapi bagi jiwa dari Lia ini adalah sebuah hal yang romantis. jika dihitung dari awal kematian sampai saat ini sebenarnya, kejadian itu sudah berlangsung sekitar 100 tahun yang lalu.


Artinya sudah 100 tahun raja menunggu kehadiran jiwa Lia di desa ini.


Bagaimana menderitanya raja saat itu.


"jangankan 100 tahun 1000 tahun pun aku akan menunggumu.Kau dan aku sudah ditakdirkan bersama dan harus melalui segala macam rintangan. apalah artinya 100 tahun ini jika aku bisa bersamamu 10 tahun lagi"kata raja dengan puas.


lalu raja menanyakan bagaimana pengalaman Liza menjadi seorang manusia. apakah kedua orang tuanya saat ini adalah pribadi yang baik atau orang yang benar-benar menjengkelkan.


Tentulah saja Liza tidak menyembunyikan hal apapun. dia bukan saja mengakui tapi malah menyanjung dini dan Arnold sebagai kedua orang tua yang menyayangi Putri mereka tanpa pamrih.


Tapi entah bagaimana pembicaraan ini mengarah ke masalah lain, masalah pertunangan.


Liza menarik raja untuk duduk di atas ranjangnya. Jika dibandingkan dengan raja yang di istana maka ini seperti bumi dan langit.


Tapi bagi pasangan ini tidak ada yang buruk selagi mereka masih bersama-sama.


"kenapa kau marah, apakah tidak ingat apa janjiku pada saat itu. tidak peduli kau menikah dengan siapapun jiwamu hanyalah milikku sampai akhir dunia"kata raja memeluk tubuh hangat Liza.


"Tapi.. membayangkan ada pria lain yang memeluk aku rasanya aku jijik. lakukan sesuatu jika kau benar-benar mencintai aku hem?"


"Hehehe , apa kau pikir aku rela melepaskanmu demi laki-laki lain?"


"Jadi apa yang harus dilakukan?"kata Liza mendesah.


"sekarang tubuhmu adalah manusia dan kau memiliki kewajiban untuk membayar budi orang tua yang sudah melahirkanmu .jika mereka ingin kau bertunangan dan menikah maka lakukanlah" kata raja dengan pandangan penuh arti.


Liza menatap raja yang tidak mengerti. tapi kemudian raja menjelaskan beberapa hal agar Liza tidak terus-menerus merasa khawatir.


boleh saja Liza menikah dengan manusia yang lain secara dirinya juga adalah manusia. Tapi jika sudah menyangkut dengan ilmu gaib seperti yang dilakukan oleh pak itam. itu hanya akan membuat keseimbangan dua Dunia menjadi lebih parah daripada ini.


Mungkin tidak apa-apa jika jiwa Liza dan raja tidak menikah. Tapi mereka sudah melakukan itu sebelum ini.


untuk mengembalikan keseimbangan itu, langkah terakhir dari pernikahan mereka harus dilakukan. tapi untuk proses ini akan lebih bagus jika menunggu bulan purnama datang.


Namun setelah mendengar penjelasan dari Liza yang katanya harus menikah dalam minggu ini.


Sebenarnya raja sudah mendapati firasat buruk. Apakah pak Itam mengetahui rahasia tentang bulan purnama bagi ular putih.


"Jadi...


"sepertinya kita tidak bisa menunggu bulan purnama datang. kita harus menyelesaikan ritual itu malam ini juga" kata raja menatap Liza dengan mata ular nya.


"hah ini ..


"Liza aku tidak memaksamu tapi aku hanya ingin meminta pendapatmu, bagaimana ratu ku?"tanya raja lagi dengan serius.


Lisa yang ditanya tentang sesuatu yang bersifat intim ini hanya bisa menundukkan kepalanya dan mengangguk lagi di waktu berikutnya.


Wajahnya dengan cepat menjadi merah. raja melihatnya dan tertawa dengan geli. setelah ratusan tahun berpisah dia masih saja merasa Lia tidak pernah pergi.


Lia masih saja seorang gadis yang akan memerah jika dirinya digoda.

__ADS_1


Dia masih lah Lia yang dulu.


__ADS_2