
Raja yang mendapatkan kembali mutiara kehidupannya ,mulai sadar tapi energinya memang benar-benar tidak bisa kembali secepat itu.
Ketika hanya matanya saja yang bisa membuka. Jadi dia bisa melihat dan mendengar apa yang terjadi.
Putri mahkota dan abizar sudah berhasil masuk ke dalam area gaib yang buat olehnya.
Raja tersenyum tipis tanpa sadar.
Seperti yang diharapkan pada calon penguasa di masa depan.
"sebelum kita bertarung silakan perkenalkan dirimu dulu wahai siluman celaka?"kata Pandi yang marah ketika dirinya diolok-olok seperti itu.
"Hem baiklah sebelum kita memulai pertarungan hidup dan mati maka perkenalkan Aku adalah Putri mahkota calon penguasa di istana siluman ular putih di masa depan"kata nya yang segera membuat pandi terkejut.
"hahaha sebuah kehormatan bagiku bila aku bisa bertemu dengan calon Raja siluman ular putih di masa depan. Aku sudah lama menginginkan pertemuan seperti ini selamat bertemu putri mahkota "kata Pandi yang menutupi rasa keterkejutannya itu sambil membungkuk memberikan hormat.
Namun begitu cara dia memberikan hormat benar-benar mengandung sebuah ejekan yang tidak terkatakan.
Putri mahkota dan abidzar hanya menatap ke arah Pandi dengan menahan geram. Putri mahkota diam-diam mengumpulkan energinya lagi tapi dia masih mengulurkan waktu sementara energinya pulih.
Lagi pula orang di depannya ini masihlah pamannya yang berkaitan jiwa. Tidak sopan jika langsung menodong dan membunuhnya di tempat tanpa menyapanya terlebih dahulu.
Melihat kata-kata sopannya tidak disambut oleh keduanya Pandi mulai merasa cemas lagi.
Dia masih saja mencari celah untuk kabur tapi sampai saat ini celah itu belum didapatkannya sama sekali.
Tentu saja perilaku ini tidak membuat Putri mahkota dan abidzar curiga.
Pandi berjalan-jalan seolah-olah sedang menertawakan dua orang di depannya ini padahal dia sedang mencari celahnya tadi.
Sesekali dia akan mengetuk gendang sakti tapi sayangnya putri mahkota sudah memblokir pendengaran nya untuk suara gendang ini.Jadi dia tidak memiliki reaksi apapun terhadapnya.
Hanya saja abizar sama sekali tidak bisa mengelak, akibatnya abizar segera di landa luka pada gendang telinga.
Untung saja abizar mempunyai kemampuan untuk mengaktifkan baju bajanya dengan titik-titik di saraf telinga .
"Putri mahkota,hati hati"kata abizar khawatir .
Untungnya putri mahkota memiliki tenaga dalam yang lebih tinggi dari pada raja Siluman.Jadi dia masih normal dengan serangan itu.
Abizar menggertak giginya ,dia masih tidak bisa membantu buat waktu ini.
Abidzar sebenarnya masih memiliki kemampuan untuk menargetkan lawan hanya saja dia tidak sepadan dari segi status.
Dari segi dua dunia mereka jelas berbeda. Alam sudah melarang pertarungan seperti ini. Kecuali jika manusia yang melakukan tindakan di luar batas terlebih dahulu. Seperti yang dilakukan oleh Pak Itam .Ketika Putri mahkota menelannya hidup-hidup , maka tidak ada hukuman dari alam sama sekali.
Jika bertarung melalui segi ,jiwa abizar adalah rakyat rendahan yang tidak bisa melawan atasannya sendiri .Karena jiwa dari Pandi adalah pangeran tua yang jelas-jelas setara dengan raja Siluman sekarang.
Dengan pengaturannya seperti itu, Abizar sama sekali tidak berdaya.
Namun begitu jika menyangkut posisi kelahiran, jelas jika Putri mahkota lebih tinggi daripada Pandi yang hanya bergelar pangeran tua.
Dari sisi kemanusiaan pula Putri mahkota juga memiliki hak untuk bertarung dengannya mengingat, bayi manusia yang sempat di larikan olehnya kemaren.
Kesalahan yang Pandi lakukan sudah berkali lipat.
Jadi jika Pandi dan putri mahkota bertarung, tidak akan ada masalah apapun.
Pada saat ini Abizar lebih suka menjadi seorang penonton saja di sudut.
Raja juga mengetahui kesalahan ini,dia tidak berpikir pertarungan akan adil . Sementara Pandi tidak mengerti apa apa.
Raja merasa kan sedikit energi nya yang tersisa. Energi ini mungkin tidak bisa menyerang manusia tapi masih bisa melakukan sesuatu untuk membuat petarung ini menjadi setara.
Jangan sampai pangeran tua mengatakan putri mahkota berlaku curang.
Raja siluman ular putih mengumpulkan semua energi nya pada ujung jarinya saja.
Secarik sinar segera membentuk di sana ,hanya satu titik kecil yang tidak begitu mencolok.
Hanya ini yang bisa dia keluar kan dan itu sudah keseluruhan energi nya saat ini.
Dengan satu dorongan kecil,setitik cahaya tadi menyerang Pandi. Pandi sedang berbicara dengan Putri mahkota.Sungguh kebetulan sekali Jika punggungnya benar-benar menghadap ke arah Raja.Ditambah lagi Raja sedang dalam kondisi koma.Jadi dia tidak pernah berpikir jika raja mampu mengirimkan jurus terakhir.
Sutt..
Akhhh...
Pandi terkejut sesaat tapi setelah nya tidak ada lagi.Apa yang di kirimkan oleh raja seperti sengatan nyamuk yang hanya meninggal kan sensasi rasa gatal di kulit, tidak lebih.
__ADS_1
Dia bahkan tidak curiga sama sekali dengan serangan dadakan ini.
Setelah raja melemparkan secarik sinar tadi,dia sudah tidak berdaya tapi tidak pingsan.
Telinga dan mata nya masih bisa di gunakan.
Memang sinar tadi tidak menyakitkan tapi reaksi nya masih ada.Pandi tiba-tiba saja mengalami sakit kepala.Walau pun hanya beberapa detik tapi sakit kepala ini mengembalikan setengah dari kemampuan pangeran tua pada nya.
Pandi tidak tau apa yang terjadi tapi dia jelas merasakan energinya bertambah dua kali lipat.
Sebelum ini dia memiliki keinginan untuk kabur dari sini.Tapi setelah merasakan energinya bertambah berkali kali lipat. Meskipun tidak tahu kenapa sekarang dia merasa mudah untuk melawan gadis di depannya.
Setelah mengalahkan gadis di depannya ini.Dia bisa mengambil kembali mutiara hitam tersebut dari raja siluman yang sudah kehilangan kemampuan.
"Maafkan diriku yang mulia,jika aku berlalu kasar dengan putri mahkota.Tapi aku sudah memperingatkan mu terlebih dahulu.Jadi jangan pernah salahkan aku yang lancang"
Ucap Pandi yang segera mengubah posisi nya agar lebih leluasa lagi.Pada saat itu dia bisa melihat raja yang tergelatak di tanah tanpa berdaya.
Deg...
Raja juga tersenyum padanya yang membuat jantung Pandi bergerak dengan aneh.
Kemampuan nya sudah di tangan meskipun sedikit tapi ingatannya sebagai paman pangeran tidak kembali sama sekali.Hanya saja hati nya sudah mengenali saudara kandung yang sudah ratusan tahun bersama sama.
Pandi merasa aneh tapi dia di halangi dengan niat jahatnya sendiri.Karena itu Pandi segera mengenyahkan pemikiran seperti itu dari dalam benaknya.
"Pandi kau adalah manusia iblis yang sebenarnya.Kau sama sekali tidak pernah belajar dengan kejadian ratusan tahun yang lalu.Bukan bertobat tapi perilaku mu bertambah buruk" kata abizar.
Jika bisa ,hindarilah pertarungan antara keluarga kerajaan.
"Hahahaha, sedikitpun aku tidak gentar melawan anak ular ini.Jangan kan anak nya , ayahnya saja sudah kalah di tangan mu sekarang.Jadi anak kecil, pergilah selagi bisa "dengan sombongnya Pandi segera menantang putri mahkota.
Putri mahkota segera tersenyum sinis mendengar kata-kata Pandi.
"Oke kau menjual aku membeli "
Segera saja Putri mahkota merubah dirinya menjadi seseorang setengah ular.Dia begitu cantik penuh dengan cahaya keemasan yang di padat kan dengan aura.
Dengan begitu,dia bisa menghemat sedikit energinya ketika mempertahankan wujud manusia nya.
Segera saja ekor besar putri mahkota menyambar ke arah Pandi.Pandi tidak mengelak tapi langsung mengarahkan sedikit energi di telapak tangan.
Hap.
Geram dengan Pandi, putri mahkota segera menarik ekor nya lagi dengan cepat.Tapi genggaman tangan Pandi sangat kuat seperti tang besi.
Bukan itu saja,ada energi panas yang di hasilkan dari tangan itu.
Putri mahkota kesakitan karena nya, hanya saja keinginan untuk menang membuat dia lupa dengan rasa sakitnya.
Putri mahkota merayap cepat dengan tubuh ular nya, sehingga tubuh Pandi terpaksa mengikuti secara spontan.
Putri mahkota tidak peduli,dia terus saja bergerak cepat sesekali melibas kan ekor nya dengan kejam.
Melihat Pandi sedang fokus pada pegangan nya pada sisi ekor, Putri mahkota memadat kan.Energi pada ujung jari.Dalam sekejap dia titik cahaya di lepaskan ke arah Pandi.
Pandi terkejut tapi dia bergerak ke samping untuk mencari selamat.Sayang nya dia pikir hanya satu tapi lupa menghindari satu titik lagi.
Untuk menghindari serangan kedua ini, Pandi segera berguling-guling di tanah.Dengan begitu pegangan Pandi pada sisi ekor segera terlepas.
Tak ..
Lagi-lagi sinar keemasan yang dilemparkan oleh Putri mahkota meleset dan mengenai pohon di belakang Pandi yang langsung terbakar seperti pohon sebelumnya.
Pandi segera mengeram marah.
Tidak menunggu waktu sedetikpun Pandi balas menyerang dengan melesetkan sebuah kerikil yang berapi-api begitu terkenal dengan energi tenaga dalamnya.
Putri mahkota awalnya berniat untuk menolak kerikil kecil itu menggunakan ekor tapi dia tiba-tiba sadar jika itu bukanlah kerikil lagi ketika bergabung dengan energi tenaga dalam.
Karena itu dia segera menghindarinya dengan ber guling secepat kilat
sementara itu Pandi segera memanfaatkan waktu beberapa detik ini untuk duduk bersila dalam keadaan bersemedi. Dia segera melipat kedua tangannya di depan dada dengan mata yang tertutup rapat-rapat segera saja mulutnya berkomat-kamit membaca beberapa mantra yang
Sudah di hafalnya di luar kepala.
Putri mahkota tahu jika pandi saat ini sedang bersiap-siap memberikan serangan balasannya sekali lagi. Jadi dia tidak memberikan kesempatan itu dengan mudah.
Putri mahkota langsung menerjang tubuh dengan posisi bersemedi itu berniat menggulungnya menjadi sosis daging.
__ADS_1
tapi niat itu belum kan sampeyan tiba-tiba saja Pandi sudah menyertakan kedua tangannya ke depan dengan berteriak lantang.
"Hiaaa....aaat!"
tiba-tiba saja dari kedua telapak tangannya segera keluar Dua buah bola api yang langsung mengarah kepada putri mahkota.
Putri mahkota kaget bukan mainnya dia tidak menyangka Pandi masih sanggup melepaskan dua bola api itu yang ukurannya lebih besar daripada secarik cahaya yang dia kirimkan sebelum ini.
Tidak ingin mati konyol Putri mahkota menghindar dengan mundur ke samping. Tapi sayang bola-bola api itu seperti memiliki mata dia terus mengikuti Putri mahkota dengan kecepatan yang tidak bisa dipandang dengan mata telanjang.
"Putri mahkota itu ajian penangkap ular, awas"pekik Abizar yang tidak bisa membantu.
tentu saja Putri mahkota mendengar panggilan dari abidzar itu . tapi Pandi tidak mengetahui nama asli dari kemampuan yang dia keluarkan hanya saja dia sudah cukup puas dengan hasilnya.
Lagi-lagi dia melemparkan dua bola api yang langsung mengejar Putri mahkota mahkota secara gila-gilaa.
Wes .. wes...wes...wes .
empat buah bola api benar-benar mengitari Putri mahkota dengan cepat mereka langsung menyerangnya secara dadakan namun kemampuan Putri mahkota juga tidak bisa dianggap remeh.
Dia menghindarnya beberapa kali dengan melakukan serangan balik tidak memperdulikan ekornya yang kepanasan.
Satu dari bola api yang berhasil di memantul dari ekornya dikembalikan pada pemiliknya saat itu juga.
Pandi tidak bisa melakukan apapun selain menarik lagi kemampuan tadi kembali ke dalam tangannya lagi menyisakan 3 bola api di langit yang mencerca putri mahkota
Putri mahkota tentu saja merasa kesakitan karena ekornya sempat terbakar sedikit.
rupanya bola api itu benar-benar adalah kemampuan yang di luar nalarnya saat ini.
Untung saja warnanya masih kemerah-merahan seperti api biasa tapi jika kemampuan ini lebih tinggi membuat warnanya berubah menjadi kebiru-biruan.
Pada saat sudah menjadi kebiru-biruan, bukan tidak mungkin ekornya akan terbakar sampai ke tulang dan tidak bisa diselamatkan lagi setelah itu
"Ahh Untung saja kemampuan pangeran tua hanya tinggal setengah jika tidak Putri mahkota juga bukan lawannya jika sudah menggunakan jurus ini"kata raja dii dalam hati
jurus ini adalah jurus yang mereka kembangkan sendiri Dua saudara tanpa bantuan siapapun.
Sebelum keduanya benar-benar dipisahkan oleh rasa dengki dan iri mereka masih saudara kandung yang penuh kasih dan sayang.
jurus ini diambil ketika mereka bermain ke alam manusia dan melihat permainan manusia saat itu.
Ketika pulang Mereka mencoba mewujudkannya melalui jurus pamungkas.
Di dunia siluman sendiri jurus ini sama sekali tidak pernah diperlihatkan karena mereka tidak memiliki musuh yang perlu dilawan dengan jurus pamungkas.
Siapa yang menduga jika pertama kali jurus ini dilemparkan. Targetnya adalah putri mahkota siluman ular sendiri.
Raja tahu ini ada jurus yang sangat berbahaya dia ingin sekali membantu putrinya untuk bertarung di arena yang sama.
Tapi jangankan untuk membantu putrinya bertarung mengerakkan jari pun dia tidak mampu.
"Abizar...
Abizar tidak sadar dengan kondisi ketika dia melihat pertarungan sengit antara Putri mahkota dengan Pandi mantan pangeran tua dari dunia siluman.
Baru kemudian dia mendengar suara berbisik dari raja yang masih berbaring saat ini.
Tiba-tiba saja abidzar benar-benar ingin memukul kepalanya sekarang. Bisa-bisanya dia melupakan kondisi raja yang sedang membutuhkan tenaga medisnya saat ini.
"Tuan ku...
Kata abidzar yang langsung menarik tangan raja .Secara instan hadiah langsung mengirimkan energi positifnya kepada raja saat ini.
memberikan energi positif ketika pasiennya dalam kondisi berbaring ini sebenarnya akan memperlambat kemajuan penyembuhan.
Yang terbaik adalah kondisi duduk bersemedi. Tapi saat ini Raja siluman ular putih bahkan tidak bisa menggerakkan ujung jarinya bagaimana dia bisa duduk untuk menerima energi positif itu.
Mau tidak mau abidzar hanya bisa menyalurkan energi positifnya dalam kondisi berbaring. Mari membiarkan raja siluman ular lebih baik sedikit lalu membantunya dengan posisi duduk.
Di saat yang sama Pandi masih bertarung sengit dengan Putri mahkota.
Sehingga dia tidak memperdulikan kondisi raja yang saat ini sedang dipulihkan oleh Abizar.
Pandi menggunakan energinya untuk mengontrol kecepatan Tiga bola api itu. Tiga bola api yang dikontrol ini segera menyerang putih mahkota seolah-olah mereka memiliki mata tambahan.
Tapi Putri mahkota sepertinya sudah mengetahui kelemahan dari tiga bola api ini. dia sudah melihat celahnya ketika membuat bola api menghantam pemiliknya.
Jadi saat ini dia tidak lagi menolak kedatangan bola-bola api itu melainkan menerimanya dan langsung mengirimkan ekornya untuk memberikan serangan balik pada pemiliknya melalui senjatanya sendiri.
__ADS_1
Tentu saja Pandi tidak menyangka jika bola-bola apinya menjadi senjata memakan tuan.
Sialan.