Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
17


__ADS_3

Dengan segala pemikiran yang penuh dibenaknya. Liza masuk ke rumah tapi alih-alih menuju ke kamar untuk membersihkan diri .


Dia malah langsung pergi ke garasi mobil dan mengeluarkan mobil itu ke jalan raya.


Pak Din yang melihat Liza pergi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia berharap Liza tidak lagi penasaran dengan rumah tua itu dan tidak berniat untuk pergi melihatnya secara langsung.


Tapi sayang sekali apa yang tidak diharapkan oleh pak din ,itu benar-benar terjadi. Lisa saat ini memang menyetir mobilnya dan menuju ke arah rumah tua.


"aku harus ke sana untuk melihat. Ada apa di rumah tua itu jika tidak. aku akan mati penasaran mikirin ini sepanjang hari "pikir Liza lagi saat mengendarai mobilnya.


Meskipun dia ingin melihat situasi di rumah itu .Tapi di lain sisi hatinya juga memberontak dan mencegahnya untuk pergi ke sana.


Tapi kata orang rasa penasaran bisa membunuhmu dan itulah yang terjadi pada Liza saat ini.


Rasa penasaran itu menutupi akal pikirannya dan dia hanya ingin memenuhi keinginan tersebut.


Ingin mengetahui sesuatu yang benar-benar tidak diperbolehkan.


Tidak lama kemudian mobil yang dikendarai oleh Liza itu benar-benar tiba di pintu gerbang bangunan tua.Baru kemudian Liza menghentikan mobilnya dan melihat rumah tua itu dari dekat.


Meskipun tidak ada suara musik yang mencoba memanggil Liza seperti tadi malam. Tapi reaksi yang didapatnya ketika melihat penampakan rumah itu masih sama.


Perlahan-lahan namun pasti hatinya tergoda dan dia merasa rumah ini adalah rumah yang paling indah di suatu masa yang dulu.


Pelan-pelan Liza membuka pintu mobilnya dan keluar. Aetelah diteliti rupanya pintu gerbang ini tidak memiliki kunci sama sekali.


Pintu gerbang dengan ukiran ular benar-benar terlihat jelas. Anehnya Liza sama sekali tidak merasa takut dengan gambar seperti itu.Dia hanya ingin memuaskan rasa penasarannya saja.


dritttt..


Liza tidak peduli dengan pintu gerbang besar yang berkarat itu menimbulkan bunyi keras yang membuat suara keras. Liza langsung saja membuka pintu gerbang dan berjalan ke dalam halaman rumah tua.

__ADS_1


Halamannya cukup besar dan penuh dengan dedaunan dan sampah yang berserakan . Membuat auranya sangat menyeramkan dan mengerikan bagi Liza.


Jika ini adalah beberapa waktu yang lalu mungkin Liza akan berlari pulang tapi entah kenapa dia merasa nyaman di sini bahkan tidak merasa ketakutan sama sekali.


Anehnya lagi Liza bahkan tidak menyadari itu. Dia seperti sedang di tuntun oleh sesuatu yang menarik mya untuk terus maju mengelilingi area dengan mantap.


"mungkinkah dulu rumah ini sangat cantik ya, megah sekali seperti istana mungkin.Udaranya begitu segar meskipun penampakannya menyeramkan.


"aneh sih tapi aku sama sekali tidak merasa takut "pikir Liza seorang diri.


Selagi berjalan di halaman tiba-tiba Liza mendengar suara musik lagi. Suara musik yang membuat dia hanyut dan menikmatinya seolah-olah musik ini memang diperuntukkan untuk liza.


Tanpa sadar Liza berjalan terus ke depan sehingga meninggalkan area halaman dan langsung masuk ke dalam rumah.


Pintu rumah sama sekali tidak dikunci tapi yang ingin dicari Liza di sini adalah sumber suara tersebut.


"dari manakah bunyi ini berasal, padahal tidak ada orang di dalam rumah"pikir Liza yang masih saja merasa penasaran.


Suara desis dari ular itu mengagetkan Liza sehingga dia membeku di tempat.Ular ular putih sepanjang 2 meter dengan tubuh yang berisi.


Kepalanya terangkat penuh dan menatap Liza dengan pandangan yang sama takutnya dengan Liza saat ini.


Settt


Suara desis seluler membuat lidah menggigil dan lututnya lemah menjadi bubur. Bukannya berlari pergi tapi Liza malah terduduk di lantai saking takutnya dia.


"ular putih " gumam Liza ketakutan. cukup jantung Liza seperti kuda yang berlari dan dia dadanya turun naik dengan nafas yang tersengal-sengal. baru sekarang Liza mengakui kebenaran kisah yang disebutkan oleh pak Din tadi.


Dia sudah menyesali tindakannya dengan tidak mengindahkan peringatan pak Din. ular putih itu benar-benar nyata adanya.


"maaf ular putih Liza Liza tidak datang untuk mengganggumu Liza tidak berniat untuk mengganggu beneran deh Liza di sini cuman ingin melihat-lihat saja kata Liza pada ular itu sambil menelan ludahnya sendiri yang sekarang sudah terasa pahit.

__ADS_1


bergerak sedikit saja Liza yakin dirinya akan segera diserang oleh ular putih. apa yang dikatakan oleh Liza ini sama sekali tidak berarti bagi ular putih ular situ masih saja menatapnya tidak bergerak hanya mendesis berkali-kali seolah-olah sedang berbicara.


Entah bagaimana Liza mendapatkan lagi keberaniannya.Dia segera berdiri dan bergerak mundur sedikit-sedikit ke belakang. Sambil mundur dia berkata" Liza minta maaf sekali lagi ya ular putih ..ja.. jangan apa-apa kan Liza ya"


Si ular putih tidak mengindahkan Liza,dia malah merayap di lantai dengan kepala masih menatap liza.Pada saat itu Liza masih mundur dengan takutnya.


"jangan...jangan apa apakan liza ..li.. Liza takut"keluh Liza yang sudah menangis kecil.Air mata ketakutan segera menghiasi wajah cantik nya.


Pada saat itu lah si ular putih berhenti bergerak.Matanya terus menerus menatap liza dengan intens .


Mendapatkan ular putih tidak bergerak, liza memanfaatkan ini untuk memutar tubuh nya untuk kabur dengan cepat.


Dia berlari cepat dengan harapan ular putih tidak mengikutinya . Untung saja ular itu tidak ada di belakang nya lagi.Dia benar benar melepaskan Liza yang sudah meminta maaf dan meminta ampun.Berpikir begitu Liza lari lebih cepat lagi seperti orang kesurupan.


Tapi kemudian...


Bruk..


"Ahhhh...


Liza seperti sedang menabrak dinding beton bertulang.Ketakutan yang dia rasakan sekarang sudah sampai ke ubun-ubun.Rasanya nyawa nya akan segera melayang detik ini juga.


"Uhh.jangan apa apa kan aku huhu"kata Liza menangis.Dia benar benar tidak bisa berpikir lagi.


Liza bahkan tidak berpikir untuk melihat apa kah yang sudah dia tabrak.Dalam hatinya liza menyesali keputusan nya untuk pergi ke sini.Andai dia mendengar kan nasehat pak din tadi, mungkin dia masih akan hidup.


Tapi sekarang...


"Liza?kamu kenapa hem?"seseorang memanggil Liza yang membuat Liza konek lagi.Segera saja dia mendongak kan kepala nya untuk melihat, siapa kah orang yang di depannya ini.Apakah si ular putih menjadi ular raksasa yang akan menelan nya hidup hidup.


Tapi kenapa suara nya sedikit familiar.

__ADS_1


"Pa.. pandi?"


__ADS_2