
Jika ada manusia yang bisa melihat kondisi di dunia gaib ini. Mungkin mereka akan ketakutan dan kemungkinan besar akan mati di tempat.
Bagaimana tidak ular raksasa yang memiliki tubuh sebesar pohon kelapa ini sedang melilitkan diri pada sosok manusia biasa.
Coba lagi ular ini memiliki wujud manusia dari pinggang sampai kepala. Siluman ini memiliki wujud seorang gadis cantik tapi kejam.
"Hem akhhh...Hem...
Urat-urat leher Pandi segera terbentuk sampai ke batas dahinya. Hanya perlu beberapa detik saja lagi semuanya akan putus dan Pandi akan segera berakhir.
Saat ini Pandi benar-benar tidak memiliki harapan lagi untuk hidup. Kemampuan yang baru saja dikenalnya bahkan tidak bisa menyelamatkannya lagi.Jadi pada dasarnya Pandi sudah pasrah.
Tapi beberapa waktu menuggu, kematian yang di nanti-nanti tidak juga datang.
Malah yang dia rasakan adalah genggaman dari ekor ular raksasa ini mengendur secara bertahap.
"Kenapa...
"Uhh tidak asyik jika begini, bagaimana jika...
Sluttt..
Seberkas cahaya berwarna emas tiba-tiba saja mengalir di telunjuk dan mengarah langsung ke arah kepala pandi.
Tapi tidak ada reaksi kesakitan yang ditimbulkan oleh sinar emas itu. Namun memori yang telah hilang mengenai pangeran tua .Tiba-tiba saja datang menghampirinya dan itu membuat Pandi baru menyadari siapakah dia.
sama seperti yang terjadi pada lidah sewaktu Raja memulihkan kembali memorinya itulah yang terjadi kepada Panji saat ini.
hanya dalam kurung beberapa detik tetapi bagi Pandi sendiri itu adalah kenangan dari ratusan tahun yang lalu.
Kehidupan yang sudah pangeran tua jalani dari sejak menetas sampai dia meninggalkan dunia siluman karena marah.
Ini juga yang sempat dirasakannya tanpa terkecuali.
pada usia ratusan tahun seperti itu mereka hanya mirip seperti manusia yang berusia belasan tahun. emosi masih labil dan amarah yang memuncak.
Tapi Pandi saat ini adalah pria dewasa yang bahkan bisa berpikiran lebih jernih dari pangeran tua waktu itu.
Sekarang dengan pemikiran yang dewasa .Pandi mulai menyadari apa yang salah dengan pemikirannya ketika menjadi pangeran tua.
Dia cemburu karena cinta yang tidak berbalas tapi tidak bada kedengkian bsama sekali.
Hanya saja kemurnian hati para siluman ini sisalah artikan oleh manusia yang menginginkan istana mereka.
Air mata Pandi menetes karena memori ini.Dia mengangkat tangannya dan melihat ke arah itu.
Sekarang dia adalah manusia biasa.
Tapi ketika dirinya menjadi manusia biasa kenapa dia masih harus berbentrokan lagi dengan dunia Siluman. Bahkan hampir saja mengacaukan dan menghancurkannya.
Pangeran tua yang dalam wujudkan Pandi ini mulai menyalahkan diri sendiri.
Putri mahkota yang masih dalam wujud ular raksasanya terkekeh-kekeh. Dia masih menunggu waktu yang tepat untuk bertarung lagi.
Karena Pandi adalah manusia jadi pertarungan ini sama sekali tidak seimbang.Dirinya hanya sedang menunggu waktu pertarungan antar dia ras yang sama.
"Paman, bagaimana?" katanya dengan lidah bergerak gerak.
Pandi yang sekarang adalah pengeran tua, segera berlutut satu kaki.Dia mengaku kalah sebelum bertarung
"Putri mahkota,aku mengaku kalah"kata Pandi.
"Eh apa?apa katamu?"kening putri mahkota segera mengkerut, Dia sedang menunggu pertarungan sejati antara ras yang sama tapi apa yang terjadi.Pria yang akan menjadi lawan ini tiba-tiba mengaku kalah itu saja.
Cis tidak asyik.
" sebagai pangeran tua dan juga sebagai wujud manusia bernama Pandi aku jelas salah di dalam dua hal itu.
Jika putri mahkota mau menghukum dan menghabisi nyawa ini aku masih rela"katanya tanpa mengangkat kepalanya.
Putri mahkota segera berputar ke sekeliling Pandi dengan wujudnya yang masih berupa ular raksasa.Walaupun matanya menatap ke arah Pandi tapi jelas mengandung rasa kekecewaan yang dalam.
"Sudahlah, Kau hanya bercanda kan Padahal tahu pengaturan jika aku tidak bisa melawan orang yang tidak mau bertarung kan?"kata nya benci.
Baru saja dia mengagumi sosok ini yang kata abidzar adalah orang yang hebat di masa lalu.Tapi hebat apanya dia hanya sedang berkelit untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.
Ada pengaturan di dunia gaib jika terjadi pertarungan antara sesama jenis. Pertarungan hanya boleh terjadi jika lawan menerima tantangannya. Jika tidak itu dikatakan sebagai sebuah pembunuhan.
Lalu akan terjadi guntur di langit sebagai sebuah hukuman bagi pelanggar nya.
Jadi Pandi tidak jujur mengakui kesalahannya ,dia hanya ingin hidup lebih lama.
Masih orang yang sangat menjijikan.
__ADS_1
"Putri mahkota aku jujur mengatakan permintaan maafku karena ketidaktahuan sebelumnya. Ini semua karena manusia yang egois dan ingin memiliki semuanya sendiri. manusia adalah makhluk yang paling serakah"kata Pandi.
"apa kau sedang merujuk pada dirimu sendiri? satu kesalahan manusia tidak boleh diberikan hukuman pada keseluruhan manusia. apa di dunia manusia tidak ada pelajaran seperti itu?"
Pandi terkesima sebentar , tapi segera dia setuju dengan pendapat itu.
Yang salah di sini ada dirinya sendiri.
pangeran tua tidak bisa mengontrol emosinya dan kecemburuan segera merusak akal pikirannya waktu itu.
Jadi ketika bertemu dengan manusia, dia masih menceritakan segalanya pada pria itu.
Pangeran tua hanya ingin mengeluarkan unek-uneknya, curhat saja. tapi dia tidak berpikir perilaku sederhana ini menumbuhkan benih-benih keserakahan.
Ketika pertarungan di dunia siluman terjadi. Walaupun dia tidak ikut berkontribusi tapi sebenarnya dia adalah orang yang memulai segalanya.
Jadi kesalahan yang dibuat oleh pangeran Tua saat itu sangat besar dan tidak bisa dimaafkan begitu saja
setelah menjadi manusia pun dia masih terkontaminasi dengan keserakahan ingin mengikis segalanya.
Ini juga yang menuntunnya pada pertemuan dengan Pak hitam. Kesalahan pertama menjadi yang kedua setelah bertemu pak hitam.
Hati murni dari pangeran tua benar-benar terkontaminasi keburukan dari sini.
Berawal dari keinginan menjadi kaya, menumbalkan para wanita.Melahirkan anak-anak haram ,bahkan membunuh banyak bayi-bayi yang tidak berdosa.
Semua itu dilakukan oleh Pandi yang notabenenya adalah pangeran Tua saat ini.
Mengingat hal-hal buruk yang dilakukannya dalam nama pandi membuat pangeran tua tidak bisa memaafkan diri sendiri.
karena itu dia bahkan tidak berhak meminta pengampunan dari Putri mahkota karena dosanya sudah begitu besar.
Ingin hidup menjadi manusia seutuhnya, dia bahkan tidak layak disebut manusia karena sifatnya yang lebih condong ke arah iblis.
Ketika pangeran tua ingin kembali menjalani kehidupan sebagai siluman ular putih dia juga tidak berhak melakukannya. karena dirinya adalah puncak dari segalanya.
Jadi pangeran tua tidak tahu harus menjalani hidup seperti apa.
Namun begitu jiwanya sebagai Pandi benar-benar ingin membayar perhitungan keburukan ini pada Pak Itam.
Jika saja Pandi tidak bertemu dengan Pak Itam mungkin hatinya masih semurni pangeran tua.
"Putri mahkota ,aku akan menghabisi nyawaku sendiri dengan tangan ini.Tapi sebelum itu aku ingin membalaskan dendam kepada Pak Itam. jika bukan karena dorongannya mungkin aku tidak akan pernah jatuh ke dalam lubang dosa" pandi memang berniat untuk menghabisi dirinya sendiri karena dia memang tidak layak lagi hidup di dunia manapun selain daripada menghilang.
jiwa siluman mereka masih akan bereinkarnasi berkali-kali. Nanti ketika Pandi mati dengan ingatan yang masih melekat tentang pangeran tua .Ada kemungkinan dia akan kembali ke dunia siluman ular dalam bentuk jiwa yang sama.
Tapi ini jika manusia dalam bentuk Panji mati dengan cara normal. Berbeda jika dirinya melakukan tindakan bunuh diri yang mengakibatkan jiwanya hancur dan tidak bisa melewati roda reinkarnasi sekali lagi.
Tapi Paman pangeran tidak ingin menjadi manusia tapi juga tidak bisa menjadi siluman.
Karena itu dia memutuskan untuk melakukan penghancuran diri sendiri. hanya saja sebelum itu dia akan menarik si tua bangka itu bersamanya ke akhirat.
Baru saja Panji mengucapkan hal itu tiba-tiba saja Putri mahkota terkekeh.
Dia memang seorang anak yang mudah tertawa ya.
"Paman aku minta maaf sekali dengan niatmu itu Tapi saat ini pria tua yang kau maksudkan sudah lama tidak ada.hem Dia sudah menjadi makanan pertamaku ketika aku lahir hehehe"kata Putri mahkota yang memegang perutnya.
Sekali lagi dia menatap perutnya yang sudah tidak lagi buncit. Tapi dia masih ingat bagaimana rasa ekstasi yang ditinggalkan oleh energi Pak hitam waktu dia menelannya.
Jika bisa mengulangnya sekali lagi dia pasti akan menelan pria tua itu lagi sayang yang sudah mati dan hancur tidak bisa kembali dibulatkan.
Hei entah kapan dia bisa merasakan makanan seperti itu lagi.
Yang jelas mungkin manusia pertama dan terakhir dia makan adalah Pak hitam.
Setelah mendapatkan peringatan tentang konsekuensinya. Tentu saja Putri mahkota tidak akan mengulanginya lagi.
"apa maksudmu Putri mahkota, kau... apakah kau menelannya?"kata Pandi yang terkejut.
"Hem mau gimana lagi aku sudah menahan rasa laparku selama beberapa jam setelah kelahiran. tapi aku tidak menemukan makanan apapun.nah kebetulan dia lewat ya hehe begitu lah "
Sluttt...
Karena tidak perlu melakukan pertarungan jadi putri mahkota mengubah wujudnya lagi menjadi manusia.
Gadis manis yang memakai kuncir rambut sepanjang pinggang.
Di luar perkiraan Pandi tidak marah tapi tertawa terbahak-bahak mendengarkan kenyataan yang terjadi.
Dia pikir dia akan membalaskan dendam ini dengan memotong tubuh pria tua itu dengan ratusan keping.
Tapi rupanya sudah keduluan dengan aku putri mahkota yang bahkan melahapnya tanpa ampun.
__ADS_1
Jadi balasan ini masih setimpal.
Walaupun begitu Pandi ingin tahu apakah pada saat kejadian pria tua bangka itu masih hidup ataupun tidak sadar jika tubuhnya di telan.
Sekarang dua orang yang awalnya akan bertarung hidup dan mati ini .Tiba-tiba berbicara seolah-olah mereka adalah teman akrab yang sudah lama saling kenal.
Karena tidak ada lagi yang harus dipertengkar kan dunia gaib yang dibuat oleh putri mahkota juga menghilang.
Orang yang awalnya musuh sekarang benar-benar adalah pamannya sendiri.
Jadi dia mulai rileks dan berbicara tentang apa rasanya dari Pak hitam tersebut.
"Ohh rasanya cukup nyaman tapi yang membuat tidak nyaman itu pakaian nya. ini seperti kalian manusia makan ayam rebus tapi bersamaan dengan bulunya" kata putri mahkota.
Pandi tertawa, dia tidak berpikir Putri mahkota bisa mengungkapkan peribahasa seperti itu.
Entah kenapa perasaan hati yang tadinya dipenuhi dengan rasa bersalah sekarang berganti dengan rasa kekaguman yang luar biasa pada keponakannya ini.
Mungkin karena sedikit lengah keduanya tidak sadar jika ada beberapa mata yang memfokuskan pandangan pada mereka berdua.
Dua orang yang menggunakan pakaian serba hitam. Mereka adalah satu laki-laki dan satu perempuan.
Mereka awalnya dua orang ini sudah berkeliling desa dan tiba di sini ketika menyadari ada reaksi gaib di sekitar.
Tapi mengingat lawan cukup tangguh tidak ada yang ingin mencoba masuk ke dunia gaib buatan itu.
Tapi sekarang mereka melihat dunia gaib tidak ada lagi. Hanya menyisakan dua orang manusia yang salah satunya adalah target mereka saat ini.
"Bagaimana sekarang?"kata pria berbaju hitam
"Fokus lah"jawab yang lainnya.
Pria itu melafazkan beberapa mantra yang cukup akrab. Perlu bawa-bawa waktu untuk dia melepaskan semua mantra tersebut.
Sementara wanita yang berbaju hitam menyemprotkan tubuh mereka dengan sesuatu .
Ini adalah ramuan terbaru yang sudah diteliti sebelumnya.Ramuan ini sama seperti yang didapatkan oleh Pandi waktu itu untuk mengelabui dunia siluman.
Dengan ramuan ini jejak dan aroma manusia tidak akan bisa tercium daging.
Tapi yang digunakan oleh manusia berbaju hitam ini bukan dalam bentuk serbuk melainkan dalam bentuk cair.
Rupanya teknologi yang dipakai lebih maju dibandingkan apa yang digunakan oleh Pandi sebelumnya.
Sebenarnya mereka juga mendapatkan resep pembuatan ramuan itu dari Pandi secara rahasia. Jadi mereka berdua hanya perlu memperbaiki nya sedikit.
Dengan perbaikan seperti itu, tingkat keakurasi dan efektivitasnya lebih tinggi lagi dari ramuan Pandi.
Selesai menyemprotkan ramuan ke seluruh tubuh, wanita berpakaian serba hitam ini menatap lurus ke depan di mana Pandi dan Putri mahkota sedang berbicara.
Dia begitu tertarik untuk mengetahui apa yang sedang dibicarakan oleh keduanya.Hanya saja ini bukan waktu yang cocok.
Pria berbaju hitam segera berdiri begitu juga dengan wanita yang berbaju hitam.
Dengan ramuan yang sudah disemprotkan ,keberadaan mereka tidak akan bisa dideteksi oleh di deteksi oleh Siluman manapun.
Termasuklah putri mahkota.
Putri mahkota akan segera pergi ketika Pandi mendorong nya jatuh.tentu saja hal ini membuat putri mahkota kesal.
Hanya saja dia segera memiliki pandangan kabur.
"Putri mahkota, pergilah duluan"kata Pandi. Saat itu Pandi segera menyelipkan sesuatu di tangan putri mahkota.
Pandi juga membaca sesuatu dari mulutnya entah apa itu. Namun begitu Putri mahkota bisa melihat ada dua sosok aneh di belakangnya yang juga sedang merapalkan mantra-mantra.
Dari gayanya dua orang ini tidak mungkin adalah manusia yang baik.
Putri mahkota tentu saja ingin pergi dari tempat itu tapi sayang bukan saja pandangannya kabur juga pendengarannya juga mulai terpengaruh.
Namun begitu dia sempat melihat jika Pandi sedang melakukan pertarungan dengan tangan kosong.
Sluttt...
Hanya dalam beberapa detik saja Putri mahkota yang tadinya berdiri tegak tiba-tiba hilang.
Dua orang yang sedang bertarung dengan Pandi ini menjadi kesal karenanya.
"Hem bawa dia pergi"kata yang pria.
Wanita berpakaian hitam itu kembali mengeluarkan sesuatu di sakunya dan itu adalah obat bius.
Pandi tidak mau tertangkap,jadi dia segera menggigit lidah nya sendiri sebagai tindakan bunuh diri.
__ADS_1
Tapi sayang sekali, obat bius berkerja lebih cepat dari gerakan.
Begitu Pandi pingsan,dia segera di bawa ke sebuah mobil yang sudah di sembunyikan sejak awalnya. Dengan cepat mobil berlalu menuju tempat yang tidak dikenal. Bersama sosok pandi dengan jiwa pangeran tua di dalamnya.