Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
61


__ADS_3

Kata orang setiap pertengkaran itu biasa terjadi dalam sebuah rumah tangga begitu juga yang terjadi dengan rumah tangga yang baru dibina beberapa minggu ini.


Liza bias dengan pandi tapi dia tetap hangat jika sudah berada di atas ranjang.


Setidaknya itu yang dipikirkan oleh Pandi saat ini.


Sejak terakhir kali diketahui pergi ke rumah tua itu. Liza benar-benar tidak pergi ke sana dan memilih berdiam diri di rumah saja.


Jadi pandi tidak pernah mempermasalahkannya lagi.


Pak itam pula bersemedi sampai tiga purnama sekaligus. ini diketahui setelah Fandi mencari pak hitam tentang masalah terakhir tapi ditolak mentah-mentah.


Adapun kenapa lamanya sampai 3 bulanan. Itu karena pak Itam merasa ada sesuatu yang kurang dengan ilmunya.


Jika tidak kenapa pernikahan dan segalanya dilakukan tapi Liza masih tetap keras kepala pergi ke area itu. hal ini menjadi sebuah teka-teki bagi pak hitam yang harus dia runut lagi dari awal.


Apa sih yang salah dalam hal ini.


Di sisi lain Arnold mengatakan ingin pindah ke Denpasar membawa putrinya bersama hal ini dilakukan untuk menjauh dari rumah angker tersebut. Agar liza tidak lagi terkontaminasi dengan hal-hal gaib.


lagi pula dalam 3 bulan ini Liza rutin mendapatkan berlian berlian tersebut sebagai bayarannya. dengan berlian itu Arnold dan keluarganya bisa membeli hunian di Denpasar dan menikmati hidup mereka tanpa khawatir.


Arnold malah berpikir untuk membuka membuka perusahaan kecil dengan bermodalkan berlian ini.


Modal sudah ada ,keluarga lengkap dan area ada jadi kenapa mereka tidak pindah saja.


Tapi Pandi mencegah ini karena ini memang sudah menjadi pesan dari pak itam sendiri.


Menurut pak itam dia akan menyelesaikan semuanya setelah kembali dari semedi kali ini. Jadi semua orang harap bersabar menunggu waktu itu selesai.


Dengan begitu Pandi masih harus melelahkan diri untuk bolak-balik dari Denpasar ke desa menunggu pak itam selesai.


Sementara Liza acap kali mencari kesempatan untuk bertemu dengan kekasih hatinya. Baik itu secara raga ataupun secara jiwa.


Walaupun menjalani hidup seperti ini sedikit melelahkan tapi ini sudah menjadi sebuah risiko yang harus ditanggung.


Tanpa sadar pernikahan ini hampir genap tiga bulan. kebetulan sekali hari ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun Liza yang ke-25 tahun.


Arnold dan dini merayakan acara ulang tahun Liza kali ini di desa. itu juga menjadi alasan jika pesta perayaannya sedikit meriah.


Beberapa kolega segera diundang secara khusus. Termasuk dengan kenalan Pandi tentunya.


Setelah gelap beberapa mobil juga berdatangan ke rumah keluarga Arnold dan dini itu.


Liza sudah siap dengan pakaian pestanya yang tidak begitu mencolok maklumlah dia saat ini berada di pedesaan bukan di kota yang megah.


kebanyakan dari tamu-tamu yang hadir sama sekali tidak dikenali oleh Liza. Liza tidak sangat jarang berinteraksi dengan orang lain terlebih lagi hidupnya harus dibagi antara dua dunia yang berbeda dengan gitu dia lebih sibuk daripada orang lain.


Tapi di permukaan kedua orang tuanya berpikir Liza tiba-tiba menjadi sosok yang pendiam dan sedikit tertutup. mereka justru menyalahkan pernikahan paksa itu yang membuat Putri mereka jadi berubah seperti ini.


Karena itu dalam kesempatan pesta ulang tahun ini .Mereka mengundang lebih banyak gadis-gadis yang mungkin bisa menjadi teman Lisa di masa depan.


Liza tidak mengenal mereka tapi mereka sangat mengenali siapa Liza. putri satu-satunya dari keluarga paling kaya di desa ini.


Contohnya sekarang seseorang gadis maju dengan laga yang sok kenal. Tentu saja Liza tidak akan memalukan para tamunya dan dia menyambutnya dengan gaya yang sama.


"selamat ulang tahun Liza semoga panjang umur ya kata seorang gadis yang amat dekatkan pipi-nya ke pipi Liza secara bergantian .seolah-olah Mereka adalah teman yang akrab sejak lama.


"Ya terima kasih ya udah mau datang Ayo silakan masuk dulu dan nikmati sajiannya" jawab Liza dengan lembut.


Arnold dan adini juga sibuk melayani para tamu yang hadir saat ini kebanyakan tamu-tamu saat ini adalah teman-teman lama mereka ketika berada di Jakarta.


Arnold sudah mulai membuka sebuah perusahaan kecil dengan itu dia kembali berhubungan dengan sahabat-sahabat lamanya ini tentu saja dia lebih memilih orang-orang yang dulunya dekat dan tidak menusuknya dari belakang.


Walaupun dirinya pernah bekerja di sebuah perusahaan besar. Tetapi itu adalah sebuah perusahaan milik orang lain .Sekarang perusahaan ini adalah miliknya sendiri tentu saja dia perlu beberapa koneksi dan juga merekrut orang-orang yang bertalenta dalam bidangnya.


Jadi acara ulang tahun Liza adalah acara yang memiliki dua agenda sekaligus.


"hei cantik banget sih Liza hari ini seperti bidadari yang turun dari langit aja hehehe kata Erni ketika melihat Liza yang sedang menyambut tamu yang hadir

__ADS_1


Sosok ini adalah sahabat lama dari dini saat mereka tinggal di Jakarta dulunya. Sekarang dia diundang tentu saja Liza bersukacita bisa dibilang dia bisa menghitung dengan jari siapa yang dia kenal dalam banyak tamu ini.


"Tante Erni, kapan datang?" mereka berpelukan lalu mencium pipi kanan dan kiri masing-masing.


"kebetulan sekali Tante itu lagi jalan-jalan ke Bali ya tiba-tiba saja dapat undangan di sinilah kami sekarang hehehe. tapi jujur saja ya udah lama nggak ketemu kamu itu jadi tambah cantik banget deh .tante sampai pangling begini" lanjut Erni sambil menggeleng-gelengkan kepalanya memandang Liza dari atas sampai ke bawah.


Walaupun mereka sudah berpisah tapi karena sudah akrab .Hubungan itu tidak diputuskan begitu saja .Dini terkadang sering bertanya tentang situasi Jakarta pada Erni. Dengan begitu Erni juga mengetahui posisi Liza yang saat ini yang sudah bersuami.


mendapatkan pujian dari seseorang yang dikenalnya Liza tiba-tiba memerah dan merasa malu"Tante kok gitu banget mujinya kan aku jadi malu hehehe"


Baru saja Erni ingin mengatakan sesuatu. Tiba-tiba dia dipanggil oleh dini yang sangat senang disamperin oleh sahabat baiknya ini.


"eh Erni,Edo. udah datang kalian Ayo silakan masuk kok berdiri saja di situ ayo sini" tegur dini dengan bersemangat.


Edo adalah nama suami dari Erni ini yang akrab disebut Om di mulut Liza.


"selamat ya Liza juga selamat atas pernikahanmu sorry karena Om enggak datang kemarin walaupun sudah diberikan undangan hehehe "kata pria setengah baya itu.


"nggak apa-apa Om ini aja udah syukur Om mau datang pada ulang tahun Liza. terima kasih Om sekali lagi "jawab Liza yang tidak kalah senangnya.


Setelah berbasa-basi sedikit mereka berdua pergi menemui mama dan papa Liza.


Setelah menyambut semua tamu pada akhirnya Liza bisa duduk juga dengan meluruskan kakinya sedikit.


Tapi Pandi datang dan mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.


"Selamat ya Liza atas ulang tahunmu sayang" kata Pandi.


Liza juga merasa bersalah atas suaminya ini .karena sejujurnya dia tidak pernah sama sekali melayaninya seperti seorang istri yang sejati.


Tapi Liza tidak ingin membohongi dirinya sendiri untuk itu


"Terima kasih ya Pandi "jawab. Liza singkat.


Pandi menyerahkan sesuatu dan berkata ambillah ini ini adalah hadiah ulang tahun untukmu.


Liza tidak menjawab tapi membalas Pandi dengan senyuman terbaiknya. Diberi senyum seperti ini saja Pandi sudah sangat bahagia dan dia berkata dengan semangat" istriku kamu sangat cantik hari ini dan aku bangga menjadi suamimu"


Pandi ingin mengatakan sesuatu lagi tapi buru-buru dipanggil oleh dini untuk masuk ke dalam. Semua tamu sudah berdatangan dan acara ulang tahun akan dimulai saat ini.


Liza segera mengurutkan dadanya sendiri."Untung saja dipanggil mama jika tidak ke aku mungkin akan lebih merasa bersalah lagi padanya. Pandi adalah pria baik tapi dia ditipu oleh istri maafkan aku Pandi cinta tidak bisa dipaksakan"


Liza memandang jam dinding dia ingin waktu cepat berlalu dan pesta hari ini juga berakhir. walaupun demikian raja adalah satu-satunya tamu yang dia undang sendiri secara privat.


Namun sampai sekarang raja belum memperlihatkan batang hidungnya.


"Liza ngapain sih berdiri di situ masuk cepet ini acaranya mau dimulai kok kamunya nggak ada tamu-tamu udah pada nunggu tuh kata dini yang menghampiri Pandi dan Liza.


mama bisa nunggu sebentar lagi nggak tanya Liza dengan nada manja agar permintaan ini diloloskan.


"lho kok gitu sayang, nah ini udah jam berapa. jangan biarkan tamu-tamu menunggu lebih lama oke"ujar dini.


Karena tidak bisa menjawab apapun pada akhirnya Liza hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah mamanya ini untuk menuju ke ruang perjamuan.


Meski begitu Liza masih saja berharap kedatangan raja saat ini.


"ke mana sih dia ?"pikir Liza di dalam hati yang memanjangkan lehernya untuk melihat keluar dari pintu.


"Liza cepetan dong sayang" tegur dini lagi.


Dini sudah berkali-kali memanggil tapi Liza hanya minta menunggu sebentar lagi. Pada akhirnya dini sudah mulai gelisah sendiri.


"ada apa mah?"tegur Arnold yang melihat dini datang mendekat.


"nggak ada apa-apa mas cuman itu lizanya belum mau masuk padahal tamu-tamu sudah datang semua"kata dini dengan cemberut.


"ya udah lama udah lama mungkin dia belum siap kan"kata arnold yang beralasan.


"Hem mungkin dia sedang menunggu...

__ADS_1


"heh siapa pemuda itu mas?" tanya dini yang penasaran. Dini ingin mengatakan sesuatu tapi mengubah mulutnya lagi ketika melihat ke arah pintu.Tiba-tiba saja Liza masuk bersama dengan pandi.Tapi di belakangnya ada seseorang seorang pemuda tampan dengan jas serba putih.


Bahkan sepatu yang dipakainya juga berwarna putih.Alis nya patah dengan hidung mancung seperti orang Arab.


Sangat tampan dan berkelas.


Sebenarnya Pandi juga tampan tapi jika sudah berada satu panggung dengan Raja ,Pandi hanya bisa mundur menjadi latar belakang saja.


Nerbanding terbalik dengan raja yang selalu tersenyum, Pandi malah memiliki wajah yang menghitam sehitam pantat kuali. Siapapun bisa menebaknya jika suami dari Liza ini sebenarnya sedang cemburu.


Liza sudah bingung sejak dari awal tapi segera ceria ketika pria ini datang. Seperti ada cahaya cinta di matanya dan itu tidak kuasa disembunyikan sama sekali bahkan di depan Pandi sekalipun.


Bagaimana Pandi tidak merasa cemburu dengan itu.


"Raja selamat datang terima kasih karena sudah menyempatkan waktu untuk datang ke ulang tahun Liza"kata arnold dengan wajah sumringah.


Di mata arnold raja adalah penyandang dananya yang layak dia sambut dengan hormat seperti saat ini.


"Om gimana aku tidak datang bukankah Liza juga adalah orang penting dalam perusahaan. kebetulan sekali aku baru saja tiba di Denpasar"jawab raja sekenanya.


Pandi juga mendengar jika Liza memiliki dividen yang tidak sedikit dari sebuah perusahaan perhiasan di Australia. Dulunya dia berpikir raja adalah pria desa yang murahan .


Tapi semenjak mengetahui jika raja adalah kolega penting dari istrinya dia merasa tidak nyaman menegurnya begitu saja.


Liza tidak lagi memiliki pekerjaan yang tetap tapi penghasilan yang dia miliki dari dividen perhiasan ini saja sudah melampaui gajinya 3 kali lipat di Denpasar. Mungkin juga lebih karena Arnold sama sekali tidak pernah menyebutkan berapa jumlah berlian yang dia dapatkan.


Tentu saja ini akan menjadi rahasia keluarga mereka tidak perlu untuk Pandi mengetahui hal ini lebih banyak dari yang seharusnya.


Arnold juga memperkenalkan para koleganya dengan raja dan menyebutkan posisi raja di sini. Semua orang juga merasa kagum karena penyandang dana dari Arnold sebenarnya pria yang masih begitu muda.


Bahkan ada juga yang bertanya-tanya apakah dia sudah memiliki tunangan atau sekedar pacar.


"saya sudah memiliki istri tapi saat ini dia tidak bisa ikut"kata raja dengan senyumannya yang khas.


"nak raja sebenarnya sudah punya istri hahaha kenapa aku tidak tahu?"tanya Arnold yang tidak kalah terkejutnya.


"Hem om aja nggak bertanya gimana aku bisa menjelaskannya" kata raja.


"Ohh hahaha pria muda tampan dan juga kaya gimana nggak laku cepat kan hahaha"


Semuanya tertawa lagi dan berpikir itu adalah hal yang wajar. Mereka malah mengucapkan beberapa kata pujian betapa beruntungnya gadis itu bisa menjadi pendamping hidup raja.


Tentu saja tidak satupun di antara mereka yang menyadari jika orang yang sedang mereka bicarakan sekarang adalah orang yang sama dengan yang berulang tahun.


Senyum Liza tambah lebar lagi ketika orang-orang memuji istri dari raja ini.


"selamat hari jadi ,selamat hari jadi, selamat hari jadi Liza , selamat hari jadi"


semua orang bertepuk tangan ketika lagu itu dinyanyikan pada saat itu Liza segera meniup lilinnya Dan disambut dengan sorak-sorai.


Ini adalah hari ulang tahun terbaik yang pernah liza rasakan selama dia menjadi sosok manusia.


Pantas saja dulu merasa ulang tahunnya tidak berarti karena sebenarnya dia sudah kehilangan sosok penting.


Sekarang sosok itu kembali lagi dan dia tidak akan pernah merasa kesepian lagi seperti dulu.


Acara ulang tahun berlangsung dengan meriah dan diakhiri dengan perbincangan aparat dan teman-temannya dini.


"Maaf om tante aku seperti nggak bisa tinggal terlalu lama. masih ada urusan di Denpasar jadi aku harus mengemudi malam ini juga"kata raja yang segera bangkit pada kursinya. tujuan kedatangannya sudah terpenuhi jadi dia tidak ada urusan lagi di sini.


"Begitu kah, apapun itu terima kasih sudah datang dan terima kasih juga atas kadonya"ucap dini dengan senyum yang lebar.


"sama-sama om Tante, Liza aku pergi dulu ya, kita ketemu lagi kapan-kapan oke "kata raja pelan.


" aku tau, hati-hati di jalan ya"kata Liza seolah-olah mereka akan berpisah lama.


Raja sekarang datang dengan sebuah mobil yang mentereng. entah kapan raja belajar mengemudikan mobilnya sehingga dia bisa datang dengan penuh gaya seperti saat ini.


Setelah raja mengundurkan diri , Liza tidak memiliki alasan lagi untuk tetap tinggal.

__ADS_1


Dia pergi dengan alasan capek.


__ADS_2