
Liza sempat berpikir jika kondisi yang terjadi antara dia dan pandi akan semakin memburuk dikarenakan penolakan cinta itu.
Liza juga sudah bersiap-siap secara mental kehilangan teman pertamanya di desa tanom ini.
Selama tiga hari kedepan pandi benar-benar tidak pernah menghubungi liza lagi. Baik itu dari telepon untuk bertanya kabar atau sekedar mengajaknya jalan-jalan secara langsung seperti yang pernah dia katakan sebelum ini.
selama 3 hari ini pula Liza tidak pernah lupa tentang pertemuannya dengan si ular putih. karena ini dia lebih sering membenamkan diri di dalam kamarnya tampa keluar.
setiap kali dini melihat ke dalam kamar dia terus saja melihat lidah yang mengotak-atik laptopnya. bisa beralasan dia melakukan sesuatu untuk urusan pekerjaan di Australia.
Alasan ini sangat masuk akal karena liza masih terdaftar sebagai pekerja di sana.
"Untung saja jaringan internet di sini nak sudah baik-baik saja jika tidak mungkin akan menjadi masalah buatmu"kata Mama Liza waktu itu.
Liza tidak menjawab apapun dia hanya bisa tersenyum pahit. Karena Liza tidak pernah berbohong pada orang tuanya jika pun berbohong ini mungkin ada untuk yang pertama kalinya.
Sampailah pada hari ketiga ketika Mama mengetuk pintu kamarnya dengan keras.
"Liza ,Liza sayang , turun sebentar, ada telepon yang untuk kamu !"teriak mamanya dari bawah sana.
Liza berpikir telepon ini adalah sesuatu yang penting jadi dia turun ke bawah dengan tergesa-gesa.
"dari siapa mah?"tanyanya pada Dini.
"dari pandi "jawab mamanya dengan enteng.
"lho kok nggak langsung dari nomor telepon aku aja, bukankah dia memiliki nomor aku mah?"tanya Liza heran. Padahal pandi sendiri memiliki telepon nomor telepon pribadinya. Lalu kenapa sekarang dia malah menelpon lewat telepon rumah.
"Mama juga nggak ngerti jawab aja lah"kata dini yang langsung menyerahkan telepon rumah itu kepada liza.
"Halo pandi" sapa Liza malas. sedangkan dini tersenyum penuh arti sebelum dia pergi dari situ.
"Halo Liza cantik apa kabar ?" jawab pandi dari seberang
"pandi ngapain kamu tanya gitu ,geli ah" kata Liza dengan ketus.
Liza sempat berpikir pandi akan memusuhinya karena kejadian yang terakhir kali itu. Tapi sekarang bisa dipastikan jika pandi tidak berubah sama sekali. Masih menggodanya dengan cara yang tidak malu-malu.
"kenapa sih ditelepon aja marah seperti ini tanya pandi dari sana.
"nggak ada apa-apa kamu juga nelpon dari telepon rumah segala .kan kamu punya nomor aku"kata Liza dengan kesal.
Entah kenapa setiap kali memikirkan pandi ,Liza menjadi kesal sendiri. Padahal jika dipikir lagi ,pandi tidak melakukan sesuatu yang bisa membuat liza marah sebenarnya.
"loh kamu ini kenapa sih pakai marah segala ada masalah ya kata pandi yang dengan nada dingin.
Sengaja pandi tidak menghubungi Liza dalam tiga hari ini untuk memberikan waktu untuk dia berpikir.
Tapi sepertinya Liza tambah ketus dan tambah marah. Mungkinkah ini artinya Liza memang tidak memiliki perasaan apapun.
"aduh pandi terus terang aja sih napa . soalnya aku masih banyak kerjaan di atas"
"oke oke jangan marah lagi ya cantik begini nanti malam aku rencananya mau ngajak kamu jalan-jalan bagaimana kamu mau ya tanya pandi dengan lembut.
"jalan-jalan ke mana kata Liza yang balik bertanya.
"ada deh cantik,aku tuh mau kasih surprise sama kamu kalau dibilang sekarang kan bukan surprise lagi namanya" kilah pandi.
"maaf ya tapi beneran deh aku lagi banyak kerjaan ini mau dikirim besok sore"kata Liza beralasan.
"aku janji deh kita perginya bentar aja. nggak bakalan membuat kamu telat ngirim tugas nya kok " ujar pandi.
"tapi pandi aku beneran nggak bisa deh, aku ...
"please deh Lisa sekali ini aja setelah ini nggak ada yang kedua kali kok, bisa ya?"
"Oke deh, tapi jangan lama lama ya jangan jauh juga "pesan Liza pada pandi.
"Hahah aman cantik, nggak bakalan jauh cuma di hati aku hahaha"
Pada akhirnya Liza tidak bisa menolak undangan pandi. Walau bagaimanapun pandi sudah baik membantunya beberapa kali apa salahnya mengiyakan undangannya sekali ini.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Liza pada akhirnya pandi benar-benar merasa lega dan dia berbicara banyak pada Liza di telepon.
3 hari tidak berbicara dan tidak bertemu rupanya pandi memendam rindu yang teramat sangat. walaupun dia tahu Liza tidak memiliki perasaan yang sama pada dirinya tapi pandi tidak akan pernah menyerah.
Liza adalah seorang gadis cantik yang memang layak diperjuangkan. apalah artinya ditolak pertama kali tentu masih akan ada waktu lain.
Sekarang pandi ingin membuat hati Liza meleleh dan menerimanya secara sukarela.
Seperti yang dikatakan oleh Liza sebelum ini .Pengakuan cinta itu datang terlalu cepat.Secara mereka baru bertemu selama dua hari jadi tidak mungkin liza menerimanya begitu saja.
Jadi sekarang pandi akan mencoba mengubah taktiknya.
Setelah beberapa waktu berlalu barulah pandi menutup telepon. Dengan pemikiran yang rumit Liza meletakkan telepon nya lagi di atas meja.
Beberapa kali dalam pembicaraan itu pandi mengatakan "sayang" , "cinta" atau sekedar ungkapan kata cantik.
Tapi entah kenapa Liza merasa kata-kata itu menjijikkan ketika keluar dari mulut pandi. Kerap kali dia merasa ingin muntah saja ketika Panji menyebutnya dengan kata sayang.
"ckckck gila nih anak"pikir Liza sebelum dia masuk ke kamarnya sendiri.
Begitu sampai di kamar Reza langsung berbaring di ranjangnya yang empuk. Pikirannya penuh dengan tanda tanya sebenarnya kenapa ke mana pandi akan mengajaknya nanti malam.
__ADS_1
Lalu apa yang harus kita lakukan setelah itu. Ada begitu banyak pertanyaan, kenapa,apa dan bagaimana. Tapi semuanya tiba-tiba menghilang begitu saja ketika matanya menatap ke arah bangunan tua.
Mungkin bagi Liza pertanyaan-pertanyaan itu tidak lagi penting jika sudah dihadapkan kepada misteri dari rumah tua itu.
*****
Sekitar jam 08.00 malam sebuah mobil yang terbilang mewah di desa ini berhenti tepat di depan rumah liza.
ketika pintu mobil dibuka turunlah pandi dengan sikap yang keren. di sini pandi tidak lagi memakai pakaian yang casual tapi memakai pakaian bersih dan sedikit formal.
Di samping itu pandi juga membawa seikat bunga yang entah dia beli dari mana.
Para pembantu di rumah ini rata-rata sudah mengenal siapa pandi. Jadi ketika pandi datang mereka membuka pintu tanpa diminta.
"lizanya ada bi?" tanya pandi pada pembantu tua yang memang sudah akrab dengan dirinya ini.
"tentu saja Liza ada tapi kenapa malam ini pandi jadi beda ya emangnya kalian mau ke mana?"tanya pembantu itu lagi.
Walaupun pandi kerap datang di rumah ini .Tapi penampilannya biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa. Sekarang dia datang dengan penampilan yang serba mewah tentu saja ini sudah mengubah cara pandang pembantu tua ini.
Apakah terjadi sesuatu antara pandi dan non lisa.
"Bibi pengen tahu urusan anak muda aja tolong panggilin dia ya tapi jangan bilang ini aku oke"
Walaupun permintaan pandi ini sepertinya aneh tapi pembantu tua itu tetap saja pergi ke kamar Liza dan mengetuk pintunya dari luar
tok .. tok..tok...
"siapa kata Liza yang langsung membuka pintu.
itu non ada ada orang di ruang tamu lagi nyari non jawab bibi itu sambil menunjuk ke ruang tamu dengan jari.
terima kasih bibi jawab bisa dengan.
walaupun tidak disebutkan tentu saja Liza tahu tamu yang datang ini kemungkinan besar adalah pandi.
Ketika sampai di ruang tamu benar-benar ada pandi dengan pakaian bagus dan juga memegang seikat bunga.
"hai Liza ini bunga untukmu" kata pandi yang menyerahkan bunga itu pada liza
"Terima kasih ya pandi" jawab Liza yang duduk di sofa lalu mempersilahkan pandi untuk ikut duduk juga.
"kok belum siap? kita kan mau pergi jalan jalan?"kata pandi ketika melihat Liza masih saja memakai pakaian rumahan.
Padahal sudah jelas mereka udah berjanji lewat telepon tadi siang.
"aduh Pandi sorry yah aku lupa udah janjian sama kamu. tapi gimana lagi pekerjaanku memang banyak dan sekarang aku capek "kata Liza yang membuat pandi mengerutkan keningnya.
"maaf ya pandi ,tadi aku beneran lupa deh sambil keasyikan membuat laporan" ucap lizard dengan nada yang penuh penyesalan seperti seorang anak kecil yang dimarahi ayahnya.
Pandi tidak menjawab tapi jelas dia merasa kesel dengan penolakan ini jika memang tidak mau kenapa disanggupi.
Melihat pandi yang masih diam dan wajahnya yang memerah tentu saja Liza merasa tidak nyaman .Jadi dia berkata lagi "maaf ya pandi aku beneran nggak sengaja"
"apanya yang nggak sengaja, pakai maaf segala.Memang kalian ada masalah apa?" ucap seseorang yang baru saja masuk ke ruang tamu.
Pandi segera tersenyum masam tapi dia menyambut orang yang baru saja menegurnya
"Paman , Tante selamat malam hehehe" sapanya dengan ramah seraya berdiri.
Mama dan papa Liza mengangguk kecil dan duduk di sofa diikuti oleh pandi yang duduk di bangkunya semula.
"Sudah lama nak pandi?" tanya dini dengan tersenyum. Dia tahu dari pembantu tua di belakang jika pandi sedang bertamu dan penampilannya tidak biasa.
Entah kenapa Mama Liza menyukai karakter pandi yang benar-benar tidak mencerminkan sebagai warga desa.
Selain itu pandi juga terkenal sebagai pemuda yang ringan tangan yang suka membantu siapapun yang sedang membutuhkan.
Dari cara pandi berbicara dan berpakaian sekarang. Mama Liza beranggapan pandi memiliki niat luar biasa pada putrinya.
Karena itulah dia menarik suaminya untuk ikut menonton.
"baru aja sampai tante belum lama kok" jawaban pandi ketika ditanya.
"tadi barusan Paman dengar ada yang minta maaf segala. ini ada apa ya ?"tanya Arnold pura-pura tidak mengerti masalah orang muda.
Mendengar pertanyaan papanya itu tiba-tiba Lisa bungkam seribu bahasa.Sebenarnya ini memang kesalahan liza sendiri.
Memang tadi siang dia sudah berjanji dan menyanggupi permintaan pandi untuk ketemuan dan mengajaknya jalan.
Mungkin karena Liza sedang memikirkan masalah rumah misterius.Jadi Liza sampai lupa dengan janji yang sudah dia buat sendiri.
Setelah ingat pun Liza sudah tak memiliki minat untuk pergi bersama pandi jadi dia menolaknya mentah-mentah.
Sebenarnya memang tidak sopan. Tapi liza juga tidak percaya dia bisa melakukan hal seperti ini. Entah kenapa hatinya benar-benar tertutup untuk pandy dan tidak ingin berpikiran tentang dia.
Bukan pandi saja dari sejak dulu juga Lisa tidak pernah berpacaran dan bahkan tidak pernah berpikir tentang mencari pacar.
Hati Liza kosong namun seperti sedang menunggu sesuatu, hal ini tidak bisa dijelaskan sama sekali. Liza juga pernah searching ke dunia maya apakah situasi yang dia miliki sekarang bisa disebut sebagai sebuah penyakit khusus.
Tapi tidak ditemukan jawaban yang tepat untuk itu sampai saat ini. Sampai-sampai Liza menganggap dirinya adalah wanita yang tidak normal.
Karena tidak ada satu orang laki-laki pun yang bisa mengetuk pintu hatinya.
__ADS_1
Ditanya seperti itu oleh Arnold, baik Liza maupun pandi tidak ada yang bersuara.
Dini tersenyum masam, siapa lagi yang bisa mengenali putri sendiri selain mama nya.Untuk mengusir kecanggungan ini ,dini berkata "pandi keren amat malam ini ya, tidak biasa nya hehehe"
"Itu dia Tante, rencananya mau ajak Liza ke pesta teman di kota.Padahal udah janjian tadi siang ehh sekarang malah nolak pergi"keluh pandi geram.Di lirik nya Liza yang sedang menatap lantai dengan wajah bersalah.
"kenapa Liza udah janji kok nggak jadi,ada apa?"tanya Arnold dengan putrinya. masalah Liza ini sudah berlarut-larut sejak dulu jadi anak juga makin kerepotan sendiri.
Tapi Liza sudah berjanji dan mengingkarinya di detik-detik terakhir ,ini bukanlah perilaku yang baik.
Liza mengangkat kepalanya tersenyum seraya memandang Arnold,dia berkata,"itu dia pah tadi siang aku udah bilang kerjaanku banyak . Tapi pandi ngotot juga pengen ngajak jalan ya udah aku sanggupin aja. kirain pekerjaanku bisa selesai tepat waktu. tapi siapa tahu sampai sekarang masih belum kelar padahal akan dikirim besok siang. Sangking asyiknya kerja ,aku sampai lupa punya janji sama Pandi jadi maaf ya"kata Liza yang beralasan.
Padahal kisah mengenai pekerjaan menumpuk itu tidak benar sama sekali. Dia sedang mengambil cuti jadi pekerjaan apa yang bisa dia lakukan di desa kecil ini.
"aduh sayang enggak apa-apa kalau kamu lupa, ayo siap-siap lagian kasihan pandi udah datang jauh-jauh dan ganteng gini lagi"kata dini yang semakin tidak nyaman pada pandi.
Sudah berapa tahun umur Liza sekarang ,tidak sekalipun dia pernah berpacaran dengan lawan jenis. Karena umur liza yang sudah matang tentu saja Mama Liza sedikit khawatir.
Seandainya Liza tidak menemukan pasangan yang cocok maka Arnold dan dini berencana untuk menjodohkan Liza dan pandi.
Sekarang bisa dilihat jika pandi ini memiliki ketertarikan pada Lisa sementara lizanya saja yang belum bergerak
Bagaimana dini tidak kesal dengan itu.
Tapi karena dini berbicara untuk dirinya, pandi malah merasa tidak nyaman dan merasa malu karena sudah ditolak kedua kali.
"sudahlah Paman, Tante kalau liza nya nggak mau ya tidak apa apa.Jangan dipaksakan juga, kalau gitu saya pulang dulu ya Paman tante "ucapan pandi yang langsung bangkit lalu bersalaman kepada kedua orang tua liza.
Sementara itu melalui sudut matanya ,pandi melirik liza dan melihat apa reaksi yang diberikan oleh gadis itu. Tapi sayang tidak ada perubahan apapun pada wajah Liza. Dia tetap saja masih tertunduk dan diam seperti tadi.
Di sini dini dan Arnold yang merasa tidak nyaman.
"loh kok buru-buru sih pandi tunggu aja sebentar sampai lizanya bersiap-siap"kata dini buru-buru mencegah pandi pergi.
"kebetulan udah telat juga Tante kalau nunggu lizanya bersiap-siap juga nanti udah nggak bisa masuk"kata pandi yang beralasan.
Pandi benar-benar malu saat ini, dia tidak ingin lama-lama di tempat ini dan lebih mempermalukan diri lebih dalam lagi.
"nggak apa-apa Tante mungkin lain kali aja"kata pandi yang langsung meninggalkan Liza dan kedua orang tuanya di ruang tamu.
Wajah pandi yang memelas ditambah dengan wajah kedua orang tuanya yang buruk membuat liza semakin tidak nyaman.
Ini memang salah Liza yang sudah membuat janji tapi mengingkarinya. Karena itu Liza juga harus menanggung konsekuensi dari janji tersebut.
"pandi tunggu sebentar "teriak Liza ketika pandi benar-benar keluar dari ruang tamu.
Meskipun tidak memiliki harapan lagi tapi pandi tetap menjawab dan membalikkan tubuhnya memandang Liza yang menatapnya dengan malu-malu.
"ada apa ?"tanya pandi pada Liza.
"hem bisa nggak kalau kamu tunggu sebentar, aku akan bersiap-siap dulu, Hem lima menit oke "
Pandi segara terkejut
Kalau kamu mau nunggu 5 menit aku akan naik ganti pakaian lalu kita pergi bagaimana?". usul Liza dengan rasa bersalahnya.
Pandi tergagap dan termenung sebentar entah ini kesempatan atau sebuah rasa penyesalan saja.
Yang jelas tanpa sadar pandi mengangguk dan masuk lagi ke ruang tamu.
"bikinin minum bik?"kata Mama Liza pada pembantu rumah.
"nggak usah tante sepertinya Liza akan cepat kok jadi nggak perlu bikin minum" jawab pandi buru-buru.
Dia tidak ingin Liza berubah pikiran lagi hanya karena menunggu dia minum segelas air.
"oh gitu ,nak pandi sepertinya Tante harus minta maaf deh .Liza itu memang begitu, sedikit keras kepala dan cuek dengan laki-laki. jadi mohon dimengerti ya"kata dini pada pandi.
"masa sih tante Liza cuek dengan laki-laki"tanya pandi heran.Liza adalah gadis cantik tidak mungkin tidak ada yang naksir kan.
"itu dia sejak dari dulu Tante itu nggak pernah dengar jika Liza itu punya pacar. jadi ya...
"oke Tante aku mengerti kok "kata pandi yang tersenyum lebar. Dia pikir Liza menolaknya karena ada situasi khusus seperti memiliki pacar di negeri orang.
Tapi siapa sangka sebenarnya Liza sama sekali tidak pernah memiliki pacar. Jelas Liza tidak berpengalaman dalam hubungan personal seperti itu.
Jika demikian bukankah Liza adalah gadis yang memang benar-benar layak untuk diperjuangkan.
Seperti yang dikatakan oleh liza, hanya 5 menit dia sudah turun lagi dengan pakaian lengkap.
Meskipun buru-buru tapi sebenarnya Liza masih cukup cantik dan cukup menarik di mata pandi.
"oke pandi ayo kita pergi" kata Liza dengan ramah.
"oke permisi paman permisi Tante lizanya aku bawa dulu ya"kata pandi dengan nada hormat kepada kedua orang tua Liza.
Arnold dan dini hanya mengangguk dan mengatakan beberapa hal seperti berhati-hati dan sebagainya.
Mereka berjalan beriringan sampai ke pintu depan. Kedua orang tua tidak berbicara lagi tapi melambaikan tangan ketika Liza dan pandi ketika mereka masuk ke dalam mobil.
Baru setelah mobil itu pergi, dini menggeleng-gelengkan kepalanya. begitu juga dengan Arnold yang langsung berkomentar.
"anak-anak zaman sekarang"
__ADS_1