Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
29


__ADS_3

Liza bukan anak kecil lagi yang sulit dibujuk tapi dia adalah wanita dewasa yang keras kepala. Meski begitu dia masih tetap akur kepada kedua orang tuanya. Apalagi dengan efek air mantra yang diberikan oleh pak itam yang membuat hatinya menjadi sedikit lembut.


Dengan begitu liza pada akhirnya keluar juga dari rumah tua itu.


Ketika melewati pak hitam yang masih saja bersemedi entah kenapa Liza memandangnya dengan pandangan yang tidak suka.


Ada rasa benci yang tiba-tiba di dalam hatinya.


"sepertinya orang tua ini bukan orang yang baik deh. Apa yang dilakukan di sini adalah salah satu bentuk penipuan kenapa orang tuaku dengan mudah tertipu dengan pria tua ini?"pikir Liza di dalam hatinya.


Dia menatap hitam yang sedang bersemedi. Pria tua itu mengeluarkan terlalu banyak tenaga batin sehingga dia memerlukan waktu untuk memulihkan diri sendiri


Semua orang mengetahui itu dan bersedia menunggu pak itam selesai.


Namun begitu orang-orang sama sekali tidak mengetahui apa yang dipikirkan oleh Liza pada pak itam yang padahal sudah membantunya keluar dari rumah tua itu.


"dengan pakaian serba hitam juga banyak batu akik ini ,orang tuaku sudah percaya dia adalah dukun yang baik? benar-benar pintar si tua Bangka ini? dilihat dari penampakan saja sudah lebih menyeramkan dari rumah tua"kata Liza lagi di dalam hatinya


Jika Lisa bisa memilih maka dia akan memilih untuk bertemu dengan ular putih daripada bertemu pak tua yang entah dari mana ini.


Rambutnya begitu kusut seperti tidak disikat berhari-hari. Entah bagaimana Liza juga berpikir apakah pria ini tahu dengan sikat gigi dan odol.


Liza dengan jijik berpikir beberapa hal buruk tentang pak hitam.


Pandangan jijik dari Liza ini tentu bisa dilihat jelas oleh semua orang. Terlebih lagi dengan pandi karena dia memang sudah mengawasi Liza sejak awal.


Tapi semuanya berpikir ini adalah efek yang dihasilkan dari ilmu gaib tadi yang belum sepenuhnya menghilang. Jadi semuanya tidak akan mengambil hati pada perilaku Liza ini.


Pandi datang mendekati Liza yang sedang asyik melihat orang tua itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dia merasa bersalah dengan pak itam dalam hal ini.


"Liza kau tidak diapa-apakan oleh ular itu kan ?"tanya Pandi dengan wajah yang serius.


Pertanyaan ini membuat Liza mengalihkan pandangannya pada pandi. Selain apa hitam pandi adalah orang yang paling dia tidak sukai di sini.


Jadi Liza berkata dengan nada yang ketus"apa urusannya kau di sini,dasar pengecut"


Itu saja jawaban Liza ini tidak membuat mama dan papanya puas. Malah mereka merasa malu dengan ayahnya pandi.


"Liza apa sih maksud kamu mengatakan itu .pandi kan bertanyanya baik-baik kok jawabnya ketus gitu?"kata Arnold pada Liza.


"Kenapa sih kalian semua bertanya soalan itu dari tadi ?apa kalian tidak lihat ,Liza kan baik-baik saja .nggak ada apa-apa yang terjadi kok. kalian hanya berpikiran buruk saja"kata-kata ini ditujukan pada kedua orang tuanya tapi matanya memandang lekat pada padi dengan amarah yang berkobar.


Mama Liza sampai mengerutkan kening melihat perilaku liza yang menurutnya tidak wajar ini.


Bukankah seharusnya Liza berterima kasih pada pandi tapi yang terjadi sekarang Liza malah kesal tanpa sebab.


Semakin dipikir lagi Mama Liza semakin sedih. Dia sangat yakin benda kotor itu masih melekat di tubuhnya sehingga dia tidak bisa berpikiran jernih.


Tapi pandi tidak marah dia malah menjawab ,"syukurlah kalau begitu. aku cemas sekali meninggalkan kau di sini tadi "katanya sambil berusaha menggenggam tangan Liza.


Ingin sekali Liza menampar pandi karena berani melakukan itu. Namun sekarang posisinya sedang dikelilingi oleh orang-orang tercinta lagi pula ada ayahnya pandi di sini.


Jadi dia hanya bisa pasrah namun hatinya memaki pandi.


Tidak lama kemudian pak itam akhirnya selesai bersemedi. Walaupun dirinya belum baik 100% tapi dia sudah bisa bergerak.


"aku akan menyembuhkan diriku di rumah mungkin akan memalukan sedikit waktu dan beberapa bahan lagi. Siluman ular putih tunggu saja aku kembali, kau tidak akan pernah lepas dari genggamanku"gumam pahitam di dalam hatinya ketika dia bangun dan menyimpan lagi tikar dan beberapa barang-barang pribadinya.


Semua orang mengangguk dan artinya mereka sudah bisa pergi dari sini.


"Liza ayo kita pulang tidak baik berlama-lama di sini "kata dini lagi.


Semua orang menganggukkan kepalanya kecuali Liza yang bengong entah apa yang dipikirkannya.


Yang jelas hatinya tidak nyaman ketika mamanya mengatakan akan pulang.Dia belum benar-benar ingin pulang oke.


Meskipun hatinya bertentangan tapi Liza masih tetap berjalan dengan dibimbing oleh dini untuk masuk ke dalam mobil. Segera setelah itu tiga buah mobil berangkat meninggalkan rumah tua itu yang saat ini masih menjadi misterius di dalam hati Liza.


Apalagi Liza saat ini benar-benar mengingat lukisan di dinding itu yang ingin sekali dia bawa pulang.


Ditambah lagi liza belum membaca semua ke semua tulisan di dinding tersebut yang membuat perasaan penasaran yang belum hilang tuntas.


Begitu juga dengan kedua orang tuanya ada begitu banyak hal yang ingin mereka tanyakan. Namun semuanya berusaha bukan dan memilih untuk berdiam diri.


Ini dikarenakan Liza masih belum belum lepas dari belum benar-benar lepas dari pengaruh ilmu gaib tersebut.


Pandi naik di mobil yang lain bersama papanya dan pak itam.


"Jadi apakah sekarang Liza itu baik-baik saja dan tidak ada pengaruhnya dengan ilmu ghaib lagi pak hitam?"tanya pandi yang memecahkan keheningan.


"seharusnya tidak apa-apa tapi aku akan mencoba memeriksanya terlebih dahulu. Tapi kalau bisa cobalah untuk memperhatikan lagi.jangan biarkan dia pergi ke sana lagi karena pengaruhnya tidak sedikit" kata pak itam yang memegang jenggotnya.

__ADS_1


Sama seperti pandi sebenarnya pak item juga tidak puas dengan kejadian hari ini. Dia ingin sekali bertarung dengan si ular putih tapi hanya untuk mendobrak pintu gerbang saja dia sudah modar duluan.


Sekarang pak itam sedikit ragu apakah ilmu dari gurunya bisa mengatasi ini atau tidak.


"baik pak itam ,aku akan mengatakan ini pada kedua orang tuanya nanti" jawab pandi.


Setelah itu keduanya tidak lagi berbicara semuanya masih dalam pemikiran masing-masing.


Pandi sekarang sedang berpikir apakah tindakannya untuk meraih Liza ini adalah tindakan yang benar.


Sejauh yang dia tahu Liza memiliki perilaku plin-plan dan memang cenderung menghindari pria berdasarkan perkataan kedua orang tuanya.


Perilaku untuk menghindari pria ini memang sudah dilakoni Liza sejak muda jadi bukan didasari dan dipengaruhi oleh ilmu gaib si ular putih.


Jika sudah begitu bukankah Artinya untuk mengejar Liza menjadi calon istrinya ini bukanlah jalan yang mudah. Apalagi untuk menaklukkan hati Liza, bisakah pandi melakukannya di masa depan.


"ataukah aku harus mengalah sampai di sini. Mumpung perasaan ini belum kuat "pikir pandi pada dirinya sendiri.


"pandi Papa nggak pernah melarang kamu jika kamu suka dengannya oke tapi menurut papa masih banyak bunga di taman"kata ayahnya pandi yang melihat putranya ini sedang dalam dilema.


"tapi pah kalau aku mundur sekarang bukankah aku memang laki-laki pengecut. memang sedikit sulit tapi kalau sukses bukakah ini akan sepadan dengan hasilnya" kata pandi yang saat ini sedang mengemudi mengikuti mobil keluarga Liza.


Papa pandi hanya bisa menggelengkan kepala dan menyerahkan masalah ini pada padi sepenuhnya. Masalah hati bukanlah sebuah masalah yang bisa dipaksakan.


Tidak lama kemudian mereka akhirnya tiba di rumah besar. Dini membantu Liza turun dari mobil.


Semakin jauh dari rumah tua itu sepertinya Liza kehilangan energinya. Meski tidak memucat tapi jelas dia terlihat lemah.


Pandi ayahnya dan juga pak itam juga turun dari mobil dan mengikuti semua orang untuk masuk ke dalam rumah besar itu.


"pak mah gimana kelihatannya putriku lemah banget kata Arnold yang melihat nya dengan pandangan khawatir.


Pak Itam mengelus jenggot panjangnya dan membaca beberapa mantra lagi.


"biarkan aku melihatnya sebentar lagi "kata pak itam dengan nada yang misterius.


Liza juga mendengar apa yang disebutkan pak itam tadi, tiba-tiba perasaan benci dan jijiknya pada pria tua ini melonjak naik secara drastis.


Tiba-tiba tubuhnya lemah tadi menjadi sedikit bertenaga dan dia melepaskan diri dari mamanya dan langsung menaiki tangga untuk kembali ke kamarnya.


Baru berlari setengah langkah liza langsung dipanggil oleh papanya.


Pandangan Liza ini terasa aneh dan udara jadi dingin secara tiba-tiba.


"Liza mau istirahat apa capek banget, Liza pergi ya ke dalam dulu ya" kata Liza pada papanya dengan ada yang sopan.


Tapi sesopan apapun kata-kata Liza itu ,tidak ada yang akan mempercayainya. Jelas ada sesuatu yang aneh pada Liza saat ini.


Dengan nada khawatir mama liza langsung menarik putrinya lagi dan membelai rambutnya yang indah.


"Mama itu tahu kamu itu capek tapi duduklah sebentar kita berbicara oke"


"tapi ma ,kan Liza udah bilang.


Liza itu capek kalau kalian mau bicara ya bicara aja. Jangan bawa-bawa Liza dong"kata liza ada yang nadanya mulai meninggi.


"sayang bukan begitu...


"ah udah lama kalian ini nggak ngerti Liza sih"kata Liza yang melepaskan paksa pelukan mamanya.


Dia benar-benar ingin pergi dari situ dan merasa tercekik ketika berhadapan dengan pak itam saat ini.


Tapi belum bisa pergi papanya sudah berteriak dengan nada yang jelas marah."Liza duduk dan dengarkan papa. pak Itam mau bicara sama kamu"


Mendengar papanya yang mulai meninggikan suara tentu saja liza merasa tidak nyaman .Seumur hidup papanya ini jarang sekali marah


Tapi sekali marah tentu saja Liza ketakutan dan bergidik dengan ngeri.


Mau tidak mau Liza memaksakan kakinya untuk bergerak ke arah papanya.


"maafkan Putri kami kami pak itam


oh silakan duduk dulu semua nya nanti dibikinin minum "kata dini pada semua orang.


Segera saja dini memanggil pembantu rumah tangga untuk dibikinin minum.


Semuanya duduk mengelilingi kursi tamu di rumah Arnold, termasuk Liza yang sekarang duduk di samping mamanya dengan wajah yang masih sewot.


Pada saat itu tidak ada yang berani bersuara seolah-olah sedang menunggu instruksi dari pak itam.


"nak pandi coba nak pandi ceritakan tentang ular putih itu sejak awal lagi" tanya pak tua pak itam yang berkumis tebal.

__ADS_1


Sejak awal yang membuat dia tertarik adalah penampakan ular putih. Tapi sampai saat ini dia sendiri juga melihat penampakan ular itu. Jadi dia harus bertanya pada saksi matanya secara langsung.


Yang tambah bikin penasaran adalah kenapa sepertinya si ular putih benar-benar menargetkan gadis yang baru tiba dari desa.


Apa istimewanya Liza ini dibandingkan dengan gadis desa yang ada di sekitar nya. Sehingga Liza menjadi target siluman ular putih padahal tidak pernah terjadi seperti ini sebelumnya.


Pasti ada sesuatu yang membuat siluman ular putih tertarik pada Liza Hanim.


Sementara itu Liza semakin geram mendengar apa yang ditanyakan oleh pak itam. Bukankah ini artinya spekulasinya tentang pandi yang membuka rahasia ular putih itu memang benar adanya.


"tuh kan bener pandi yang membuka rahasia ular putih. nyebelin banget sih pandi ,apa maunya. apa untungnya coba untuk dia mengatakan itu " gumam Liza yang sebenarnya didengar oleh semua orang.


Kemarahan hati Liza bertambah lagi melihat situasinya yang tidak benar. Lisa masih ingat kisah 3 orang yang tiba-tiba hilang di rumah tua itu.


Kisah yang diceritakan oleh tukang kebun,di mana ular putih itu bertarung dengan seorang dukun sakti mandraguna.


Meskipun pada akhirnya si dukun itu meninggal dunia.Tapi bukankah ular putih juga mengalami luka yang tidak kecil.


Jadi sekarang dukun ini juga ingin mencoba ilmu pada si ular putih. Jika ada sesuatu yang terjadi pada ular putih ini artinya Liza juga berkontribusi dalam hal itu.


Liza benar-benar tidak menginginkannya sama sekali. ular putih tidak pernah mengganggu orang tapi kenapa orang malah ingin mengganggunya.


Inilah yang membuat Liza semakin benci melihat pandi dan juga membenci pak itam sebagai orang yang berniat buruk.


Ditanya oleh pak itam tentu saja Pandi menjawab.Menurutnya jawaban ini mungkin memberi efek tertentu pada penyelidikan.


"sebenarnya begini pak itam saya sudah merasa Liza ini aneh sejak tiba di desa. Keanehan ini dimulai sejak pertama kali kami melewati rumah tua itu. Liza jadi suka marah-marah dan kami sering bertengkar padahal tidak ada alasan sama sekali"kenang pandi yang langsung di anggukkan oleh kedua orang tua Liza.


"apa maksud kamu aku itu aneh kamu jangan bicara yang bukan-bukan ya"kata lisa yang tambah geram dengan pernyataan pandi yang menurutnya tidak bertanggung jawab ini.


Di mana yang aneh, kenapa doa tidak tahu.


"Liza diam kamu .Pak itam itu belum nanya kamu. jadi belum giliranmu untuk menjawab" kata Arnold yang membuat liza kecut.


mau tidak mau Lisa membungkam mulutnya sendiri.


"singkatnya tadi malam itu kami bertengkar juga tidak tahu kenapa jadi pagi ini aku berniat ingin menebus pertengkaran itu dengan mengajaknya jalan-jalan. tiba-tiba di jalan kami bertengkar lagi pak itam. di situlah Liza pengen minta diturunkan ke rumah tua itu. tentu saja aku menolaknya tapi entah bagaimana tiba-tiba saja mobil sudah berhenti di sana"


jawaban di panjang lebar. di sana dia juga menceritakan kejanggalan yang dia lihat . mengenai wajah dan perubahan wajah dan suara Liza yang membuat dirinya ketar-ketir.


dini dan Arnold tercengang melihat mendengar pengakuan langsung dari pandi bagaimana mungkin Liza bisa berubah seperti yang dia katakan.


putrinya adalah putri yang normal tidak mungkin kemasukan hanya karena dia lewat.


yang lebih marah di sini tentu sajalah Liza yang saat ini seperti diadili tanpa salah apapun.


"pandi kamu kurang ajar sekali ya, jelaskan itu kau yang membuat aku kesal sudah kubilang pergi kalau kamu takut. Kau saja yang ingin tetap tinggal emangnya ada yang memaksamu?"tanya Liza yang marah sehingga dia berdiri dan berkacak pinggang.


Liza juga menunjukkan jarinya ke arah pandi dengan sikap yang arogan.


Tapi perilaku ini dilihat dan diamati oleh pak itam sendiri.


"jadi wajahnya saat itu berubah begitu?'tanya pak itam yang sepertinya sedang memancing suasana.


"iya pak tidak tahu ada angin dari mana, tiba-tiba rambut Liza terbang kayak di televisi dalam cerita horor. Selain rambut yang terbang menyeramkan, matanya juga memerah bahkan cara dia tersenyum itu bikin bulu kuduk ku merinding" kata pandi dengan serius.


Pandangan mata lisa yang seolah-olah mencoba untuk mencegah dia tidak berbicara lebih lanjut.Tapi pandi menelan ludah nya dan berbicara lagi.


"ketika dia berbicara seolah-olah itu bukan suara Liza pak, jadi apakah pak item percaya sama aku?" tanya pandi yang takut salah sebut.


"tentu saja aku percaya kenapa tidak?"Pak itam tiba-tiba mengalihkan pandangannya pada Liza yang saat ini sedang berkacak pinggang.


Dia berkata beberapa hal kotor .Hanya saja tidak ada yang menanggapi serius tentang apa yang diucapkan oleh gadis itu.


"ini tidak benar pandi ini berbohong.Dia laki-laki pengecut tapi pura-pura berani. Ada apa dengan rumah tua itu ?kalian bisa lihat kan aku ini tidak kekurangan satu apapun .Jadi jangan dibohongi sama laki-laki pengecut ini dan juga pak tua yang tidak tahu apa-apa ini.


Bodoh jika mama dan papa mengakui kata-kata mereka"ucap Liza lagi dengan geram karena tidak ada yang menganggap dia sedang berbicara saat ini.


"apakah menurut kalian aku ini patung "kata liza lagi dengan marahnya.


"Lisa tenang dulu sayang kan pertanyaannya Masih pada pandi nanti baru giliran kamu untuk menjawab oke nak?" kata dini yang mencoba menenangkan Putri satu-satunya itu.


Menanggapi itu pada akhirnya Liza bisa tenang lagi tapi pandangannya masih penuh kebencian pada pandi dan pak itam.


Liza sama sekali tidak habis pikir apa sebenarnya yang menginspirasikan kedua orang itu dalam menghancurkan siluman ular putih.


Sebenarnya apa yang dilakukan ular putih sehingga penduduk desa ini menyimpan kebencian kepadanya.


Meskipun katanya ular putih itu masih sejenis selembut atau siluman tapi bukankah dia juga berhak untuk hidup tenang.


Pandi kau jahat.

__ADS_1


__ADS_2