
Karena sudah tidur beberapa jam pada akhirnya rasa lelah yang dialami oleh Liza sudah agak mendingan.
Jadi Liza bangun pagi-pagi sekali dan dia berniat untuk lari pagi seperti yang sering dia lakukan.
suasana desa yang masih asri , udara nya juga sangat bersih dan jauh dari polusi.Liza berlari kecil di sekitar rumah nya
Dia takut untuk pergi jauh karena belum tahu apa apa tentang desa tarun. Jadi di sini dia hanya berputar putar di sekitar rumah nya saja.
Setelah berlarian beberapa waktu pada akhirnya Reza berhenti dan duduk di kursi yang tidak jauh dari bawah pohon besar.
Karena lari pagi Liza berkeringat dengan deras. Suasana di pedesaan dan matahari yang baru terbit menambah keindahan desa yang membuat Liza betah berlama-lama duduk di bawah pohon.
Tiba-tiba ujung matanya menangkap seseorang yang sedang memotong dan membersihkan bunga.
Tiba-tiba saja dia teringat apa yang dikatakan oleh pandi. tanpa terburu-buru Liza berjalan ke arah pria setengah baya itu.
"Halo selamat pagi?"sapanya pada pria itu. pria tua setengah baya itu mengangkat kepalanya dan tersenyum dengan giginya yang ompong.
"Nona eh Liza hehehe Selamat pagi juga?" jawabnya dengan gugup.
"jangan takut saya hanya ingin bertanya, kira-kira siapa ya yang bekerja di sini yang bernama pak din?"tanya Liza terus terang.
"kebetulan sekali non, saya pak Din emangnya non liza mau cari apa sama saya?" katanya yang langsung berdiri.
Dia juga bingung apa apakah Nona yang baru sampai ini memerlukan sesuatu sehingga bertanya tentang dia.
"nggak apa-apa pak Din rileks aja jangan gugup begitu. maaf ya pak Din kalau saya mengganggu?"jujur liza merasa tidak nyaman mengganggu pekerjaan orang mungkin mereka kelelahan atau perlu menghabiskan pekerjaan agar bisa pergi untuk mengerjakan urusan yang lain
"hehehe tidak apa-apa non ini biasa kok hanya pekerjaan ringan saja,kok non "katanya yang tertawa malu.
"pak Din sebenarnya saya ada sedikit pertanyaan tidak tahu apakah pak Din bersedia menjawabnya atau tidak"kata Liza lagi.
"oh hanya bertanya apa salahnya kalau bisa dijawab ya saya jawab non" kata pak Din.
"pak Din tadi malam pak Din mendengar sesuatu atau tidak, seperti bunyi musik misalnya?" tanya Liza secara langsung.
"suara musik? maksudnya non?" kata pak Din yang balas bertanya. jelas pak Din tidak mendengar suara apapun baik itu suara musik atau suara jangkrik sekalian.
"maksud Liza Hem.. tadi malam aku mendengar sesuatu yang ganjil sekitar jam 02.00 gitu seperti ada bunyi musik. jadi kupikir ada penduduk yang sedang hajatan gitu pak din?"
__ADS_1
"jam dua? maaf ya non tapi jam segitu pak Din sudah tidur lagi pula tidak ada penduduk yang sedang menangkap hajatan. mungkin non nya saja yang salah dengar?" jawab Pak din bingung.
"Ooh mungkin ya pak Din saya aja yang salah"kata lisa yang memaksakan senyumnya. pak Din juga tersenyum dan menggarukkan kepalanya yang tidak gatal
"emangnya suara musik macam apa yang non dengar suara dangdut jaipongan atau disco?"tanya pak Din sembarangan tapi dia benar-benar penasaran tentang bunyi yang dikatakan oleh Nona Liza.
"aku juga tidak tahu musik jenis apa tapi sepertinya suaranya cukup bagus, atau memang hanya pendengaranku saja ya pak
ah jadi lupakan sajalah" kata Liza agak malu.
tapi hatinya semakin penasaran saja jelas dia mendengar ada suara musik di tengah malam tapi kenapa pak Din mengatakan dia sama sekali tidak mendengar suara itu apakah pak Din mencoba menipu atau membodohinya.
Tapi dia akan mencari tahu dengan pandi atau kedua orang tuanya nanti.
pria tua itu segera menyibukkan dirinya lagi dengan memangkas bunga-bunga dan membersihkan rumput di sekitar rumah.
Sementara itu Lisa memperhatikan pekerjaannya yang membuat pak din sedikit waspada.
"pak Din sudah lama tinggal di desa ini ya?"tanya Liza lagi
"Ohh apa non, hehehe ?"
"enggak Liza tuh cuma nanya. pak Din itu sudah lama tinggal di sini atau memang orang asli di desa ini pak?" tanya Liza yang mengalihkan pembicaraan .
"hahaha iya naon saya itu orang asli di sini lahir di sini dan menikah juga di sini sekarang juga anak-anak saya besar di sini"jelas pak Din panjang lebar.
"oh gitu. kalau pak Din udah lama di sini tentu pak Din tahu tentang bangunan tua itu kan?" tanya Liza pelan.
"eh bangunan mana yang non maksudkan di sini banyak bangunan lho non"jawab pak Din yang masih saja bekerja dengan tangannya yang lincah.
"gimana bilangnya ya, tapi kata pandi rumah tua yang angker"
Pak Din bangkit dari duduknya dan memandang ke segala arah.
"maksudnya bangunan tua yang itu kah ?"katanya sambil menunjuk ke arah bangunan tua. Tentu saja liza mengangguk dengan cepat.
"pak Din tidak tahu benar tentang ceritanya non. tapi pak Din dengar dari orang tua dulu-dulu , bangunan itu sudah lama berdiri tapi tidak tahu siapa yang punya non" Kata nya seperti berbisik-bisik.
"jadi tidak seorang pun tahu siapa pemilik rumah tua itu begitu maksudnya pak Din?"tanya Liza dengan heran. rumah antik tentu saja ada pemiliknya entah dari dulu atau sekarang.
__ADS_1
Tapi menurut pak Din lagi,bahkan pemerintah setempat pun tidak tahu siapa pemiliknya , meskipun begitu tidak ada yang berani mengganggu gugat rumah itu.
Jangankan berpikir untuk mengambil alih kepemilikan rumah itu,menarik satu batang paku pun dari rumah itu tidak dibenarkan sama sekali jika tidak mau sakit.
Kata pak din,hal ini memang aneh tapi sudah ada sejak dulu. Jadi tidak ada yang mau melanggarnya sama sekali.
"dari perkiraan orang-orang pintar, rumah itu memang sudah berdiri di sana selama berabad-abad. Karena beberapa hal tidak ada yang berani ke sana sejauh ini .katanya sih seseorang akan dapat penyakit jika nekat ke sana. Menurut orang pintar ada penunggu besar di sana jadi menurut saya non, jangan coba-coba mikirin untuk ke sana ya, itu angker dan akan bawa penyakit"pesan pak Din panjang lebar.
Orang muda zaman sekarang semuanya nekat nekat . Tidak tahu baik dan buruk hanya menurutkan kata hati saja. Sebab itulah pak Din berusaha menasehati liza agar tidak berpikiran macam-macam pada rumah tua tersebut.
"pak pak Din ini aneh ,zaman sudah modern tapi masih mikirin masalah mistik, diselidikin dulu jangan asal tebak" kata Liza.
Sebagai seseorang yang lahir di abad 21,liza sama sekali tidak percaya dengan sesuatu yang berlatar belakang gaib.
Segala sesuatu yang terjadi tentu saja akan ada penjelasannya jika diteliti secara ilmiah.
"tapi nona dulu pernah ada 3 orang kota yang datang ke desa ini mereka ingin menyelidiki tentang rumah tua itu tapi ketiga-tiganya tidak pernah kembali sampai sekarang dan itu menambah keyakinan orang tentang keangkeran rumah itu" terang oak din
"pak din kalau bercanda boleh juga. masa orang sebesar itu bisa hilang. Mungkin mereka pulang tidak kasih kabar lebih dahulu pak"kata liza yang langsung membantah.Dia tersenyum dengan mulut di tutup.Tapi di mata oak din senyum liza adalah senyum yang mengejek nya.
"nggak tahu juga kali neng tapi satu desa mencari kemana-mana. sampai-sampai kami pernah memanggil tabib dan juga dukun ke sana untuk mencari ketiganya.
Namun semuanya gagal total dan mereka sama sekali tidak ditemukan sampai sekarang"kata pak Din lagi yang mulai kesal
kenapa Nona yang baru tiba ini benar-benar ingin membantah kata-katanya.Jelas dia baru datang dan tidak tahu apa-apa tentang desa ini.Sekarang berlagak pintar pula.
"anak-anak zaman sekarang sok tahu"pikir pak Din yang mulai kesal sendiri.
"emang menurut dukun Ada apa di dalam rumah itu ?"
"kurang tahu juga sih tapi kata orang yang memang ada hadir pada waktu itu menurut dukun ada penunggu di bangunan itu itulah yang menjadikan bangunan itu angker sampai sekarang.
"penunggu macam apa itu ,apa mirip gondoruwo atau legenda leak pak Din?" tanya Liza dengan wajah mengkerut.
"bukan non,katanya sih ada ular putih"bisik pak Din pelan.Sepertinya pak din takut pembicaraan ini di dengar orang lain.
"ah ular putih?" ulang Liza lagi, mendengar nya saja dia tidak percaya dengan cerita itu.
legenda ular putih ada di Cina bukan di Indonesia. Apa mungkin siluman ular putih yang ada di Cina juga mampir ke Indonesia dan meninggalkan keturunannya di sini.
__ADS_1
Secara tidak sadar Liza tertawa sendiri di dalam hatinya. jangan-jangan setelah ini akan ada ular hijau saudari perempuannya si ular putih.
Hahaha