
kabar tentang ratu yang akan melahirkan segera terhembus di dunia siluman ular putih.
Seharusnya ini tidak akan dimulai sekarang tapi karena keadaan darurat tiba-tiba istana menjadi gempar.
Mungkin cangkang telur merasa sesuatu yang tidak bagus jadi dia sedikit bergetar dan memiliki tanda-tanda ingin menetas.
"tuanku ini tidak baik, apa yang harus kita lakukan sekarang?"kata abizar.
Mereka sudah mengantisipasi ini tapi baru dalam rangka bersiap-siap. tapi persiapan baru 10%, sekarang kondisinya sudah mendesak seperti ini.
Rencana pak hitam tidak boleh berhasil, tapi istana ini juga akan terkena imbasnya.
ketika ular kecil baru menetas dia masih lemah dan membutuhkan tenaga tambahan. biasanya ular kecil yang baru menetas sudah boleh dikasih makan agar mendapatkan protein. mungkin mirip seperti hadiah atas kelahirannya sendiri.
Tapi karena dia adalah calon penguasa karena itu begitu keluar dari cangkangnya bukan makanan tapi 50 tahun kehidupan sang raja lah makanan itu.
Ibu dan ayah masing-masing 50 tahun yang artinya dia perlu 100 tahun kehidupan demi melewati waktu untuk menjadi siluman ular putih sepenuhnya.
Pada saat ini ratu sama sekali tidak bisa memberikan 50 tahun kehidupan itu. pertama karena dirinya manusia yang bahkan belum mencapai 50 tahun kehidupan. Yang kedua dia tidak bisa berada di tempat ini karena dalam proses melahirkan yang tentu saja sangat menyakitkan sekali.
karena itu 100 tahun kehidupan ini hanya bisa diberikan langsung oleh sang raja siluman ular putih sendirian.
Tapi sekarang ratu dalam kondisi berbahaya dan juga memerlukan pertolongan. Cangkang ular kecil sedang menunggu kehidupan dari raja tapi calon bayi yang lain juga menunggu kehadirannya untuk memberikan uluran tangan.
"Abizar biar aku akan tetap di sini menunggunya menetas. lakukan tugasmu dan terus lindungi ratu di sana pastikan rencana pak hitam tidak berhasil"kata raja yang menarik nafas panjang ini adalah keputusan yang sulit tapi dia harus bisa membagi perhatian dan fokus pada satu titik.
Dia tidak bisa pergi menolong ratu dan calon anak tapi dia bisa mengirim Abizar dan prajurit lain untuk itu.
Abizar cepat mengerti apa yang dikatakan oleh rajanya dia langsung setuju dan bergegas pergi. begitu melewati pintu gerbang sosok tubuhnya yang tinggi besar berubah menjadi seekor ular kecil.
Ular ini melata dengan cepat kesatu tempat tentu saja itu adalah rumah di mana Liza saat ini sedang mengalami kesakitan.
Bersama abidzar dalam sosok ular ada juga beberapa ekor ular lagi yang ikut serta hanya saja mereka tidak mengikuti jalur yang sama.
Jangan mengejutkan musuh dengan menampakkan diri itu jelas.
Tidak berapa lama kemudian mereka akhirnya tiba. satu persatu ular kecil ini merayap naik ke lantai 2 di mana biasanya Liza berada di sana.
Tapi ..
sttt...
suara decisan ular yang turun ke kamar itu tiba-tiba berhenti. satu ekor dua ekor 3 ekor.
satu persatu berhasil naik tapi mereka menghilang bahkan bau nafasnya juga tidak ada.
abidzar tidak mengerti tapi dia berusaha naik hanya saja tidak masuk ke dalam.Di balik kisi kisi dia melihat tubuh tubuh ular yang tadinya berusaha naik sebenarnya sudah pun menjadi bangkai.
Tidak ada lantai di sini melainkan hanyalah ranting duri dari tujuh bunga yang berduri.
"sialan rupanya kita sudah di jebak"kata abizar dengan kesal.
dia melirik sebentar ke arah tubuh-tubuh yang sudah kaku itu. tapi segera melilitkan tubuhnya lagi untuk turun dengan cepat. emang begitu tidak bisa turun begitu mudah karena duri-duri bunga juga ditancapkan di dinding.
Dari sini aja dua ular sudah menjadi korban. rupanya pak item benar-benar berniat untuk menghalangi mereka.
"kalian semua carilah jalan lain Aku tidak percaya jika rumah ini tidak memiliki tikus"katanya melalui telepati pada prajurit yang lainnya.
Rupanya mereka menganggap remeh pak hitam .walaupun ilmunya tidak seberapa tapi pengetahuannya itu bisa membahayakan para prajuritnya.
Sementara kamar bawah, Liza masih berusaha untuk kuat.Pandi dipanggil masuk untuk membantunya. Dini juga ingin membantu tapi dirinya terlanjur menggigil duluan sehingga tidak sanggup untuk menemani sang Putri dalam proses ini.
"sedikit lagi kau harus kuat Hem sayang"kata Pandi yang menggenggam tangan Lisa dengan erat.
Sampai saat ini pun dia masih berpikir jika bayi yang akan dilahirkan ini adalah miliknya. Jadi dia harus memperhatikan proses ini dengan seksama tanpa kekurangan apapun.
"Hah kepalanya sudah mulai kelihatan, ayo dorong"kata bidan desa.
__ADS_1
Liza sekarang sedang berkeringat ah tapi dia tidak memperdulikan apapun yang penting bayi ini selamat dilahirkan.
Bayi bukti cintanya dan raja.
Bayi hasil dari hubungan dua dunia.
"Uhh..uh..uh...
"Oeee... oeee..
Suara tangis bayi segera lemes sekaligus bahagia. Bidan desa tidak berhenti sampai di sana dia langsung membantu Liza mengeluarkan ari ari nya. tidak sampai 5 menit proses itu pun selesai. Segumpal daging merah yang menjijikkan berhasil dikeluarkan dari perut.
Efek kehabisan darah Liza langsung tidak sadarkan diri setelah itu.
Para ular yang mendengar suara tangis bayi itu bergegas mencoba masuk tetapi sayang mereka tidak bisa. ditemukan ada lubang tikus tapi semuanya sudah diisi dengan duri-duri bunga. Dengan begitu tidak ada jalan untuk mereka bisa masuk selain dari pintu depan.
selagi bidan desa mengulik perut Liza untuk mengeluarkan ari-arinya, sebenarnya Pandi sedang melakukan sesuatu berkat ajaran dari pak Itam.
Dia mengambil 1 kg gula dan 1 kg garam. campur bersama dan baluri bayi dengan itu. Aroma bayi akan hilang dan tidak akan bisa diendus lagi oleh siluman ular.
Setelah ari-arinya keluar dia juga melakukan hal yang sama.
selesai melakukannya baru kemudian dia keluar dan menemui dini untuk memberikan kabar baik.
"Mama Liza sudah selamat melahirkan, kami punya putri yang cantik dan gemuk"kata pandi dengan wajah senang.
"Syukur lah, Pandi. Mama mau masuk melihatnya"untuk masuk ke dalam kamar persalinan.
Tapi Pandi buru-buru menahannya dengan berkata" jangan dulu mah bersabarlah, kata bidan desa bayi harus dimandikan dibersihkan terlebih dahulu baru bisa melihat orang. ada beberapa mantra yang perlu dia baca untuk menghindari butuhkan dari siluman ular putih itu. jangan khawatir ini adalah proses terakhir setelah itu tidak akan ada hal-hal buruk lagi di masa mendatang"
sebenarnya gini sama sekali tidak menaruh hati lagi dengan perlakuan pak hitam tapi saat ini dia tidak bisa mencampurinya yang penting Sekarang putrinya baik-baik saja dan dia sudah memiliki seorang cucu perempuan yang cantik.
Kata Pandi liza juga harus dibersihkan dulu dari semua darah yang ada agar siluman ular tidak mencium aromanya. karena itu butuh beberapa waktu sebelum Dini bisa masuk untuk melihat.
Pandi juga pergi ke belakang untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. tubuhnya juga beraroma darah sehingga itu tidak bagus.
selesai membersihkan diri pada akhirnya Pandi duduk lagi namun anehnya pintu tidak pernah terbuka sama sekali padahal ini lebih dari satu jam
1 jam sebenarnya sudah cukup untuk bidan desa membersihkan liza dan anaknya.
tapi...
"Mama kenapa bayiku tidak ada suaranya?"tanya Pandi dengan nada heran.
dini yang bahagia sama sekali tidak pernah berpikir begitu dia hanya duduk di sini dan menunggu panggilan dari sang bidan saja tapi jika dipikir lagi sejak Fandi pergi ke belakang untuk mandi dia benar-benar tidak mendengar suara bayi itu lagi.
tapi entah kenapa baru sadar saat ini.
Seperti mendapatkan firasat buruk keduanya langsung pergi ke kamar dan membuka pintu tanpa izin.
Betapa terkejutnya Dini ketika melihat putrinya masih terbaring lemah dengan darah yang keluar terus menerus dari inti nya. Dia bukan saja tidak berganti pakaian bahkan dibiarkan pingsan dengan cara sedemikian.
Bidan desa juga berbaring di sisi dengan mata yang mendelik ke atas.
Mati.
Wanita tua itu entah bagaimana mati dengan cara yang mengenaskan.
Tidak ada bayi di sana bahkan tidak ada ari-ari bayinya juga.
Dini yang terkejut langsung menghampiri Liza dan berteriak mengguncang tubuhnya dengan keras.
Tapi Liza bahkan tidak menjawabnya sedikit.
"sayang sayang bangun nak ,Astaga ada apa denganmu? pandi cepat telepon rumah sakit dia harus dibawa rumah sakit Pandi. banyak begitu banyak darah yang keluar"teriak dini dengan keras.
Apa yang ditakutkannya sebenarnya sudah terjadi putrinya yang Malang saat ini sedang bersimbah darah dan anak yang sudah dia lahirkan tidak ada di sini sama sekali.
__ADS_1
Tapi cucu yang baru lahir itu tidak menjadi pikirannya. Yang dia inginkan saat ini adalah bagaimana putrinya ini cepat sadar dan tidak kekurangan apapun.
Jika ada sesuatu yang terjadi pada dirinya maka dini tidak ingin hidup lagi.
Pandi tercengang dan tidak bergerak. namun pada detik berikutnya dia sadar dan bergegas mengambil Liza yang bersimbah darah .
"Ayo Mama kita langsung saja ke rumah sakit"kata Pandi yang sedang terburu-buru.
Dini mengangguk dengan cepat dan mengikuti langkah padi dari belakang sementara itu para pembantu juga terkejut karena kondisi Lisa yang sangat memprihatinkan seseorang datang mengambil kain dan menutup tubuhnya yang telanjang di bagian bawah.
Darah itu menetes terus-menerus tanpa henti. Bau amis juga menyebar dengan cepat.
Pembantu tidak lupa melempar tas kecil yang sewaktu-waktu akan diperlukan nanti ada telepon dan surat-menyurat di dalamnya
Tanpa ada aba-aba Pandi langsung starter mobil dan berlari kencang ke kota.
Dini memangku Liza dan menangis di dalam mobil dia menyalahkan dirinya sendiri seharusnya tidak begitu saja percaya kepada bidan desa yang masih amatiran seperti itu.
"Cepat Pandi...
Pembantu di rumah juga berinisiatif untuk menelpon Arnold dan mengabari kecelakaan ini. Arnold yang sedang dalam perjalanan tiba-tiba menyesali tindakannya percaya begitu saja dengan pak Itam.
Tapi nasi sudah menjadi bubur dia sekarang melaju dengan cepat dan berharap putrinya baik-baik saja tujuannya saat ini bukan lagi ke desa melainkan ke rumah sakit kota kecil.
di saat yang sama para pembantu di rumah tidak ada yang mengarahkan tapi mereka segera membersihkan area persalinan. Baru pada saat itu mereka menyadari ada seekor ular yang tergeletak kaku menjadi bangkai.
walaupun aneh tapi semua orang berspekulasi hal ini akan dilaporkan nanti pada majikan.
Arnold juga melaporkan masalah ini langsung kepada kepolisian .Dia tidak ingin dikatakan sebagai pembunuh karena bidan desa itu ditemukan mati ketika membantu kelahiran putrinya.
"Ya pak saja lagi diperjalanan pak,Hem oke ...
Arnold menutup teleponnya dan dia tidak bisa tidak mengucapkan air mata yang hendak turun dia adalah laki-laki tapi laki-laki pun tidak tahan melihat penderitaan Putri tersayangnya.
Andai saja dia menolak untuk membiarkan sang Putri melahirkan di rumah .Tapi langsung mengalihkannya ke rumah sakit mungkin masalah ini tidak akan terjadi.
Perlu beberapa jam sebelum arnold tiba rumah sakit.
Di sana Liza sedang melakukan transfusi darah dan masih pingsan tidak sadarkan diri akibat kehabisan darah.
dini yang menangis tiba-tiba melihat anak datang. dia berlarian dan memeluk suaminya itu. Dengan gugup dia langsung menceritakan jika hari ini adalah hari naas.
"Pah lihat Lisa pah, kondisinya menakutkan pah.huhuhu papa cucu kita hilang dia perempuan kata Gimana kalau Liza sadar tapi bayinya nggak ada pah pasti dia akan terpukul banget? gimana ini pah?"
Cucu mereka yang baru dilahirkan juga tidak ada di tempat, pembantu juga menemukan mayat ular di kamar kelahiran itu. ada juga beberapa ular pada dinding dan kamar di lantai atas.
Dalam tangisnya Dini menceritakan segala sesuatu yang dilaporkan oleh pembantunya barusan. penemuan beberapa bangkai ular di lantai atas dinding bahkan lubang tikus sekalipun. ada begitu banyak ular di hari Liza melahirkan.
Arnold yang semula marah karena dibingungkan oleh pak Itam tiba-tiba tercengang dan berpikir pak hitam tidak berbohong.
Kalau begitu Liza memang benar-benar sedang menjadi target dari para siluman itu.
Artinya cucu mereka adalah target yang sebenarnya bukanlah Liza. Memikirkan itu Arnold jadi kecewa dengan dirinya sendiri jika tahu seperti itu dia tidak akan buru-buru menikahkan Liza yang pada akhirnya membuat putrinya itu bunting.
Jika Liza tidak menikah maka dia tidak akan pernah hamil bukan.
Tapi bukankah ini juga artinya pak hitam sudah tahu lebih awal tapi menyembunyikan malah mendorong putrinya menikah lebih cepat dari yang seharusnya.
Pak Itam sesuai dengan namanya memang memiliki hati yang hitam.
"Mama yang sabar kita harus tegar mah jangan khawatir, pasti akan mendapat bantuan tadi papa sudah melaporkan masalah ini juga pada polisi"ujar nya.
Dini tidak kuasa menjawab karena dia lebih memikirkan kondisi Lisa. dulu dia sempat hamil tapi tidak ada anak yang bisa dilihatnya. Sekarang bisa dirasakan bagaimana sedihnya liza seandainya dia sadar tapi anaknya tidak ada.
"Pandi?di mana dia mah. bukankah dia seharusnya di sini menemani istrinya?" tanya arnold.
"Dia pergi mencari anak itu, jalan satu-satunya adalah bertanya kenapa hitam. siapa tahu pak itam memiliki jawabannya" kata Dini dengan cemberut.
__ADS_1
Pak itam lagi.