Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
62


__ADS_3

Setelah semua orang pergi dari lokasi pesta sekarang hanya ada Liza keluarga Liza dan keluarga Pandi saja


Arnold dan dini melarang besannya itu untuk kembali lebih awal paling tidak mereka bisa berbicara tentang beberapa hal lagi dan juga membuka kado yang mereka terima hari ini.


Arnold paling terkesan dan ingin tahu hadiah apa yang diberikan raja pada hari ulang tahun putrinya kali ini .Mereka katanya sudah berteman lama dan memiliki hubungan bisnis yang berkepanjangan jadi mungkin Liza mendapat sesuatu seperti berlian juga.


"Mah pah, kenapa kita tidak buka kadonya besok aja hari ini aku capek banget kalaupun aku tidur hari ini mungkin nggak akan bangun sampai besok pagi"kata Liza dengan menguap.


"Sayang ku, sebentar lagi kenapa Hem.Apa kamu segitu ngantuk nya ya"bisik pandi dengan pandangan nanar.


Hari ini Liza terlihat begitu cantik bahkan lebih cantik dibanding hari-hari biasanya. Pandi sempat pangling dan bangga karena Liza sudah menjadi istrinya saat ini jika tidak dia harus menahan rasa cemburunya sepanjang malam.


Berpikir tentang cemburu Pandi menyadari itu adalah sesuatu yang salah. siapa yang menduga jika raja sebenarnya juga memiliki pasangannya sendiri.


Jadi antara Liza dan raja tidak mungkin bisa bersama-sama. Tapi entah kenapa rasa cemburu itu tidak bisa ditekan setiap kali mengingat kedekatan istrinya dan raja.


Rasa cemburu dan ketertarikan dengan kecantikan Liza membuat Pandi berpikir dia akan menghabiskan malam yang hangat lagi bersamanya.


Tapi jika Liza buru-buru tidur bukan tidak mungkin rencananya gagal total.


"Pandi kalau kalian ingin buka kado lakukan saja tanpa aku aku benar-benar kantuk nggak bisa ditahan lagi.Dan Hem malam ini kamu jangan ganggu aku ya"kata Liza dengan berbisik.


Bodoh kalau dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh pria ini.


Memang bukan Liza yang melayani Pandi secara pribadi tapi setiap kali Pandi menginginkannya. Liza harus segera bersembunyi agar tidak ketahuan.


Terkadang di kamar mandi, terkadang di bawah ranjang ada juga beberapa kali di dalam lemari.


Semua itu melelahkan jika diingat lagi.


kali ini Liza benar-benar kelelahan dan ingin tidur semalaman tanpa gangguan sedikitpun. jadi dia tidak bercanda dengan itu.


"Bibi tolong buatkan kopi untuk nona Liza ya biar dia nggak mudah ngantuk"pesan pandi pada wanita tua yang masih setia menunggu perintah.


Wanita tua itu pergi ke belakang dan beberapa menit kemudian datang lagi dengan seorang gadis muda membawa sebaki minuman dan makanan ringan.


"nih minum kopi dulu biar matamu melek Hem"bujuk pandi.


Pandi menikah hampir 3 bulan tentu saja mengetahui jika liza memiliki kebiasaan minum kopi ataupun teh. Yang penting itu adalah hal-hal manis, semakin manis maka Liza akan semakin suka.


itu memang benar tapi malam ini...


Huek....


Liza yang baru saja memegang gelas untuk minum tiba-tiba saja merasa mual ketika mencium aroma kopi. Tanpa bisa ditahan liza muntah di tempat.


"sayang,ahh mas....


sebagai Putri satu-satunya, dini paling mengkhawatirkan Liza. walaupun hanya flu dia tetap akan merasa khawatir. tapi sekarang Liza muntah di depan banyak orang tanpa bisa ditahan.


Jangan jangan..


"Mah , Mama jangan khawatir dulu apa sebaiknya kita panggil dokter?"kata arnold juga bingung.


Tapi mama Pandi lebih tenang dari kedua orang tua Liza. dia menarik tangan Liza dan bertanya dengan hati-hati.


"Mama ingin tanya kapan halangan kamu tiba?"


"Ehh..


"Mbak, apa Mbak pikir Liza sedang mengisi ?"tanya dini yang tiba-tiba tercerahkan.


Liza adalah seorang istri sekarang jadi lumrah jika dirinya mengalami kondisi muntah dan mual seperti saat ini. Yang paling dipikirkan oleh mereka adalah liza yang mungkin sedang bunting.


"Mah aku tuh hanya kecapean masuk angin doang mah, kalian kok pikirnya macam-macam gini sih"kata Liza terkekeh kekeh.


Tapi di dalam hati dirinya takut apa memang dia sedang berbadan dua.Tapi itu bukan manusia jadi..


"Liza sayang kamu itu jangan bercanda dengan tubuhmu sendiri oke kamu bukan lagi anak perawan tapi adalah istri dari seseorang jadi biasalah kalau kamu itu hamil Mama juga pengen gendong cucu sih hahaha"Kat dini yang langsung ketawa kan oleh mama Pandi.

__ADS_1


Pandi juga menatap ke arah liza dan tiba-tiba matanya tertuju ke perut Liza yang masih datar itu.


Dipikirannya dia sudah bekerja keras selama 3 bulanan ini. Setiap kali kembali dari Denpasar dia pasti akan menabur benih tanpa merasa lelah sedikitpun.Jika pun liza sedang hamil itu adalah wajar .


Arnold dan ayahnya Pandi juga menyebut beberapa hal tentang kehamilan dan bayi membuat Liza segera memerah dan menundukkan kepalanya karena malu.


Tapi sebenarnya yang dia rasakan sekarang bukan malu melainkan khawatir.


Bagaimana jika dirinya benar-benar hamil dan yang di dalam perutnya ini bukanlah manusia melainkan....


Apa yang akan terjadi jika kedua orang tuanya dan keluarga Pandi menyadarinya.


Dia harus segera bertemu dengan raja dan membicarakan tentang masalah ini. selama ini Liza sama-sama sekali tidak kepikiran pencampuran antara manusia dan siluman itu benar-benar akan menghasilkan bayi.


Seperti apa bentuk bayi mereka nantinya. Apakah setengah ular dan setengah manusia.


Atau hanya ular saja.


Memikirkan seperti itu Liza sepertinya akan benar-benar menangis. Suatu hari dirinya akan meninggalkan dunia manusia dan kembali menjadi siluman ular putih. Tapi bagaimana dengan bayi yang akan dia lahirkan nanti.


Bagaimana dia akan hidup untuk menanggung beban ini.


Bayi ini akan menjadi aneh di dalam dua dunia sekaligus.Tidak bisa menjadi siluman tapi tidak bisa juga menjadi manusia.


Nasibnya akan menjadi tragis.


"Pandi sepertinya Liza memang kelelahan, bawalah dia ke atas untuk istirahat oke besok pagi kita akan membawanya ke kota untuk memeriksakan diri" kata Dini pada pandi.


"ya pan Liza mengatakan dia capek dan mengantuk mungkin itu bukan alasannya sendiri melainkan keinginan bayi yang meminta ibunya untuk istirahat hehehe"timpal Mama Pandi pula.


Pandi bukanlah anak mereka satu-satunya tapi jika Liza benar-benar hamil ini adalah anak Pandi yang pertama. mereka akan menghargai itu dan ikut bahagia jika Liza memang benar-benar dinyatakan hamil.


"Ehem ehem Pandi dengarkan papa oke papa nggak akan melarang kamu tapi untuk sementara waktu tahan dulu dan pikir demi kebaikan kalian bersama. apa kamu mengerti apa yang papa maksudkan?"kata ayahnya Pandi dengan mama mengatakan sesuatu yang ambigu.


Sebagai seorang laki-laki yang sudah menikah dan merasakan manisnya wanita, kenapa tadi tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh papanya ini.


Sejak tadi dia sudah menggantungkan hasratnya di atas ke ubun-ubun tapi sekarang harus menekannya lagi alih-alih mereguk kenikmatan.


Pandi tidak menjawab tapi mengangguk yang membuat ayahnya ini merasa nyaman dengan putra yang patuh ini.


Liza seperti mendapat angin segar ketika semua orang mengizinkan dia untuk pergi.Pandi juga dengan telaten menariknya dan berkata agar bergerak secara perlahan-lahan.


Pandi sangat berhati-hati seolah-olah Liza adalah sebuah porselen Cina rapuh yang akan pecah kapan saja.


Sungguh seorang suami yang sangat perhatian dan ayah yang siaga. Sayangnya Liza sama sekali tidak merasa kan perhatian ini.


Kasihan Pandi.


Setelah liza berbaring pandi menarik selimutnya sampai ke dada dan mengecup kening liza dengan tatapan penuh kasih dan sayang.


"sayang kamu istirahat dulu ya , Mama dan papa masih di bawah aku perlu ladenin mereka dulu" ujar pandi


"pergilah jangan khawatir karena aku aku hanya ingin tidur dan ingat jangan ganggu aku oke aku capek"keluh Liza lagi.


Pandi keluar dengan menutup pintu kamar tanpa menimbulkan suara sedikitpun. Benar-benar pria idaman yang akan digilai oleh banyak wanita dengan cara perlakuannya terhadap Liza.


Seharusnya Lisa tergerak dengan perlakuan Pandi ini.Tapi tidak, begitu pintu ditutup Liza segera melepaskan cincin nya yang segera merubah tampilan menjadi dia.


"Kau di sini dulu, aku tidak akan pulang sampai pagi. sekitar jam 05.00 keluar dan cari aku oke"


Gadis yang menyerupai Liza membungkukkan badannya sedikit tanpa ekspresi apapun di wajahnya.


Kali ini Liza nekat untuk pergi ke rumah tua itu malam-malam seperti ini. Dia ingin seseorang memeriksa tubuhnya apakah dalam kondisi hamil atau hanya demam saja.


Liza palsu membuka pintu jendela lebar lebar, segera saja Liza merangkak turun dengan susah payah nya.


Setelah Liza benar-benar berhasil turun baulah barulah Liza yang palsu menutup jendela kamar dan berbaring di atas ranjang.


Di sini dirinya hanya perlu tidur saja.

__ADS_1


Pandi dan orang lain tidak mengetahui jika saat ini Liza sudah berhasil kabur dengan sukses. mereka masih saja berbicara tentang rencana besok membawa Liza ke rumah sakit .


Ada juga beberapa hal yang perlu ditanyakan pada pak hitam. Tapi pak itam masih belum keluar dari semedinya saat ini sehingga dia sulit untuk dihubungi.


"jangan khawatir tentang itu pak itam akan keluar dari semedinya beberapa hari lagi"Kata pandi menerangkan.


"Itu bagus, aku khawatir akan ada efek samping dari dunia gaib kan.Liza sekarang sedang berat . apa sebaiknya kita pindah saja ke Denpasar. mari pergi menjauh dari desa ini dan tidak pernah kembali lagi"kata dini ragu.


sudah beberapa kali dia mengutarakan niatnya untuk pindah dari desa. dulu mereka pindah karena tidak memiliki pekerjaan alias terpaksa.


Sekarang Arnold berniat untuk membuka perusahaan sendiri mereka bisa memulainya di mana saja.


Jika Denpasar masih dekat mereka mungkin bisa pindah ke kota lain.Ini semua karena Liza, putri semata wayangnya.


"Tidak pak itam pernah mengatakan padaku, jika suatu saat Liza hamil dia juga perlu melakukan sesuatu. takutnya calon anak akan terkontaminasi dengan dunia gaib. mungkin dia juga memiliki bakat tertentu untuk membuka mata batin"


"Hah maksud nya apa pandi mengapa Mama tidak mengerti apa yang kau katakan?"


"dia sudah bersinggungan dengan dunia gaib sejak dari perut. tentu aja akan ada efek sampingnya. inilah yang akan ditekan oleh pak itam "terang Pandi sesuai yang yang diinstruksikan oleh pak itam sebelum ini.


Tapi pendi sama saya tidak menjelaskan yang terbaik adalah anak itu adalah seorang gadis.


Jika Liza bukan target yang sesungguhnya itu artinya calon bayi adalah target yang asli.


Bukan tidak mungkin siluman ular putih itu menargetkan Liza karena mereka sudah meramalkan ini sebelumnya. Liza adalah calon ibu yang cocok untuk tumbal yang selanjutnya.


Artinya siluman ular putih benar-benar sedang membesarkan tumbalnya sendirian dan itu dimulai dari sejak dalam perut.


Jika benar demikian pak itam harus maju terlebih dahulu dan mematikan langkah lawannya jika bisa dia akan melakukan gerakan skakmat.


Setidaknya itu yang dipikirkan oleh pak itam.


Sebenarnya adalah ide yang bagus tapi mereka semua salah menebak tidak ada satupun tebakan itu yang benar.


Saat ini Liza sudah pun tiba di bangunan tua itu. meskipun tidak memiliki akses ke dunia lain tapi Liza hanya perlu berkata.


"Aku pulang"


Sreet..


Pemandangan rumah tua yang angker tiba-tiba berubah secara signifikan. Dari yang jelek menjadi pemandangan yang spektakuler indahnya.Tapi di sini Liza datang bukan untuk menikmati pemandangan melainkan langsung menemui pemiliknya.


"ratu kenapa kau datang ke sini? apa ada sesuatu yang kau khawatirkan?"kata raja yang sedikit mengernitkan dahinya ketika melihat Lisa datang sembari berlari-larian.


Liza tidak lagi mengenang masa-masa manis, dia menabrakkan tubuhnya ke dalam pelukan raja.


Tanpa ada basa-basi di jalan langsung mengatakan tujuannya saat ini. raja yang mendengarnya pertama kali juga mengatupkan bibirnya dan kepalanya tiba-tiba pusing.


Hamil.


Hamil seekor bayi ular putih tentu saja ditunggu oleh dia dan rakyatnya . apapun yang di hari lahirkan oleh sang ratu akan menjadi penguasa dunia gaib ular putih tentunya. Ini adalah hal bagus dan tidak bisa dipungkiri raja akan sangat senang, karena ratu akan memberikan dia keturunan secara langsung.


Tapi saat ini raja sama sekali tidak pernah berpikir konsekuensinya jika itu dilahirkan dengan tubuh seorang manusia.


Bagaimana jika apa yang dipikirkan oleh ratu ular putih memang akan terjadi. Ini akan menjadi bencana bukan lagi sebuah anugerah.


"Huhuhu rajaku pikirkan bagaimana cara penyelesaiannya. aku ingin memberikan kau keturunan yang sempurna bukan keturunan yang cacat. tapi membuangnya begitu saja aku akan merasa sakit hati ini adalah tanda cinta kita yang pertama, aku huhuhu "


"Ratu, jangan khawatir dulu kau belum tentu hamil kan"kata raja lagi.


"Hem lambat laun akan hamil jika terus-terusan berhubungan seperti ini juga kan. Saat itu akan terlambat jadi...


"pengawal sebarkan berita hari ini kita akan mengadakan rapat darurat. tidak ada satupun menteri punggawa yang bisa melewatkannya"perintah raja langsung kepada pengawal yang selalu ada di sisinya.


Dalam sekejap mata pengawal itu pergi dan tidak meninggalkan jejak sama sekali.


Meskipun demikian liza masih menangis mengenangkan nasib tragis yang akan dialami oleh bayi.


Dia sangat takut seandainya...

__ADS_1


Huwaaaa


__ADS_2