Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
118


__ADS_3

Sementara itu di sebuah area yang tidak bisa di sebut kan.Joko dan Dewi di tarik masuk kedalam sebuah penjara besar.


Sebuah penjara untuk kasus narkoba internasional ini memiliki penampilan yang sangat serius dan keamanan yang ketat.


Bangunan penjara ini berdiri kokoh dengan dinding beton yang tebal dan tinggi. Gerbang besi besar menjadi pintu masuk utama, yang dijaga ketat oleh petugas keamanan. Penjara ini terletak di lokasi terpencil, jauh dari keramaian kota, memberikan tingkat isolasi dan keamanan yang diperlukan.


Setelah melewati gerbang, terdapat lapangan terbuka yang dikelilingi oleh pagar berduri tinggi. Lampu-lampu sorot yang terpasang di sekitar area penjara memberikan pencahayaan yang cukup di malam hari. Area ini terjaga ketat oleh petugas keamanan yang bersenjata.


Bangunan penjara memiliki arsitektur yang tegas dan fungsional. Terdapat beberapa lantai dengan sel-sel penjara yang tertata rapi di dalamnya. Sel-sel tersebut terbuat dari dinding beton yang kuat, dilengkapi dengan pintu besi yang kokoh dan jendela kecil dengan besi pengaman. Setiap sel dilengkapi dengan tempat tidur sederhana, toilet, dan meja kecil.


Koridor-koridor dalam penjara ini terang dan bersih, dengan terdapat pemantauan CCTV di setiap sudut untuk memantau aktivitas tahanan. Terdapat ruang kontrol yang dilengkapi dengan layar pemantauan dan sistem keamanan yang canggih.


Di bagian belakang penjara, terdapat area terbuka yang berfungsi sebagai tempat olahraga dan rekreasi untuk para tahanan. Terdapat lapangan bola basket, lapangan sepak bola kecil, dan beberapa area bersantai dengan bangku-bangku.


Penjara ini didesain untuk memberikan tingkat keamanan yang tinggi dan memastikan tahanan tetap terisolasi dari dunia luar. Seluruh area penjara diawasi ketat oleh petugas keamanan yang berpengalaman.


Dengan suasana yang tegang dan keamanan yang ketat, penjara ini menjadi tempat yang memadai untuk menahan para pelaku kejahatan narkoba internasional, memberikan efek jera dan menjaga keamanan masyarakat.


Kamar penjara khusus untuk Dewi, seorang wanita tahanan, dirancang dengan memperhatikan kebutuhan khususnya dan memberikan lingkungan yang aman dan terkendali.


Kamar penjara Dewi terletak di salah satu lantai penjara yang ditunjuk khusus untuk tahanan wanita. Kamar ini memiliki ukuran yang cukup luas untuk memberikan sedikit ruang gerak kepada Dewi. Meskipun terbatas, kamar ini dilengkapi dengan perlengkapan yang memadai.


Dinding kamar penjara terbuat dari beton yang kokoh, memberikan keamanan dan mengurangi kemungkinan kerusakan atau pelarian. Pintu kamar terbuat dari besi yang kuat, dilengkapi dengan kunci dan sistem penguncian yang aman.


Di dalam kamar terdapat tempat tidur yang sederhana namun nyaman, dengan kasur yang cukup tebal dan selimut. Terdapat juga lemari kecil untuk menyimpan barang-barang pribadi Dewi. Sebuah meja kecil dan kursi plastik tersedia di sudut kamar, memberikan tempat untuk menulis atau beraktivitas ringan.


Kamar penjara ini memiliki jendela kecil yang dilengkapi dengan besi pengaman, memungkinkan cahaya matahari dan ventilasi udara yang terbatas masuk ke dalam ruangan. Namun, pemandangan dari jendela tersebut terbatas hanya pada halaman penjara atau tembok lainnya.


Bagian kebersihan juga menjadi perhatian utama dalam kamar penjara ini. Terdapat wastafel kecil dengan air yang mengalir dan toilet yang terpisah dengan tirai atau partisi yang memberikan privasi kepada Dewi.


Dalam kamar penjara, terdapat pengawas yang melakukan pemantauan terus-menerus melalui CCTV dan melalui interkom, memastikan keamanan dan keselamatan Dewi serta menjaga ketertiban di dalam penjara.


Meskipun lingkungan penjara ini memiliki suasana yang terbatas dan terkendali, usaha telah dilakukan untuk memberikan sedikit kenyamanan dan privasi bagi Dewi dalam batasan yang ada.


Dewi duduk di tepi tempat tidurnya di dalam kamar penjara. Ekspresi kecemasan terpancar dari wajahnya. Ia merasa perlu mendapatkan bantuan hukum untuk menghadapi kasusnya. Ia memanggil salah satu pegawai penjara yang bertugas di kawasan wanita.


"Maaf, apakah saya bisa meminta bantuan Anda?"panggil Dewi dengan suara rendah.


perlakuan ini benar-benar berbeda dengan perlakuan yang diberikannya ketika dia masih berada di luar sana. di mana dulunya Dewi adalah penguasa keadaan tapi sekarang dia dia mengalami goncangan dalam hidupnya.


sehingga perlakuan yang diterima bahkan kata-kata ada yang dikeluarkan oleh Dewi juga tidak menyerupai dirinya yang dulu.


sekarang dia harus memohon pada penjaga sipir yang kebetulan lewat. Ini semua adalah gara-gara siluman itu.


"Awas aja jika satu hari aku keluar maka Kakak dunia siluman pasti akan aku obrak-abrik"pikir Dewi.


Pegawai Penjara yang dipanggil panggil datang dengan wajah tersenyum. biasanya orang-orang yang masuk ke dalam penjara model ini adalah orang yang memang bukan kasus biasa. mereka terkadang memiliki permintaan kecil tapi tipsnya itu mampu menyaingi gaji perbulannya sebagai sipir penjara.


" Tentu, apa yang bisa saya bantu?"kata sipir itu dengan penuh minat.


"Saya membutuhkan seorang pengacara pribadi. Saya ingin melibatkan seseorang yang bisa memberikan pendampingan hukum dalam kasus saya"Dewi juga meminta pena dan kertas agar alamat dan nama pengacara ini bisa ditelusuri oleh penjaga ini


Pegawai Penjara mengangguk " Saya mengerti kebutuhan Anda. Kami juga sudah memiliki daftar pengacara yang berpengalaman dan bekerja dengan tahanan di penjara kami. Saya akan segera mencarikan informasi dan mengatur pertemuan dengan seorang pengacara untuk Anda"

__ADS_1


"Terima kasih banyak. Saya sangat menghargainya"yang sebenarnya tidak lupa menulis sesuatu di sana sebagai bayaran untuk penjaga ini.


Pegawai Penjara tidak terkejut mendapatkan informasi pada kertas tapi dia berusaha membuat wajahnya sinetron mungkin karena menyadari ada CCTV yang memantau setiap kejadian .


"Tidak ada masalah. Ini bagian dari tanggung jawab kami untuk membantu para tahanan dalam proses hukum mereka. Saya akan segera melanjutkan pencarian dan memberitahukan Anda begitu saya menemukan pengacara yang sesuai"


"Baiklah, tolong beritahu saya secepatnya. Saya ingin segera memulai langkah-langkah hukum yang diperlukan"


Pegawai Penjara ini segera berkata lagi dengan nada sopan Padahal dia baru saja mendapatkan jackpot, lumayanlah untuk membeli perhiasan untuk orang rumah "Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menemukan pengacara yang tepat untuk Anda. Harap bersabar sejenak, dan saya akan memberitahukan perkembangannya secepat mungkin"


Dewi mengangguk, mengucapkan terima kasih, dan pegawai penjara tersebut meninggalkan ruangan untuk memenuhi permintaan Dewi. Dewi menarik nafas panjang, berharap bantuan hukum akan membantu meredakan kecemasannya dan memberikan arah yang lebih baik dalam menghadapi situasi yang sulit ini.


Sebenarnya Dewi tidak berharap banyak dengan bantuan dari penjaga penjara ini. Dia juga tahu jika hukuman untuk narkoba ini tidak kecil.


Tapi dia memiliki beberapa bawahan yang bisa melanggar aturan bernegara.


Meski sekecil apapun harapan, itu masih tetap sebuah harapan.


Dewi duduk sendirian di kamar penjara khusus untuk kasus narkoba internasional. Wajahnya penuh kegelisahan, dan pikirannya terpaku pada sesuatu yang lebih dari sekadar penjara fisik.


Ini bukanlah tentang penjara ini, bukan tentang betapa mengerikan dan terbatasnya ruang gerak di sini. Yang paling ditakutkan adalah ketidakhadiran tumbal yang seharusnya dipersembahkan.


Dia mengingat dengan jelas tradisi yang ada di dunia kejahatan narkoba. hukumannya memang tidak ringan tapi dia bisa mencari celah undang-undang dan kelemahan pegawai penjara ini dengan uang.


Tapi di mana dia harus mendapatkan tumbal yang setiap enam bulan sekali harus ada sebagai bentuk patuh nya Dewi dengan kekuatan ilmu hitam.


Dengan ilmu hitam ini Dewi bisa awet muda dan selalu mendapatkan keberuntungan.


"Apa yang akan terjadi jika kami tidak melaksanakan ritual itu? Apakah kekuatan yang melindungi kami akan menuntut balas? Apakah ini menjadi penyebab nasib buruk yang menimpa kami?"kata Dewi di dalam hatinya.


Dewi merasa gelisah dengan konsekuensi yang mungkin timbul akibat ketidakhadiran tumbal. Ia merenung dan berusaha mencari jalan keluar dari situasi yang sulit ini.


batin Dewi sekarang penuh dengan kekhawatiran dan perasaan yang tidak menentu. dia yakin jika dirinya akan melemah dan mungkin akan menerima konsekuensi karena tidak mendapatkan tumbal itu.


" Apakah ada cara untuk mengatasi ini? Bagaimana bisa kami memenuhi tuntutan kekuatan yang melindungi kami di tengah penjara ini? Aku harus mencari solusi, harus menemukan jalan untuk menenangkan hati nurani ini"


Dewi berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menyerah. Meskipun terkurung di dalam penjara, ia akan mencari cara untuk menyelesaikan masalah tumbal ini dan menjaga keselamatan dirinya.


Dengan Joko dia akan masa bodoh.


"Aku harus mencari cara, mencari jalan keluar dari situasi ini. Aku tidak akan membiarkan ketakutan mengendalikan hidupku. Aku akan menemukan cara untuk menghadapi konsekuensi dari ketidakhadiran tumbal ini, dan aku akan tetap kuat"


Dia pikir apakah bisa mencari celah di antara para penjaga sipil yang bisa dibayar dengan uang. saat ini hanya uang yang ada di sisinya selain itu tidak ada apa-apa lagi yang bisa dia lakukan.


Jika para penjaga sipir ini bisa dibayar untuk menghadirkan seorang pria perjaka. Maka masalah tumbal pasti akan diselesaikan di sini tapi dengan begitu banyak mata bisakah masalah ini sembunyikan.


Dewi mengambil nafas dalam-dalam, melepaskan kecemasan dan ketakutannya dengan harapan bahwa dia akan menemukan jalan yang tepat untuk mengatasi tantangan ini. Dalam hatinya, dia bertekad untuk melindungi dirinya sendiri.Dia akan mencoba mengatasi rasa takutnya, dan menemukan keseimbangan dalam dunia yang penuh dengan bahaya dan ketidakpastian ini.


Dewi menjalani kehidupan sehari-harinya di dalam penjara khusus narkoba internasional dengan berbagai pengalaman yang menantang. Di tengah lingkungan yang keras dan berbagai konflik antarnarapidana, ia berusaha tetap kuat dan mempertahankan integritasnya.


Saat pertama kali tiba di penjara, Dewi menghadapi tantangan dalam memperoleh penerimaan dari sesama narapidana. Beberapa wanita memandangnya sebagai musuh dan memperlakukannya dengan sikap skeptis dan penuh kecurigaan. Mereka mungkin merasa terancam oleh keberadaan Dewi atau merasa perlu untuk menegaskan kekuasaan mereka di dalam penjara.


Sebagai orang baru di penjara, Dewi akan menjadi sasaran bullying dan intimidasi. Beberapa wanita yang ingin menunjukkan dominasi atau mendapatkan keuntungan memanfaatkan kelemahan dan ketidakberdayaannya. Dewi sering diintimidasi secara verbal, diberi perlakuan kasar, atau diisolasi oleh kelompok tertentu.

__ADS_1


tapi ini bukanlah Dewi namanya di kiamat jika menyerah denganmu bullying model ini. Dia memiliki sesuatu di dalam genggamannya sehingga wanita-wanita di dalam penjara ini dengan mudah ditaklukkan.


Dalam sekejap Dewi bisa menjadi bos di antara para penjahat yang lain. yang lebih menakutkan dari bullying ini adalah mimpi yang berkelanjutan sehingga dia memiliki tekanan dan stres berat.


Ruang lingkup yang tidak nyaman ditambah lagi dia menghindari untuk tidur. Benar-benar kondisi Dewi mengalami hal yang terbalik dari ketika dia berada di luar penjara.


Dewi mulai belajar untuk mengatasi tekanan dan stres yang ada di penjara. Ia berusaha menjaga ketenangan dan tetap tenang dalam situasi yang sulit. Dewi mengandalkan teknik meditasi dan pernapasan yang ia pelajari untuk mengendalikan emosinya dan menjaga pikirannya tetap stabil di tengah tekanan yang tinggi.


Dewi khawatir tentang tumbal nya tapi dia sudah membaca beberapa hal terkait dengan karakter para penjaga di sini.


Dia ingin mendekati mereka seandainya karakter itu cocok. Apalagi beberapa wanita di dalam penjara ini semuanya tidak bisa dianggap sebagai rival.


Mereka hanyalah tikus di hadapannya.


Di tengah keterbatasan penjara, Dewi menggunakan waktu yang ada untuk melakukan introspeksi dan refleksi diri. Ia memeriksa kekalahan nya melawan putri Wulan Adisti .


Jelas mereka kalah dalam sisi ilmu gaib.


Dia sekarang memiliki banyak waktu untuk bermeditasi di dalam penjara.Masih ada waktu untuk perbaikan diri sendiri.


Dia harus bersiap-siap untuk pertarungan selanjutnya.Dewi tidak yakin jika putri itu akan menyerah hanya sampai di sini.


Tapi yang Dewi khawatir kan adalah mimpi yang terus menerus tanpa henti setiap kali dia tidur.


Seperti malam ini di mana dia sebenarnya sudah menghindari agar tidak tidur lagi seperti tadi malam tapi matanya masih saja menutup karena di daerah oleh rasa kantuk.


Akibatnya mimpi itu terjadi lagi.


Dewi duduk sendirian di tempat tidur di dalam sel penjara. Wajahnya penuh kekhawatiran dan kegelisahan. Di malam-malam yang sunyi, mimpi-mimpi mengerikan terus menghantuinya. Dia merasa ketakutan dan tidak tahu bagaimana menghentikannya. Suasana di sel terasa hening, hanya suara desiran angin luar yang terdengar samar-samar.


"Mimpi-mimpi ini begitu mengerikan. Setiap malam, aku terjerat dalam siklus kehidupan yang tak berujung. Rasa sakitnya begitu nyata, seperti pisau yang menusuk hati. Aku merasakan penderitaan yang tak terhingga, seakan tak ada akhirnya. Bagaimana aku bisa melepaskan diri dari teror ini?"


Dewi merenung sejenak, mencoba mencari cara untuk mengatasi ketakutannya.


" Aku harus mencari jalan keluar. Apakah ada cara untuk menghentikan siklus ini? pasti Raja siluman memberiku mantra khusus, tapi aku tidak pernah mengira akan berakhir seperti ini. Aku hanya ingin hidup bebas dari kejahatan dan kesalahan masa lalu. Tapi sekarang, mimpi-mimpi ini menghantui aku setiap malam "


Dewi menggenggam tangan erat, mencoba menenangkan diri.


" Aku tidak boleh menyerah. Aku harus mencari solusi. Mungkin ada seseorang di penjara ini yang memiliki pengetahuan atau pengalaman untuk membantu. Aku harus meminta bantuan mereka. Aku tidak bisa terus hidup dalam ketakutan dan penderitaan ini. Aku ingin menemukan kedamaian dan pembebasan"


Dewi mengambil nafas dalam-dalam, mencoba menenangkan pikirannya yang kacau.


Dewi mengambil keputusan untuk mencari bantuan dan mencari jalan keluar dari siklus kehidupan yang mengerikan yang menghantuinya. Ia berharap dapat menemukan solusi dan menemukan kebebasan yang ia dambakan, meskipun situasi yang dihadapinya sangat sulit di dalam penjara narkoba internasional.


Sekarang Dewi menyesal tidak membicarakan masalah ini dengan Joko sebelumnya.


Dewi begitu yakin jika dia sudah diberikan mantra-mantra aneh oleh penguasa dunia siluman.


namun begitu dia tidak yakin jika Joko juga mengalami hal yang sama. sekarang dia bahkan tidak bisa bertanya lagi dengan Joko apalagi untuk meminta bantuannya.


Jadi pada siapakah Dewi bisa meminta tolong dengan perlakuan yang tidak wajar dari dunia gaib.


Jika terus seperti ini Dewi pasti akan jadi gila.

__ADS_1


__ADS_2