Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
34


__ADS_3

Merasa telah mendapatkan izin dari kedua orang tuanya kali saya benar-benar keluar lebih awal dari kemarin.


Liza ingin cepat cepat melihat sosok Raja lagi.Meskipun sebenarnya tidak yakin jika raja akan datang di waktu seperti ini.


Tapi siapa sangka Raja memang sudah ada di sana yang membuat Liza semakin bahagia.Sebuah kebahagiaan yang tidak pernah dia rasakan dalam seumur hidup.


"Raja, pagi banget sih"sapa Liza.


Mobil yang menepi itu segera dinaiki oleh raja lagi. Dia tersenyum dan menatap keindahan di depan nya ini.


"satu hari rasanya setahun, aku jadi kangen sama senyum kamu yang manis.mana bisa tidur hehehe"Kata raja.


Hati Liza seakan-akan dipenuhi dengan jutaan bunga mendengar rayuan raja.


Biasanya Lisa kalau sudah digombalin seorang pria seperti ini dia akan menjadi ilfil atau merasa jijik dengan pelakunya .Tapi saat ini dia merasakan reaksi yang tidak biasanya.


Liza bahagia.


"Hem kamu barusan minum madu ya ,mulut mu manis banget sih"


"Liza aku itu nggak pintar merayu orang tapi aku mengatakan sesuatu dari lubuk hatiku yang paling dalam. Hanya kamu satu-satunya gadis yang bisa membuat aku kangen" kata raja dengan wajah serius.


"Raja ih, berhentilah menggombal, aku jadi merinding nih"kata Liza dengan wajah memerah nya.


Sekarang mereka memiliki tujuan pergi ke kota untuk menjadi sarapan pagi. Jadi mobil yang dikemudikan oleh liza ini langsung berjalan ke arah sana.


"kamu orang pintar tapi tidak bisa membedakan antara gombalan dan serius. hanya bersama kamu hati aku bahagia" ujar raja yang menatap lembut ke arah liza yang sedang mengemudi.


"itu kan karena kamu itu nggak pernah ketemu sama cewek lain.seharian saja di rumah jadi cewek yang seperti apa yang bisa kamu temukan Hem?"kata Liza lagi.


"terserah terserahlah kamu percaya atau enggak yang jelas aku mengatakan apa yang aku rasakan sekarang.liza adalah gadis yang paling cantik yang pernah aku temui, tidak ada, langsung saja titik hehehe" kata raja yang membuat Liza mengulum kan senyum nya dengan hati yang berbunga bunga.


Hampir satu jam kemudian pada akhirnya mereka tiba juga di kota kecil. Kota ini masih cukup jauh dari Denpasar. Namun begitu masih ada aura Bali di sini.


Aroma sesajen di setiap warung menjadi panorama biasa.


Di beberapa titik ada saja bunga bunga yang ditabur kan tidak tahu untuk apa.


Lisa sama saya tidak merasa penampakan seperti ini adalah sesuatu yang aneh. Tapi anehnya suasana ini malah membuat liza merasa ada sensasi romantis.


Mungkin karena keberadaan raja yang sepanjang jalan sering menggodanya.


"Apakah aku benar-benar jatuh cinta pada raja, tidak kan?"pikir Liza.


Liza memang tidak pernah jatuh cinta tapi jika dia tidak bisa mengerti rasa ini adalah cinta.Maka dia sama saja sedang membohongi diri nya sendiri.


"Rupanya inilah rasanya cinta"Liza tersenyum bahagia.


Paling tidak dia masih normal, karena bisa jatuh cinta seperti ini.Dia dulu hanya belum bertemu dengan pasangan yang cocok di hatinya saja.


"Liza apa yang kau pikirkan, sejak tadi hanya senyum sendiri,kasi tau dong" kata raja yang iseng.


"Nggak ada,aku hanya berpikir jika belum ada warung yang buka sepagi ini.Jadi gimana dong?"kata Liza beralasan.


"Kalau begitu , keliling aja lagi,palingan setengah jam lagi ada yang buka kan" usul raja.


Liza segera setuju lagi pula dia sangat menikmati waktu kebersamaan nya dengan raja pagi ini.Rasa nya pergi kemana pun asalkan bersama nya ,itu adalah hal yang indah.


Dengan begitu mereka berdua berkeliling kota lagi sepanjang pagi.Walaupun tidak ada yang menarik di sini tapi bagi Liza artinya sangatlah berbeda sekali.


Mereka berbicara layaknya dia orang yang sudah lama saling kenal.Tidak ada batasan apapun di sini.


Liza sampai tidak sadar saat tangan mereka berdua saling tergenggam erat satu sama yang lainnya.


Setelah lama berlalu baru lah.liza menemukan satu warung pinggir jalan yang sudah buka.Karena sudah berjanji,Liza memarkir mobil nya di sana.


"ngopi?"Tanya Liza.


Mereka belum kenal terlalu lama jadi liza tidak tahu apakah raja suka dengan kopi atau tidak.


"apapun yang kamu suka aku pasti suka"kata raja yang lagi-lagi membuat pipi Liza merona merah jambu.


"Ahh gitu ya,oke "kata Liza menutupi rasa gugupnya.Bersama raja jantung nya tidak diam sama sekali.Baru kali ini Liza merasakan , debaran jantung yang kian keras.


Tapi dia tahu ini bukanlah sakit jantung tapi rasa suka dengan lawan jenis yang tidak dapat dia gambarkan.


Entah pesona apa yang ada dalam diri Raja sehingga Lisa benar-benar kehilangan diri sendiri. Namun begitu perasaan ini tidak ingin dibuang oleh Liza cepat-cepat. Dia ingin berlama-lama menikmati perasaan ini sehingga bisa dia simpan sampai ke dunia mimpi.


Kata orang cinta itu memang benar-benar gila sampai membuat orang itu menjadi buta. Dulu Liza sama sekali tidak mempercayainya tapi sekarang dia sudah mengalaminya jadi mau tidak mau dia juga harus percaya.


Raja adalah pemuda desa yang baru dia temui tapi kenapa bisa dia jatuh cinta secepat ini.Tanpa bertanya tentang kondisi bebek bobot dan bibitnya.


Liza yang sekarang bahagia bahkan tidak peduli dengan itu.Apapun yang terjadi yang penting sekarang dia bersama raja dan itu sudah cukup untuknya.


Untuk menutupi rasa kegugupannya itu liza segera memesan beberapa menu sarapan pagi khas di warung ini.


Tidak ada menu yang istimewa hanya menu yang biasa ada di Bali. Tapi bagi Liza ini adalah sarapan yang paling indah di sepanjang hidupnya, mungkin karena keberadaan orang yang di depannya ini.


"Tampan"gumam Liza pelan.


"Raja kalau kamu nggak suka pesan aja yang lain aku belum tahu referensi mu"kata Liza lagi yang memecah keheningan.


"nggak apa-apa itu udah cukup, bersama kamu garam aja jadi manis hehehe" jawab raja


"Raja berhentilah menggoda aku, Aku nggak suka diginiin"kata Liza yang bertambah merah.


"Hahaha kalau Liza begini terus,raja jadi tambah suka deh.Liza kamu cantik banget beneran nggak pakai booong kok"raja tidak peduli dengan orang-orang yang ada di sekitar mereka.Yang dia ingin kan adalah kebersamaan ini.


Dia suka jadi masa bodoh dengan dunia.


Tanpa bertanya raja menarik tangan Liza dan meletakkannya di dadanya sendiri.


"Liza dapat kah kau mendengar detak jantung ku.Dia berdetak kencang setiap kali dekat sama kamu.Tanpa mu jantung ini tidak pernah berdetak seperti ini.Di hati ini kau adalah spesial"


Deg...

__ADS_1


Liza tidak siap dengan pernyataan romantis seperti ini jantungnya berdetak tidak karuan namun begitu dia memaksakan diri untuk menarik tangannya namun begitu. Semua orang bisa melihat perubahan wajahnya yang tersipu malu.


jika kedua orang tuanya melihat kondisi Lisa saat ini tentu saja mereka akan terkejut melihat perubahannya.


Hanya pada kedua orang tuanya Liza akan bersikap sedikit centil. tapi dia sama sekali tidak pernah terlihat malu-malu seperti sekarang ini.


Baru kali ini Liza bertindak seperti gadis remaja yang normal.


"Raja berhenti deh gombal seperti ini aku bisa jantungan kalau begini terus-terusan,Raja Hem" kata Liza seperti gadis yang polos.


Padahal dari segi umur Liza tidak terlalu muda untuk malu-malu seperti sekarang.


Kata-kata Liza ini malah membuat Raja tertawa geli.Tapi dia sama sekali tidak bermaksud untuk melepaskan tangan ini sampai kapanpun.


" Liza kata-kata mana yang menurutmu aku berbohong. dalam hidup ini hanya ada kau seorang wanita yang bisa membuat jantungku berdetak seperti sekarang.sebelumnya jantung ini mati dan tidak berdetak sama sekali. seperti yang aku bilang kau adalah gadis yang istimewa"


"Hem raja..kau..


Liza tidak bisa menyambung kata-katanya karena tenggorokannya seperti disumbat dengan jutaan bunga yang memekar secara tiba-tiba.


Liza bahkan tidak bisa berpikir waras lagi hanya karena digombalin oleh raja seorang pria yang baru dikenal selama dua hari.


Melihat bagaimana enggannya Raja melepas tangan ini Eliza entah bagaimana juga enggan melakukan itu. Karena itu mereka berdua dalam posisi ini untuk beberapa waktu.


Sampailah ketika seorang pelayan membawakan menu yang sudah dia pesan sebelumnya.


Pelayan ini tidak memiliki reaksi apapun pada dua orang pelanggan yang seharusnya aneh di mata yang lain.


Tapi dia malah mundur perlahan-lahan dengan sopan sebelum mempersilakan keduanya menikmati sajian pagi ini.


"Raja tolong deh lepasin tangan aku dulu Aku kan mau sarapan"desah Liza tidak berdaya.


"Hem mau ku suapin nggak,kamu suapin aku gimana?"kata raja yang mulai nakal.


Bukan kopi tapi dia mencium tangan Liza yang dia genggam.Gerakan ini membuat Liza merinding tapi tidak ada rasa penolakan sama sekali di hati nya.


Liza bahkan menikmati nya.


Deg..


Dengan malu Liza menerima sesendok nasi kuning dari tangan raja sendiri.Liza juga mengembalikan sesendok nasi kuning untuk raja.


Awalnya Lisa sangat gugup melakukan hal yang sepertinya tidak wajar ini.Tapi entah kenapa dia begitu rileks dan menganggap ini hal yang biasa terjadi pada pasangan yang sedang jatuh cinta.


Pada akhirnya dua insan beda jenis ini menghabiskan sarapannya dengan cara yang tidak biasa.


"Raja..


"Lisa...


Mereka menyapa serentak sehingga tidak tahu apa yang terjadi."hahaha aku duluan deh"kata raja mengalah.


"Raja sepertinya sekarang sudah terlambat Bagaimana kalau kita pulang kalau tidak nanti kedua orang tuaku khawatir lagi"Kata Liza tiba tiba.


"Hem aku juga mau bilang begitu tadinya"kata raja dengan senyuman.


Suatu hari dia akan mendapatkan Liza tanpa dihalang-halangi oleh siapapun.Pada saat itu Liza tidak akan pernah jauh dari sisinya lagi.


Tidak akan pernah.


Hanya saja dia sekarang masih harus bersabar.


"Ya kan, kalau begitu ayo kembali dulu"


Raja segera menganggukkan kepalanya mengikuti Liza untuk pergi


"pelayan minta bon nya"panggil Liza pada seorang pelayan yang bisa dilihat sedang berdiri di pintu.


pelayanan itu mendekat dengan hati-hati dari gerakannya terlihat begitu sopan sekali kepalanya bahkan tidak melihat ke atas melainkan menunduk ke bawah.


"Nona sarapannya sudah dibayar"


"Eh benar kah, tapi siapa yang bayar?"tanya Liza bingung.


dia melihat kesana kemari tapi tidak melihat saat itu orang pun selain dari mereka berdua sebagai pelanggan di warung ini.


Mungkin mereka baru saja buka sehingga tidak ada yang masuk.Tapi siapakah yang membayar hidangan mereka tanpa dia sadari sebelumnya.


"Hem aku yang bayar barusan, masak jalan-jalan sama gadis secantik kamu nggak ada modal hahaha"kata raja tiba-tiba.


"Lo kapan kamu bayarnya Aku nggak lihat?"tanya Liza heran.


Mereka sejak dari masuk sampai sekarang berduaan terus bahkan Raja nekat menggenggam tangannya tanpa melepaskannya sedetikpun. Jadi kapan Raja memiliki waktu untuk membayar semua pesanan mereka.


"Hem sebenarnya ini warung temen aku jadi aku udah biasa kok. makan dulu bayarnya belakangan hahaha"kata raja bercanda.


Liza juga tertawa mendengarnya.meskipun dia berpikir ini masih aneh tapi entah kenapa dia tidak mencari tahu keanehan tersebut.


Raja katanya tidak pernah pergi ke kota sekalipun.Jadi kenalan apa yang dia punya di kota saat ini bahkan bisa makan ke warung kecil ini tanpa bayar.


Aneh juga sih tapi Liza sama sekali tidak peduli, bahkan dia tidak akan mencari tahu. Baginya bisa berjalan dengan raja , sudah bagus sekali.


Tanpa berpikir banyak Liza masuk ke dalam mobil lagi dan kembali mengemudikan mobil ke arah desa.


Tapi sekarang raja sepertinya tambah lengket saja dia bahkan tidak melepaskan tangan liza. Padahal liza sedang mengemudi saat ini apakah raja tidak takut kecelakaan sama sekali.


Meski begitu liza sangat menyukai gerakan Raja ini,hatinya pun merasa semanis madu.


Rupanya hanya raja yang bisa membuat hati liza bergerak.


"Liza sebenarnya aku enggan berpisah denganmu tapi bagaimana lagi ada kedua orang tuamu yang lebih berhak kan,cup" lagi lagi jari jemari Liza di cium oleh raja.


Liza tidak menolak nya sama sekali.


"Tapi kita bisa ketemuan lagi besok pagi gimana?"

__ADS_1


"Besok pagi? tapi aku takut aku sudah keburu mati merindukanmu sebelum pagi datang"


"Raja berhenti deh ngombalin aku entar kita tabrakan lagi"kata Liza tersenyum.


"mati bersama kamu juga nggak apa-apa kalau perlu satu kuburan sekalian"


"Raja ini nggak lucu deh jangan bilang-bilang sama kematian aku itu takut tahu"kata Liza yang benci dengan kata kematian.


Dia tidak bercanda sama sekali.


"Baik lah, kita tidak akan bicara mati tapi kita akan bicara hidup. Liza mungkin ini agak cepat tapi bisakah kau jadi pendamping ku untuk sepanjang hidup ini?"


Ciiiittt...


kata-kata Raja membuat liza terkejut dan tiba-tiba mengerem mobilnya secara mendadak.Jantungnya benar-benar berhenti berdetak dan merasa sekujur tubuhnya dialiri dengan listrik.


"raja kamu bilang apa tadi?"bisik Liza yang tidak percaya sama sekali.


kali ini Raja melepaskan tangannya tapi memindahkannya ke pipi Liza.


"aku tidak bercanda aku suka kamu mencintaimu dari dulu sampai sekarang dan di masa depan. Liza apapun dirimu Percayalah cinta ini hanya untukmu. tidak akan ada wanita lain baik dulu ataupun di masa depan.Jadi...


"Raja kamu..kamu nembak aku?"Liza terkejut dan tidak berpikir ini adalah hal yang nyata.


Raja benar-benar menginginkan dia sebagai seorang pacar. Meskipun Aliza menyadari ada riak suka di dalam hatinya untuk ke pria di depannya ini tapi bukankah ini terlalu cepat.


Mereka perlu waktu untuk saling mengenal kata karakter masing-masing sebelum benar-benar menjajah ke hubungan selanjutnya.


Raja benar-benar terlalu cepat.


"Liza kau salah sama sekali aku tidak berbicara mengenai pacar. aku bertanya apakah kau mau bersamaku di sepanjang hidup ini dalam suka mau duka dan di dalam bentuk apa saja"kata raja dengan serius.


Liza mengucek matanya berkali-kali dan mencoba mencerna kata-kata itu.


Raja tidak sedang melepaskan cinta tapi bertanya tentang sesuatu yang sakral.


Apakah dia menginginkan raja sebagai pasangan hidup.


"Di lamar, tidak bermaksud untuk menembak tapi kamu langsung ingin melamar ku, begitu?"kata Liza lagi dengan mata membulat tidak percaya.


"Hem kau boleh pikirkan begitu tapi untuk saat ini aku hanya bertanya dan ingin jawabannya saja.Ini hanya bertanya oke" kata raja dengan tertawa.


Melihat raja tertawa akhirnya Liza bisa meletakkan rasa gugupnya lagi.


"Raja bercandamu tidak lucu deh di mana-mana orang itu sering bertanya" sudikah kau menjadi istriku" atau "kau mau jadi pacarku" begitu.Kau aneh, malah bertanya sesuatu yang tidak terduga kan"Liza juga tersenyum manis lagi.


"ini hanya lelucon kering"pikir Liza.


"Hahaha begitu aja kamu udah pucat seperti ini. Sebenarnya kamu yang lucu di sini. pikirkan saja orang pacaran bisa putus, orang yang menikah juga bisa bercerai. Tapi yang aku tanyakan adalah sesuatu mengenai seumur hidup. kau bisa mencintai siapapun dan kau bisa menikahi siapapun. tapi pasanganmu yang sebenarnya untuk seumur hidup adalah aku. jadi tentu saja berbeda pertanyaan dan berbeda jawaban" ujar raja lagi.


"kok pertanyaanmu itu aneh sih,kalau nggak pacaran kalau nggak menikah gimana bisa jadi pasangan seumur hidup"Liza tertawa dan mulai memajukan lagi mobilnya.


Apa yang dipikirkan oleh raja ini benar-benar aneh dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya.


Setiap orang yang menikah tentu saja harus saling cinta terlebih dahulu .Lihat saja kedua orang tuanya yang tetap awet sampai sekarang.


Lalu setelah menikah mereka akan hidup bersama sampai maut memisahkan.Jadi di mana letak pertanyaan raja tadi.


"Liza Aku mencintaimu dan ingin bersama kamu sampai dunia berakhir. yang aku inginkan bukanlah balasan cinta yang sama tapi kata-kata yang tidak penting ini. meskipun kedengarannya aneh tapi aku lebih menyukai kata-kata itu dibandingkan dari kata-kata cinta yang kupikir munafik"jelas raja.


"kau adalah gadis yang aku suka dalam hidup ini dan itu tidak akan pernah berubah sama sekali. Aku bahkan tidak peduli jika kau menikah dengan yang lain. Alasannya tentu saja karena kita itu berbeda, siapa kau dan siapa aku kita berdua tahu kan"


Tiba-tiba kata-kata Raja ini menjadi masuk akal dalam pikiran Liza.


Raja adalah pemuda desa yang akan selalu tinggal di desa. Sedangkan dia adalah gadis kota yang akan pergi ke Australia setelah masa liburannya berakhir.


Apapun alasannya mereka berdua memang tidak ditakdirkan untuk bersama.


Karena mereka berdua berbeda dunia.


Jadi yang dimaksudkan di sini oleh raja adalah mereka harus menikmati kebersamaan Ini selagi bisa.Kebersamaan inilah yang akan menjadi memori untuk seumur hidup. Sesuatu yang lebih abadi daripada cinta itu sendiri.


"Oke aku berjanji padamu"


Duar...


Tiba-tiba saja ada petir yang menyambar di atas langit. Petir itu terjadi tiba-tiba sehingga Lisa mengerem lagi laju mobilnya.


Begitu mobil berhenti Liza mencoba melihat ke atas langit.tapi anehna tidak ada sesuatu yang khusus di langit seperti ciri-ciri ingin hujan atau sesuatu.


"Raja ...


"Liza bisakah kau ucapkan lagi kata-kata itu tapi sebutkan namamu dengan lebih lengkap. aku akan menyimpannya di dalam hati dan membuat segalanya menjadi abadi"pinta raja dengan mata yang penuh kasih sayang.


Liza memandang Raja sebentar .Entah bagaimana raja berubah menjadi anak kecil yang benar-benar mengharapkan permen. dengan begitu Liza tidak tega untuk melupakan hati Raja hanya untuk mengatakan sesuatu yang dia ingin dengar.


Segera Liza mengambil tangan Raja dan meletakkannya ke hati.Raja juga melakukan posisi yang sama dan mereka berdua menaikkan tangan kanan ke atas.


"Aku Raja berjanji untuk bersama Liza seumur hidup dalam suka maupun duka dalam berbagai wujud sekalipun, aku berjanji"


Mendengar kata-kata itu Liza tersenyum dan mencoba meniru kata-kata raja dengan akurat.


"aku Liza Hamim putri dari Arnold berjanji untuk bersama raja seumur hidup sampai dunia berakhir dalam suka maupun duka dalam berbagai wujud sekalipun Aku berjanji"


Duar..Duar.. Duar..


Duar.. duar.. duar..


Duar...


Begitu kata-kata Itu jatuh tiba-tiba saja ada tujuh kali sambaran petir yang mewarnai langit seketika.


Setiap orang yang ada di desa saat itu terkejut karena fenomena ini sama sekali tidak pernah terjadi sekalipun.


Liza yang berada di dalam mobil juga terkejut dan menjerit secara otomatis dia dipeluk oleh raja.

__ADS_1


"terima kasih Liza atas janjimu hehehe"ini adalah hari yang paling bahagia untuk raja.


Anehnya Liza juga merasakan perasaan yang sama.


__ADS_2