
Kabut asap segera menipis karena kehabisan stok.Dewi dan Joko awalnya cukup tenang tapi sekarang gadis siluman di depannya ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan keracunan sama sekali.
Bukankah hal ini benar-benar berbeda dari hal yang sudah mereka pikirkan.
Dewi dan Joko yang berada di balik kaca , segera melafalkan beberapa mantra yang mereka tahu. mantra ini adalah mantra penyembunyian diri sendiri.
ini akan efektif jika mereka berhadapan dengan siluman rendah. tapi tidak akan begitu efektif jika langsung berhadapan dengan Putri Wulan Adisty.
Namun begitu ditambah dengan racun yang baru saja mereka lari luncurkan bukan tidak mungkin hal ini akan memberi efek dua kali lipat.
David sejarah menekan sebuah tombol yang pada akhirnya ada bedak putih yang jatuh.
Ini mirip seperti tepung tapi sebenarnya bukanlah tepung melainkan beberapa ramuan yang khusus dirancang untuk para siluman ular putih.
Pada akhirnya Putri Wulan Adisti sekali lagi harus berhadapan dengan kelicikan dan kepintaran manusia.
Tepung tadi berhasil lagi membuat para ular jatuh ke lantai lagi.Untung saja beberapa waktu yang lalu Putri bulan Adisti sudah memerintahkan para siluman ular putih untuk mundur dan menjauh dari lokasi.
Jika tidak begitu bayangkan saja berapa jumlah yang harus dikorbankan di akibatkan dengan tepung yang jatuh dari langit.
namun begitu masih ada masih saja ada beberapa ekor ular putih yang jatuh menjadi korbannya.
"Kurang ajar,heh "kata putri Wulan Adisti.sebagai siluman yang berada di tengah-tengah ruangan dia tentu saja tidak luput dengan tepung putih ini.
ini membuatkan dirinya seperti ular yang sudah ditemui hanya tinggal digoreng saja.
Berbeda dengan para siluman yang akan langsung kehilangan kemampuan dan mungkin mati.Tapi Putri Wulan Adisti malah tidak mengalami efek apapun ketika dia bersentuhan dengan tepung ini.
Ini karena dirinya sekarang bukan lagi siluman biasa tapi berupa tong racun yang mematikan. Jadi racun semacam ini hanya mainan anak-anak saja jika sudah berhadapan dengan dirinya.
"Joko gimana ini dia kebal?"kata Dewi langsung panik.
Mereka baru saja mengeluarkan serangan ganda yaitu serangan mantra gaib dan juga serangan tepung racun yang sudah mengalami peningkatan racun khusus.
"Jangan mudah menyerah, ayo lakukan yang terbaik. tapi kita juga harus mencari jalan alternatif untuk bisa kabur dari sini"kata Joko dengan pelan agar siluman ular di depannya tidak bisa mendengar.
"Apakah kita memang harus kabur Bukankah Pandi sudah ada di dalam?"kata Dewi yang menatap Pandi di balik kaca dia benar-benar enggan meninggalkan Pandi di sini. Karena mendapatkannya juga sulit dan itu perlu 10 tahun
"kalau kau mau tinggal di sini maka tinggal lah. Aku tidak ingin mati"kata Joko yang tidak ingin mendengar penolakan dari Dewi.Mereka adalah mitra tapi bukan ikatan yang memaksa.
Tapi cukup benar jika mereka tetap tinggal di sini maka kemungkinan kalah itu lebih besar daripada menang.
Apa yang mereka berdua lakukan adalah untuk hidup lebih lama bukan untuk mencari mati lebih dini.Mari mundur dulu dan cari jalan lain di kemudian hari.
Adam berada di belakang mereka tentu saja dia mendengar apa yang dikatakan oleh dua bos. Dengan cepat tiba-tiba saja Adam merinding. Bos ingin kabur dan tentu saja tidak akan membawa bawahannya.
Jika sudah seperti itu apa yang dia harus lakukan. Bukankah dia juga harus kabur terlebih dahulu sebelum menjadi kambing hitam oleh si bos nantinya.
Adam bukan bukan David yang bodoh sampai mati. dia juga masih ingin hidup.Devi juga mengetahui jalan keluar yang dipikirkan oleh bosnya.
Perlahan-lahan adam mundur ke belakang dengan pasti tapi mencoba agar tidak berisik.
Tapi...
"Akhh....
Adam menjerit di belakang, tentu saja ini mengagetkan Dewi dan Joko.
"Adam!!"
Tidak jauh dari Adam rupanya ada tiga ekor ular kecil berwarna putih.Tidak perlu disebutkan lagi jika sebenarnya ada sudah pun dipatuk oleh ular ini.
"mereka sudah masuk"kata Jokowi yang terkejut pada mereka sudah melakukan banyak hal agar tidak ada siluman ular yang bisa masuk ke dalam ruang laboratorium ini.
Tapi kenapa masih ada beberapa ekor yang bisa lolos.
"bos...
Adam maju ke depan untuk meminta bantuan dua bosnya tapi sayang belum tiga langkah dia sudah tumbang dan tidak lagi bernyawa.
Kecepatan racun yang masuk ke dalam jantungnya benar-benar luar biasa.
Tanpa Adam sekarang hanya ada mereka berdua saja yang hidup di sini.
Tidak,masih ada tiga ekor ular yang saat ini menatap mereka dengan pandangan permusuhan.
Lidah lidah mendesis keluar dari mulut ular seolah-olah ini adalah kata kata yang mengancam.
Hip...
Tiga ekor ular ini langsung melompat naik ke arah Dewi dan Joko.
__ADS_1
ini adalah serangan langsung tanpa embel-embel tenaga gaib. Yang menyerang adalah prajurit ular.Walaupun mereka hanya prajurit tapi bisa yang mereka miliki lebih kuat dua kali lipat dibandingkan dengan ular biasa nya.
Tapi serangan semacam ini tidak mempan untuk dua manusia yang memang sudah akrab dengan perilaku ular.
Ketika mereka melompat pada Joko dan Dewi keduanya sudah siap dengan ramuan putih.
ramuan ini tidak berfungsi pada manusia dengan begitu Dewi dan Joko cukup mencelupkan tangan mereka pada ramuan itu.
Tapi begitu tangan yang penuh ramuan ini menggenggam ular mereka langsung akan merasa sedang dipanggang dengan api.
Reaksi alamiah terjadi ketika ular-ular itu tertangkap basah. ular yang tertangkap langsung berkelanjutan dan menjadi gosong dalam sekejap.
Satu ekor lagi yang terlambat ditangkap berhasil menyemburkan racun. Tapi sayangnya racun ini bukan racun mematikan bagi dua orang di depannya ini
Ketika tiga bangkai ular itu dibuang, Dewi dengan cepat pergi ke satu buah laci.Di mana dia menyimpan penawar racun yang di produksi secara khusus.
Pil ini ditelan maka racun yang baru saja disemburkan itu mengendap dan menghilang dari tubuh.
Sebuah keajaiban dari bahan kimia dan sains.
"Untung saja kita sudah membuat penangkalnya terlebih dahulu jika tidak mungkin aku tidak akan selamat hari ini?"kata Dewi yang mengurutkan dadanya.
Tapi mereka belum benar-benar selamat. Gadis cantik siluman ular putih itu benar-benar sudah berhasil menelan keseluruhan asap beracun.
Walaupun saat ini dia ditutupi dengan tepung putih. tapi kecantikannya tidak tertutupi sama sekali.
Berhasil menetralkan semua racun yang ada pada akhirnya Putri Wulan Adisti kembali merubah posisinya.
Entah apa yang terjadi tiba-tiba saja perutnya membesar dengan cepat. besar dan membesar lagi tanpa terkendali.
Dewi dan Joko tentu saja bisa melihat prosesnya dari balik kaca transparan.Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan oleh gadis itu yang jelas saat ini mereka benar-benar tidak bisa tinggal di tempat.
Tanpa peduli apa yang dilakukan oleh manusia siluman itu, Dewi segera memencet tombol dengan warna merah.Dengan begitu sebuah tangga darurat keluar dari bawah lantai.
"Ayo" kata Dewi pada joko.
keduanya langsung berlari menuju tangga itu dan menutup pintu dengan asal-asalan.
Sementara itu Putri Wulan Adisti menghembuskan nafas yang keluar dari mulut dan juga hidung.
Ahhhh......
ke semua apa yang ada di dinding tiba-tiba seperti dihembus oleh angin topan.
Hanya dalam beberapa detik saja tidak ada satu butir tepung pun yang berserakan di lantai bahkan ramuan yang sudah dioleskan di lantai juga tidak ada lagi.
bukan itu saja Putri mahkota yang tadinya sudah diselaputi oleh begitu banyak tepung kembali bersih dan murni.
Ini juga berlaku untuk segala sesuatunya yang ada di villa ini.
Artinya para ular bisa kembali beraktivitas di lantai seperti ular biasa.
"kalian semua masuklah dan menjelajahi villa ini tidak ada lagi halangan"kata Putri Wulan Adisti melalui telepati.
semua ular siluman yang berjaga-jaga di luar pada akhirnya memberanikan diri untuk masuk.
dan benar saja lantai yang tadinya tidak bisa disentuh tiba-tiba saja tidak memiliki reaksi apapun.
jadi semua ular masuk secara bersamaan ke dalam villa itu.
beberapa bawahan dari Joko dan Dewi masih bersembunyi dengan masker di wajah masing-masing.
mereka tentu saja berharap jika masker ini bisa menyelamatkan diri dari serangan racun.tapi mereka berpikir jika pihak musuh akan mati terlebih dahulu akibat dari racun itu karena tidak memiliki masker.
Tapi belum lega dari serangan yang mendadak beberapa ular datang dan menyerang mereka dengan racun.
"ular,ular...
"Tidak akhh...
Pada saat itulah semua orang hanya bisa tersenyum sebelum mati. Tidak satupun orang yang bisa menghindari kematian jika saat itu sudah datang.
Masker ini pun tidak mampu menghalangi jika dewa kematian sudah tiba.
beberapa orang yang lebih dekat dengan pintu juga bergegas melarikan diri melalui pintu tersebut.
Tapi sayang sekelompok ular juga sudah menunggu di pintu .Jadi ketika pintu dibuka mereka langsung dihadapkan dengan beberapa ekor ular sekaligus yang datang mematuk dengan cepat.
Tap.
Tap.
__ADS_1
tap.
Akh...
orang-orang yang belum kena patuh juga mundur beberapa langkah melihat kejadian itu. Bahkan ada yang sampai terkencing-kencing di celana.
Rata-rata dari mereka adalah orang-orang yang pernah membunuh. Jadi tangan mereka benar-benar berbau anyir darah dengan aura kematian akibat dari pembunuhan yang pernah mereka lakukan.
dulu mereka sering tertawa melihat bagaimana orang-orang meregang nyawa. berpikir itu ada sebuah pertunjukan bagus yang layak di dunia.
Sekarang ketika datang giliran mereka untuk mati.Semuanya menangis dan berlutut seperti anak kecil yang menangisi kematian ibu nya.
"ular siluman yang baik tolong jangan bunuh aku .aku hanya bawahan yang mengikuti perintah jika ingin tangkap tangkap saja bos huhuhu"
"Ular seumur hidup aku tidak pernah melukai ular yakinlah, jadi jangan sakiti aku huhuhu Aku tidak tahu apa-apa"
mereka semua memang belum pernah menyakiti satu ekor ular siluman.tapi mereka adalah orang-orang yang bekerja membuat barang-barang terlarang di laboratorium.
Ada beberapa orang yang bertugas sebagai dokter di sini artinya mereka memiliki jabatan mulia untuk menyembuhkan orang-orang yang sakit.
Tapi kemampuan ini malah malah disalah gunakan dengan membuat barang-barang yang mampu membunuh manusia bahkan sampai ke dalam akhlak mereka.
" bos....
Alam benar-benar egois ,mereka melarang kaum siluman untuk menyakiti manusia.Para siluman juga hanya boleh bertindak jika mereka memiliki dendam yang setara.
Atau membunuh jika anda diniatkan untuk terbunuh.
tapi orang-orang di depannya ini memang sekelompok orang yang tidak pernah menyakiti kaum siluman ular putih. Karena itu tidak alasan para siluman ular untuk membunuh mereka saat ini.
Meskipun begitu para siluman ular tidak bergerak di tempatnya.Ini dilakukan untuk menunggu perintah dari Putri mahkota setelah ini.
Sementara itu kembali lagi dengan Putri Wulan Adisti.
Ketika sekelompok ular dan juga dirinya masuk ke dalam ruangan laboratorium mereka benar-benar hanya mendapati satu bangkai manusia.
Tidak ada Joko dan juga tidak ada Dewi di dalamnya.jika pun ada itu hanyalah mayat dari 3 siluman ular prajurit yang tergeletak di lantai.
'Putri mahkota sepertinya mereka sudah kabur lebih awal. tapi kita berhasil mendapatkan pangeran tua"lapor seorang prajurit dengan cepat.
Putri Wulandari juga bisa melihat penampakan dari pandi yang saat ini diikat dengan begitu rupa di atas ranjang pesakitan.
"cari lagi pasti ada celah di sini sehingga mereka bisa kabur"kata putri Wulan Adisti.
"BaikPutri mahkota "kata prajuri ular itu yang langsung pergi untuk menyusuri ke beberapa area lagi.
"ayahanda misi penyelamatan sudah selesai pangeran tua sudah diselamatkan tapi dua penjahat itu kabur lebih dulu"kata Putri Wulan Adisti yang langsung melapor kepada raja siluman yang masih berdiri di luar villa.
"tidak apa-apa yang penting pangeran tua sudah selamat. Bagaimana dengan kondisinya masih hidupkah?"tanya Raja siluman kepada Putri Wulan Adisti.
"kondisinya belum diketahui tapi bagaimana jika langsung saja dikirim ke istana?"jawab Putri Wulan Adisty.
"Hem rencana yang bagus kalau begitu ayahnda juga mundur langsung ke istana. Bagaimana dengan dirimu apa rencanamu sekarang?"tanya Raja siluman lagi.
"aku harus mencari tempat dua orang itu lagi.mereka benar-benar licik sehingga tahu bagaimana menyembunyikan diri sendiri"kata Putri Wulan Adisti dengan geram.
Hanya untuk misi penyelamatan ini saja, mereka sudah mengorbankan begitu banyak prajurit elit.
Para prajurit ini bukan kalah dengan pertarungan resmi tapi kalah dengan ramuan gaib yang dikelola dengan beberapa bahan kimia buatan manusia.
"baiklah kalau begitu kami akan pergi dulu tapi ingatlah hubungi ratu. tapi pastikan kau tidak akan mengorbankan nyawa dalam hal ini.kemampuan mereka dalam ilmu gaib tidak seberapa tapi mereka memiliki sejumlah teknologi dan sains di tangan. Jadi berhati-hatilah"
"aku tahu ayahnda" kata putri Wulan Adisti.
Setelah itu Putri Wulan Adisti langsung memerintahkan beberapa orang membawa kembali pangeran tua ke istana siluman ular putih.
Namun begitu dia tidak kembali bersama dengan mereka melainkan tetap tinggal untuk menyelidiki kemanakah kedua orang itu kabur.
" putri mahkota,masih ada beberapa manusia di lantai 2.mereka tidak memiliki kesalahan apapun dengan dunia siluman ular putih jadi kami tidak bisa mengeksekusi "kata prajurit itu.
"Is pengaturan alam yang menyebalkan" gumam nya.
saat ini mereka ingin membalaskan dendam dan sakit hati ini karena begitu banyak prajurit yang tewas hari ini dengan sia-sia.
Dua pelaku aslinya sudah kabur, hanya menyisakan beberapa bawahan yang saat ini terkencing-kencing dalam celana dan menangis seperti anak perawan.
Mereka mereka ini adalah karung tinju yang cocok untuk melampiaskan segalanya.
Tapi sayang tangan ini terikat dengan pengaturan alam sehingga mereka tidak bisa melampiaskan rasa sakit dan dendam ini.
Kesal nya...
__ADS_1