Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
58


__ADS_3

Satu minggu setelah menjalin pernikahan rumah tangga Liza dan Pandi terlihat baik-baik saja.


Seperti yang dikatakan oleh Pak hitam. Dia sedang bersemedi di guanya untuk memperdalam ilmu dan mencari tahu teka-teki yang saat ini berada di benaknya.


setelah menikah pandi tinggal di rumah Liza namun dia lebih sering pergi ke Denpasar untuk mengurusi pekerjaannya.


Sementara itu kedua orang tua Liza sama sekali belum pernah mengatakan pada pandi mengenai rencana Liza yang akan membuka toko perhiasan di Denpasar.


Fandi jelas Memiliki pekerjaan di Denpasar dan saat ini Liza juga akan melakukannya. Bukankah itu artinya mereka sepasang suami istri yang baru menikah akan tetap bersama dan tidak perlu bolak-balik seperti yang dilakukan oleh pandi saat.


Betapa sibuknya anak itu ke belakangan ini ditambah lagi pandi mengatakan dia termotivasi untuk lebih bekerja keras agar liza semakin cinta.


ini berita bagus tapi karena Liza belum membuka masalah ini kedua orang tuanya juga tidak menanyakannya.


Liza bukan anak kecil lagi yang perlu mereka atur. mengenai pekerjaan juga ini adalah hak Liza.


Dari apa yang didengar oleh keduanya Liza masih dalam kondisi plin plan.


Walaupun tidak membuka toko perhiasan. Liza masih akan tetap dibayar menurut dividen yang masih berupa berlian utuh itu .Bukankah lebih baik menjadi istri rumah tangga seharian penuh berbanding berlarian ke sana kemari mencari bisnis baru.


Hari ini mama dan Papa ada urusan ke Denpasar, Liza juga tidak bertanya .Yang pasti dengan tidak adanya kedua orang tua di rumah Liza lebih leluasa lagi untuk berpergian bersama kekasih hatinya.


Seperti sekarang mereka lagi-lagi menghabiskan waktu berduaan dari pagi sampai sore.


Jangan ditanya bagaimana caranya mereka berdua menghabiskan waktu. itu bukanlah sebuah rahasia.


Sebelum sore mobil yang dikemudikan oleh Liza benar-benar eh tiba di jalan pedesaan lagi.


Walaupun sudah menghabiskan waktu berjam-jam berdua tapi keduanya masih enggan berpisah ini bisa dilihat dengan raut wajah raja yang terlihat sedikit murung.


"Liza kapan sih kita bisa ketemu lagi ya . Hem maksudnya ketemu seperti ini bukan ketemu dalam artian sembunyi-sembunyi" ujar Raja setelah turun dari mobil.


"ya kapan-kapan aja lah pasti kita akan ada kesempatan. Jangan khawatir kita punya waktu seumur hidup kan!"jawab Liza yang tersenyum malu.


Raja yang di jawab seperti itu tertawa kecil dan menganggukkan kepala "kamu benar hehehe katanya


Keduanya tertawa lagi dan tiba-tiba mereka berpikir seperti anak-anak saja.


"kalau gitu aku pergi dulu ya"ucap liza yang melambaikan tangan.Raja tidak menjawab tapi dia melambaikan tangannya .Pada akhirnya pria itu ditinggal sendiri di pinggir jalan sementara mobil Liza berjalan terus ke arah rumahnya.


Ketika liza kembali dia melihat mobil kedua orang tuanya sudah ada di rumah yang artinya mereka berdua sudah pun kembali dari Denpasar.


Dengan cepat Liza masuk ke rumah dan menyapa mereka.Tapi dini dan Arnold curiga.


"Mama Papa kalian udah pulang?" teriak Liza dengan riang.


"eh anak mama udah pulang juga dari mana sayang kok baru pulang jam segini?"tegur dini yang langsung memeluk putrinya memberikan ciuman hangat di pipi gadis itu.


"biasalah mah bete lagi di rumah terus. gimana urusan kalian di Denpasar?" tanya Liza.


"nggak ada masalah kok"kata arnold pelan.setelah berbasa-basi sebentar liza kembali ke kamarnya lagi dan membersihkan diri.


Setelah itu Liza turun lagi dan kembali berbicara dengan kedua orang tuanya.Sampailah mereka berakhir di meja untuk makan malam.


"apa kamu hari ini tidak menelpon pandi? di mana dia sekarang, kapan dia pulang ,udah makan atau belum?"


"Mama pandi itu udah besar nggak perlu ditanya. Bahkan dia sudah terbiasa kok pulang balik seperti itu Jadi nggak perlu dikhawatirkan" kata Liza bersungguh-sungguh.


"Liza sayang kamu itu adalah seorang istri sekarang. harus lebih sensitif dan selalu bertanya apa yang dilakukan suamimu di luar. jangan acuh tidak acuh seperti ini"kata dini yang melirik putrinya.


Setelah menikah pun Lisa sama sekali tidak berubah dia masih dingin seperti dulu terhadap pandi.Ketika ditanya pandi menjawab liza memang memiliki karakter seperti itu tapi dia masih mau meladeninya seperti seorang suami jika sudah di atas ranjang.


Jadi pandi tidak pusing memikirkan sifat dingin dari istrinya ini.


Dini dan Arnold hanya menggelengkan kepala dan terkadang mereka merasa bersalah terhadap pandi . pandi adalah pria yang baik tetapi sayangnya Putri mereka terlalu dingin. Suatu hari ketika pandi berpindah ke lain hati saat itulah Liza akan menyesal.


Sebagai orang tua dini dan Arnold hanya bisa menasehati tapi pernikahan ini mereka yang menjalaninya.


Setelah masuk ke dalam kamarnya Liza berguling di atas ranjang besar sambil membaca buku novel yang baru dibeli oleh mamanya di Denpasar. Tiba-tiba Liza merasa angin yang bertiup masuk dari jendela kamarnya yang terbuka lebar.

__ADS_1


"dingin sekali malam ini" pikir Liza di dalam hati.


Dia bangkit dari tempat tidurnya dan pergi ke arah jendela .Sekilas Liza memandang bangunan tua itu yang tampak samar-samar dari kejauhan karena diterangi sinar bulan.


Tiba-tiba saja liza mengingat raja dan pertemuan mereka dua hari ini.


Semakin dilihat Liza pikir Raja semakin tampan saja dalam balutan manusianya ,aneh sih tapi terlihat gagah. Liza menghembuskan nafas panjang dan terus memandang bangunan itu


" raja" ucapnya lirih.


"Raja apakah kau dengar aku sangat kangen Padahal kita baru saja berpisah Apakah kau di sana juga kangen sama aku seperti yang aku rasakan saat ini?"desah Liza lagi.


"Andai saja kamu adalah manusia seutuhnya aku tidak perlu bingung seperti sekarang"Liza berkata begitu tapi pada akhirnya dia tersenyum sendiri.


Manusia memiliki usia pendek paling tinggi mereka hanya bisa hidup sampai usia 100 tahun. Tapi para siluman bisa hidup 1000 tahun jika mereka sering melakukan semedi.


"sepertinya aku harus bersabar lagi hehehe"


tok ..tok ... tok ..tok..


ketika pintu kamar Liza diketuk dari luar itu membuat membuyarkan Lamunan liza tadi.


" sayang ini mama ,kamu sudah tidur ?"tanya orang yang di luar.


"Mama?"


dini langsung membuka pintu dan melihat putrinya masih duduk di atas ranjang dengan raut wajah yang uring-uringan dia menggelengkan kepala dan duduk di sudut ranjang.


"kamu kenapa belum tidur sayang Hem?" kata dini yang menatap Putri kesayangannya ini


Liza menggelengkan kepalanya sedikit "Liza belum ngantuk mah ini aku lagi baca novel yang Mama beliin tadi" ucap Liza dengan manja. Dia langsung memeluk lengan mamanya itu dan berlaku seperti bayi saja layarnya.


"Mama juga kenapa belum tidur apa jangan-jangan Papa juga belum tidur ya?"


"mama sebentar lagi tidur kok ini kecapean banget,baru kembali dari Denpasar .Mama cuman ingin melihat kamu .apa kamu baik-baik saja hari ini?"tanya dini dengan wajah yang menyelidiki Dia sangat yakin jika putrinya ini tidak dapat berbohong tapi entah kenapa dini merasakan intuisi yang mengarah ke situ.


"syukurlah kalau kamu itu nggak kepikiran macam-macam tapi ingat ya sayang kalau ada sesuatu terjadi Jangan disimpan katakan saja oke" ujar dini.


" baik Mama"


Setelah mencium dahi liza, dini keluar lagi dan menutup pintu dengan lembut.


Setelah dini benar-benar keluar dari kamarnya Liza bangkit dan menutup pintu jendela lalu dia tertidur lagi melupakan segalanya.


Sama seperti kedua orang tuanya yang keletihan liza juga mengalami hal yang sama. Bedanya Liza tidak capek dalam mengemudi hanya capek dalam pertempuran cinta.


Malam itu Lisa benar-benar tertidur tanpa ada gangguan sedikitpun.


***


Pagi-pagi sekali Liza sudah bangun tapi hari ini dia tidak akan pergi berjogging seperti yang biasa dia lakukan.


Dia sedang duduk menikmati sarapan pagi dengan kedua orang tuanya. hari ini pandi belum menelpon dan juga belum diketahui kapan kembali dari Denpasar.


Biasanya kalau sudah pergi pandi terkadang menghabiskan waktu 1 minggu di Denpasar dan kembali hanya 2 hari di pedesaan.


saat sedang sarapan Arnold dan dini menyadari Jika putri mereka sudah rapi dan sepertinya berniat untuk berpergian.


eek pagi-pagi anak mama udah cantik amat Mau pergi ke mana sih sayang tegur mamanya.


"Biasalah mah hari ini aku mau ketemu sama temen itu tuh, Mama tahu kan "kata Aliza yang hanya menggantungkan perkataannya.


Terlanjur liza sedang berbicara masalah teman pada akhirnya berkata."Liza Papa pengen nanya sama kamu" ujar Arnold ketika Ariza sedang menyuapi roti ke mulutnya.


"siapa pemuda yang kamu bilang tadi tanya Arnold yang pura-pura tidak tahu.


" namanya Raja pah kan udah bilang dari kemarin" kata Liza.


"tapi kamu kan bilangnya dia itu anak desa sini tapi nyatanya kan enggak kamu bohong ya sama papah dan mamah?"

__ADS_1


"Uhuk.. uhuk...


Liza terkejut dan lupa dengan satu hal awalnya Liza mengatakan Raja adalah pemuda dari desa ini.Tapi bagaimana caranya dia mengatakan jika raja adalah sesuatu yang spesial.


Pasti kedua orang tuanya akan curiga.Untung saja Raja sudah mengatakan tentang kondisinya terakhir kali dan dia harus merevisi ucapannya yang terakhir.


"sayang kalau makan itu hati-hati dong kan udah keselek nih"kata dini yang langsung mengirimkan segelas air putih pada Liza. Liza yang memerah meneguknya hanya dengan sekali tegukan.


"Hem sebenarnya aku tuh nggak ada maksud untuk menipu kalian aku tuh udah lama mau bicara tapi sedikit nggak nyaman"kata Liza.


di sini Liza membangun sebuah alibi tentang identitas raja.


Dalam narasi yang sudah dia buat, dinyatakan jika Raja adalah teman sekelasnya sewaktu SMA dan mereka masih berteman sampai saat ini melalui Facebook.


Raja adalah anak yatim piatu yang tidak lagi memiliki orang tua.Mereka tidak memiliki koneksi lagi setelah menamatkan SMA dan bertemu di Australia.


Raja memiliki usaha perhiasan dan sempat down.Liza memiliki pengalaman dalam dunia bisnis karena pekerjaan nya . Dengan ini mereka bekerja sama bahu-membahu membuat sebuah perusahaan perhiasan dan berfokus pada berlian.


Dengan kerjasama itu mereka berdua berhasil mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit. Liza tercatat sebagai pemegang saham dan dia mendapatkan fee dari situ.


Mengenai deviden liza lebih menyukainya dalam bentuk berlian dibanding dengan bentuk uang.


Berlian dikatakan kebal terhadap penurunan devisa dan sebagainya.


Saat kembali ke Indonesia Liza sama sekali tidak mengabari raja. Tentu saja aneh ketika dia melihat raja ada di pedesaan.


Baru kemudian diketahui jika raja memiliki niat untuk membuka toko di Denpasar. Itulah sebabnya raja dan liza bertemu akhir-akhir ini. Mereka sedang membahaskan masalah bisnis.


Setelah dijelaskan dengan panjang lebar pada akhirnya kedua orang tua Liza ini berhasil dibodohi.


"sebenarnya aku tuh nggak suka bekerja .Aku lebih suka jadi seperti mama ibu rumah tangga 24 jam.tapi Raja itu tetap keras kepala dan meminta aku untuk mengelolanya."kata Liza yang pura-pura mengeluh.


"jadi hari ini kalian ketemuan lagi dan masih membahas masalah yang sama begitu maksudmu?"


"ya gitu deh pah,aku masih belum kepikiran untuk bekerja saat ini"


"mama dan papa sih terserah kamu sayang, apapun yang kamu lakukan Mama dan Papa pasti akan mendukung"kata arnold yang puas dengan penjelasan putrinya ini.


"makasih ya mamah makasih ya Papa karena kalau sudah begitu percaya sama Liza" ucap Liza dengan rasa bersalah.


Pasangan ini adalah kedua orang tua yang baik dan paling menyayangi Liza.tapi mereka sama sekali tidak mengetahui jika Putri yang mereka sayangi ini sedang berbohong dengan begitu pintarnya.


"iya tapi jangan sampai kepercayaan kami ini disalahgunakan loh kamu itu udah punya suami dan tanggung jawab kamu tentu kepada suami. kamu ngerti kan apa yang Mama maksudkan?"kata dini hati-hati.


"Ah mamah aku dan raja itu hanya teman kok nggak lebih dari itu kalau kami lebih dari itu ya udah dari kemarin-kemarin, iya nggak" kata Liza beralasan.


"Iya sih hahaha"


tidak lama kemudian mereka menyelesaikan sarapan paginya dan mama melepas kepergian Arnold .sebelum pergi Arnold masih juga memberikan nasihat pada putrinya itu ingat ya Liza Papa tidak suka jika kamu berteman sama Raja itu kelewatan batas ingat siapa diri kamu dan identitas kamu saat ini kata Arnold yang sudah akan berangkat.


Liza cemberut memandang kepergian papanya Itu. sedikit kesel sih karena dinasehatin seperti itu berkali-kali.


Ada apa sayang kok kamu cemberut begini.


apa tuh ngelarang Eliza berteman emangnya Aliza ini hanya bisa dengan pandi doang seumur hidup nggak boleh berteman dengan siapapun lagi?" keluh nya


"Bukan gitu loh sayang kamu itu salah ngerti apa yang diinginkan oleh papamu berteman boleh tapi jangan kelewatan batas toh kamu sudah punya suami kan?" kata dini.


"iya sih ma aku tahu jangan khawatir deh selingkuh Itu bukan aku mah. Aku ini orang yang jujur dan setia dengan suami kok" keluh nya.


"tapi suami yang mana, hehehe" tambahnya di dalam hati yang tidak mungkin dia ungkapkan di permukaan.


Lisa pura-pura marah dan dia benar-benar bersiap ingin pergi. Sebelum pergi Liza mengatakan pada mamanya Jika dia tidak pulang untuk makan siang.


Dia hanya akan makan pisang hari ini, tentu nya pisang raja.


Hehehe


.

__ADS_1


__ADS_2