Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
30


__ADS_3

Keheningan segera menyapu rumah besar.Semua orang mau fokuskan diri pada perkataan demi perkataan yang dilontarkan oleh pandi.


Dia menceritakan pengalamannya yang terjadi.


Semakin lama dia bercerita Liza semakin marah saja tapi dia mencoba menekan semua rasa itu karena ada papa dan mamanya.


Namun begitu kuku nya yang terawat rapi ,menusuk ke dalam daging nya ketika dia menggenggam nya dengan kuat.


Matanya menatap tajam pada pandi,dia benar-benar membenci pandi sekarang.Tentu saja perubahan wajah Liza ini dilihat langsung oleh Pak itam tapi dia menyukai reaksi ini.


Karena memang reaksi inilah yang sedang dia tunggu saat ini. Karena perubahan ini Pak Itam menganggap hubungan Liza dan siluman ular putih itu masih ada.


"Jadi kapan sebenarnya kau melihat ular putih itu?" tanya Pak itam apa ada pandi.


"saat itu aku sedang mengejar Liza ingin membawa dia pulang aku sudah memanggilnya berkali-kali.Liza lari masuk ke dalam tentu saja aku mengejarnya pada saat itulah ular itu menghadangku seolah-olah dia tidak ingin aku mengikuti Liza"kenang pandi.


"Liza katakan pada Mama kenapa kau tidak pulang dengan pandi Kenapa kau masih di situ saja padahal sudah dinasehati olehnya, Hem tahukah kau jika tindakan itu berbahaya Bagaimana jika sesuatu terjadi padamu?" kata Mama Liza dengan cemas.


"itu dia Tante aku sudah mengajaknya pulang tapi dia malah nekat juga.Untung saja ular itu tidak melakukan apapun dengan Liza jika tidak ini pasti akan gawat desis pandi lagi yang memandang Liza.


Saat ini Liza masih diam tertunduk dan memandang lantai rumahnya.Padahal Liza jelas merasa kesal dan seribu alasan ditumpahkan kepada pandi atas kekesalannya itu.


"yah untung tidak jadi apa-apa dan Liza sekarang sudah kembali lagi ke rumah, syukurlah Itu" kata ayahnya pandi.


Meskipun tidak nyaman putranya disalahkan Tapi walau bagaimanapun memang pandi yang membawa gadis ini keluar dari rumahnya.Jadi sedikit sebanyak pandi juga harus bertanggung jawab tentang masalah ini.


Lama semua orang terdiam terlebih lagi, pak itam yang memandang Liza seraya memikirkan sesuatu.


"ngomong-ngomong setelah pandi pergi apa reaksi ular itu sama kamu tanya Arnold pada Liza yang saat ini duduk di sampingnya.


Liza tidak menggeming ataupun menjawab pertanyaan itu jadi Arnold bertanya sekali lagi.


Baru setelahnya liza mengangkatkan kepala memandang papanya itu dan orang-orang di sekelilingnya. Ada cahaya aneh di mata lisa yang hanya bisa dilihat oleh Pak itam.


"dia dia tidak melakukan apapun,setelah pandi pergi dia juga pergi dari tempat itu"kata Liza dengan pelan.


Sungguh dia tidak ingin menyebutkan masalah ular putih pada orang lain.Tapi sekarang masalah ini sudah naik ke permukaan oleh pandi.


Setelah menjawab itu Liza diam lagi dan menundukkan kepalanya seperti semula.Hanya dengan cara seperti ini Lisa tidak memperlihatkan reaksi aslinya pada yang lain.


Kembali semua orang diam tidak menimbulkan suara apapun yang terdengar hanyalah desiran angin yang meniup pepohonan di sudut rumah itu. Tampaknya semua orang sedang jatuh pada pemikiran masing-masing.


"Tuan Arnold izinkan saya bertanya sesuatu pada Putri anda?"tanya Pak itam yang membuka suara pertama kalinya.


dalam ilmu kebatinan Pak hitam ini segala sesuatunya diperlukan sebuah izin sebagai pembuka acara.sebagai orang tua kandung secara biologis Arnold memiliki kemampuan untuk melindungi dan menjaga putrinya.


Sekarang dia meminta izin pada Arnold agar menyerahkan hak-hak itu kepadanya. Tapi caranya sedikit tersembunyi dan terkesan hanya meminta izin secara.


Antara Arnold dan Liza memiliki hubungan batin yang sangat erat karena mereka berhubungan melalui darah.itulah kenapa meskipun Liza sedang ditekan oleh ilmu gaib.


Sebenarnya dia masih bisa menurut pada kedua orang tuanya terlebih lagi pada Arnold selaku ayah kandung.


"oke silakan saja Pak itam"kata Arnold yang tidak tahu apa-apa. sebenarnya kata-kata ini mirip seperti akad penyerahan kekuasaan pada putrinya namun hanya bersifat sementara.


Mendapatkan izin dari Arnold Pak itam mengalihkan pandangannya pada Liza yang masih saja tertunduk.


"Liza bisakah aku melihat telapak tanganmu?" kata Pak itam lagi dengan nada serius.


kali ini Liza tidak menolak keseruan dari Pak itam dia mengangkatkan kepalanya dan mencoba melihat mamanya. Seolah-olah bertanya apakah ini sebuah keharusan.


Secara samar dini mengangguk pelan dan membuat Liza tidak berdaya untuk menolak pria tua ini. Dengan rasa takut dan juga perasaan yang aneh yang menyelinap di dalam hatinya. Liza mau tidak mau menyerahkan tangan kanannya pada orang tua itu.


"Liza kamu jangan takut saya hanya ingin melihat garis tanganmu saja.Dan saya harap kamu menjawab pertanyaan saya dengan jujur dan benar tanpa ada yang disembunyikan"kata Pak itam yang memegang tangan Liza.


lagi-lagi liza hanya bisa diam dan menurut. Sementara Pak itam memperhatikan garis tangan liza dengan kening yang berkerut.


"Pak Arnold tanggal berapa dan hari apa putrimu lahir"


Arnold menyapa istrinya dan mengatakan tanggal yang benar pada pak itam.


Setelah mendapatkan tanggal,pak Itam memperhatikan lagi garis tangan itu namun kali ini mulutnya berkomat-kamit. Seperti membaca sesuatu yang khusus.


Entah apa yang terjadi tapi raut wajah hitam semakin buruk saja.


"sudah berapa kali kamu bertemu dengan ular itu?" tanya Pak Itam pada Liza.


beberapa waktu Pak Itam menunggu jawaban tapi Liza sama sekali tidak ingin menjawabnya.


"jangan takut , Aku hanya ingin bertanya dan tidak bermaksud lain.katakan sudah berapa kali kamu bertemu dengan ular putih itu?"


Liza ingin tidak ingin menjawab pertanyaan itu Tapi entah mengapa dia tidak bisa menolaknya.


Samar-samar liza menjawab,"dua...dua kali"

__ADS_1


Mendengar jawaban itu dini menggelengkan kepalanya dengan lemah kenapa baru kali ini bisa mengatakan nya.Bukankah artinya Liza sudah menyembunyikan banyak hal pada ibu kandungnya sendiri.


Jika Liza sudah mengakuinya sejak awal mungkin mereka bisa menghindari pertemuan yang kedua. Tapi sayang semuanya sudah pun terlanjur.


"Apakah dia pernah bergerak untuk mengganggumu?"


" tidak pernah sama sekali "kata Liza dengan tegas.Dari nadanya jelas dia ingin menyelamatkan keberadaan ular itu dari dukun ini.


Suara amarah dari liza karena pertanyaan yang terus-menerus berdasarkan ular putih itu .Tentu saja membuat semua orang terkejut. Liza seperti induk ayam yang sedang melindungi anak-anaknya.


"saya sudah lama mendengar kisah ular putih tapi belum pernah bertemu sama sekali bolehkah Liza mendiskripsikan bentuk dari ular itu?'tanya Pak item lagi yang sepertinya sedang mencoba memastikan sesuatu.


Mau tidak mau berpikir ke arah gambaran tentang ular putih. Segera bibirnya membentuk senyuman lebar ,saat dia berkata"sekilas itu hanyalah ular putih ular biasa yang berwarna putih.tapi tidak keseluruhan putih karena aku melihat pola-pola yang lebih mirip seperti batik di tubuhnya. bentuknya begitu cantik sekali. mungkin panjangnya sekitar 2 meter, ketebalan tubuhnya seperti paha orang dewasa"


Ketika Liza sedang berbicara dia tersenyum seolah olah bukan mendeskripsikan seekor ular yang menyeramkan tapi mendeskripsikan sesuatu yang indah. Sesuatu yang layak disebut di depan banyak orang.


Ini lebih seperti seorang yang sedang mendiskripsikan pacarnya sendiri.


Ada seberkas sinar kebanggaan dan penuh kerinduan di balik mata Liza saat ini.


Segera saja semua orang menyadari perubahan itu. Jelas saja ular putih bukanlah gosip ataupun rumor yang tidak bertanggung jawab.


dulu hanya segelintir orang yang mengaku pernah melihat ular putih itu Tapi saat ini Liza sendiri sudah menyebutkannya dengan jelas. ditambah ke pengakuan pandi pada semua orang.


Namun yang dipikirkan oleh orang lain bukanlah masalah si ular putih. Tapi masalah wajah Liza yang menganggap hal itu seperti sesuatu yang istimewa.


Terutama dini yang sama sekali tidak pernah melihat putrinya berlaku seperti sekarang. Tiba-tiba saja dini seperti mendapatkan firasat buruk.


Terlebih lagi dengan pandi yang menganggap ini adalah sesuatu yang aneh.Dulu pandi berpikir alangkah bagusnya jika Lizamengabarkan pada orang lain betapa bagusnya dia.


Tapi sekarang dia melihatnya dengan mata kepala sendiri. Tapi kata-kata itu bukan ditujukan untuk dirinya melainkan sesuatu yang bahkan bukan manusia.


"Apakah aku sedang cemburu pada ular, hehehe, amit-amit cabang bayi"pikir pandi saat ini.


"Apakah ada lagi tanya Pak item pada Liza dengan menatapnya lekat-lekat.


"tidak ada hanya itu yang aku ingat kok" jawab Liza dengan cepat karena dia sudah muak menjawab pertanyaan pria tua busuk ini.


"kalau kamu capek pergilah istirahat kata Pak Itam lagi. Liza menganggukkan kepalanya dan dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.Dia langsung bangkit dari duduknya dan beranjak meninggalkan ruang tamu .Di mana semua orang sedang melihat kepergiannya.


hanya setelah Liza masuk ke dalam kamarnya semua orang termasuk Pak Itam menarik nafas panjang. Seolah-olah ada beban pikiran di dalam hati mereka masing-masing. Terutama dengan kedua orang kecuali.


"Pak Itam gimana Pak hitam Apakah ada sesuatu yang hitam temukan tadi ?"tanya Arnold buru-buru karena dia makin penasaran saja.


"tunggu sebentar "kata Pak Itam yang langsung duduk semedi.


Kali ini Pak itam mengirimkan jurus pendeteksi aura. Di mana dia merasakan ada jejak-jejak spiritual di dalam rumah ini.Jejak itu paling kuat berada di dalam kamar yang saat ini dimasuki oleh Liza tadi.


Di mata Pak Itam semua ini terlihat seperti benang panjang yang saling bertautan satu antara yang lain.


Benang-benang itu mengalir dari luar dan masuk ke dalam kamar Liza.Bisa dilihat jika korbannya memang adalah Liza di sini bukan kedua orang tuanya.


"sialan tenaga dalam ku tidak cukup untuk meneliti dari mana asalnya benang spiritual ini. tapi tidak perlu cari tahu Bukankah itu dari rumah tua. pasti pekerjaan dari siluman ular putih"kata Pak Itam di dalam hatinya.


Dia baru saja terluka dalam dan belum sempat disembuhkan .Jika dia nekat mendobrak benang spiritual ini. Mungkin efeknya tidak bagus untuk dirinya sendiri.


Jadi pergerakan Pak item hanya bisa sampai di sini.


Ketika pak item sedang melakukan itu. tidak satu orang pun dari mereka ingin mengganggunya semuanya melakukan pembiaran.


"Hah hufff...huffff.Ketika pak Ita membuka mata dia buru-buru menarik nafas panjang.Pak item jelas-jelas terancam di sini dan jika dia tidak meninggalkannya mungkin dia akan diserang lagu secara batin.


Setelah itu Pak Itam mengelus jenggotnya dan meratap semua orang di sini satu persatu.Dini sudah belajar dari hal terakhir kali jadi dia tidak akan menanyakan hal-hal tersebut lebih dulu.


"sebenarnya anak Kalian ada sangkut pautnya dengan ular putih itu.Aku belum menemukan masalahnya tapi aku yakin ular putih tidak akan membiarkan liza tinggal dalam aman"kata Pak Itam dengan wajah yang serius dia tidak akan bercanda jika ini sudah terkait dengan ular putih.


Tentu saja jawaban ini membuat kedua orang tua Liza menjadi tambah khawatir.


"tapi pak itam apa yang harus kami lakukan? katakan saja kami rela membayar apapun asalkan dalam bentuk uang"kata dini buru-buru dia menghapuskan air matanya yang tadi kering yang sekarang berisi penuh lagi.


"Aku tidak percaya itu ,sebenarnya hubungan macam apa yang dimaksudkan oleh Pak Itam ?"tanya Arnold yang sama khawatirnya dengan istri.


"ya Pak Itam katakan pada kami hubungan macam apa dan bagaimana cara mengusirnya. apa sebaiknya kita kirim saja dia ke Australia?"kata dini yang buru-buru.


Jika tidak berpikir tentang liburan dan datang ke sini, tentu saja putrinya akan baik-baik saja.Walaupun Australia itu jauh tapi mereka pasti bisa berkomunikasi dengan lancar.


Dini berpikir dia lebih baik menahan rasa rindunya daripada membiarkan putrinya itu tersesat dalam godaan ilmu gaib. Jika sudah terlambat jadi ini khawatir siluman ular putih benar-benar akan membawa putrinya pergi.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi yang jelas Putri kalian sudah ditanam dengan sesuatu yang gaib.Anggap saja jika ini adalah smartphone sesuatu yang ditanam itu adalah aplikasi bawaan.tidak mudah menghapusnya meskipun kalian mengirim dia keluar negeri sekalipun"


Menurut pak item, ilmu gaib yang ditanam ini membuat Liza akan selalu merindukan sosok ini bahkan memikirkannya setiap hari. Semakin lama dan semakin jauh kemungkinan besar ini akan mengikis mantal liza sedikit demi sedikit.


Penjelasan dari Pak item ini lagi-lagi membuat dini tidak berkuasa menahan laju air matanya yang turun sama sekali tidak menyangka jika liburan kali ini benar-benar membuat putrinya menderita jika sudah begitu Bukankah dia dan suaminya ya yang sudah membunuh Putri sendiri.

__ADS_1


"jadi Pak Itam bagaimana caranya. tolonglah kami ,aku.. aku bersedia membayar berapapun" kata dini yang mencoba memohon pada Pak item agar memikirkan sesuatu sebagai solusinya.


"untuk saat ini tidak ada jalan lain aku sedang terluka sekarang. biarkan aku pulang terlebih dahulu untuk mengobati lukaku"kata Pak Itam dengan nada menyesal.


Menyesal karena tidak bisa membunuh ular putih itu secara langsung dan menyesal ilmunya tidak setinggi yang dia pikirkan sebelum ini.


"Pak Itam kira-kira kenapa ya ular putih itu menargetkan Liza Padahal dia adalah orang baru?"tanda tanya pandi yang tiba-tiba mengingatkan semua orang.


Apa istimewanya Lisa sehingga menjadi target ular putih.


"aku belum bisa menjelaskan apa itu. Aku sedang berpikir tentang kedatangan ular itu yang muncul lagi setelah beberapa lama menghilang .Dalam penghitungan almarhum adik seperguruan,ular putih itu memang sedang mencari sesuatu dan tapi tidak tahu apa yang dicarinya"


Pak Itam masih ingat pada hari di mana adik seperguruannya itu sedang.dia sempat bertarung dengan si ular putih yang mengakibatkannya mengalami luka yang tidak tersembuhkan.


Sempat juga dalam pertarungan itu dia melakukan dialog dengan siluman tersebut.


Dalam dialog itu dikatakan Jika si ular putih tidak akan mengganggu siapapun selagi dia tidak diganggu. Karena sebenarnya dia sedang mencari sesuatu di rumah tua.


Berdasarkan pertarungan Itu si ular putih berjanji tidak akan mengganggu orang lain lagi .Itulah yang menyebabkan ular putih ini tidak pernah terlihat lagi setelah beberapa tahun.


Tapi kenapa setelah bertemu dengan Liza ,dia malah menanamkan ilmu gaib pada gadis ini.


"jadi pertanyaanmu sama sekali belum terjawab" tambah pak itam.


"Apakah bapak berpikir dia ingin mencari Liza?" tanya pandi setelah beberapa saat berpikir dan terdiam.


"itu aku tidak tahu pasti yang jelas dia mencari sesuatu yang pada Liza.aku sendiri tidak yakin apakah kedatangannya kali ini bermaksud baik atau buruk.Mari kita tunggu tanggal mainnya sementara aku memulihkan diriku sendiri. Karena pertarungan tadi aku terluka dan tidak kuat untuk menantang dia. baru kali ini aku bertemu dengan lawan yang setara"kata Pak Itam yang dengan panjang lebarnya.


Pak Itam ini masih berniat untuk menjaga nama baiknya dalam dunia perdukunan. Dia akan malu jika orang lain tahu sebenarnya antara dia dan siluman ular putih sama sekali tidak setara seperti yang dia katakan.


Namun begitu Pak Itam yakin dia akan mampu belajar lebih banyak dengan membuka kembali buku-buku yang diterimanya dari guru yang sudah meninggal.


Seringkali Pak Itam merasa ilmunya sudah begitu tinggi sehingga tidak perlu belajar lagi.Tapi setelah mengalami luka dalam seperti sekarang.Barulah Pak Itam menyadari jika ilmunya hanya seujung kuku bagi siluman ular putih.


Namun begitu dia menolak untuk mengatakannya pada orang lain. biarkan ini untuk dirinya sendiri orang lain tidak perlu tahu.


"baiklah Pak Itam aku mengerti" kata Arnold yang juga menyadari jika saat ini bukan waktu yang sesuai untuk bentrok.


"tapi pak itam, bagaimana caranya kami menangkis semua itu. kalau-kalau Liza mendapat serangan lagi.Apakah Pak Itam bisa meninggalkan jimat atau sesuatu?"tanya pandi lagi.


"baiklah bawakan aku sebotol air mineral"kata Pak Itam.


Segera saja Mama Liza pergi ke belakang dan kembali lagi dengan sebotol air besar.


Pak itam komat-kamit sebentar dengan lantunan mantra yang tidak diketahui.


"belilah banyak garam dan taburkan di sekeliling rumah. kalau bisa tanam juga beberapa pohon untuk menangkal dia untuk masuk" kata pak Itam .


dini segera bertanya tanaman apa yang sekiranya bisa dibuat sebagai penangkal.


selain dari pohon bidara masih ada beberapa pohon lagi yang bisa di pakai.


Misalnya bumbu kuning.


Ada juga kaktus yang bisa ditanam di dalam ruangan dan cocok diletakkan di dalam kamar Liza.


bahkan Mama Liza diminta untuk menanam bunga mawar dan bunga kenanga.


Begitu juga dengan tanaman sirih yang biasanya populer digunakan sebagai obat-obatan herbal.


"Tebu ireng bisa juga kulihat di ujung desa ada seseorang yang memiliki bibit tebu Ireng. tanam di depan rumah untuk melindungi liza dari gangguan gaib "


Mama Liza dengan serius mencatat semua hal yang disebutkan oleh Pak. Termasuklah dengan pinang merah dan bangle.


Mereka akan minta seseorang mencarinya dan menanamnya hari ini juga.


"kalau tidak ada lagi pertanyaan aku akan permisi dulu, hubungi aku lagi jika ada sesuatu yang terjadi.tapi kalau bisa biarkan aku menghubungi kalian terlebih dahulu"kata Pak Itam yang benar-benar harus menyendiri lebih lama kali ini.


Arnold tidak bisa menahan pria tua itu lebih lama dia langsung meminta pandi untuk mengirimkan pria tua itu pergi setelah mengirimkan beberapa lembar uang merah ke dalam kantong celananya.


Sebenarnya jumlah ini tidak akan sepadan mengingat luka dalam yang dialami oleh pria tua ini.


pandi sekalian pulang bersama ayahnya selagi mengirim Pak Itam pulang.


Karena itu Arnold dan dini berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada pandi dan memohon maaf seandainya pandi tersinggung dengan perilaku liza.


Setelah Semua orang pergi dini tidak tinggal diam dia langsung menginstruksikan beberapa pembantu rumah tangga dan juga tukang kebun agar menanam hal-hal yang disebutkan oleh Pak Itam tadi.


Hal-hal yang disebutkan itu jika bisa harus selesai ditanam sebelum hari gelap.


Sedangkan garam yang akan ditaburkan perlu waktu tertentu sekitar jam 19,30 WIB.


Jadi ketika liza sedang beristirahat di dalam kamarnya. Kedua orang tuanya sama sekali tidak bisa istirahat.Ada begitu banyak hal yang dilakukan untuk menjaga liza dari terpengaruh lagi dengan ilmu gaib tersebut.

__ADS_1


Meskipun demikian hal-hal ini tidak bisa menjamin jika Lisa tidak mengalami gangguan yang kesekian kalinya.


__ADS_2