Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
92


__ADS_3

Di sebuah desa yang namanya tidak bisa disebut. Seorang laki-laki di awal 30-an duduk di bawah pohon beringin tua.


Dia sedang merapalkan beberapa mantra yang diajarkan oleh gurunya.Namanya Karno.


Sebenarnya Karno tidak mau melakukan ritual yang aneh seperti ini. Saja dia sedang kepepet dengan urusan ekonomi.


Karno terlahir dari pasangan miskin di desa yang berbeda. Dia juga memiliki beberapa saudara-saudara yang sama miskinnya dengan dia saat ini.


Hidup miskin itu sudah terbiasa dan dia tidak lagi heran tapi sampai menikah dan memiliki anak dia masih miskin itu yang tidak bisa diterima.


Kemarin istrinya yang sedang hamil tua diprediksi akan mengalami kelahiran yang harus melalui tindakan Cesar. ini semua harus menggunakan uang.


Karena sudah berpikir untuk meminjam pada beberapa kenalan tapi kenalan macam apa yang dia miliki.


Orang-orang susah seperti dirinya tentu hanya memiliki saudara dan kenalan yang susah juga. Di samping itu dia sudah meminjam banyak sebelumnya tapi belum bisa mengembalikannya sampai sekarang.


Tiga hari yang lalu dia berbicara dengan saudara-saudaranya yang juga mengeluhkan kehidupan miskin yang tidak tertahankan ini.


Salah satu dari saudaranya kemudian menyarankan agar mereka belajar ilmu gaib.


Begitu banyak ilmu gaib yang bisa dipelajari untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah dan membuatmu menjadi kaya.


Tapi kebanyakan dari hal itu memerlukan tumbal yang tidak benar.


Mereka berbicara banyak hari itu dan sampai pada keputusan untuk pergi mencobanya.


Jadi tiga saudara sekarang belajar pada seorang guru yang katanya berhubungan langsung dengan para lelembut.


Atas perintah guru itu tiga saudara sedang duduk bersemedi di bawah pohon beringin tua.


Jika berhasil bertahan selama 3 hari mungkin dia akan mendapatkan beberapa wejangan tentang bagaimana menjadi kaya.


Tapi jika tidak kuat bertahan selama 3 hari itu maka dia dikatakan gagal dan semedinya harus diulang lagi.


Dalam semedi anda tidak boleh makan apapun dan hanya bisa minum air dengan kembang 7 rupa saja selama 3 hari.


Ini adalah hari ketiga Karno duduk di bawah pohon beringin tua. Karena terlalu fokus dirinya tidak menyadari jika dua saudaranya sudah menyerah terlebih dahulu.


Karena mereka adalah persaudara jadi kedua saudaranya ini belum pulang tapi menunggunya selesai.


Mereka tidak menyangka jika Karno berhasil melewati hari terakhir. Jadi hari ini adalah hari penentuan di mana dia berakhir menjadi kaya atau tetap miskin seperti biasanya.


Tepat pukul empat sore, entah dari mana asalnya tiba-tiba ada suara yang bergema di sekitar lokasi sebuah suara yang hanya didengar oleh karena dan dua saudaranya sedang menunggu.


Asal suara yang tidak jelas membuat ketiganya merinding tapi karno bukannya takut malah menjadi bersemangat.


ini adalah hal yang sudah dia tunggu sehingga dia sanggup melakukan semedi yang menyesatkan ini.


"Pengikut ku yang patuh"


Bersamaan dengan suara itu ada seekor ular kecil yang tubuhnya keseluruhan berwarna putih.


Dia tetap diam di tempat tapi jelas tidak takut akan manusia. Karena itu karena dan yang lain yakin jika yang sedang berbicara itu adalah ular kecil tersebut.


Tidak ada aturan siluman ular bisa melewati laut ini hanyalah transmisi suara satu pihak.Itupun karena penganutnya ada di sini alias guru yang mengajari Karno dengan mantra.


Yang hadir bukanlah siluman ular asli melainkan hanya Avatar.


"Tuan ular, apakah kau yang sedang berbicara?" tanya Karno gugup.


Dia sudah merapal beberapa mantra dari gurunya tapi tidak mengetahui siapa yang dia sembah saat ini.


Apakah rapalan itu khusus ditujukan pada ular ini.


"hihihi Ini aku, tapi jangan takut pengikutku aku sudah mendengar permintaanmu ,kau hanya ingin uang bukan?"


Karena bukan main gembiranya ketika mendengar jawaban ini dia menganggukkan kepala begitu juga dengan dua saudara nya yang tadi sempat mundur.


"kami adalah lembut dari dunia ular. tidak pernah mengganggu manusia tapi akan selalu membayar jasa para pemujanya"


"aku akan membayar kebajikanmu sebagai pengikut tapi dengan syarat lain"selesai saja berkata tiba-tiba di depan Karno sudah teronggok kulit ular yang mati. Dalam sekejap kulihat ular itu berubah menjadi seonggok emas.

__ADS_1


Karno dan dua saudaranya ini tiba-tiba membulatkan matanya melihat emas sebanyak. Itu bukan lagi dalam ukuran ons atau timbangan emas seperti biasanya tapi bisa disebut sebagai kiloan.


Seumur hidup mereka tidak pernah melihat emas seperti ini. Jika emas ini benar-benar menjadi milik Karno itu artinya dia akan menjadi pria kaya di dalam keluarga mereka.


Tapi Karno tidak buru-buru mengambil emas itu. Dia takut tumbal yang diminta adalah anak dan istrinya sendiri karena itu dia harus bertanya dan menolaknya jika memang sedemikian.


"Tuan ular apa yang kau minta asalkan ini bukanlah nyawa manusia"


"hihihi rupanya kau cukup pintar, tapi aku suka dengan pemuja seperti kau. kami lele lembut dari suku ular tidak menyukai nyawa manusia sama sekali. tapi kami benci dengan penghianatan"


"ada seorang penghianat yang saat ini akan kabur pergi ke Malaysia. Dan ini dia sedang berada di bandara internasional Banyuwangi ciri-cirinya adalah...


Karno dan dua saudaranya mendengar dengan apa tuh apa yang diminta oleh lelembut dari klan ular ini.


Mereka cukup senang karena tumbal yang diinginkan bukanlah nyawa anak dan istri sendiri.


Siluman ular dikatakan hanya ingin meminta penghianat untuk dikembalikan ke tanah Bali.


Tapi usahakan penghianat itu masih dalam keadaan hidup dan tidak tersentuh sama sekali, persyaratan nya ringan saja.


"hihihi ambil emas itu sebagai tanda jadi jika tugas selesai maka aku akan mengirimkan yang lebih baik daripada ini. selain dari kau aku juga mengirim beberapa pengikut. siapapun yang gagal tidak akan mendapatkan hukuman. tapi ingat hanya pemenang saja yang akan mendapatkan hadiahnya"


Karno tidak berpikir panjang ,dia langsung mengambil emas itu tanda persetujuan kerjasama antara dia dan siluman.


Setelah kamu mengambil emasnya tiba-tiba ular menghilang tidak lagi berada di tempat itu.


"Kakak, apa yang harus kita lakukan sekarang?"tanya Karno pada kakaknya.


"jangan khawatir kita harus pergi menyusul ke bandara Banyuwangi. pertama-tama mari kita jual dulu mas ini sedikit untuk membeli pakaian yang layak dan menyewa mobil ke sana"


Kakaknya mulai mengatur apa yang harus dilakukan tapi dia meminta sedikit dari emas itu untuk dimilikinya nanti Jika pekerjaan sudah selesai.


Tentu saja karena setuju untuk membagi hasil yang akan dia dapatkan.


Jadi 3 saudara bergegas pergi ke toko emas untuk menjual setengah dari emas itu.


tentu saja tidak mudah untuk menjual emas yang tidak memiliki surat-menyurat. tapi ketiganya kebetulan tahu dengan toko yang sedikit curang. jadi emas ini dijual dengan harga yang lebih rendah dari harga rata-rata.


Agar pekerjaan lebih efisien mereka membagi waktu seseorang menjual dan seorang lagi harus menyewa taksi.


Yang ketiga harus mencari pakaian yang layak sehingga mereka tidak dicurigai ketika sampai ke bandara nanti.


Hanya dengan begitu mereka bisa dengan cepat pergi ke bandara internasional.


Semua orang mengetahui jika sudah ada di bandara tentu akan terbang pergi tidak lama kemudian karena itu mereka harus bergegas agar tidak ketinggalan pesawat.


Mereka bukan saja bersaing dengan jadwal penerbangan tapi juga bersaing dengan para pengikut lain yang tentu akan diberikan dengan tugas yang sama.


Ini sudah menjadi seperti sebuah perlombaan siapa cepat dan siapa yang dapat.


Dua buah taksi langsung dipesan secara khusus dan dilarikan ke bandara internasional.


Tidak sampai setengah jam kemudian tiga saudara yang turun dari 2 taksi ini tiba di bandara internasional. Sopir taksi mereka pesan harus menunggu di sini dan tidak bisa bergerak sebelum mereka datang.


" Tuan, permisi boleh bertanya?"kata-kata menyapa seseorang yang baru saja lewat.


Ada begitu banyak turis yang lewat tapi dia tidak bisa berbahasa Inggris jadi dia menyapa seseorang yang tentunya adalah orang lokal.


"Ya ada apa?" jawab orang itu dengan ramah.


"Saya nyari temen yang sudah lama nggak ketemu tapi katanya sih pengen berangkat hari ini dengan jadwal penerbangan ke Malaysia.Hem apakah anda tadi melihat ada seseorang dengan ciri-ciri yang selalu memegang sangkar burung di tangannya?"tanya Karno dengan percaya diri.


Pria yang ditanya itu nggak berdiam diri sebentar tapi kemudian menggelengkan kepala.


"Hem cobalah pergi ke sekitar kantinku dengar penerbangan ke Malaysia makan tiba 2 jam lagi. mungkin orang itu duduk di sana"jawabnya dengan sopan.


"oh begitu ya makasih ya, mas eh bli "


"Hahaha tidak apa-apa ini biasa "kata pria itu yang langsung meninggalkan lokasi.


"Kakak seharusnya Kita tadi beli HP supaya bisa saling menghubungi kalau sudah gitu kan kita bisa nyarinya dengan cara berpencar!"kata Karno kesal.

__ADS_1


"Ya kalau kita pergi ke konter HP itu bakalan lama lagi , orang nya nanti akan keburu pergi" kata kakak nya.


Karno menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Baru kemudian dia sadar jika dirinya tidak pintar-pintar amat pantasan nggak pernah jadi kaya seumur hidup.


Tapi tidak masalah, detelah dia kaya pasti anak-anak akan di sekolah kan agar menjadi lebih pintar.


Ketiga saudara ini berjalan menuju ke berbagai restoran dan tempat cinderamata. bandara internasional ini memang layak disebut sebagai bandara internasional yang luar biasa.


Tiga saudara ini adalah orang yang hidup dalam kemiskinan Jadi mereka tidak pernah masuk ke tempat yang namanya bandara.


Mereka tidak mengerti yang namanya estetika tapi memilahnya dan berpikir seperti inilah rumah yang mereka inginkan di masa depan.


lantai yang bersih luas dan mengusung tema green building.


jika tidak ingat tentang tenggat waktu mungkin mereka bertiga akan betah di dalam bandara ini. kenyamanan di dalam toilet saja sudah membuat mereka merasa takjub.


"Hem gini ya orang kaya buang hajat. tempatnya aja lebih bagus daripada kamar tidur kita"


"Hus apa-apaan sih mikirin itu. yuk kita fokus cari orangnya kalau sudah ketemu kita akan bikin lantai rumah selicin ini nanti" kata Karno bangga.


"ya kalau berhasil kalau nggak...


"maka usahakanlah, jangan bicara terus ayo pergi cari"kata Karno lagi.


Bandara yang luas membuat mereka kecapekan sendiri ketika harus berputar-putar dengan tempat dan tujuan yang tidak jelas.


Untung saja walaupun miskin paling tidak mereka tahu membaca tulisan yang menunjukkan di mana arah restoran.


jangan cepat ketiganya tiba di sana.


"Kak coba lihat bukankah pria itu cocok dengan ciri-ciri yang disebutkan?"kata Karno menunjuk seseorang.


"Hem masih muda kulit putih dengan pakaian kaos dan celana kain. dia juga memegang sangkar burung. ya ini orangnya siapa sih yang bawa sangkar burung ke mana-mana Apalagi kan ini di bandara"


Tiga saudara itu saling pandang dan tersenyum mereka sudah melihat targetnya dan sekarang harus menyusun rencana bagaimana cara memindahkan pria itu untuk dikembalikan ke tanah Bali.


Sementara itu Pandi tidak tau jika dia sedang di incar seseorang dengan imbalan kulit ular yang sebenarnya hanya lah limbah.


Mengambil kesempatan sebelum keberangkatan dia menelpon keluarga nya.


Saudara-saudara yang lain tidak ada yang bertempat tinggal di Bali mereka bekerja ke beberapa daerah termasuk ibukota. lagi pula keluarga saudara yang lain tidak mengetahui kedekatannya dengan Pak hitam.


tapi berbeda dengan kedua orang tuanya. mereka cukup tahu dan bahkan cenderung mendukung.


Seperti yang terjadi pada kamu mereka sudah bosan dengan kehidupan yang miskin. Jika ada jalan pintas untuk menjadi kaya mereka akan melakukannya meskipun akan memberikan hal-hal lain sebagai tumbal.


Peduli apa dengan nyawa orang lain asalkan keluarga mereka tidak mengalami hal seperti itu.


Sekarang kedua orang tuanya sudah pun berangkat ke Malaysia terlebih dahulu. Mereka harus mempersiapkan beberapa hal sebelum pandi tiba di sana.


Karena keluarga sudah berangkat lebih awal sekarang mereka tentu sudah tiba di Malaysia. Hal pertama yang dilakukan adalah membeli sebuah hunian yang sedikit jauh dari kota.


"Hem beli saja mah, tidak masalah berapa Aku punya tabungan nanti aku transfer pada Mama oke"


"tapi harganya lebih mahal daripada di Indonesia gimana kalau kami pulang lagi dan kita cukup pergi ke kota lain jangan di sini deh"kata Mama nya dengan nada tidak senang.


Walau bagaimanapun dia tidak ingin terlalu jauh dari tempat kelahiran. Lebih baik berpindah kota daripada berpindah negara seperti saat ini.


Gimana jika kangen tentang kampung halaman, makanan misalnya.


"Mama gimana kita tinggal sebentar sekitar 2 atau 3 bulan kemudian kita balik lagi dan memilih kota yang Mama suka, gimana?"


Pandi berbicara dengan asyik dengan mamanya yang jauh di seberang.Dia tidak sadar jika tiga saudara yang tidak di kenal sedang mengintip nya .


Di mata mereka bertiga Pandi bukanlah manusia tapi seonggok emas yang berjalan.


Tiga saudara yang sebenarnya tidak memiliki pengalaman apapun tentang menculik orang.Tapi akan ada waktu pertama kali untuk semua hal.


Sekarang mereka dihadapkan dengan kebingungan apa yang harus dilakukan untuk menjatuhkan pria itu.


Apa

__ADS_1


__ADS_2