Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
71


__ADS_3

Setelah puas melihat perkembangan cangkang telur dengan mata kepalanya sendiri Liza akhirnya bisa tenang lagi.


Lalu dia mulai bicara tentang masalah yang dikemukakan oleh papanya kemarin. Tentu saja raja tidak akan menolak ide ini, lagi pula mereka bisa lebih dekat dan sering ketemu secara nyata jika hal ini memang bisa dilakukan.


"Atur saja lah,aku juga memiliki beberapa orang di luar sana sebagai pemuja setia. kau bisa gunakan mereka sesuka hatimu"Kata raja.


"Mereka?apa kau yakin?"


"Ya jangan khawatir aku akan mengaturnya dan paling tidak papamu bisa tenang"kata raja.


Liza berpikir sebentar tapi dia tidak menemukan ada yang salah di sini jadi dia setuju dengan ide raja.


dikatakan manusia dan siluman itu memang tidak bisa berinteraksi tapi terkadang manusia lah yang lebih antusias sekali.


Di antara jutaan manusia masih ada segelintir yang mencari jalan pintas untuk kekayaan dan sebagainya.


Jadi mereka orang yang seperti ini mengabdikan diri di dunia gaib untuk materi.


Siluman ular putih selalu memberi jika manusia seperti ini datang untuk memuja dan memberikan pengorbanan.


Ini lumrah dalam hal prinsip memberi dan menerima. terkadang orang-orang yang memuja siluman ular putih juga bukan orang yang biasa.


ada juga beberapa yang memiliki pangkat yang tidak rendah bahkan memiliki tingkat pendidikan yang hebat juga.


Biasanya orang seperti ini tidak sama sekali tidak berguna bagi para siluman selain daripada menukarnya dengan korban atau sesajen.


Sekarang Liza bisa menggunakan ini sebagai pekerja setia mereka.


Entah apa yang akan direncanakan oleh raja yang jelas Liza tidak akan campur tangan tapi dia akan menerima pekerja setia itu sebagai imbalannya.


Tanpa sadar Liza dan raja sudah tiba di depan pintu gerbang lagi. betapa inginnya Lisa menghabiskan waktu lebih banyak lagi dengan wajah tapi mereka tidak bisa seperti itu


Ada batasan dalam banyak hal.


Seperti kata orang setiap kali ada pertemuan maka tentu akan ada perpisahan.


"Raja, aku pergi apa kau akan datang malam ini?" tanya Liza pelan.


Mereka berdua bisa bertemu kapan saja tapi melakukan ini terus-menerus masih tetap menimbulkan perasaan tidak nyaman. Kapan mereka bisa bertemu dengan terang-terangan tanpa perlu sembunyi seperti saat ini.


raja memandang Liza dan memeluknya sebentar sementara itu pikiran Liza masih berkecamuk kacau balau dia masih ingat dengan kata-kata pak Itam kemarin yang tidak akan pernah dia lupakan.


Walau bagaimanapun dia tidak ingin Liza turut tertekan dengan kondisi ini jadi dia tidak akan pernah membicarakannya sama sekali.


"pulanglah dan hati-hati di jalan oke, jangan terlalu banyak pikiran dan jaga saja Putri kita di sini"kata raja serius dengan sentuhan lembut pada perut Liza yang buncit itu.


"Hem "


Dengan enggan mereka berjalan lagi dan saling pandang. Liza berjalan menuju mobil sementara raja berdiri di pintu.


Entah kenapa Liza memang sangat enggan berpisah jadi dia berbalik lagi dan buru-buru masuk ke dalam pelukan raja.


Pada saat itulah mobil yang dikemudikan oleh pandy bergerak tidak jauh dari lokasi. Liza yang berlari ke dalam pelukan raja dilihat oleh mata kepala Pandi sendiri.


Pandy kembali dari Denpasar dan berharap dia akan menemukan istrinya dan bersenang-senang bersama. Tapi imajinasinya yang hancur bekerja ketika melihat pemandangan ini.


Harapan yang setinggi langit tiba-tiba dilemparkan begitu saja, bagaimana pandi tidak merasa sakit hati dan marah di saat sama.


Dengan nafas yang putus-putus Pandi segera mempercepat laju kendaraannya dan berhenti tepat di sebelah mobil Liza.


Pasangan yang sedang asyik berpelukan itu bahkan tidak menyadari suara mobil yang mendekat.


"Raja...

__ADS_1


"Lizza!"suara teriakan padi penuh dengan kemarahan. tentu saja hal ini membuat rujak Liza dan raja terkejut mereka cepat-cepat melepaskan pelukan masing-masing.


salahkan saja dirimu kenapa tidak bisa mendengar suara mobil sekeras itu. tiba-tiba saja Liza merasa bersalah saat dia melihat Pandi ada di tidak jauh dari mobilnya.


Pandi turun dari mobil sambil mengeram dengan keras giginya bergemeratuk dengan kemarahan yang memuncak di ubun-ubun. Bahkan Pandi memiliki mata merah yang sulit dijelaskan saat ini.


Seorang suami sedang mendapati istrinya pergi berselingkuh dan berpelukan dengan pria lain.


Jauh di dalam hati Liza sama sekali tidak merasa bersalah melakukan tindakan seperti ini.Tapi jika dipikirkan lagi dirinya memang begitu bukan.


Liza hanya merasa kasihan dengan Pandi karena di tipu, tidak lebih dari pada itu.


"Liza kau,apa yang kau lakukan di sini hah?"


"Aku hanya bertemu dengan raja,kau juga lihat kan"tukas Liza dengan sengitnya.


"Liza kamu adalah istriku Dan sekarang sedang hamil dengan anakku apa kau pikir yang kau lakukan ini adalah pantas?"


"aku hanya bertemu dan membicarakan masalah bisnis tidak lebih, lagian Mama dan papa tahu kok"


"bisnis apa yang kau lakukan dengan cara berpelukan seperti ini, bisnis lendir?" ejek Pandi.


Lisa ingin menjawab perkataan Pandi itu tapi segera ditahan oleh raja dengan kata-kata yang lembut.


"tuan Pandi maafkan tapi seperti inilah cara kami bergaul tidak ada maksud apa-apa kok. oh ya Liza gimana kalau kita berpisah dulu dan nanti aku akan menghubungi kamu lewat telepon oke"


hanya seperti itu saja bisakah kata-kata itu melembutkan hati Pandi yang memang sudah panas. dia tidak peduli selebut apa raja berkata tapi menurutnya raja adalah seorang pria aneh yang menginginkan istrinya yang cantik.


Dengan kasar pandi menarik tangan Liza dan menggenggamnya segera,dia juga menuntunnya untuk masuk ke dalam mobil.


"Pandi lepaskan aku pandi kamu ini kok kasar sih, aku nggak suka"kata Liza yang langsung menyentakkan lengannya sehingga pegangan Pandi lepas begitu saja.


Suami sudah marah istri malah tidak bisa bertindak untuk mendinginkan suasana. Apalagi hal ini dilakukan di depan orang lain yang jelas melakukan hal yang salah. Tentu saja pandim tambah marah lagi melihat perilaku Lisa yang sama sekali tidak bisa dijelaskan.


Raja mengerutkan keningnya dengan tuduhan yang memang benar itu. tapi raja pikir ini bukan waktunya , jadi dia akan mengalah dulu.


"Maafkan jika sikap kami membuat tuan Pandi salah sangka. tapi aku akan segera bergerak. Liza selamat tinggal dan jumpa lagi"kata raja yang jelas ingin pamit.


Tiba-tiba saja seseorang datang dengan mengemudikan mobil berwarna silver. ini adalah mobil yang sama ketika raja datang di acara ulang tahun kemarin. jadi Pandi pikir ini adalah mobil raja jika tidak mobil siapa lagi.


"pria busuk ini rupanya menyembunyikan mobilnya, kenapa aku tidak melihat mobil ini tadi ya"pikirkan Pandi di dalam hati.


"tuan raja aku tahu kau kaya tapi ingatlah dengan sopan santun liza adalah istriku. jangan pernah kau pikir macam-macam tentang dia"kata pandi dengan wajah memerah.


Liza yang sempat bengong sekali lagi ditarik dan diminta untuk mengikuti Pandi.


Raja jelas memberikan kode agar Liza mengikuti Pandi alih-alih melawan kata-katanya.


"pulang Liza ini bukan tempatmu oke sergapan di kepada Liza tapi matanya terus memandang raja tanpa berkedip sedikit pun.


Dia berbicara seperti itu tapi perilakunya ingin menunjukkan pada raja jika dia adalah pemilik sah dari gadis ini. Bodoh jika raja tidak mengetahui maksud perkataannya.


tapi Liza sudah kepalang gelap mata dia bahkan tidak berpikir dengan jernih lagi. raja adalah dunianya dan raja adalah segala-galanya tapi saat ini raja dihina oleh makhluk rendahan ini.


Liza yang memang selalu keras kepala tapi tidak pernah berteriak tapi hari ini dia mulai melakukan sesuatu yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.


"apa hak kamu menyuruh aku pulang, kau menjijikan sekali hubungan ini hanya sebuah keterpaksaan dan kau sudah sok dengan itu?"suara tegas Liza segera terdengar tanpa ada nada lembutnya sama sekali. Segera auranya juga berubah menjadi dingin seperti ada es batu di punggung Pandi.


Fandi menggigit gerahamnya sendiri dia sangat marah karena merasa kelelakian yang sudah ditantang dengan jawaban dari Liza saat ini. jika bukan mengingat Liza adalah istrinya yang sedang hamil dia pasti sudah akan menampar wajahnya dari tadi.


"Liza aku ada hak sama kamu aku adalah suamimu dan kau sedang hamil anakku makanya aku berani menyuruh untuk pulang. apakah kau tidak menganggap aku sebagai suamimu lagi kata Pandi yang memandang Liza seolah-olah meremehkannya.


Fandi selalu berpikir Liza memiliki pribadi yang panas tapi sebenarnya memiliki hati selembut tahu. sampai di sini saja dia sudah mengetahui pendapatnya itu salah besar.

__ADS_1


hati dan mulutnya sama saja.


Pernikahan ini adalah pernikahan paksa dan Liza sama sekali tidak pernah rela dengan itu. Tapi kenapa jika di atas ranjang Liza menjadi berbeda dia seperti pribadi yang benar-benar haus akan sentuhan Pandi.


Apakah Liza memang gadis yang murahan. Selalu bisa melayani laki-laki terlepas dari emosinya secara pribadi.


"sial wanita macam apa yang sudah aku nikahi ?"pikirkan di dalam hatinya.


"Hal.. hak apa yang kau katakan. hanya setelah menikah denganmu dan hanya melayani di atas ranjang Kau pikir kau sudah berhak atas aku. Kau salah besar Pandi, yang kau miliki adalah tubuh tapi tidak dengan hati, ingat itu"


Liza tersenyum sinis mendengar kata-kata Pandi tadi untung saja dia tidak keceplosan jika salah sebut mungkin rencana dia dan raja akan hancur berantakan.


saat yang sama Pandi langsung emosi dan dia benar-benar tidak bisa menahan diri dari mencekik Liza saat ini. dengan nafas yang tersengal-sengal seperti seorang yang sedang jantungan padi tidak berkata apapun langsung menarik tangan Liza dengan kasar lagi.


"Ayo pulang teriaknya ketika menarik tangan Liza.


"lepaskan aku Fandi aku akan pulang tapi bukan begini caranya lepaskan lepaskan teriak Liza yang meronta-ronta ingin melepaskan diri dari genggaman genggaman tangan Pandi tapi sia-sia saja Pandi mencengkal lengannya dengan kuat seperti penjepit besi dan dia terus saja menyeret Liza dengan kasarnya.


melihat ratunya diperlakukan demikian bagaimana raja tidak meradang. walaupun begitu dia jelas tahu resiko yang akan diambil jika dia maju dan memperlihatkan dirinya.


hei bung kalau ada masalah dibicarakan aja baik-baik jangan seperti ini. sebaiknya biarkan dia dingin dulu jangan dipaksakan oke kata raja yang entah kapan sudah berada di depan Pandi.


mungkin karena dalam kondisi emosi Pandi juga tidak pernah berpikir kenapa raja bisa bergerak begitu cepat.


tapi Pandi melepaskan pegangan tangannya dan menatap raja seolah-olah ingin berduel.


apa urusannya dengan kamu hah kamu hanya laki-laki yang tidak tahu malu. berdua-duaan dengan istri orang di tempat sepi seperti ini. kalau kau jadi aku apa pendapatmu apa kau akan membiarkan istrimu begitu saja. setelah berkata begitu Pandi langsung mendorong raja dengan kedua tangannya sehingga raja mundur beberapa langkah ke belakang.


sampai di sini emosi raja mulai naik.


"urusan Liza adalah urusan aku juga, kami sudah kenal lebih lama daripada kamu yang kamu pikirkan. Ayo katakan kau mau apa?"kata raja yang sudah masuk dalam posisi bertarung.


"b*****gan, kau tidak tahu malu "kata Pandi dengan geram. Dengan sekuat tenaga dia melayangkan bogem mentahnya ke rahang raja.


Raja sempat tidak fokus karena berpikir bagaimana caranya untuk mengelakkan interaksi dengan manusia


Jadi dia tidak sempat mengelak ditambah lagi posisinya yang tidak siap raja segera terhuyung-huyung lagi ke belakang. Segera dia bangkit dan meraba bibirnya.


Pukulanmu boleh juga bibirku sampai pecah hehehe kata raja yang bahkan tidak merasakan sakit.


"Raja"pekik Liza yang tidak menyangka sama sekali jika Pandi bisa berhasil memberikan pukulan pada raja. Liza maju ingin membantunya tapi raja segera mengangkat tangan memberikan kode jika Liza tidak perlu ikut campur.


Ini adalah masalah laki-laki.


"aku tidak apa-apa Liza tenanglah" jawab raja dengan singkat.


Raja sama sekali tidak pernah menduga jika dia bisa menerima serangan dari pihak manusia seperti ini tapi jika dipikir lagi perasaan aneh tiba-tiba datang ke lubuk hatinya.


Menarik...


Dengan pak Itam raja tentu saja bertarung menggunakan tenaga gaib bahkan tidak segan-segan menunjukkan wujudnya. Tapi kali ini dia merasakan bagaimana rasanya bertarung dengan manusia secara otot.


Rasanya boleh juga.


"Ahh aku akan melayanimu dan merasakan apakah tinjumu keras atau lembut hehehe"kata raja bersemangat lagi.


Di saat raja sedang bersemangat ingin merasakan sensasi bertarung dengan otot. Di saat itu Pandi malah merasakan jengkel yang teramat sangat. Dia sedang bertarung saat ini untuk mempertahankan posisinya sebagai seorang suami.


Tapi lihat apa yang dilakukan oleh istri tercintanya.Dia malah membela orang lain yang sebenarnya adalah orang.


Lagi-lagi Pandi merasa marah dan merasa dikhianati di saat yang sama. Ditambah lagi seringai raja seperti sedang mengejeknya saja.


Di sini Pandi merasa dia adalah orang ketiga dan pasangan asli adalah Liza dan raja.Kenapa bisa begitu.

__ADS_1


Liza juga tidak bergeming tapi malah melakukan pembiaran.Seperti pahlawan yang sedang menyelamatkan wanita cantik.


__ADS_2