Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
134


__ADS_3

Tujuh belas tahun kemudian


Seorang gadis muda berusia 17 tahun, dengan langkah mantap dan berani memasuki bandara. Dia memiliki rambut cokelat panjang yang diikat rapi menjadi kuncir tinggi, mata yang tajam dan penuh tekad, serta senyum yang menggambarkan keberanian dan kepercayaan diri. Dia memiliki postur tegap dan penuh energi.


Dia mengenakan pakaian yang mencerminkan karakternya yang kuat dan independen. Dia mengenakan jaket kulit hitam yang keren, atasan berlengan panjang dengan motif garis-garis monokrom, dan celana jeans yang nyaman. Kaki nya dilengkapi dengan sepatu sneakers hitam yang praktis dan cocok untuk perjalanan.


Dia membawa ransel hitam di punggungnya, berisi barang-barang yang dibutuhkannya untuk perjalanan ke ibukota. Di tangan kanannya, tergenggam erat tiket pesawatnya, sebagai simbol impian dan tantangan yang akan dia hadapi.


Bandara tempat gadis ini berangkat adalah sebuah bandara internasional yang modern dan sibuk. Terlihat antrian panjang di check-in counter, serta berbagai penerbangan yang akan berangkat dan tiba. Deretan toko-toko duty-free dan gerai makanan menghiasi lorong bandara, menciptakan suasana yang hidup dan penuh warna.


Para penumpang dari berbagai negara dan latar belakang berjalan melewati lorong-lorong bandara, memberikan atmosfer yang multikultural dan menarik. Suasana bising dari pengumuman dan suara pesawat yang lewat menambah semangat dan antusiasme Maya.


Dia berjalan dengan mantap menuju pintu keberangkatan. Tatapannya penuh semangat, meskipun juga ada sedikit rasa cemas dan kegugupan menghadapi perjalanan yang baru baginya. Namun, dia tahu ini adalah langkah pertama menuju impian dan kemerdekaannya.


"Aku akan berhasil. Aku bisa melakukan ini!"


Gadis ini memasuki pintu keberangkatan, meninggalkan masa lalu dan menyongsong masa depannya yang cerah. Dia siap untuk menghadapi dunia dan menggapai mimpinya dengan kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.


Bandara yang sibuk dipenuhi dengan penumpang yang berjalan ke sana kemari. Suara MEKANIS tiba-tiba terdengar melalui pengeras suara di bandara yang ramai. Nama "Quinsha Aurora" dipanggil dengan jelas dan tegas.


Tiba tiba saja ada suara mekanisme dengan suara lantang.


"Pemilik tiket penerbangan dengan nomor Quinsha Aurora, mohon segera melapor ke meja informasi. Ada situasi darurat yang membutuhkan kehadiran Anda."


Quinsha Aurora yang mendengar nama itu dan langsung terkejut. Dia merasa jantungnya berdetak kencang, sedangkan pikirannya berkecamuk. Quinsha sedang mempertimbangkan rencananya untuk kabur tanpa sepengetahuan keluarganya ke ibukota, namun panggilan ini seolah-olah membongkar rahasia itu.


"Bagaimana mungkin mereka tahu?"


Quinsha berjalan cepat menuju meja informasi dengan campuran rasa takut dan kebingungan di wajahnya. Dia mencoba mempertahankan ketenangan dan menutupi rahasia yang tersembunyi di balik penampilannya yang berani.


Seorang wanita yang profesional dan berpengalaman, menatap Quinsha dengan tatapan tajam saat gadis itu tiba di meja informasi.


"Quinsha Aurora, kami menerima laporan dari keluarga Anda tentang rencana Anda untuk pergi tanpa pemberitahuan. Mereka sangat khawatir dan meminta agar Anda segera kembali. Ada hal penting yang perlu Anda hadapi di rumah"


Quinsha terdiam. Dalam hatinya, dia merasa bersalah dan dihadapkan pada konsekuensi tindakannya. Dia menyadari bahwa keluarganya merasa khawatir dan berusaha melindunginya.


"Oh sial, begitu cepatnya mereka tahu"guman nya.


Quinsha merasakan kekecewaan dalam hatinya karena rencananya harus tertunda. Namun, dia juga merasa lega karena dia menyadari bahwa ada orang-orang yang peduli dan menginginkan kehadirannya. Dengan langkah berat, Quinsha meninggalkan meja informasi dan memutuskan untuk mengikuti panggilan tersebut.


Quinsha Aurora keluar dari bandara dengan langkah berat hati. Ekspresi wajahnya mencerminkan kebingungan dan penyesalan atas rencananya yang terbongkar terlalu cepat. Di depan bandara, sebuah mobil mewah keluarga berwarna hitam berhenti dan jendela kaca mobil turun perlahan.


Di sana sudah ada Liza raja dan Putri Wulan Adisty yang sedang duduk di dalam mobil dengan wajah cemas. Mereka sangat mengkhawatirkan Quinsha dan senang menemukannya.


"Quinsha, sayang, cepat masuk. Kami sangat khawatir."


Liza saat ini adalah wanita yang berusia hampir 40 tahun tapi melihat dari cara pembawaannya dia hanya wanita muda yang tidak lebih dari 30 tahun. Liza langsung membuka pintu dan memeluk putrinya ini.


Sebenarnya berat untuk mengatakan kejadian yang sesungguhnya tapi hal ini tidak bisa dielakkan lagi karena quinsha Aurora sudah berusia 17 tahun.


Dan tahun ini benar-benar memerlukan persetujuan dirinya sendiri agar bisa menentukan jalan hidupnya di masa depan.

__ADS_1


Quinsha menatap keluarganya dengan perasaan bingung dan malu. Dia tahu bahwa rencananya untuk kabur tanpa sepengetahuan mereka telah menyebabkan ketakutan dan kecemasan pada mereka. Namun, dia juga merasa terharu dengan perhatian dan cinta yang diberikan keluarganya.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat kalian khawatir."


Raja keluar dari mobil dan mendekati Quinsha dengan tatapan lembut. Dia meletakkan tangannya di atas pundak Quinsha dengan penuh kasih sayang.


"Kami tahu bahwa kamu ingin mencari kebebasanmu, tapi kamu tidak perlu melakukannya dengan cara seperti ini. Kamu adalah anak yang berharga bagi kami, dan kami selalu mendukungmu. Jangan takut berbicara tentang apa pun."


Quinsha merasa air mata mengisi matanya. Dia merasa bersalah karena telah menyakiti keluarganya dengan aksi pelariannya. Mobil mewah keluarga mereka menambah suasana mewah di sekitar mereka, dengan nuansa kaca hitam, kursi kulit berkualitas tinggi, dan hiasan interior yang elegan.


"ayo masuk. Aku rindu bermain denganmu!"Putri Wulan Adisty menganggukkan kepala ketika melihat quinsha Aurora masuk ke dalam mobil.


Setelah melewati 17 tahun pada akhirnya mereka berdua memiliki kemiripan yang hampir tidak ada bedanya.


Hanya saja Putri bulan Adisty memiliki bola mata berwarna biru sedangkan quinsha Aurora memiliki bola mata berwarna hitam gelap.


Quinsya Aurora masuk ke dalam mobil mewah dengan hati yang masih berdebar-debar. Mobil itu sangat nyaman dengan kursi kulit yang empuk dan suasana interior yang mewah. Di dalam mobil, suasana tenang tercipta. Tidak ada suara yang keluar, tetapi ekspresi wajah Quinsya mencerminkan perasaan campur aduk.


Dia menatap keluar jendela mobil dengan pandangan kosong. Pikirannya masih dipenuhi dengan peristiwa sebelumnya dan keputusannya untuk kabur tanpa sepengetahuan keluarganya. Dia merasa senang telah ditemukan oleh keluarganya dan pada saat yang sama, dia merasa malu dan menyesal.


Quinsya memandangi langit di luar jendela, melihat awan putih lembut bergerak perlahan-lahan di langit biru. Pandangannya melintasi jalan yang dilewati mobil, menyaksikan kendaraan lain berlalu-lalang. Meskipun mobil mewah ini nyaman, Quinsya merasa seperti dia berada di dalam kandang emas.


Perjalanan dalam diam berlanjut. Tidak ada yang berbicara, tetapi Quinsya merasakan kehadiran hangat keluarganya di sekelilingnya. Mereka memberinya ruang untuk merenung dan memproses perasaannya. Perjalanan itu terasa panjang dan singkat sekaligus.


Saat mobil melewati pemandangan kota yang sibuk, Quinsya mulai menyadari bahwa keluarganya tidak akan pernah meninggalkannya sendiri. Mereka akan selalu berada di sisinya, siap mendukung dan mencintainya.


Dalam keheningan, Quinsya merasa rasa syukur yang mendalam atas cinta dan dukungan keluarganya. Hatinya yang sempat gelisah mulai merasa tenang. Dia tahu bahwa meskipun ada masalah dan tantangan di hadapannya, dia tidak akan pernah merasa sendiri lagi.


Mobil mewah terus melaju dengan cepat, mengarah ke arah yang tak terduga. Di dalam mobil, Quinsha Aurora duduk dengan tatapan kosong, mencoba memproses semua informasi yang baru saja dia dengar. Dia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terungkap.


FLASHBACK:


Papa Quinsha yang dikenal sebagai sosok ayah yang penyayang dan perhatian, duduk di sampingnya. Matanya penuh kelembutan saat ia memulai sebuah cerita panjang yang jarang terungkap.


"Quinsha, ada sesuatu yang perlu papa katakan padamu. Kau bukanlah anak biasa, kau adalah keturunan asli dari Raja Siluman Ular Putih"kata papanya dengan wajah lembut.


Tapi sepengetahuannya papa adalah papa tiri bukan papa kandungnya.


Papa kandungnya adalah Pandi kan, Jadi kenapa dia dikatakan sebagai keturunan asli dari Raja siluman ular putih.


Quinsha terkejut mendengar kata-kata itu. Dia melihat wajah ayahnya mencoba mencari kebenaran dalam matanya.


"Papa adalah Raja Siluman Ular Putih, dan mama adalah Ratu dari kerajaan kami. Namun, kami berdua memilih untuk hidup sebagai manusia"katanya lagi.


Quinsha terdiam, mencerna semua yang baru saja dia dengar.


"Dan ular yang selalu bersamamu di rumah adalah saudari kembarmu. Dia menjaga dan melindungimu sejak kau lahir"


What's...


Di dalam mobil, Quinsha Aurora masih tercengang oleh fakta bahwa dia adalah keturunan langsung dari Raja Siluman Ular Putih. Semua kehidupannya adalah sebuah kebohongan, dan dia merasa seperti ada kekuatan besar yang bermain di balik hidupnya.

__ADS_1


"Semua ini terlalu sulit untuk dipercaya. Aku adalah keturunan Raja Siluman Ular Putih? Apakah semua ini benar-benar ada?"


Namun, meskipun dia merasa terkejut dan terombang-ambing oleh kenyataan baru ini, ada bagian dalam dirinya yang merasa ada sesuatu yang salah dengan persembunyian ini. Dia merasa seperti ada sesuatu yang selalu disembunyikan darinya.


"Mengapa mereka harus menyembunyikan semua ini dariku selama 17 tahun? Aku merasa seperti ada yang tidak beres"


Namun, sebelum dia bisa memikirkan lebih lanjut, mobil tiba-tiba berhenti, dan saat pintu mobil terbuka, dia melihat pemandangan ajaib di depan matanya.


Mereka telah tiba di dunia siluman ular putih, dunia tempat dia seharusnya menjadi seorang putri. Keajaiban dan misteri menanti di depannya, dan dia merasa bahwa hidupnya akan berubah selamanya.


quinsha seperti sedang bermimpi ketika dia melihat penampakan indah di depan matanya ini benar-benar ada sebuah istana yang begitu megah langsung terpampang di depan matanya.


di dunia manusia keluarga mereka bukanlah keluarga yang miskin tapi juga bisa dikatakan sebagai keluarga kalangan atas.


Apa yang tidak bisa dibeli oleh keluarga mereka saat ini ,pesawat pribadi bahkan papanya mampu memberikan dia hadiah sebuah pulau pribadi secara khusus.


Tapi semua itu bukan apa-apa jika dibandingkan dengan istana megah dan super mewah di depannya ini.


ISTANA SILUMAN ULAR PUTIH - KEMEGAHAN DAN KEANGUNAN


Istana Siluman Ular Putih berdiri kokoh di tengah hutan lebat, tersembunyi di balik lapisan kabut yang misterius. Dari kejauhan, istana ini terlihat seperti sebuah citra keanggunan yang memikat hati siapa pun yang melihatnya.


Bangunan istana ini terbuat dari batu putih yang berkilauan, memberikan kesan keanggunan dan keabadian. Di sepanjang dinding istana, terdapat ukiran halus yang menggambarkan adegan mitologi dan siluman ular yang melingkari struktur bangunan dengan penuh elegansi. Cahaya bulan yang lembut memancar dari atas, menciptakan ilusi sinar perak yang menambah keindahan istana ini.


Gerbang utama istana terdiri dari dua pilar besar yang dihiasi dengan ukiran ular-ular melingkar. Di atas gerbang, terdapat logo kerajaan berupa ular putih yang berkilauan dengan mata yang bercahaya, menjadi lambang kekuatan dan kebijaksanaan.


Setelah melewati gerbang utama, langkah kita akan dibimbing oleh sebuah jalan beraspal yang terbuat dari batu alam yang halus. Di sepanjang jalan tersebut, tumbuh pepohonan hijau yang tinggi dan berdaun lebat, memberikan rasa sejuk dan damai.


Tiba di halaman utama istana, kita akan disambut oleh kolam air mancur yang megah, di tengahnya terdapat patung ular putih yang menjulang tinggi. Air mancur itu sendiri mengalir dengan indah, menciptakan irama yang menenangkan dan memukau.


Bangunan utama istana terdiri dari beberapa lantai, dengan setiap lantainya memiliki balkon yang luas dan terbuka. Atap istana ini dihiasi dengan ukiran-ukiran intricately yang menggambarkan ular-ular melingkar dan bunga-bunga indah. Sinar matahari pagi yang menerobos celah-celah atap memberikan sentuhan keemasan pada bangunan, menciptakan tampilan yang magis.


Perhiasan istana ini terletak pada ornamen yang terdapat di setiap sudutnya. Pilar-pilar berukiran, patung-patung marmer yang diletakkan dengan indah, dan lampu kristal yang memantulkan cahaya warna-warni menciptakan atmosfer yang elegan dan mempesona.


Taman-taman yang luas dan indah mengelilingi istana, dengan berbagai macam bunga-bunga eksotis yang mekar dengan semarak. Bangunan-bangunan kecil yang tersembunyi di antara pepohonan menjadi tempat bermain bagi siluman ular yang tinggal di istana ini.


Kemegahan istana Siluman Ular Putih ini memancarkan aura keanggunan dan kekuasaan yang mempesona. Semua pernak-pernik dan ornamen yang ada menunjukkan kejayaan dunia siluman ular yang ada di dalamnya. Dari tampilan luarnya, sudah terlihat betapa megah dan anggunnya istana ini.


Di tengah kagumnya melihat keindahan istana Siluman Ular Putih, Quinsha Aurora tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seseorang dari balik pohon yang rindang. Dia berpaling dan tercengang ketika melihat sosok yang tampak begitu mirip dengannya sendiri. Awalnya, dia mengira itu adalah ayah kandungnya, tapi kemudian orang itu mengenakan pakaian yang berbeda dan senyum hangatnya mengindikasikan hubungan yang lebih dekat.


Pandi sang pria yang muncul itu—mendekati Quinsha Aurora dengan penuh kedamaian. Dia tersenyum dan menunjukkan sebuah cincin yang tergantung di lehernya.


Quinsha Aurora mengenali cincin itu, karena dia juga memilikinya. Pandi kemudian menyentuh dadanya dan menunjukkannya ke arah Quinsha Aurora, menegaskan bahwa mereka memiliki hubungan darah.


Quinsha Aurora terkejut dan bingung. Dia memandang Pandi dengan ekspresi campur aduk, mencoba memahami semua yang baru dia dengar dan lihat. Pandi pun berbicara dengan bahasa yang lembut, mengungkapkan bahwa dia adalah paman dan juga guru dari putri mahkota, kembaran Quinsha Aurora yang juga memiliki darah siluman ular.


Saat pemahaman itu mencapai titik puncak, Quinsha Aurora merasa dunianya berputar dan kesadarannya semakin kabur. Tanpa bisa menahan kebingungannya, dia akhirnya pingsan dengan lemah di pelukan Pandi.


Matahari terus bersinar di atas istana Siluman Ular Putih, sementara Quinsha Aurora terbaring tak sadarkan diri. Pertemuan tak terduga ini meninggalkan banyak pertanyaan di benaknya, dan kini dia harus menghadapi identitas barunya sebagai bagian dari kerajaan siluman ular ini.


Tamat

__ADS_1


__ADS_2