Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
28


__ADS_3

Pada saat Pak itam sedang berjuang mati-matian mendobrak pintu gerbang secara gaib. Sebenarnya seperti yang disebutkan oleh Pak itam sebelumnya, kemampuan dari pagar gaib itu sudah menurun sebanyak 20%.


Meski begitu tidak ada yang bisa masuk seperti sebelumnya.Tapi jika hanya berdasarkan suara itu masih mungkin.


Pada saat kejadian penting di depan pintu gerbang.Liza masih saja merasa penasaran dengan dinding yang dipenuhi dengan tulisan demi tulisan aneh itu.


Berkat Pak itam pula yang mengganggu prosesnya ,Liza jadi terganggu dan tidak bisa membaca tulisan itu dengan jelas.


Dia masih saja mencuci dan menggosok dinding dengan ujung jarinya ,sehingga lengannya juga sudah menghitam dengan debu.


"pada tahun 1884, 20 Oktober seorang gadis telah di telah.. telah apa sih . kok semakin digosok tulisannya semakin tidak bisa dibaca?"keluh Liza pada dirinya sendiri


Bukan saja tidak bisa membaca tulisan setelahnya Tapi tulisan yang sudah dia baca sebelumnya juga semakin kabur.


Tiba-tiba saja telinga Liza menangkap suara-suara aneh yang berasal dari luar.


Suara orang berbicara bahkan berteriak memanggil namanya.Meski begitu Liza belum ingin keluar dan masih penasaran dengan tulisan di dinding. Dia malahan berpikir itu hanyalah orang asing yang lewat secara acak.


Di luar sana dini sudah khawatir sekali dan bertanya pada Pak itam seraya menangis sedih.


"Pak itam gimana Pak ,apakah putri saya nggak apa-apa Pak dari tadi dipanggil belum nyahut juga"katanya.


Pria separuh baya itu menatap dini dengan pandangan jijik. Giginya gemeratuk kesel karena dini sudah mengganggu semedinya.


Saat ini Pak itam sedang menahan rasa sakit di dadanya akibat bentrokan secara gaib tadi dengan pintu gerbang.


Jadi dia memerlukan sedikit tenaga dalam untuk mengobati diri sendiri.Hanya saja Mama pasien tidak sabaran dan bertanya terus-menerus sehingga dia terganggu secara spiritual.


"mamah tolonglah sabar, Pak item lagi melakukan sesuatu .Jangan sampai kau menganggunya" kata Arnold yang malu. Dia jelas melihat jika Pak hitam ini memiliki wajah pucat dan ada darah di ujung bibirnya.


Walaupun dirinya juga ingin bertanya tapi dia mampu menahan diri hanya saja istrinya tidak begitu.


Pak item diam dan kembali menutup matanya dengan sikap meditasi. Setelah dinasehati dini mundur lagi tapi masih terdengar Isak tangisnya.


"sialan kau siluman tua, hebat juga ilmumu. tapi jangan kau pikir ini sudah berakhir"pikir Pak item pada diri sendiri.


Dia memiliki dendam yang akan dibalaskan tetapi juga memiliki obsesi untuk mengalahkan siluman ular putih.


Jika saja dia bisa mengalahkannya tentu nama dan pamornya di dunia perdukunan akan dikenal oleh banyak orang dia dia akan menjadi dukun di tingkat tinggi.


Sudah bertahun-tahun kejadian Adik seperguruannya itu tewas di tangan ular putih.Sejak itu juga dia belajar ingin meningkatkan ilmu batinnya.


Setelah mendapatkan undangan tentu saja dia berpikir dirinya sudah siap.Tapi siapa sangka hanya untuk mendobrak pintu gerbang ini dia sudah habis-habisan.


Bukan saja tidak menang, dia bahkan mengalami luka dalam yang perlu waktu untuk memulihkannya.


Yang lebih membuat pak itam marah adalah, dia belum bertemu langsung dengan lawannya tapi sudah mengalami luka seperti ini.Jadi pembelajarannya selama bertahun-tahun sudah menjadi sia-sia saja.


Sekarang ibu pasien malah mengganggu meditasinya.


Bagaimana dia tidak marah dan sakit hati.


"uhuk..uhuk...


"Pak itam?"segera saja semua orang buru-buru memandang Pak itam tapi tidak berani menyentuhnya sama sekali.


"Pak itam, kamu baik-baik saja?" kata ayahnya pandi.


"aku tidak apa-apa , ayo panggil lagi putrimu"kata Pak itam apa ada mama Liza.


"Liza Liza keluarlah nak Mama di sini ayo pulang"panggil dini pada putrinya itu.


Bukan saja dia tapi Arnold juga berteriak dengan keras berusaha agar suaranya itu mampu menembus pagar gaib seperti yang disebutkan oleh Pak itam tadi.


"loh Itu kan suara Mama ngapain Mama di sini "pikir Liza ketika mendengar suara berisik di luar.


Dengan pemikiran itu Liza berjalan ke pintu masuk untuk melihat apakah yang dia dengar itu suara mamanya atau bukan.


Pak itam masih bersemedi tapi dia sudah membuka mata batinnya. dengan begitu dia masih bisa melihat Liza yang bergerak keluar dari pintu rumah tua tersebut.


Suara panggilan ini semakin keras saja di telinga Liza yang membuat gadis itu berjalan menuju ke arah pintu.


"Pak itam Bagaimana putriku?"


"Putri nyonya tidak apa-apa dia akan keluar sebentar lagi"kata Pak itam yang melanjutkan semedinya.


Semedi kali ini tidak akan mendobrak pintu gerbang tapi mempertahankan agar suara panggilan ini tetap masuk.


Orang tidak bisa keluar masuk begitu saja tapi Liza berbeda. Jika dia mau Liza bisa keluar kapan saja.


Lapisan pintu gerbang ini sudah dipelajari oleh Pak itam sebenarnya, ini hanyalah lapisan dasar, ibaratnya hanya jurus di tingkat TK.

__ADS_1


Orang tidak bisa masuk tapi orang yang di dalam masih bisa keluar dengan syarat dia memiliki kemauan untuk itu.


Darah dan rambut di dalam air yang di percikkan di pintu gerbang memiliki hubungan langsung dengan Liza .Sehingga bukan saja melemahkan pagar gaib ini tapi juga memiliki reaksi sehingga gadis itu bisa sadar.


Jadi reaksi inilah yang sekarang dialami oleh Liza Hanim.


"syukurilah pak itam,syukurlah anak kita selamat. papah kau dengarkan pah. Anak kita selamat pah, sebentar lagi dia akan keluar" kata mama Liza yang menghapuskan air matanya


"iya mah ,kau sabar aja ya ,dia akan keluar sebentar lagi "kata Arnold pula.


Liza yang baru tiba di depan pintu kenal betul dengan suara itu.


"sepertinya itu suara Mama dan Papa ngapain mereka ke sini?ishh ini pasti pekerjaannya pandi pakai laporan pada kedua orang tuaku. sial udah pengecut ,malah panggil orang tua lagi"kata lisa yang langsung geram.


Siapa lagi yang menarik kedua orang tuanya untuk untuk datang jika itu tidak pandi.


"heran saja kenapa Mama dan Papa menyukainya sebagai menantu Padahal dia adalah pria yang pengecut bukan pria sejati.apa yang bisa dibanggakan dengan si pandi selain wajahnya saja yang tampan"gumamnya kesal.


Ketika dia sampai ke pintu ,baru kemudian Liza melihat jika kedua orang tuanya berdiri di depan pintu gerbang dengan pria tua aneh. Berikut dengan pandi yang pada pandangannya adalah pria jelek


Bukan itu saja mamanya terlihat memiliki mata sembab seperti orang yang baru saja menangis.


"ngapain Mama sampai menangis itu sebenarnya apa yang dikatakan oleh pandi pada mereka. kurang ajar banget sih pandi ini pakai laporan yang tidak jelas segala"kata Liza lagi yang tercengang berdiri di depan pintu tapi tidak bergerak sama sekali.


Liza tidak pernah bertanya kenapa dirinya aneh sekarang.Kenapa juga dia tidak bergerak dan hanya bisa berdiri di depan pintu seperti patung saja layaknya.


Banyak pertanyaan aneh yang bisa dilontarkan di sini tapi Liza sama sekali tidak punya kesadaran tentang keanehan itu.


Tentu saja karena efek yang mulai melemah dari pagar ghaib membuat semuanya bisa melihat lagi Liza yang berdiri di depan pintu rumah tua.


Tapi kenapa Lisa tidak bergerak hanya bisa berdiri di pintu itu.


"Pak itam gimana nih?"tanya ayahnya pandi pada Pak itam.


"panggil dia lagi dan katakan kalian ingin masuk. Jika dia mengizinkan maka kalian baru bisa masuk setelah itu"


Setelah mengalami sendiri Arnold menyadari dini memang adalah hal gaib yang tidak masuk.begitu melihat wisata di sebenarnya dini langsung ingin masuk tapi terpental mundur 2 langkah ketika ingin melewati pintu gerbang.


Dia dihalangi oleh pagar gaib tersebut.


"Liza Kenapa kau berdiri di situ mama dan papa masuk ya"seru dini dengan kuat.


Di sisi Liza pula dia melihat mamanya yang tapi suaranya sedikit jauh hanya kedengaran seperti sebuah bisikan saja di telinga.


"ngapain sih Mama dan Papa berdiri di situ, heran aja sebenarnya apa yang dilakukan di rumah ini tidak ada apa-apa kok"kata lisa yang menyimpan dendam secara tiba-tiba pada pandi.


Pandi yang sebenarnya tidak tahu apa salahnya di sini.


"kalian masih ada air masukkan lagi darah dan rambutnya,kata Pak itam yang melihat jika pagar gaib itu mulai memperbaiki diri sendiri.


Jika sudah begini semuanya akan menjadi sia-sia dalam hidup hitungan menit.


"tidak kusangka ilmuku hanya sampai segini, setelah pulang aku akan mempelajari lebih banyak ilmu lagi. Tunggu saja kau siluman ular putih, kau akan tamat di tanganku"pikir Pak itam yang sudah geram.


jika tidak bisa mengokohkan diri di dunia perdukunan jadi buat apa dia hidup di sini.


iblis dan siluman bukanlah tempatnya di bumi ini, mereka memiliki dimensi sendiri yang tentu saja berbeda.


Berani melanggar ranah manusia maka orang seperti Pak hitam akan maju untuk menangkalnya. Apa tujuan dari siluman ular itu untuk melanggar semua peraturan dunia.


Jika pengaturan dunia ini dilanggar maka tidak akan ada keseimbangan lagi antara dua dimensi.


dengan kepercayaan 100% sejarah saja mamah liza dan papanya bergegas mengambil darah dan rambut lagi dengan cepat mereka memilikinya ke dalam botol mineral yang baru untuk saja masih ada sisa garam laut dan inggu, Jika sebab Pandi harus pergi lagi ke kota untuk membeli itu. Berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia karenanya.


Setelah mendapatkan botol mineral dengan berisikan barang-barang yang dimaksudkan. Pak hitam langsung menutup dan mata lagi dan melepaskan beberapa mantra dari bibirnya


Selang beberapa menit kemudian pak itam,memercikkan air itu lagi pintu gerbang yang dianggap sebagai tempat khusus.


ayo panggil lagi putri muat apa hitam lagi dengan sedikit desakan tentu saja mamah liza buru-buru berteriak lagi sekeras mungkin padahal dia sudah melakukannya berkali-kali sehingga tenggorokannya kering.


bukan a saja karena dan billy tapi pandi dan mama ayah ngapain di juga berteriak dengan keras.


air bagian dari pak item itu memang mampu melemahkan pintu gerbang itu dan menghubungkan eliza melalui darah dan rambut orang tuanya.


Tapi efeknya tidak lamanya sekitar lima belas menit saja.


Jadi selang waktu berlalu efek itu sudah mulai menghilang. Tapi ketika dipastikan lagi dengan cara tersebut efeknya mulai menguat kembali.


Samar-samar liza bisa mendengar teriakan mamanya yang meminta izin untuk masuk ke dalam."Tidak bisakah mama masuk aja tanpa berteriak keras seperti ini?"pikir Liza di dalam hatinya.


"Pasti lah pandi yang bicara bukan bukan pada kedua orang tuanya sehingga mereka merasa buruk di lingkungan seperti ini.Jadi ini kerjaan pandi, pria besar tapi pengecut itu.

__ADS_1


" liza sayang mama masuk ya mama ingin ketemu kamu" pekik dini dengan nada putus asa.


" mama ngapain sih kalau mau masuk ya masuk aja kok pakai minta izin segala?" kata liza yang kesal kenapa mama nya seperti itu.


Begitu liza mengatakannya tiba-tiba saja pintu gerbang melemah lagi.Kali ini bukan saja melemah tapi pagar gaib benar-benar sudah hilang.


Orang lain tidak melihatnya tapi pak hitam langsung mendeteksi nya.


Dia mengangguk sedikit dan memberikan izin untuk kedua orang tua Liza masuk ke dalam.


"jangan lama-lama pastikan kalian membawanya kembali dengan cepat. Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi"kata pak itam yang masih dalam posisi semedinya.


Hanya ada waktu Lima belas menit saja untuk Liza tidak di pengaruhi oleh pihak lain.Setelah waktu itu maka pak itam tidak bisa menjamin ya lagi.


Mendengar itu Mama Liza langsung buru-buru berlari masuk , benar saja.Sekarang tidak ada tembok tidak kasat mata yang menghalanginya lagi untuk masuk seperti di awalnya.


Mama Liza sangat senang dan dia langsung memeluk Liza dengan teriakan sedih.


"Liza ?Liza anak Mama kau tidak apa-apa sayang? kau baik-baik aja kan?" kata dini yang terus memeluk Liza diikuti oleh Arnold dan yang lainnya dari belakang.


Tentu saja liza heran tapi tidak mau bertanya mengapa mereka melakukan ini.


"aku baik saja kok, kenapa kalian jadi cemas begini?"


"kau beneran baik nak ?kenapa kau membuat mamamu khawatir seperti ini" kata Arnold yang datang dari belakang di ikuti oleh pandi dan ayahnya.


"Papa ,kalian khawatir tentang sesuatu yang belum jelas nih. Pasti gara-gara pandi yang melaporkan sesuatu yang secara berlebihan bukan "kata Liza yang masih menatap pandi dengan dingin.


Bodoh.


Pandi yang di salah kan hanya bisa menarik nafas panjang.Dia sudah berkeringat dingin seperti ini masih di salah kan lagi oleh nya.


Tapi Arnold buru-buru menepuk pundak pandi untuk menguatkan semangat nya lagi.


Baru setelah itu pandi sedikit rileks.Dia pikir Liza yang sekarang bukan Liza yang asli.Dia sedang di pengaruhi oleh ilmu gaib.


"Lisa, anak Papa bener-bener nggak apa-apa kan?" tanya Arnold lagi sambil memeluk dan mencium kening Lisa dengan penuh kasih sayang.


Gadis itu menggeleng kepalanya dan mengerutkan keningnya tidak mengerti. Kenapa orang-orang ini begitu perhatian dan bertanya secara misterius. Apalagi dengan pandi yang datang bukan saja dengan orang tua tapi juga bersama pria tua yang menjijikkan di depan sana.


Dari penampilannya saja Liza sudah berpikir jika pria tua berpakaian serba hitam itu adalah orang yang tidak baik mungkin sejenis dengan bomoh ataupun dukun.


"sialan pandi emangnya dia pikir aku sedang kemasukan apa?"pikir Liza di dalam hati ,tapi dia tetap berusaha tersenyum pada papahnya.


"emangnya Liza kenapa pah? kan Papa bisa lihat aku ini sehat dan segar, aneh aja kalian bertanya seperti ini ?"tanya Liza alih-alih menjawab pertanyaan itu.


"syukurlah kalau begitu, ah sudahlah. Ayo kita pergi dari sini dulu. Nanti kita bicara lagi" kata Arnold beberapa saat kemudian.


Jika diterangkan pun mungkin liza tidak akan percaya. Lagi pula waktu mereka di sini sangat sempit jangan sampai semuanya sia-sia belaka.


Apalagi pak Itam sudah mengeluarkan banyak tenaga dan juga mengalami luka dalam. Hanya untuk membiarkan mereka bisa masuk.


Siluman itu memang benar-benar kuat dukun kelas atas seperti pak item saja tidak mempan.


"tapi papa, aku tuh masih pengen di sini .Ada beberapa hal yang membuat aku penasaran pah jadi..


"Tidak ada alasan ,ayo sekarang. papa hanya ingin kamu selamat dan pulang lagi bersama kami sekarang oke "desak arnold yang tidak memberikan pilihan lain untuk Liza.


Liza merasa sedih secara tiba-tiba mendengar jawaban Arnold itu.Tapi dia tidak memiliki pilihan lain selain daripada terdiri dari tempat ini.


Bagaimana dengan tulisan itu, masih bisakah dia membacanya di masa depan.


Tiba-tiba saja Lisa teringat dengan lukisan yang tadi diletakkan di depan pintu. Dia ingin sekali mengambilnya dan membawanya pulang sebagai oleh-oleh.


Lumayanlah daripada kembali dengan tangan kosong seperti sekarang.


"papah tunggu dulu tadi Lisa ketemu dengan lukisan yang bagus deh Lina pikir ingin bawa pulang dan meletakkannya di ruang tamu lukisannya bagus kok pah"katalisa pada papanya.


"lukisan? lukisan apa?" teriak dini pelan yang menutupkan mulutnya dengan tangan.


Walaupun tidak tahu apa yang terjadi tapi menurut intuisi dari dini sebenarnya dia pikir tidak baik membawa apapun dari rumah berhantu ini. Benda-benda itu hanya akan merugikan diri sendiri secara spiritual dan moral.


Jadi tidak diperbolehkan walau bagaimana bagusnya lukisan itu.


"lukisannya hanya ada di sudut situ mah sebentar ya aku ambil kata Liza yang ingin pergi mengambil lukisan.


Tapi tangannya ditarik oleh arnold dan liza melihat papanya itu menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Tidak perlu diambil sayang nanti Papa janji akan memberikan kamu lukisan terbaik yang ada di kota.


Ini adalah lukisan lama dan kita tidak tahu siapa pemiliknya jangan sampai kau dipikir sedang mencuri"kata Arnold beralasan.

__ADS_1


"tapi pah kata pandi pemilik rumah ini nggak ada setelah bertahun-tahun .jadi bisa dibilang lukisan itu nggak ada yang punya pah"kata Liza yang masih keras kepala.


"Liza memang rumah ini nggak tahu siapa yang punya tapi walau bagaimanapun kami dilarang keras untuk memindahkan sekeping paku pun di rumah ini, apalagi ini dengan sebuah lukisan itu benar-benar tidak diperbolehkan nak"kata ayahnya Pandi dengan wajah serius.


__ADS_2