
Tidak ada cara lain bagi tiga saudara untuk menarik Pandi ke sisi. Tiga saudara ini benar-benar harus menggunakan acara manual yang paling tidak efektif yang bisa mereka pikirkan.
Meskipun sedikit ragu-ragu ketiganya berjalan ke arah Pandi yang membuat Pandi sedikit mengernitkan dahinya.
Sampai kapanpun Pandi pasti tidak akan pernah berpikir jika mereka adalah kiriman dari siluman ular putih. Di dalam hatinya Pandi yakin jika para siluman ular putih tidak akan pernah melewati laut sama sekali.
Lagi pula dia mencoba mendeteksi aura yang dikeluarkan dan jelas itu adalah manusia biasa.
"Halo,tuan Hem Tuan Pandi kan?"sapa Karno pelan.
Dia mengulurkan tangannya yang berkeringat. Melihat itu Pandi merasa sedikit jijik dan dia tidak tertarik untuk mengenal siapa orang di depannya ini.
Meski demikian dia masih cukup heran dari mana orang ini mengetahui namanya.
"Siapa kau?"tanya Pandi.
Karno mendekatkan dirinya pada pandai dan berkata dengan cara berbisik,"Tuan Pandi kami orang dalam,anda sedang diikuti oleh pihak interpol.Ketua meminta kami memberikan bantuan "
Tentu saja pandi terkejut, dia tidak tahu 3 orang di depan ini sedang berbicara besar tanpa tahu apa yang sedang mereka.
Tapi di sini Pandi yakin memang ada interpol yang sedang memata-matanya. beberapa menit ke belakang ini dia mulai merasa sedang diperhatikan oleh seseorang.
lagi pula pekerjaan yang dilakoninya di Denpasar juga bukan pekerjaan yang baik. Tidak tahu ketua mana yang disebutkan oleh pria ini yang jelas dia harus bergegas pergi.
Tapi...
Di depan ada harimau dan di belakang ada singa. Bagaimana mungkin Pandi bisa kabur. Sekarang Pandi merasa sedang terjebak tidak tahu harus melakukan apa.
Jika dia nekat berangkat ke sekarang kemungkinan besar interpol akan berhasil menangkapnya.
Mungkin para interpol masih mencurigainya tapi belum memiliki bukti yang lengkap.
Namun begitu pilihan untuk tidak jadi pergi ke Malaysia hari ini bukan benar-benar pilihan yang baik. Bagaimana jika para siluman itu datang dan memaksanya untuk kembali.
"tapi tidak mungkin para siluman itu bisa melewati sepertinya lebih baik aku meninggalkan bandara ini dulu.Ambil jalur lain untuk ke Malaysia"pikir Pandi.
Karena merasa umpannya sudah dimakan.Menurut para lelembut pria yang di depannya ini bukanlah orang yang baik mereka adalah penghianat klan ular.
Tadi dirinya hanya mencoba menebak tapi tidak tahu tebakan itu tepat pada sasaran.
"Tuan Pandi cepatlah kalau terlambat kami tidak bisa membantu"kata Karno lagi dengan wajah serius.
Di pintu masuk restoran ada sekelompok orang yang sangat mencurigakan sekali.Rata-rata dari mereka berbadan kekar dengan pakaian yang parlente.
Mereka berkeliaran kesana kemari tapi pada akhirnya mata ini berhenti pada satu titik yaitu pandi.
Tapi itu hanya beberapa saat, kelompok ini membisikkan sesuatu dan duduk di salah satu meja dengan patuh seolah-olah mereka hanyalah tamu yang sedang menunggu jadwal keberangkatan.
Tapi bisa dilihat cara mereka sesekali memandang ke arah Pandi dan pura-pura tertunduk lagi. ini membuat Pandi curiga jika orang ini mungkin interpol yang dikatakan oleh 3 orang di depannya ini.
Tapi Pandi tidak menyadari jika itu bukanlah orang yang dimaksud. mereka adalah penganut klan siluman ular yang sudah melakoni pemujaan beberapa tahun.
Kehidupan orang orang ini tidak pernah menurun bahkan terlihat naik dan menjadi populer sepanjang tahun. Kebanyakan dari mereka berpikir itu adalah berkat berkah yang diberikan oleh para siluman ular putih.
Tidak pernah sekalipun berpikir itu adalah karena kerja keras mereka sendiri.
Sama seperti Karno tadi pagi salah satu dari orang ini memberikan ritual pemujaan biasa sebelum berangkat kerja.
Tapi siapa tahu ada seekor ular putih dengan sebuah permintaan.Satu keping kulit ular sepanjang 1 meter diberikan dan berubah menjadi emas.
Mereka adalah orang kaya yang tidak peduli dengan emas meskipun jumlahnya per kilo seperti ini.
Tapi dikatakan jika misi sukses maka kulit ular yang diberikan bukan lagi berupa emas tapi seonggok berlian. Apa jadinya jika anda menemukan berlian dalam satuan kilo seperti ini.
Hal ini tidak mungkin dilewatkan walaupun mereka sudah menjadi millionaire sekali pun.
Pekerjaannya cukup ringan, hanya pastikan saja orang terkait dikirim kembali ke Bali.
Memang cukup mudah tapi pekerjaannya perlu dilakukan dengan cara hati-hati jangan sampai terjadi keributan yang membuat polisi bandara menjadi curiga.
Karena itu setelah menemukan target mereka juga harus memikirkan cara apa yang harus digunakan untuk menariknya pergi dari bandara ini.
__ADS_1
Berbeda dengan Pandi Karno segera curiga jika orang ini mungkin penganut lain yang dikirim oleh klan ular. Bukankah siluman ular kecil itu mengatakan jika Ini adalah sebuah pertarungan waktu siapa cepat dan siapa yang dapat maka dia yang dapat.
"Tuan Pandi sepertinya kau sudah ditemukan"kata karni Kakak nya Karno.
Hanya dengan berkata seperti itu Pandi tiba-tiba yakin orang yang di depan ini terkait erat dengan interpol.
" Baik lah, bagaimana caranya kita pergi dari sini?" bisik pandi. Tidak lupa Pandi memeluk sangkar burungnya.
"Hem kami sudah menyiapkan 2 taksi di depan. aku akan membereskan mereka dan kau pergi ikut teman-temanku oke"kata Karno dengan nada yang percaya diri padahal hanya dirinya saja yang tahu bagaimana gemetarnya dia.
"Oke kalau begitu aku pergi dulu "kata Pandi yang langsung bergerak.
Karno mengikuti langkah kaki mereka menuju pintu hanya ada satu pintu keluar dan masuk di dalam restoran ini jadi tidak ada jalan lain untuk keluar.
Ketika pandi melewati tim yang baru tiba dia pura-pura santai. orang ini tentu tidak menduga jika Pandi sudah berpikir macam-macam tentang kehadiran mereka.Jadi mereka juga berpura-pura santai di sini.
Begitu Pandi kalau lewat melewati pintu keluar baru kemudian mereka pura-pura bangkit padahal belum sempat memesan apapun.
Hanya dengan begitu saja Pandi sudah yakin itu adalah orang yang berwajib. semakin dipikirkan maka Pandi semakin cepat berjalan mengikuti langkah dua orang lagi di depan. Sementara karena tidak melangkah melainkan tetap berdiri di pintu masuk.
"Tuan kami ingin keluar permisi sebentar" kata pria yang memakai jas hitam.
"Eh Hem siapa kalian? jujurlah teman ataupun lawan?"melihat pakaian mereka yang benar-benar berkelas Karno menelan ludah mereka tidak mungkin orang bawahan seperti dia saat ini.
Karena lebih sadar diri dan tidak ingin nekat melawan orang-orang kaya.
"Maaf Hem?"pria itu menatap Karno dari atas sampai ke bawah tiba-tiba Dia kepikiran sesuatu.
"Apa "dia" mengirimmu juga?"
"Dia? siapa dia ?Aku tidak mengerti jelaskan dengan benar jangan berbelit-belit"kata Karno lagi.
"Ular putih dan kau?"kata pria itu yang melihat kiri dan kanan takut ada CCTV yang merekam perbicaran mereka.
"Ahh aku juga, tapi katanya kita tidak boleh bersaing. kami yang dapat target duluan jadi kalian tidak boleh mengambil alih"kata Karno yang langsung PeDe abis.
"Hem aku tau, apakah butuh bantuan kita bisa membaginya 50-50. barang itu jika didapat pun akan sulit menjualnya. bagaimana jika aku membeli nya dengan harga pasaran jika kita bekerja sama secara langsung?"pria ini sama sekali tidak takut dengan ancaman karena karena dia tahu siapa Karno dari sepatunya.
emas mungkin bisa dijual jika anda menjualnya di pasaran dengan seseorang yang dikenali tapi bagaimana dengan berlian. satu butir berlian aja mungkin perlu beberapa identifikasi bahkan surat-menyurat yang sulit ditemukan.
berbeda dengan pria ini yang lebih akrab dengan hal itu. selama menjadi penganut dia tidak pernah mendapatkan imbalan apapun kecuali dari beberapa potongan emas yang berasal dari kulit ular.
Tapi kali ini misi ini menjadi penting karena belum tentu berhasil tapi sudah mendapat bayaran emas yang memiliki berat lebih dari 2 kg.
Jika tidak berhasil tidak akan dituntut apa-apa tapi jika berhasil maka akan ada imbalan kulit yang terbuat dari berlian asli.
Karno tertarik dengan ide ini. Tadi dia mencoba menjual emas meskipun itu hanya sedikit. Kemudian dia menyadari betapa sulitnya menjual produk itu.
Sekarang mereka mungkin akan berhasil mendapatkan berlian lagi tapi pikirkan bagaimana cara untuk menjualnya di masa depan. Sementara dia sedang butuh uang secepat mungkin.
Namun begitu bisakah karena mempercayai kata-kata orang di depannya ini.
Seolah-olah bisa membaca pikiran karena pria itu berkata lagi,"kata tuan lembut khusus untuk misi ini tidak boleh ada pertarungan .lakukan selembut mungkin karena tidak mau jatuh korban dalam segi apapun. tapi jika kau mau bekerja sama maka 50- 50"
Karno berpikir keras untuk setuju atau tidak. Tapi sebenarnya apapun yang terjadi dia tidak akan dirugikan secara emas yang tersisa masih cukup banyak untuk dibagikan dengan dua saudara yang lain.
"Oke, kalau begitu kita kerjasama"kata Karno yang langsung mengulurkan tangannya.
Pria itu merasa jijik melihat tangan karena yang berkeringat dan terlihat berminyak. Tapi karena berlian yang akan didapatkan dia mau tidak mau menyambut uluran tangan dan melepaskannya di detik berikutnya.
Tidak menunggu waktu lagi karno bergegas pergi bersama enam pria besar ini di area parkir.
Pandi sudah pun masuk ke dalam taksi di belakang dengan dua saudara Karno yang mengapitnya.
Sementara Karno direncanakan untuk duduk di taksi yang satu lagi.
Ketika pandi sudah masuk ke dalam taxi ,dia merasa lega karena berpikir dirinya sudah aman dari pihak yang berwajib.
Tapi itu hanya sebentar ketika dia melihat karena yang datang dengan pria itu di belakang punggungnya.
Bukan hanya dia tapi juga dua saudara karena yang merasa heran.
__ADS_1
Ada apa ini .
Seorang pria yang tidak diketahui namanya tiba-tiba membuka pintu taksi dengan cara sedikit dipaksa. Pandi jadi pemberontak dan ingin kabur dengan cepat. Sayangnya di samping kiri dan kanan sudah ada orang menunggu sehingga dia sulit untuk bergerak.
Pria besar itu tidak melakukan apapun pada padi hanya meletakkan sapu tangan dengan obat bius di dalamnya.
Salam sekejap Pandi yang berusaha melawan tiba-tiba lemah dan lemah sampai akhirnya kesadarannya pun menghilang.
"Karno...
"Kakak tenanglah dia dipihak kita"kata Karno ketika ditanya oleh kakaknya.
"Jadi bagaimana sekarang?"tanya Karno lagi pada pria di depannya yang memakai baju jas.
"Hem kalian bisa ikut bersama-sama atau menunggu di satu tempat. itu terserah. Aku bisa aku memiliki skateboard yang bisa langsung bergerak ke pelabuhan Gilimanuk"kata pria itu menunggu kapal feri mungkin akan memerlukan waktu juga takut seandainya Pandi sadar sebelum waktunya.
"Kami ikut"kata Karno dengan cepat.
"Oke "
Tidak ada penolakan sama sekali jadi Pandi segera pindah ke dalam sebuah mobil pribadi. Segera saja dua sopir taksi yang seharusnya mengirim karena pergi dibayar oleh kelompok ini.
Setelah itu semuanya berangkat ke pesisir di mana speed boat yang dikatakan oleh pria kaya tadi berada.
Efisiensi kerja orang-orang berduit memang seperti ini. jika ini adalah Karno dengan dua saudaranya kemungkinan besar mereka masih terperangkap di antrian Ferry yang memiliki waktu terkadang berjam-jam lamanya.
Tapi dengan speed boat perjalanan lebih cepat dari yang dipikirkan. hanya setengah jam Setelah keberangkatan mereka tiba di pelabuhan Gilimanuk dengan selamat.
Untung saja lautan baru saja ditenangkan dan durasi keefektifannya adalah 24 jam. Jadi pada saat itu ketika Putri manusia siluman ular putih lewat ke arah laut, laut masih tidak bergejolak.
Begitu tiba di pelabuhan Gilimanuk, Karno dan dua saudaranya langsung mengikuti pergerakan orang kaya yang tidak sempat berkenalan ini.
Ada mobil lain yang menunggu di sana.
Sebuah email yang tidak dikenal masuk ke dalam telepon genggam pria ini. yang mengatakan mereka harus berjalan lebih jauh lagi sampai menemukan sebuah mobil berwarna putih.
Orang yang di dalam mobil ini yang akan menyerahkan hadiah tersebut dalam sesi pertukaran Pandi dan sangkar burungnya.
Karena tidak tahu apa yang terjadi karena dia adalah seorang yang gaptek. Jadi dia harus mengikuti mereka dengan harap-harap cemas.
Berjalan lebih dari setengah jam dengan mobil yang bergerak cepat pada akhirnya mereka tiba di sebuah jalanan kosong. Di mana hanya ada sebuah mobil putih yang bersandar di sana.
Tidak jelas apa yang terjadi namun naluri mengatakan itulah mobil yang dimaksudkan.
Pria yang memakai jas mahal itu segera turun dan buru-buru pergi ke dalam mobil putih untuk memastikan apakah ini mobil yang mereka cari.
Di dalam mobil seseorang yang berwajah dingin tidak berbicara apapun tapi jelas ada sesuatu di samping kursi nya.
Itu adalah sisik ular yang masih berupa kulit ular asli.
Tidak perlu bertanya karena itu sudah dipastikan .Jadi dengan cepat dia memutar tubuh dan memberikan aba-aba agar memindahkan Pandi dan sarang burungnya ke dalam mobil tersebut dengan cepat.
Pandi yang masih dalam kondisi tidak sadarkan diri benar-benar tidak tahu jika dirinya sudah pun kembali ke tempat dia memulainya.
Tubuhnya bergoyang-goyang begitu saja ketika dipindahkan tanpa kelembutan sama sekali.
Tapi begitu sangkar burung akan diperlakukan dengan tidak sopan. Pria di dalam mobil langsung menatapnya dengan pandangan yang arogan.
Seolah-olah mengerti apa yang dimaksudkannya tiba-tiba perlakuan itu menjadi lembut pada sangkar burung tadi.
Sangkar itu diserahkan dengan baik kepada sopir mobil putih. setelahnya tanpa bicara apapun sopir itu langsung menyerahkan kulit ular ke tangan pria tersebut
Satu-satunya perkataan yang dikeluarkannya adalah,"jujurlah dalam berbagi, konsekuensi penghianatan akan kejam"
Begitu kulit ular menyentuh tangannya tiba-tiba berubah menjadi sesuatu yang menyilaukan. Ini bukan lagi kulit ular yang berupa kulit dan sisik tapi berupa lembaran emas dan sisiknya adalah berlian tulen.
Sebelum dia sempat tertawa tiba-tiba mulutnya menjadi kaku. Bagaimana mungkin orang itu mengetahui niat yang sebenarnya.
Karno dan dua saudaranya ini adalah bodoh dia berniat menipu berlian ini untuk diri sendiri.
Tiba-tiba saja gantian dia yang berkeringat dingin.
__ADS_1