
Segera saja dua buah mobil tiba di depan pintu gerbang rumah tua. Mama Liza yang khawatir langsung turun dan mencoba masuk di rumah tua itu dengan cara membuka pintu gerbangnya tapi siapa tahu pintu gerbang itu sama sekali tidak terbuka meskipun dia berusaha keras.
itu benar-benar sulit sekali.
"Liza Liza putriku keluarlah nak apa yang kau buat di sana!"pekik dini yang histeris dia berharap putrinya mendengar apa yang dia katakan.
Tapi sama sekali tidak ada jawaban dari rumah itu.Karena Liza yang di dalam rumah benar-benar tidak bisa mendengarnya sama sekali.
Ada sebuah kekuatan gaib yang tidak bisa dilihat oleh sembarang orang. Kekuatan ini menutupi rumah seperti sebuah kubah. Suara orang di dalam tidak bisa keluar dan suara orang di luar tidak bisa terdengar dari dalam.
Arnold juga turun dan mencoba membuka pintu gerbang tapi dia juga gagal seperti istrinya.
Berkali-kali Arnold mencoba menggedor dan membuat suara bising agar putrinya itu mendengar. Tapi sayang seribu kali pun Arnold melakukannya Liza sama sekali tidak akan bisa mendengar.
anak berpikir jika pintu gerbang itu tidak tinggi begitu juga dengan tembok yang mengelilingi ke seluruh area rumah.
jadi dia mencoba memanjatnya. tapi anehnya begitu mencoba entah mengapa dia merasa tembok itu menjadi tinggi secara tiba-tiba. tinggi sampai dia sama sekali tidak mampu menggapainya.
"Ada apa ini kenapa tembok ini menjadi semakin tinggi dan semakin tinggi saja?"pikir Arnold lagi yang tidak kalah terkejutnya.
tidak bisa di dinding dia malah mencoba ke dinding yang lainnya. tapi sama seperti dinding yang pertama itu akan menjadi tinggi dan lebih tinggi walau bagaimanapun dia mencobanya.
Sementara itu istrinya masih saja menangis dan mengedor-ngedorkan pintu gerbang dengan cemas.
"Liza sayang ayo jawab Mama Liza jangan bikin mama takut nak "pekik dini lagi yang masih tidak mendapatkan jawaban.
"pandi kamu benar kan liza ada di dalam ,kamu jangan bohong ya?" kata arnold putus asa.
"Paman untuk apa aku membohongimu ,apa untungnya?"kata pandi yang langsung membela diri. Liza memang benar-benar berada di dalam tapi bagaimana pandi tahu kenapa Liza tidak menjawab.
"jika dia memang di dalam kenapa dia tidak mendengar panggilan kita? katakan padaku kenapa dia tidak mendengar?"teriak Arnold yang memegang kerah pandi dengan emosi.
Seandainya pandi tidak meninggalkan putrinya di sini maka dia tidak mungkin merasa khawatir seperti sekarang. Tapi benarkah Liza berada di dalam atau pandi hanya sedang mengarang sebuah cerita.
"Paman tenanglah tenang dulu .ayo kita tunggu papaku tiba"kata pandi menenangkan Arnold.
apa yang dikatakan oleh pandi itu ada benarnya mereka perlu menunggu seseorang datang untuk memberikan bantuan tapi sebagai seorang sebagai seorang ayah Arnold tidak bisa berpangku tangan.
Hanya saja dia tidak bisa melakukan apapun selain dari menjerit dan memarahi pandi sebagai tamengnya.
sekarang dia sedih sudah merasakan bagaimana kekuatan gaib yang ada di rumah.
Jika tidak kekuatan ajaib kenapa tembok yang hanya setinggi 2 meter ini bisa menjadi lebih tinggi yang tidak bisa dia lihat ujungnya.
Jelas ada sesuatu yang kotor di dalam sana.
Selagi mereka bertengkar sebuah mobil datang mendekat. pandi segera senang dan mengatakan jika itu adalah mobil papanya.
Begitu mobil itu berhenti turunlah dua orang pria. Satu pria adalah Papa pandi yang dikenal baik oleh Arnold sendiri.
Tapi bersamanya ada seorang laki-laki separuh baya kurus namun tinggi. Dia memiliki kumis tebal dan beberapa kalung juga cincin batu akik di beberapa jarinya sekaligus.
"Papa"panggil pandi yang bisa bernapas lega begitu melihat papanya datang.
"pandi kau tidak apa-apa nak?"tanya papa pandi yang merasa khawatir. melakukan kontak dekat dengan penunggu rumah ini sebenarnya sangat berbahaya sekali.
Ini artinya pandi juga dalam kondisi yang mengkhawatirkan alih-alih gadis yang dipanggil Liza itu.
"ayahnya pandi tolong putriku ada di dalam bagaimana ini?"kata dini yang sudah berurai air mata pada papah pandi.
kebanyakan orang di sini menyebut seorang ayah dengan nama anak mereka.
Seperti papa pandi ini,orang desa menyebutnya sebagai ayahnya pandi. Jadi Mama Liza juga menyebutnya dengan kebiasaan mulut di desa.
"tenang saja nyonya Arnold, mari kami perkenalkan ini pak itam. aku sudah mengatakan masalah kalian padanya sekarang mari kita bekerja sama"kata ayahnya pandi.
Mama Liza mengangguk setuju dan ingin dukun ini bergegas.
sang dukun tidak banyak berbicara tapi dia mengambil tikar khusus yang dibawa bersamanya berikut dengan beberapa barang yang aneh.
Ada beberapa tulang yang tidak dikenal, sebuah suling dan gendang kecil. Dia juga membawa sebotol air mineral bersamanya.
Tikar itu dihamparkan di depan pintu gerbang. Setelah menyusun segala sesuatunya di atas tikar dia duduk di sana dan berkomat-kamit untuk beberapa waktu.
Posisi duduknya seperti orang yang sedang bersemedi. Satu tangan diangkat ke dada dan satu lagi menyentuh barang-barang di depannya.
untuk beberapa waktu dia menyentuh barang tersebut dan membalikkannya. Entah apa yang dilakukan oleh dukun ini tapi semua orang memandangnya dengan harapan yang tinggi.
Sampai-sampai Mama Liza sama sekali tidak bernafas dan tidak berkedip juga. Berharap prosesnya akan lebih cepat daripada ini.
Karena putrinya tidak bisa terlalu lama di dalam sana.Siapa tahu dalam jangka waktu tersebut putrinya benar-benar disesatkan oleh ilmu gaib.
Hampir 10 menit dia bersemedi di sana ,tidak tahu apa yang terjadi. Yang jelas saat dia membuka matanya semua orang memandangnya dengan intens dan berharap ada kabar baik.
"bagaimana pak itam bagaimana putriku?"tanya Mama Liza buru-buru.
tapi pria tua itu memandang langsung pada pandi dengan pandangan yang aneh. Lalu dia berkata,"dulu dia tidak pernah berlaku seperti ini, dia akan langsung mengirim orang keluar dan mungkin membunuhnya sebelum sampai di rumah"
Semua orang mendengar Dan menganggap "dia"itu adalah kekuatan gaib.
Tapi apa maksudnya dengan berkata, dulu dia tidak begini? apakah ini artinya perlakuan antara dulu dan pada Liza saat ini berbeda.
"A.. apa maksud pak item mengapa bisa berbeda dengan yang dulu?"
Pak item hanya diam seribu kata dan sedang berpikir lagi mungkin dia mencoba kekuatannya sendiri pada kekuatan gaib orang yang di dalam.
"Huh kali ini dia mau membuat pagar gaib yang tidak bisa dilewati oleh siapapun. yang di dalam tidak bisa mendengar dan melihat kita yang di luar. begitu juga dengan kita di luar tidak bisa melihat dan mendengar apa yang terjadi di dalam sana"jelas pak itam itu dengan yakin nya.
Semua orang mendengar kata tentang pagar tapi mama Liza sama sekali tidak puas dengan jawaban itu.
__ADS_1
"Pagar apa dan mengapa harus di pagar? lalu kenapa putriku pak itam, dia baru saja sampai kemarin. Tolong pak itam cari tahu kenapa kenapa putriku yang menjadi sasarannya kali ini?"
"Diam! jangan berisik kalau kau bikin ribut di sini kemungkinan besar "dia" akan menelan putrimu dan tidak akan mengembalikannya lagi. apa kau mau seperti itu?"ancam pak itam yang langsung membuat mamah liza tutup mulut.
Meskipun begitu suara isak tangis nya masih terdengar jelas.
"Carikan aku sebungkus garam dan inggu"kata pak itam dengan tegas pada pandi.
Pandi mengangguk dan pergi dengan cepat bersama mobilnya.
Sementara itu pak hitam menatap Mama Liza dan berkata,"kalian orang tua kandung atau tidak?"
"kami orang tua kandung aku yang melahirkan putriku sendiri setelah hamil 9 bulan 10 hari"kata dini yang langsung menegaskan hal itu.
"gunting rambut kalian dan masukkan ke dalam air ini. berikan juga aku sedikit darah masing-masing"kata pak itam dengan matanya yang dalam.
Mata hitamnya seperti bergelombang tanpa riak sama sekali. Tidak ada yang mau memandang langsung ke mata itu karena perasaan mencengkem datang terlebih dahulu sebelum anda memandangnya.
Tentu saja dini dan Arnold bersedia melakukannya apalah artinya dengan sejumput rambut dan setitik darah. Jika dibandingkan dengan Liza sendiri.
Entah dari mana ayahnya pandi mengulurkan sebuah gunting dan pisau kecil pada pasangan ini.
Arnold sekira menyambut barang tersebut dan mengatakan terima kasih.
Sret...
Dengan gunting dia memotong ujung rambutnya sedikit dan memasukkannya ke dalam botol air mineral besar yang dibawa oleh pak itam sebelumnya.
melihat suaminya melakukan itu mamah Liza juga melakukan hal yang sama. sekarang giliran pisau kecil itu yang digoreskan langsung ke ujung jari.
ini bukan luka yang kecil sama sekali. Luka ini cukup besar padahal sama sekali tidak perlu. Yang diinginkan oleh pak item hanya setitik darah saja dari orang tua kandung calon korban.
Tapi dilakukan oleh Arnold ini jelas karena dia takut setitik darah tidak akan cukup.
melihat darah yang menetes deras dari ujung jari suaminya ini Mama Liza jadi bergidik ngeri. Memang dia ikhlas memberikan darahnya untuk Putri semata wayang nya ini tapi dia juga merasa ngilu sendiri.
"Mama cepat jangan buang waktu, Liza dalam bahaya" kata Arnold pada istrinya.
Mama Liza masih ingin berbicara tapi tiba-tiba saja tangannya diambil paksa dan dilukai detik itu juga.
"Ishhh..
Tiba-tiba saja darah dini juga mengalir dan diarahkan ke dalam botol mineral yang sekarang berubah warna menjadi merah.
pak itam hanya diam dan tidak menghentikan perilaku pasangan ini. padahal dia hanya butuh satu titik tapi mereka sendiri yang memberikan lebih banyak daripada itu.
Terserahlah itu juga bukan darahnya.
"cukup pak itam tanya Arnold Mbak Ita mengangguk pelan sehingga dini dan Arnold baru berani mengangkat jarinya.
Mama Liza buru-buru memasukkan jari ke dalam mulut dan berlari ke dalam mobil. Di dalam mobil ada kotak P3K sehingga dia bisa langsung membalut lukanya tadi begitu juga dengan luka yang diderita oleh Arnold.
"tunggu garam dan Inggu"jawab pak itam yang masih saja duduk di atas tikarnya.
mereka tidak bisa melakukan apapun hanya bisa menunggu pandi tiba dengan barang yang dimaksud.
Mengambil waktu itu Arnold bertanya pada ayahnya pandi. Siapakah pak itam ini dan untuk apa yang disebut dengan Inggu.
Pak itam adalah dukun yang spesial spesialis dalam menghadapi siluman atau yang kerap kali disebut dengan lelembut.
Dikisahkan ada seorang dukun juga yang pernah menghadapi penunggu di dalam rumah ini yang katanya adalah ular putih.Nah dukun ini masih bisa dibilang sebagai adik seperguruannya.
dulu dia sama sekali tidak berkesempatan untuk bertarung langsung dengan si ular putih. ada beberapa pengaturan khusus yang sudah ada sejak dulu kala.
Setiap pengaturan khusus ini berbeda dalam setiap perguruan. kebetulan sekali pengaturan yang dikeluarkan oleh guru pak item menghalangi dia dalam bertarung langsung dengan lelembut ular putih.
Di sini dia tidak bisa bekerja atas inisiatif sendiri jika tidak disebutkan sebagai pembalasan dendam. Dia hanya bisa bekerja jika di undang oleh seseorang.
kebetulan sekali dirinya diundang langsung mewakili ayah orang tua korban. jadi dia tidak akan berpikir dua kali untuk itu.
Selain ingin mencoba ilmu dia juga ingin mencari tahu sekuat apa siluman di dalam rumah tua ini.
Setelah dijelaskan seperti itu baru kemudian apa pak Liza mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.
Sekarang ayahnya pandi menjelaskan apa itu inggu di dalam masyarakat desa.
Ingu jadam memiliki nama ilmiah yaitu gruta graveolen
Ruta graveolence umumnya dikenal sebagai inggu adalah spesies tumbuhan dalam genus ruta yang ditanam sebagai tanaman hias ataupun ramuan.
Sebenarnya masih ada banyak tanaman yang bisa digunakan untuk media gaib seperti ini. Tapi mengingat pak itam hanya meminta barang-barang murah seperti itu maka mereka hanya bisa mengatakan oke dan pergi mencarinya.
Biasanya masyarakat menggunakan ini untuk menangani penyakit kuning atau penyakit yang berkaitan dengan hati.
Tapi sekarang pak itam akan menggunakannya dalam menghadapi siluman ular putih.
"apa kita bisa percaya dengan pak itam bisik Arnold yang tidak ingin terdengar oleh pak itam.
Tapi...
"kalau kau tidak percaya cari orang lain"kata pak itam yang entah bagaimana mendengar pembicaraan dua orang ini di belakangnya padahal keduanya sudah mencoba untuk berbicara sepelan mungkin.
"bukannya begitu pak itam sebenarnya saya tidak pernah bersinggungan dengan hal seperti ini jadi tidak tahu harus bereaksi seperti apa. tapi mohon pak itam tidak tersinggung dan ayo lanjutkan selamatkan putri kami"kata Arnold yang merendahkan diri.
Yang dihadapi sudah jelas bukan manusia biasa jadi mereka hanya bisa mengandalkan orang seperti pak hitam ini dalam usaha penyelamatan Liza hanim.
Mendengar itu pak itam juga tutup mulut.Jika ini adalah pasien lain dia tidak akan terima di pandang sebelah mata seperti sekarang.
Tapi karena keinginannya untuk menjajal langsung ilmu kanuragan dari siluman ular putih. Pak itam hanya bisa mendengus marah.
__ADS_1
"Pah gimana pah kok pandinya lama amat?"katanya dini yang makin khawatir. Kenapa rasanya pandi pergi selama berjam-jam. Dia semakin khawatir membiarkan Liza di dalam sana dalam lingkungan gaib.
"sabar mah Papa juga khawatir tapi kita hanya bisa menunggu saja di sini"kata Arnold yang juga tidak berdaya.
"aku belum sempat bertanya dengan pandi sebenarnya apa yang terjadi. kenapa putrimu bisa masuk ke dalam?"tanya ayahnya pandi dengan heran.
"aku juga tidak tahu tapi menurut pandi dia bertemu dengan seekor ular putih?"
Mendengar itu ayahnya pandi langsung terkejut. Sejauh ini pandi tidak cerita jika dia bertemu dengan siluman ular putih itu.
Pandi hanya mengatakan jika Liza tiba-tiba tergoda untuk masuk dan tidak bisa keluar lagi dari sana. Jadi di sini pandi ingin menyembunyikan sesuatu dari papanya.
"Pak itam, pandi sudah melihat ular itu"kata ayahnya pandi yang langsung melaporkan pada pak itam.
menurut kata orang seseorang yang melihat penampakan itu tidak akan berumur panjang. karena itulah ayahnya pandi langsung khawatir dan mengabarkan masalah ini pada pak itam.
"aku ingin menyelesaikan satu persatu jangan campur adukkan semua permasalahannya dengan sekali jalan"kata pak itam dengan pandangan yang dalam.
Ayahnya pandi mundur lagi dan tidak bisa membuang wajah cemasnya. Pandi memiliki dua saudara laki-laki dan satu saudara perempuan. Meski masih memiliki anak-anak lain tapi dia tetap menyayangi pandi seperti seorang ayah pada umumnya
Ayah mana yang tidak khawatir jika mengetahui putranya sedang dalam bahaya besar.
Namun begitu apa yang dikatakan oleh pak itam juga ada benarnya. Yang terpenting saat ini bagaimana mengeluarkan Liza dari rumah itu. Baru setelahnya mereka memikirkan masalah lainnya.
tidak lama kemudian mobil yang dikemudikan oleh pandi akhirnya datang juga. pria muda itu langsung turun dan buru-buru memberikan barang yang baru saja dia beli dari kota kecil.
Garam dapur mudah dibeli di warung kecil namun berbeda dengan Inggu yang tidak semua warung memilikinya.
jadi pandi harus ke kota kecil untuk membelinya.
Begitu barang ini tiba di tangan pak itam. Semuanya dibuka dan dimasukkan ke dalam botol air yang sekarang sudah mengandung rambut dan juga darah dari orang tua kandung Liza yang dalam hal ini sebagai korban.
Dia menutupnya dan mengocok-ngocoknya sebentar mungkin agar semuanya bercampur.
Pak itam segera bangun dan mencuci tangannya dengan air di dalam botol itu sedikit sebelum berseru dengan bahasa lokal.
Air itu di gemercikkan sedikit ke pintu gerbang.
meskipun tidak mengerti apa yang dikatakan olehnya tapi beberapa kata bisa ditangkap oleh dini.
"atas wejanganku aku hitam tua dari gunung wayang, memaksamu untuk membuka pintu, mengorbankan darah dan mengembalikan keturunan"
Beberapa bait ini didengar oleh Mama Liza namun dikatakan dalam bahasa lokal.
Dia tidak menyebutkan sekali tapi beberapa kali sambil menyiram semua air di pintu gerbang.
Setelah habis pak itam duduk lagi pada tikarnya.
Entah kenapa ada bunyi berderak pada pintu gerbang tersebut. Tidak ada yang mengetahui sebenarnya pak hitam yang sedang duduk ini. Rohnya sudah melayang keluar dan mencoba masuk ke dalam pintu rumah tua tersebut.
Dia menabrak tembok tidak kasat mata di depannya. Jangan katakan air yang di percikkan tadi tidak berfungsi.
Sebelum air di percikkan sebenarnya kemampuan pagar gaib ini tidak bisa ditembus oleh siapapun.
Setelah air di percikkan ke ampuhan pagar gaib ini menurun sebanyak 80%. Setidaknya itu yang diyakini oleh pak itam saat dia melepaskan diri dari tubuh aslinya.
Dia berencana masuk ke dalam rumah dan melihat dengan mata batinnya tentang kondisi asli rumah ini secara gaib.
Di mata semua orang rumah ini adalah rumah tinggal yang tidak dihuni selama puluhan tahun. Tapi orang yang mampu membuka mata batin seperti pak itam memandangnya dengan cara terbalik.
Rumah ini sebenarnya adalah rumah paling cantik yang pernah dia lihat. Mengalahkan istana negara sekalipun.
Baru setelah air di percikkan pak Itam melihatnya sendiri. Dulu dia mendengar langsung dari adik seperguruannya ketika pria itu dalam kondisi sekarat.
Dia menyebutkan tentang situasi rumah tua itu secara pribadi. Karena mendengar itulah pak itam menjadi penasaran.
Sewaktu sedang mempelajari ilmu ini. Guru juga pernah menyebutkan masalah lelembut ular putih yang mendirikan sebuah kerajaan di desa ini.
Hanya saja tidak semua dukun bisa melihat penampakan wujud kerajaan ini.
Paling tidak perjalanan kali ini memang membuahkan hasil.
Dengan percaya dirinya pak Itam mencoba masuk tapi siapa sangka kemampuan dari pagar gaib ini tidak berkurang setengahnya.
Artinya ilmu mereka sama sekali tidak sebanding.
Pak itam mencoba masuk dan mendorong pintu gerbang itu dengan kemampuannya. Dorongan itulah yang menghasilkan bunyi berderak pada pintu gerbang yang saat ini didengar oleh semua orang.
Karena kemampuan yang tidak setara entah bagaimana pak itam diblokir dan masuk kembali ke dalam jasadnya secara paksa.
ini berhasil tapi masih memberikan luka tertentu pada pak itam. Ada beberapa tetes darah di ujung bibirnya.
"ketika dia membuka mata Arnold buru-buru.
"pak itam bagaimana?"
"dia terlalu kuat tapi jangan khawatir kemampuan pagar gaib sudah menurun 20%. Aku tidak bisa masuk tapi suara sudah cukup untuk memanggil putrimu"kata pak itam lagi.
Walaupun tidak masuk tapi pak itam sudah melihat kondisi asli di dalam rumah tua ini .Paling tidak dia cukup puas dan yakin apa yang diajarkan oleh gurunya dulu memang benar adanya.
Tapi dia tidak akan berhenti sampai di sini .Akan ada saatnya bertarung secara tatap muka dengan siluman ular putih.
Tunggu saja.
Pada saat ini Liza masih berusaha keras membaca tulisan-tulisan tersebut.
Dia sudah berusaha berkali-kali tapi sama sekali tidak membuahkan hasil yang memuaskan.
tapi sebenarnya ada kemampuan lain yang menghalangi Liza untuk membaca tulisan di dinding itu.
__ADS_1
tidak ada yang melihat tapi