Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
14


__ADS_3

Baru saja Liza ingin istirahat tiba-tiba pintu kamarnya diketuk lagi. Ini membuat liza sangat kesal tapi dia tetap bangkit untuk membuka pintu.


"sayang kamu apa kabar, udah mendingan ?"tegur mamanya yang berdiri di pintu diikuti oleh papanya dari samping.


"Mama Papa kata Liza yang langsung duduk di ranjang besarnya.


tentu saja di ini ikut duduk di sampingnya dan membelai rambut panjang Liza dengan penuh kasih dan sayang.


"kamu lagi ngapain sayang kamu melamun tadi ya ?"tanyanya


"siapa bilang aku ngelamun mah aku lagi mau istirahat mau bobo cantik juga eh tadi barusan pandi yang datang pandi pergi Mama lagi yang datang jadi kapan istirahatnya kata Liza yang tersenyum masam.


"oh kasihannya anak Mama tadi mama itu cuma khawatir loh sayang"ujar dini dengan nada menyesal.


"mah yuk keluar Liza lagi pengen istirahat jangan diganggu dulu dari tadi juga udah dibilangin kata Arnold pada dini.


"iya deh pah, mama keluar Mama keluar dulu ya sayang kamu istirahat nanti kalau lapar tinggal panggil oke kata mamanya yang langsung mencium kening Putri semata wayangnya itu.


Liza hanya bisa mengangguk dan melihat mereka pergi .Setelah keduanya pergi Liza menutup kembali pintu kamarnya lagi.Tapi sekarang dia malah tidak merasakan kantuk seperti sebelumnya.


dalam kesendirian ini lagi-lagi Liza kepikiran tentang bangunan tua itu. tidak tahu apa yang terjadi Liza tidak berpikir tidak bisa berpikir tentang apapun lagi selain dari bangunan tua.


Liza malahan tidak curiga dengan pemikirannya yang jelas-jelas aneh.


"aku jadi penasaran dengan bangunan itu seolah-olah bangunan itu memanggil aku untuk datang. sepertinya ada hubungannya dengan aku tapi apa ya?"pikir Liza dalam hati.


"Rumah tua,hem apa ya?"


"Tapi...


Hari ini adalah hari yang panjang di mana Liza pertama kalinya datang ke desa yang entah berapa tahun tidak dia.


Sangking lamanya itu Liza sendiri sudah lupa. Liza berusaha berkali-kali untuk mengingat memori-memori sewaktu dia kecil pada akhirnya Liza juga menyerah karena dia benar-benar tidak bisa mengingat ikatan apa yang ada antara dia dan bangunan itu.


Jadi pemikiran ini dilupakan begitu saja.

__ADS_1


****


Malam itu Liza memperlihatkan lagi sebuah keanehan yang sebenarnya tidak pernah dia lakukan sebelum ini.


sebelum ini jika selesai makan malam mereka akan berbicara dari hati ke hati antara ibu dan anak dengan bantuan segelas kopi dan segelas teh.


apalagi mereka sudah berpisah cukup lama tentu saja Ada banyak hal yang perlu dibicarakan.


Terutama mama Liza yang benar-benar ingin memeluk putrinya seperti di masa yang lalu.


tapi setelah makan malam ini Liza menjadi malas untuk mengobrol dengan mama dan papanya dia berkata ingin istirahat sendirian di kamar tanpa gangguan sedikitpun.


dini yang sudah memendam rasa rindu juga sedikit kesal tapi berpikir lagi jika putrinya ini benar-benar kelelahan setelah perjalanan yang panjang.


Karena itulah dia hanya bisa menahan rindu ini dan melambaikan tangan agar putrinya itu pergi beristirahat lebih awal.


sementara itu Liza yang sudah di dalam kamarnya langsung mengambil bantal dan tertidur dengan pulas.


jadi Liza sama sekali tidak berbohong jika dirinya sedang mengantuk dan merasa kelelahan yang menekannya.


"kenapa dingin banget ya hem pantesan dingin,jendelanya lupa ditutup sih "pikir Liza di dalam hati.


Dengan malas Liza pada akhirnya bangkit mendekati jendela dan ingin menutup nya dengan rapat.


Tapi tiba-tiba gerakan tangannya berhenti begitu dia mendengar irama musik yang tidak diketahui. Ini adalah nada musik yang sama yang dia dengar di dalam mobil.


tanpa sadar Liza sangat tertarik dan berpikir musik itu sangat indah dan mengalun dengan lembut. Ada juga sensasi yang menyayat hati membuat Liza ingin menangis di tempat .Padahal tidak ada sesuatu yang bisa membuat dia sedih.


Tanpa sadar Liza memejamkan mata demi menikmati alunan musik yang syahdu itu. Sesekali tubuhnya bergerak untuk menyamai alunan nada.


Teng..teng...


"eh apa yang terjadi apa yang aku lakukan berdiri di jendela di tengah malam buta ini?"tiba-tiba saja Liza tersadar ketika mendengar bunyi jam mekanik yang memang menimbulkan suara keras.


Dari bunyinya saja Liza tahu jika saat ini baru sekitar jam 02.00 malam.

__ADS_1


"hah jam dua, apakah aku tadi bermimpi sampai bisa mendengar ada suara musik pada malam-malam seperti ini"pikirnya.


Pandi juga tidak cerita sama sekali tentang penduduk desa yang akan mengadakan hajatan. Katakanlah ada penduduk desa yang sedang mengadakan hajatan .Tidak mungkin juga mereka masih menyambut tamu pada jam-jam seperti ini.


"Atau jangan-jangan...


Liza segera mencubit lengannya dan itu terasa sakit.


"Aw.. sakit!"


baru setelah itu Rizal yakin jika dirinya sedang tidak sedang bermimpi. tapi lagi-lagi telinganya menangkap alunan suara yang menyesakkan itu.


"aku sedang tidak bermimpi tapi sebenarnya siapa yang sedang bermain musik di malam seperti ini orang itu benar-benar tidak memiliki pekerjaan, tidak memiliki hati nurani juga padahal sudah jelas orang-orang pengen tidur" omel nya pelan.


dengan rasa yang sedikit takut Liza segera menutup jendela dan menguncinya dari dalam. setelah itu dia mengambil selimutnya dan membungkus dirinya seperti kue.


Walaupun sudah membungkus dirinya seperti itu dia masih saja mendengar suara musik dan alunan nada yang hampir membuat dirinya gila dan hilang akal.


Liza awalnya tidak percaya jika rumah itu adalah rumah angker yang memang memiliki penunggu di dalamnya.


tapi setelah mendengar langsung ada melodi musik dari yang berasal dari bangunan itu sekarang Liza benar-benar percaya dan merasa takut sekali.


Tapi di sisi lain Liza juga memiliki rasa penasaran dari mana sebenarnya suara itu datang.


"kedengarannya suara musik itu memang berasal dari bangunan tua itu deh.ishhh, apakah bangunan itu benar-benar angker seperti yang dikatakan oleh pandi?"pikir Liza ketakutan.


"tapi kenapa rasanya aku ingin tahu tentang bangunan itu dan sekarang begitu ingin ke sana?" pikirnya lagi yang sekarang mulai membuka telinganya untuk mendengar dan menikmati alunan suara musik yang indah.


Suara musik yang mengajaknya untuk datang ke bangunan itu dengan cepat.


Karena merasa aneh dengan perasaan dirinya sendiri. Liza langsung mengambil kapas dan menutup telinganya dengan kapas tersebut. Berharap dia tidak bisa mendengar lagi suara musik itu.


Tapi sayang walau bagaimanapun suara musik itu masih jelas terdengar di telinganya, seolah-olah musik itu memang dibuka di dalam kamar ini bukan di luaran sana.


Secara bertahap Liza akhirnya jatuh dalam kegelapan.

__ADS_1


__ADS_2