Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
96


__ADS_3

Hal pertama yang paling tidak disukai oleh orang-orang adalah menunggu.


Tapi untuk saat itu hanya ini yang bisa dilakukan oleh Liza ,raja dan juga pasangan dari Arnold dan Dini.


Lebih dari tiga jam kemudian,mobil putih yang di kemudikan oleh abizar sudah tiba di vila gaib.


Jika tidak mengingat keberadaan Arnold dan Dini ,kemungkinan besar mereka bisa melangsung melakukan teleportasi ke villa tersebut.


Apalagi saat ini Abizar sedang membawa seorang anak manusia bersamanya berikut dengan sebuah mobil. Gerakan semacam ini mungkin akan mengagetkan semua orang dan juga menghabiskan setengah dari energinya.


Karena itulah abidzar harus melakukan cara manual untuk pergi ke villa gaib.


Ketika mobil ini masuk ke halaman villa,hati Liza segera runtuh.


Merasa tubuhnya sudah baik-baik saja sekarang Liza langsung bangun meninggalkan ranjang kesakitan setelah selang transfusi darahnya dicabut.


Namun begitu Raja masih memberikan dia sebuah kursi roda yang bisa menutupi kekurangannya ketika dilihat oleh Arnold dan Dini.


Seseorang mengetuk pintu kamar pasangan itu dan memberitahukan kedatangan abizar sebagai seseorang yang pergi menjemput bayi.


Tentu saja pasangan ini tidak sabar untuk pergi melihat nya dengan mata kepala sendiri.


"Pah cucu kita udah ketemu pah"


"Ya mah, ayo, sekarang kita tidak boleh lengah mah Jaga dia dah jangan lepaskan pandangan untuk sesaat pun"


Dini sama sekali tidak memperdulikan pakaiannya yang masih menggunakan piyama.Dia berlari lebih cepat dari almond ada meihat kepulangan sang cucu.


Di depan villa, beberapa penjaga bergerak mengambil alih sangkar burung itu dengan hormat .


Mereka bahkan tidak berani membuka kain yang menutupinya jika tidak diperintahkan.


Melihat raja yang tiba bersama sang ratu abidzar langsung membukukan tubuhnya sedikit"tuanku, aku sudah membawakan putri dan pandi"


"Bagus, letakkan pandi di kamar belakang"Kata raja.


"Tidak, tunggu sebentar "kata dini yang baru saja datang. dia ingin melihat dengan jelas wajah penghianat ini


"Tante kami membawanya dengan memberikan bius agar tidak memberontak mungkin ada waktu sekitar 2 atau 3 jam lagi untuk dia sadar"kata raja mengingatkan dini.


"Begitu rupanya tapi mana cucu ku?"Tanya dini yang memanjangkan lehernya tapi tidak melihat ada bayi di sekitar.


Raja me memberikan isyarat pada pengawal itu yang langsung memberikan sangkar burung ke tangan Liza.


Dini dan anak tidak mengerti apa hubungannya sangkar burung itu dengan cucu mereka. tapi mereka di menatap Liza yang membuka kain penutup sangkar itu dengan hati-hati.


Dengan cara hati-hati yang dilakukan oleh Liza ini tiba-tiba mereka mendapatkan firasat yang tidak enak.


Mungkin kah...


Ketika sangkar burung terbuka terlihatlah seorang bayi kecil yang hanya ditutupi dengan selembar selimut tipis dalam kondisi tertidur.


Melihatnya Liza tidak kuasa menahan tangis begitu juga dengan dini yang sama-sama memiliki hati dan perasaan sensitif.


"Sayang ku, cucu nenek betapa malangnya dibuat seperti ini oleh sialan itu.ohj sayang"kata dini yang menutup mulutnya dengan tangan nya sendiri.


Arnold juga berpikir demikian, tiba-tiba saja pandangannya jatuh kepada Pandi yang masih saja pingsan di dalam mobil.


Buku tangannya saling menggenggam memperlihatkan urat-urat yang keluar di sana menunjukkan betapa marahnya dia saat ini.


Ini adalah cucu pertama yang diharapkan sejak lama tapi diperlakukan seperti binatang oleh ayah kandungnya sendiri.


Kenapa Pandi begitu tega.


"Raja Huhuhu aku tidak akan pernah bisa memaafkan Pandi raja, tidak akan pernah sama sekali"


Liza menarik nafas panjang dan membuka kunci sangkar burung itu. pintunya memang sudah dimodifikasi dan dilakukan penyesuaian untuk bisa menyimpan bayi.

__ADS_1


Rancangan sarang burung ini benar-benar tidak difungsikan untuk memelihara burung.Pengerjaannya sangat rumit bahkan bayi tidak akan terguncang ketika terjadi sesuatu. Artinya Pandi pasti memikirkan ini sudah lama sekali.


Di hadapan Arnold dan Dini, Raja bahkan tidak bisa angkat bicara. Padahal dia juga sedang emosi melihat putri kesayangannya diperlakukan seperti ini.


Raja hanya bisa menyimpan kemarahannya dengan menahan giginya.


"Raja panggil seseorang untuk melihat apakah ada reaksi yang tidak wajar pada bayi ini secara dia sudah diberi obat bius beberapa jam"kata arnold mengingat kan.


"Baik lah"


hanya dengan satu isyarat seseorang keluar dari rumah dan itu adalah "dokter" yang menangani kesehatan liza di villa ini.


Mereka langsung mengambil alih si bayi dan membawanya pergi ke kamar khusus.


Di dalam kamar itu bukannya akan diberi obat atau diperiksa tapi mereka melakukan transfer energi positif pada bayi tersebut. Berharap dengan energi positif ini zat-zat yang merugikan tubuh akibat tekanan dari obat bius itu segera memudar dengan cepat.


Karena dia masih bayi kecil, jadi transfernya tidak bisa sekaligus namun hanya bisa secara bertahap-tahap.


Sementara itu di luar sana Fandi tidak jadi disimpan di dalam tapi langsung dibiarkan di luar. Beberapa pengawal menarik sebuah kursi membiarkan pria itu untuk duduk di sana dan mengikat Pandi dengan tali yang erat.


"Lakukan"


byurr...


Satu ember air yang langsung diguyurkan ke tubuhnya membuat pandi gelagapan dan dia tersadar dengan cepat. Sebelum ini abidzar juga sudah menyuntikkan beberapa energi agar Pandi bisa sadar lebih awal .jika


dia sadar secara alami kemungkinan besar itu sudah keesokan harinya.


"Ehh apa apaan ini? siapa yang menyiram air pada Tuan ini Hem?"begitu Pandi sadar dia sudah mengeluarkan beberapa kata umpatan yang jelas tidak bermoral.


jika dulu mungkin Arnold dan Dini masih akan tercengang melihatnya setahu mereka menantu Pandi adalah pria baik yang bahkan tidak akan pernah menginjak semut sekalipun.


Pandi juga terkenal dengan karakter yang sabar bahkan tidak pernah memarahi para pembantu di rumahnya. Tapi sekarang dia bisa dengan lepas dan bebas mengutuk dan mengatakan beberapa kata makian yang sangat tidak menyenangkan.


Setelah beberapa kali, menyadari kesalahan karakter pada akhirnya Arnold dan Dini tidak lagi terkejut melihat karakter asli dari menantu tersayang.


Inilah karakter asli dari Pandi.


"Eh siapa kalian?"tanyanya yang belum benar-benar bisa melihat dengan jelas.


Perlu beberapa waktu untuk pandi membuat penglihatannya normal. Pada ketika itulah dia tercengang karena di depannya jelas ada Arnold dan juga Dini. Papa dan Mama mertuanya.


"Hah papa,mama !"teriaknya terkejut.


Arnold sangat jijik ketika dia mendengar pandi berteriak dengan sebutan itu. Dulu dia tidak merasakan apapun tapi sekarang tiba-tiba saja bulu kuduknya merinding.


Menjijikkan sekali.


"berhentilah mengatakan Aku adalah papa mertuamu. kami tidak Sudi mendengarnya lagi. jangan kau berpura-pura lagi Pandi aku sudah tahu apa yang kau rencanakan. Tapi sekarang kau harus bersiap-siap menceraikan putriku, jika tidak...


"jika tidak apa?"tanyakan dia langsung menantang Arnold.


Dulu semua itu adalah akting yang berpura-pura. Tapi sekarang ini adalah dia yang sebenarnya


"hahaha Arnold Kau pikir aku benar-benar ingin menjadi menantumu. kalau tidak gara-gara guru yang membujukku maka aku dibayar pun aku tidak akan mau. ada begitu banyak wanita yang mau bertekuk lutut tapi kenapa aku harus memilih putrimu yang bahkan tidak bisa disebutkan dengan kata cantik, Hahaha"


Saat ini pandi masih tidak sadar jika dirinya tidak berada di dunia manusia melainkan di dalam villa yang pernah dia masuki dulu bersama sang guru.


Dia hanya mengungkapkan rasa kekesalannya karena selama ini sudah berpura-pura baik padahal dia masih menyimpan dendam.


Inilah mengapa orang-orang mengatakan jika amarah itu bisa memerintahkan mata.


Jangankan lokasi tapi raja yang selalu berdiri di samping Liza saja dia tidak menyadarinya.


Pandi hanya ingin menghilangkan rasa frustasi karena rencananya semua gagal total.


"Pandi kau....

__ADS_1


"sialan kau Pandi kau bilang putriku tidak cantik, tapi masih memiliki anak dengannya? kau munafik sekali jadi laki-laki"ejek Dini.


"Hahaha Mama mertua Aku adalah laki-laki normal disodorin ikan asin juga bakalan aku embat.Putri mu aja yang kegatalan pengen ku kawinin.jangan salah kan aku karena aku hanya tidak ingin mubasir hahaha "


Pandi tidak akan lupa dengan kejadian pada malam hari ketika Liza dengan senang hati membuka pahanya untuk dia nikmati.Gadis pemarah dengan api yang sangat menyenangkan dan liar di atas ranjang.


Hari ini Pandi bisa saja disebutkan sebagai orang yang kalah tapi walau bagaimanapun dia pernah mencicipi tubuh Liza seutuhnya.Liza bahkan tidak akan pernah menampiknya sama sekali karena bayi itu adalah buktinya.


"Dan kau Liza ,kau...


betapa inginnya Pandi memuntahkan beberapa kata kotor agar Liza sadar jika dirinya benar-benar menjadi budak nafsunya di masa lalu. Tapi ketika dia mengarahkan pandangan itu ke arah sana kata-katanya tidak bisa keluar sama sekali karena dia tahu siapa yang berdiri di sebelah Liza hari ini.


"Ra .raja?"


"Hem sudah puas bicara?"tanya Raja dengan menyeringai. melihat itu Pandi menjadi berkeringat dingin ya dia ingin kabur dari sini dan namun baru sadar jika dirinya dalam posisi terikat pada kursi.


Dengan cepat pandi menjadi panik dan melihat ke sekitar area. Baru kemudian dia menyadari di mana dia saat ini.


"tidak ini tidak mungkin aku sudah melewati laut kalian tidak mungkin bisa mengejar aku. tidak mungkin ini tidak mungkin"gumam Pandi.


"Hem papah mamah pergilah melihat bayiku nanti aku menyusul ada beberapa kata yang ingin aku sampaikan pada pria busuk ini"kata Liza pada Arnold dan Dini.


"Ya sayang, jangan masukkan kata-katanya ke hati ya nak. kamu belum terlalu sehat jadi jaga emosimu oke"kata dini menasehati Liza ketika dia ingin pergi.


" Liza tau ma"


Arnold dan Dini bergegas pergi untuk melihat cucu mereka. setelah ditinggal oleh pasangan itu baru kemudian Raja membuat lapisan pelindung lagi.


Dengan ini tidak khawatir Dini dan Arnold bisa mengintip atau menguping pembicaraan mereka.


"Li..Liza, pergilah dari sini Liza kau tidak akan selamat dia bukan manusia. Liza percaya padaku Liza pergilah Dia bukan manusia aku tidak berbohong"kata Pandi yang tiba-tiba panik sekali.


Baru kemudian dia menyesal kenapa tidak pernah belajar dengan serius pada sang guru. Jika dia bisa merapal beberapa mantra khusus kali ini. Mungkin dia bisa pergi dengan selamat tapi sayang sekali mantra yang dia hafal hanyalah mantra kecil saja.


Salah satu jalan untuk kabur adalah mencoba memanipulasi Liza dengan identitas raja yang sebenarnya. Dia berharap Liza benar-benar mencoba mencari jalan keluar dari villa gaib ini.


Pada saat itu mungkin liza baru menyadari Jika dia adalah satu-satunya manusia selain kedua orang tuanya. mungkin Lisa akan berbaik hati untuk menariknya bersama.


"Pandi, apa yang kau katakan kenapa aku tidak mengerti Hem"tanya Liza yang pura-pura tidak tahu. Dia sangat menikmati menyiksa mental Pandi alih alih-alih memberikan pelajaran seperti yang dilakukan oleh Putri mahkota.


Telan dia.


Pandi sudah panik jadi dia tidak melihat senyum kecil Liza. Di dalam hati dia hanya percaya Liza sedang dicuci otak dan tidak mengetahui siapa sebenarnya raja yang di depannya saat ini.


"Li za, kau.. kau ingat ular putih yang kita lihat di rumah tua itu? itulah dia dia adalah raja siluman ular percayalah padaku.liza Ayo pikirkan sesuatu dan bantu aku melepaskan diri dari sini"kata Pandi yang masih saja memberontak pada kursi.


Semua pengawal bahkan Abizar sama sekali tidak bergerak melihat pandi melakukan pemberontakan seperti itu. Mereka tidak diperintahkan untuk memberikan perlawanan atau menahannya. Jadi semuanya dia menunggu diperintahkan seperti robot.


Di sini Pandi benar-benar diperlakukan seperti seorang badut yang sedang membuat pertunjukan.


"Pandi, apakah kau bodoh. kenapa kau bisa mengatakan dia adalah seekor ular. Padahal dia sedang berdiri di sini cukup tampan dan.. hehehe i like it" kata Liza yang awalnya sedang duduk di kursi roda tiba-tiba bangun tanpa peringatan apapun.


Melihat keganjilan ini baru kemudian pandi sadar jika dirinya dikelilingi oleh banyak orang.oh mereka sama sekali bukan orang di sini melainkan ular siluman.


glek...


"Liza kau.. kenapa kau tidak percaya padaku Liza ingat aku adalah suamimu. apa yang aku lakukan sebenarnya berasal dari mereka.liza percaya lah, mereka iblis, mereka adalah siluman ular putih,liza...


Liza tidak peduli dengan kata-kata Pandi itu. tanpa ada maksud menyembunyikan liza langsung memeluk raja dan mencium Raja dengan lembut.Raja tidak melewatkan kesempatan ini dan membalas ciuman itu dengan tidak kalah mesranya.


Pasangan ini seolah-olah lupa dengan situasi untuk mengintrogasi Pandi


Sosok yang saat ini sedang terpana.


Sebuah pandangan yang sangat romantis .Bedanya mereka melakukan itu di depan banyak orang sekaligus. Termasuk itu adalah Pandi yang saat ini masih bergelar sebagai suami sah Liza secara hukum dan juga agama.


Pada saat itu pandi menjadi panas dia tidak menyangka , Liza bukan saja tidak percaya tapi malah benar-benar berselingkuh di belakangnya.

__ADS_1


Tapi tunggu dulu bukankah ini artinya liza sedang dicuci otak oleh siluman itu yang membuat Liza jatuh cinta.


Begitu kan


__ADS_2