Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
32


__ADS_3

Setelah berbicara beberapa patah kata lagi dengan raja ,sebenarnya Liza mendapatkan tanggapan baik tentang pemuda ini.


Perasaan aneh yang tadinya muncul secara tiba-tiba sekarang berganti dengan perasaan nyaman dan merasa bisa berteman baik dengan raja di masa depan.


lagi pula Liza tidak akan lama tinggal di desa. kenapa harus mencari musuh lebih baik berteman dengan lebih banyak orang.


Pada saat ini Liza hanya mengenal pandi selain dari orang tuanya. Sekarang dia memiliki pandangan negatif pada pandi sehingga tidak nyaman untuk mengajaknya jalan-jalan.


Ada baiknya Lisa memiliki kenalan baru untuk mengubah referensinya. ditambah lagi dia memiliki kesan baik pada pemuda desa ini.


Setelah berbicara lidah mengizinkan raja untuk masuk ke dalam mobilnya. Di dalam mobil mereka berbicara lagi seolah-olah sebagai sahabat lama tidak ada kata canggung di dalamnya sama sekali.


"Terima kasih ya ,Liza karena sudah mau menjadi teman aku" kata raja satu waktu.


"Kenapa tidak boleh, Liza mau kok jadi teman kamu. lagian Liza memang sedang cari teman .Abis bingung seharian di rumah tanpa keluar. pada saat bicara begitu Liza entah mengapa menjadi gugup.


Dia mulai merasakan kembali getaran-getaran aneh yang menjalar di sekujur tubuhnya. Tapi perasaan ini malah membuatnya nyaman dan ingin terus-terusan berada di samping raja.


Seumur hidup Lisa sama sekali tidak pernah merasakan perasaan seperti ini. Seperti anda ketagihan dengan sesuatu dan tidak bisa melepaskannya.


"Tidak saya benar-benar berterima kasih dan tidak menyangka gadis secantik kamu tidak memandang rendah seseorang seperti aku .Aku hanya seorang pemuda desa yang tidak dikenal" kata raja yang tersenyum semanis bunga.


Hatinya benar-benar senang ketika Liza menerima dirinya meskipun hanya sebagai teman belaka. tapi semua orang harus berjalan selangkah demi selangkah .Hari ini mereka masih berteman tapi siapa tahu hari besok akan berubah lagi.


Raja benar-benar sedang menantikan saat-saat seperti itu.


Liza yang sedang mengemudikan mobilnya hanya membalas senyuman raja.


"Mencari teman itu bukan hanya memandang kedudukan ataupun pangkat seseorang. Liza sendiri risih juga kalau berteman dengan orang-orang yang seperti itu. tapi menurut liza sih yang penting dalam pertemanan itu adalah hati dan kejujurannya. Juga rasa kesetiakawanannya" ucap Liza lagi.


Entah mengapa Liza merasa akrab pada pemuda yang baru dia kenal hari ini. Dengan mudah Liza mengeluarkan uneg uneg nya mengenai kehidupan.


Raja hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum seolah kata-kata itu memang ada kata-kata yang bagus. Di dalam hati raja,dia juga membenarkan perkataan Liza dan dia bangga jika liza benar-benar bisa menerimanya dari lubuk hatinya yang terdalam. Siapa yang tidak mau berkenalan dengan gadis secantik dan sesopan liiza saat ini.


Seandainya ....


"raja "sapa Liza dengan nada yang lembut.


Tiba-tiba nada itu membuat raja bergetar sehingga dia merasa nyaman dengan gelombang di dalam hatinya sendiri.


"Bisakah aku berlama-lama dengan perasaan seperti ini?" pikir raja waktu itu.


Karena pemikirannya raja hanya bisa menjawab "um"anda setuju.


"Liza pengen nanya sesuatu boleh nggak ?"tanya Liza ,dia takut raja tersinggung secara mereka baru kenalan.


"Tanyakan aja ,kenapa nggak kan kita udah temen tadi "kata raja yang santai seraya memandang Liza dengan tatapan yang penuh arti.


Apa kamu tahu rumah tua itu ?"tanya Liza yang entah kapan mereka pada akhirnya tiba di sekitar rumah tua lagi.


Sebenarnya Liza tidak berpikir dia sedang mengemudi ke arah ini tapi setelah sampai di sini Liza tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya sama sekali.


Raja adalah penduduk asli jadi mungkin dia tahu sedikit tentang ini. Di samping itu Liza juga berharap agar raja tidak jadi pengecut seperti pandi.


"rumah tua ini ?hehehe bukankah rumah tua ini angker kok kamu nanyanya kayak gitu, berani kamu?" tanya raja terkekeh-kekeh.


"jadi kamu percaya kalau rumah ini angker tanya Liza lagi.


Dia menghentikan mobilnya tepat di pintu gerbang tapi liza sama sekali tidak berniat untuk turun. Ada celah di hatinya yang mengatakan dia tidak boleh masuk ke rumah ini.


Walaupun demikian matanya tidak lepas sama sekali dari bangunan tua ini yang menurutnya menyimpan sebuah misteri yang menunggu di dibuka ke permukaan.


"udah tahu rumah ini angker emangnya kamu tahu dari mana kata raja yang balik bertanya.


"ah gini...


Pada akhirnya Liza berkisah tentang kedatangannya di dalam rumah tua ini semalam. Meskipun begitu dia tidak mengatakan mengenai si ular putih yang katanya adalah penunggu dari rumah tua ini.


"tidak kusangka kamu adalah gadis yang baru tiba tapi sudah memiliki pengalaman mistis seperti sekarang kan ?"kata raja yang mengangguk-anggukkan kepalanya.


Mendengar ini liza seperti mendapatkan angin segar"apakah kau percaya padaku lalu apakah kau takut?"


"hem aku laki-laki jadi tidak mungkin aku takut kan hehehe tapi bagaimana jika aku yang balik bertanya apakah kau takut mendengar rumah ini ada sesuatu di dalamnya?" tanya raja langsung.


"enggak sih malahan Liza suka banget datang ke sini. udaranya nyaman sekali ,rasanya Liza itu pengen sering kemari. sayangnya Liza dilarang oleh Mama dan Papa" keluh Liza pelan.


Sampai saat ini Liza masih belum melupakan tentang lukisan misterius yang sebenarnya ingin dia bawa pulang sebagai oleh-oleh. tapi sayang sekali dia tidak bisa masuk lagi ke dalamnya. Sebagai seorang anak dia juga harus patuh dan menurut pada kedua orang tuanya. Secara mereka juga khawatir tentang dirinya dan tidak ingin terjadi apapun.


Tapi mengenai angker atau tidaknya Liza sama sekali tidak percaya. Mungkin rumah tua seperti ini memang harus ada penunggunya secara tidak langsung.Tapi bukankah penunggu itu tidak mengganggu siapapun sejauh ini.


Paling tidak itu yang dirasakan Liza sampai sekarang.


"ah sudahlah raja, ayo kita pergi berbicara tebak di tempat lain. nanti kalau kamu kesurupan aku juga yang akan disalahkan hahaha"kata Liza yang bercanda

__ADS_1


"tapi kupikir rumah ini baik-baik aja kok kalau kamu pengen masuk aku bisa nemenin kamu?" kata raja serius.


"Benar kah?"mata Liza segera berbinar-binar karena perkataan raja ini. Dia memang pengen banget masuk ke dalam dan menikmati suasana di dalam itu yang menenangkan hatinya.


Tapi jika diingat lagi ini adalah larangan kedua orang tuanya yang harus dipatuhi. Mau tidak mau Liza menggelengkan kepalanya dengan lemah.


"tidak perlu kita tidak perlu masuk jika hanya untuk berbicara, ayo pergi ke tempat yang lebih bagus daripada ini"kata Liza yang memandang ke arah raja melihat apakah dia setuju atau tidak.


Bisa berpikir pemuda ini mungkin ada sesuatu yang harus dilakukan


tidak mungkin dia bisa mengikuti Liza untuk berjalan-jalan.


Tapi raja hanya bisa tersenyum dan menyanggupi kata-kata Liza itu. pertama kali melihat Liza raja berpikir dia ingin menemani gadis ini bukan hanya sekarang tapi untuk seumur hidup.


"oke, pakai tali pengamanmu?"kata Liza pelan.


Meskipun mereka berada di area perdesaan tapi utamakan keselamatan juga.


Raja menjadi gugup ,tiba-tiba dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Melihat itu Liza tersenyum dan memaki dirinya sendiri. Raja adalah pemuda desa mungkin dia tidak pernah masuk ke dalam mobil.


Meskipun mobil bukan barang langka sekarang tapi bisa dihitung dengan jari rumah siapa saja yang memiliki mobil.


Dengan senang hati Liza membantu raja untuk memakaikan tali pengamannya. Pada saat it aroma tubuh Liza sangat dekat di ujung hidung raja.


Raja sangat menikmati aroma ini sampai dia menutupkan matanya sebentar.


"benar-benar harum" pikir raja di dalam hati.


Bukan hanya raja tapi Liza juga berpikiran sama. Raja adalah pemuda desa yang seharusnya memiliki aroma tanah. Tapi sebenarnya tidak begitu raja malah memiliki aroma rumput yang lembut, mungkin ada sedikit aroma bunga yang tidak tahu dari bunga jenis apa.


Secara tidak sengaja ujung jarinya menyentuh kulit raja secara langsung. Hanya dengan begitu Liza mengalami reaksi yang tidak normal lagi. Secara naluriah Liza ingin berlama-lama dalam posisi ini. Bahkan ingin menghabiskan waktu seumur hidup seperti sekarang.


Tiba-tiba saja Liza terkejut dengan pemikirannya sendiri. Kenapa dia merasakan pemikiran seperti itu pada pemuda desa yang jelas baru dia kenal hari ini. Belum juga sampai satu jam.


Jika dilihat lagi pemuda ini cukup tampan dengan kulit nya yang putih bersih.


"dia berasal dari desa tapi kenapa memiliki kulit seperti ini. kulitnya bahkan lembut dan licin seperti kulit seorang gadis. apa dia benar-benar anak petani miskin?"pikir Liza.


Liza sendiri merasa gugup dan takut apa yang dia pikirkan ketahuan oleh raja. Jadi dia buru-buru melepaskan diri dari posisi itu.


Raja yang merasa Liza sedikit menjauh tiba-tiba merasa masam di hatinya. Namun begitu dia tetap mengatakan terima kasih pada Liza.


"terima kasih ya aku orang desa jadi tidak terbiasa masuk ke dalam mobil.Jadi malu deh hehehe "kata raja dengan wajah yang berubah menjadi merah dengan cepat.


"Raja ini pemalu juga,ehh kenapa dia jadi imut ya ngegemesin banget deh"pikir liza lagi di dalam hatinya.


"Oke sudah, Ayo berangkat "kata lisa untuk menutupi pemikiran nya sendiri.Dia langsung menstater mobilnya lagi.


Mobil segera melaju dengan kecepatan sedang namun begitu Liza sendiri tidak tahu harus pergi ke mana. Karena inilah Liza berinisiatif untuk bertanya pada raja


"Hem menurut kamu bagusnya kita pergi ke mana?"tanya Liza pada raja.


"Hem aku kurang tahu tempat yang cocok untuk kamu kunjungi. aku hanya tahu lokasi di sekitar desa ini saja"kata raja dengan wajah penuh penyesalan.


Dirinya sangat ingin menemani Liza kemanapun dia ingin pergi, tapi sayang dia melupakan satu hal. Dia sama sekali tidak mengenali area. Bagaimana bisa raja menemani Liza jalan-jalan jika sudah seperti itu.


"kenapa aku lupa sih, dasar pelupa kamu"bentak raja di dalam hatinya.


"Hah masa sih kamu nggak tahu jalan, kamu bercanda ya?" tanya Liza terkejut.


"Nggak aku nggak bohong kok, aku jarang keluar rumah kalau kamu tanyakan pada penduduk desa juga sulit . Jarang sekali yang tahu mengenai aku"kata raja dengan sedih.


Raja paling menyesali hal ini sekarang .Dulu dia pikir tidak apa-apa jika tidak sering keluar rumah tapi sekarang dia memiliki kerugian yang nyata untuk itu.


Raja sangat menyukai Liza saat pertama kali mereka bertemu jadi dia ingin bersama Liza dalam waktu yang lama tapi juga sudah tidak mengetahui jalan bagaimana bisa dia melakukannya.


Jika tahu seperti ini mungkin raja akan melakukan survei jalanan terlebih dahulu sebelum benar-benar mengajak Liza jalan-jalan.


Tapi di sini Liza malah menganggap penuturan dari raja itu cukup aneh sekali. Raja katanya masih penduduk desa ini tapi jarang sekali keluar. Meskipun demikian tidak mungkin penduduk desa ini tidak mengetahui siapa raja.


Atau raja memang seorang pria yang tidak suka bersosialisasi sebelumnya.


Tapi benarkah seperti itu jika dia tidak pernah keluar. Mungkin wajar tapi bagaimana dengan kedua orang tuanya tentu saja mereka perlu bergaul keluar ruangan untuk berinteraksi dengan warga yang lain


"maaf ya aku nggak tahu sebelumnya. kenapa kamu tidak bisa keluar ,kamu sakit?" tanya Liza yang prihatin.


Teman yang dia temui ini sejujurnya adalah laki-laki pertama yang disukai oleh Liza. Tapi sekarang dia mengatakan jarang keluar apakah itu artinya dia adalah pria yang memiliki penyakit khusus. Penyakit yang membuat dirinya tidak bisa bergerak terlalu lama atau pun sebuah penyakit yang cukup memalukan


Liza menatap raja dari kaca depan tapi dia tidak melihat ada keanehan pada pemuda ini .Hanya ada raut wajah cemberut yang mungkin didapat dengan reaksi atas rasa malu.


"aku nggak sakit kok, tapi tidak nyaman aja hanya menyebutkan masalah ini sama kamu"


"maaf ya kalau aku udah banyak nanya"Ujar Liza yang malu sendiri

__ADS_1


Entah kenapa dia merasa takut kehilangan pertemanan pada raja hanya berdasarkan kata-kata yang barusan dia lontarkan.


'tidak apa-apa aku sudah terbiasa kok aku memang jarang berteman dengan orang lain dan aku pikir kau adalah teman pertamaku di desa ini hahaha


"hah benarkah apa yang kau katakan? benarkah aku adalah teman pertamamu di desa ini? jadi selama ini kamu ngapain aja?"tanya Liza bertubi-tubi.


"aku hanya membantu keluargaku untuk melakukan sesuatu. Tapi sekali lagi aku tidak bisa menyebutkannya sekarang namun begitu aku berjanji akan jujur padamu di masa depan mengenai keluargaku dan mengenai apa usaha mereka"kata raja dengan jari yang terkepal.


Dia memikirkan banyak hal di otaknya saat ini .Ada sebuah beban yang harus dia pikul di pundak nya.Itu sangat berat dan harus dilakukan meskipun dia tidak menginginkan ini sama sekali.


Tapi Liza adalah sosok gadis yang bisa menghilangkan kejenuhan tersebut. Senyum yang ditampilkan oleh Liza lebih hangat daripada sinar matahari.


Dengan adanya Liza ,raja tidak akan memerlukan matahari yang lain. Jika karena ini raja dibilang sebagai orang sakit, maka dia sama sekali tidak peduli.


Karena Liza bisa menjadi obat khusus untuk raja.


Tapi setelah berbicara seperti sekarang ,raja merasa ada sebuah benteng kecil yang menghalangi mereka berdua.


Entah bagaimana ini membuat raja jadi sedih.


Mungkin ini lebih seperti kesenjangan antara kaya dan miskin. Bagaimana mungkin raja mendekati Liza jika dia tidak memiliki kesetaraan dalam status.


Sangat disayangkan padahal dia benar-benar menyukai raja, tidak mungkin bisa disebutkan sebagai jatuh cinta pandang pertama.


Seolah-olah dapat membaca perasaan raja ,tiba-tiba Lisa juga menjadi melankolis.


"tidak apa-apa mulai sekarang aku jadi temanmu dan kita bisa pergi kemanapun berdua". kata Liza lagi dengan nada membujuk anak kecil.


"Benar kah kau tidak akan membenci aku seperti sekarang?"


"membenci gimana apa yang harus aku benci dari dirimu sih. kau punya hidung punya mulut, kita masih sama kok"kata lisa yang bercanda.


Sejak dari dulu liza memang tidak suka berteman dengan memandang status .Dia hanya berteman dan jika sudah merasa nyaman maka dia akan melanjutkan jika tidak ada kenyamanan ya semuanya disudahi sampai di situ.


Sekarang dia merasa nyaman dengan kehadiran raja yang menurutnya teman yang cocok untuk dibawa bercanda.


Raja juga senang dengan apa yang disebutkan oleh Liza ini. Jadi dia tersenyum lagi dan mengatakan beberapa hal pujian untuk Liza.


"sulit menemukan seorang gadis yang pengertian seperti kamu. tapi aku juga kecewa karena kita baru bertemu sekarang kenapa tidak dari tahun-tahun kemarin"kata raja yang kembali antusias dan tersenyum ceria seperti tadi.


"Hahaha kamu bisa aja sih"


"enggak ah aku serius, kamu adalah wanita satu-satunya yang mengisi hati aku sekarang, sebelum kamu nggak pernah ada dan sesudah kamu juga nggak akan ada"kata raja tanpa nada bercanda sama sekali.


Deg...


Tiba-tiba saja jantung liza berlari kencang secepat kuda jantan. Dia sama sekali tidak menduga jika raja bisa menggombal seperti sekarang.


Jika dulu mungkin Liza akan marah-marah dan memutuskan untuk tidak berteman lagi dengan pria itu . Tapi entah kenapa ketika raja mengatakan ini hatinya tiba-tiba diselimuti oleh sesuatu yang manis, yang bahkan lebih manis daripada madu sekalipun.


Dia bahkan menginginkan pujian ini lebih dan lebih lagi. Sungguh gombalan laki-laki itu mirip ekstasi yang membuat Liza ketagihan.


"Ada apa denganku kenapa aku merasa nyaman digombalin oleh raja, aku.. aku jadi bingung sendiri. jangan-jangan aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan raja, Ckckck ini nggak mungkin kan" pikir liza di dalam hati.


Karena raja tidak mengetahui jalan lain selain dari jalan di desa-desa ini.Pada akhirnya mobil yang dikendarai hanya berputar-putar di sekeliling desa tanpa tujuan yang jelas.


Liza enggan untuk mengakhiri pertemuan ini tapi dia tiba-tiba ingat jika sepertinya dia hanya pamit untuk pergi jogging.


Eh dia bahkan tidak pamitan sebenarnya.


Jika dia pergi terlalu lama kemungkinan besar kedua orang tuanya akan khawatir lagi. Dia bahkan sudah terlalu terlambat ini sudah hampir jam 08.00 pagi.


"raja maafkan aku ,sepertinya aku harus pulang deh. tadi aku keluar juga tanpa izin kedua orang tuaku. takutnya nanti mereka khawatir"kata Liza pada raja.


"Oke tapi Mari kita buat janji untuk ketemuan di hari berikutnya gimana?" tanya raja yang enggan untuk berpisah.


"Hem gimana kalau besok pagi jam seperti ini aku akan minta izin kepada keluarga orang tuaku untuk sarapan di kota aja" usul Liza dengan cepat.


"ide bagus lagian aku belum pernah pergi sarapan di kota. aku juga pengen tahu bagaimana rasanya itu hehehe "kata raja yang sangat gembira sekali.


Dia akan menantikan agar pagi segera datang lagi untuk bisa bersama-sama Liza lagi.


Tidak lama kemudian mereka berdua tiba lagi di tempat pertemuan pertama bertemu.Di tempat di mana Liza hampir saja menabrak raja.


Dia menurunkan raja di tempat ini karena tidak mungkin liza membawa raja ke rumahnya.


Segera setelah raja turun, Liza kembali mengemudikan mobilnya ke rumah. Sama seperti raja ,Liza juga ingin bertemu lagi dengan tapi harus menunggu besok.


Raja menyaksikan kepergian mobil yang dikendarai oleh Liza itu dengan tangan yang terkepal erat. Dia benar-benar tidak ingin berpisah tapi Liza bukanlah miliknya.


"suatu hari kau akan jadi milikku dan kita tidak akan pernah terpisah lagi, ini adalah janjiku janji seorang raja"


Baru setelah mobil liza tidak kelihatan lagi raja pergi dari tempat itu. Tapi mereka akan bertemu lagi besok pagi.

__ADS_1


Sabar aja.


__ADS_2