Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
50


__ADS_3

Pandi sekarang penuh dengan pemikiran sendiri dan dia tidak menyadari pembicaraan ayah dan putri itu.


Pandangan matanya hanya tertuju pada sosok raja seorang pemuda yang belum dia pernah lihat sejauh ini.


Rasa kebencian dan cemburu tiba-tiba mengisi lubuk hatinya yang paling dalam. Sehingga dia berpikir untuk bagaimana untuk mengusir pria itu secara dia adalah orang yang paling tidak relevan di sini.


Namun begitu dia harus menahan reaksi ini agar tidak memberi nilai negatif pada ayah mertuanya yang berada di tempat yang sama.


sebagai seorang laki-laki yang sudah menikahi zat secara syirik dia merasa lebih berhak dibandingkan dengan raja.


dengan begitu pandi berjalan perlahan-lahan ke arah ayah dan putrinya itu yang sedang berbicara.


saat itu Arnold sedang menasehati Lisa tentang beberapa hal. Liza sekarang menjadi patuh dan menganggukkan kepalanya dengan apapun yang disebutkan oleh Arnold.


"maaf ya Papa Liza tadi udah bilang sama Sri. jadi nggak tahu kalau ini bakal jadi masalah seperti ini"kata liza beralasan, dia menarik lengan Arnold dengan gaya manja.


Biasanya kalau sudah seperti ini Arnold akan luluh dan dengan cepat melupakan masalah yang terjadi di antara mereka berdua.


dan itu memang benar Arnold yang tadinya marah tiba-tiba menjadi lebih dingin dan bisa membelai rambut liza seperti biasanya.


Sebenarnya Arnold sama sekali tidak marah tapi dia lebih cenderung pada khawatir. Sekarang putrinya ini sudah ada di depan mata dan dia terlihat baik-baik saja.


"oke bapak akan maafkan kamu tapi jangan diulangi ya mamamu itu loh yang khawatir sekali ayo sekarang telepon mamamu dan minta maaf ya nak "kata Arnold sambil memberikan telepon genggamnya pada Liza.


Liza menganggukkan kepalanya dengan patuh dan dia mengambil telepon Arnold sesuai arahan papanya itu.


"halo mama ini Liza mah"safariza ketika panggilan telepon itu dijawab oleh seseorang. Siapa lagi jika bukan dini yang sedang menunggu kabar di rumah.


"Liza ini kamu sayang aduh nak sayangku ke mana aja sih pagi-pagi udah keluar tanpa memberi kabar Mama jadi khawatir kan. Liza kamu itu Putri mama satu-satunya ditambah lagi kamu belum akrab dengan tempat seperti ini. lagi pula kamu tahu kan tidak baik pergi ke rumah tua itu lagi?"kata dini yang langsung corocos seperti petasan tahun baru.


Liza sama sekali tidak menghentikannya karena dia juga mengerti apa yang dikhawatirkan oleh dini.


Walau bagaimanapun dini adalah wanita yang sudah melahirkan dia ke dunia dan sudah memiliki banyak jasa dalam hidup ini. Sudah sewajarnya Liza menjadi putri yang patuh dan tidak pernah membantah.


"maafkanlah Liza ya mah ,Liza tadi nggak bermaksud membuat mama dan papa khawatir seperti ini. Liza cuman mau jalan-jalan ketemu teman Mah" kata liza pelan.


"Mama tahu sayang mama ngerti kalau kamu itu masih pengen berteman tapi jangan seperti ini dong kamu tahu kan mama itu hanya punya kamu satu-satunya jadi Mama tuh nggak suka sayang kamu melakukan ini"kata dini yang masih saja terdengar cemas.


"baik mamah lain kali Liza nggak akan melakukannya lagi kok, tapi mama jangan khawatir lagi ya"kata lisa yang membujuk mamanya.


"baiklah sekali ini Mama akan maafin kamu tapi ingat ya jangan pergi ke bangunan itu lagi oke nanti kamu hanya akan membikin semua orang jadi repot"pesan dini lagi pada akhirnya.


"baik ma oke jangan khawatir Liza nggak bakalan ke bangunan itu lagi kok, kan liza udah janji dari kemarin-kemarin!" tandasnya.


Liza memang tidak akan pergi ke bangunan tua itu lagi secara dia bisa melihat raja kapan saja jika dia mau tanpa perlu pergi ke sana .Jadi janji ini tetap akan dia lakukan sebagai bentuk baktinya kepada kedua orang tua.


"nah gitu dong sayang itu baru namanya anak mama. oh ya di mana papamu sayang?"


"bapak ada kok"


"kalau gitu berikan teleponnya pada Papa ,Mama pengen bicara"kata dini yang langsung dianggukan oleh Liza.


Dia menyerahkan telepon itu pada Arnold dan mengatakan mamanya ingin berbicara.


" halo mama"


"Pah makasih ya pah udah menemukan Liza untuk mama"


" ya mama liza juga kan untuk anak papa tapi setelah ini kamu jangan khawatir lagi ya" kata arnold.


"Hem tapi papa tolong ingatkan lidah lagi agar jangan ke rumah tua itu"


"Ya dia juga udah janji kok mah"


pasangan ini masih berbicara beberapa patah kata lagi dengan intens sampai-sampai melupakan beberapa orang yang saat ini berada di sekitar mereka.


Raja bukannya tidak menyadari tatapan panas yang ditujukan oleh pandi untuk dirinya .Tapi dia tidak memperdulikan toh itu adalah manusia dan dia adalah siluman yang tidak perlu bersinggungan sama sekali .


Namun berbeda dengan pandi yang berpikir dia adalah saingan cinta. semakin tajam menganggapnya cuti jahat cuma kak dia semakin marah saja dan berpikir otoritas nya sudah dilanggar secara tidak bermoral.


mari abaikan saja dengan praja yang tidak mengetahui apa-apa tapi bagaimana dengan liza yang mengerti sejatinya mereka sudah pun menjadi pasangan suami istri meskipun hanya secara seri saja jadi apa yang membuat liza tidak peduli dengan apa yang dirasakan oleh pandi saat ini.


Dari sini saja pandi merasa liza sama sekali tidak menghargai posisi dirinya sebagai seorang suami. Harkat dan martabatnya sebagai laki-laki sudah dilanggar oleh Liza.


Bagaimana mungkin pandi tidak marah dengan perilaku liza yang bahkan tidak ingin mendekatinya. Alih-alih berdiri di posisi yang sama dengan raja saat ini.


pandi yang marah tetap saja menekan emosinya dengan keras dia berpikir waktu belum tiba untuk dia marah-marah dan mendominasi liza sepenuhnya.

__ADS_1


Tunggu sampai dia menyelesaikan ritual penyempurnaan pernikahan. Sampai saat itu liza akan bertekuk lutut dan melakukan apapun yang dia inginkan walaupun itu untuk meninggalkan raja sekalipun.


Disaat yang sama liza pula tidak peduli dengan keberadaan pandi tapi juga tidak bisa memperlihatkan reaksi berlebihan atas kehadiran raja. Karena itu liza hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun baik itu terhadap raja maupun terhadap pandi.


Jiwanya adalah milik raja tapi tubuhnya sepenuhnya adalah milik pandi.


jadi sepenuhnya liza jatuh ke dalam dilema dua dunia.


Tiga orang ini berdiri tanpa bersuara seolah-olah mereka berada di jalur yang berbeda sampailah kemudian suara arnold yang memecah keheningan.


" liza sekarang papa ingin pergi ke kantor dulu tapi kamu setelah ini mau ke mana?"


" papa bukannya tadi li jam bilang lisa itu mau ketemu teman dan jalan-jalan oh iya pah kenalin ini temen liza yang liza bilang kemaren namanya itu raja" kata liza yang pada akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan raja pada arnold.


anak segera menilai raja dengan cara memandangnya dari atas sampai ke bawah setelah dilihat-lihat pria ini lebih tampan di bandung dibandingkan dengan pandi sendiri tapi sayang mereka sudah melakukan sesuatu yang tidak mungkin membuat liza bersama dengan pria di depannya ini.


tapi sebenarnya anak bike liza masih memiliki hak untuk berteman dengan siapapun yang lihat suka terlepas dia menikah atau pun belum ditambah lagi keduanya belum memiliki sertifikat sejarah secara sah dari negara.


jadi berteman kan boleh boleh aja.


raja yang diperkenalkan oleh rizal sebagai teman ini tidak marah tapi dia maju dan mengulurkan tangannya seperti manusia pada umumnya.


" halo om kenalkan nama saya raja siapanya dengan ramah.


" oh ini yang namanya l aja kemarin tuh liza pernah mengatakan jadi baru kali ini ketemu hahaha rupanya kamu masih pria yang lumayan tampan puji nya secara langsung tapi sama sekali tidak berbicara bagaimana pandi yang berada di sisinya marah sama sama dan menggenggam kan jari tangannya dengan amarah yang masih tersimpan di dalam dada.


apa maksud ayah mertua memuji pria lain tepat di dibawah hidungnya sendiri apakah dia menyesal sudah menikah kan putrinya ini pada pandi. sehingga dia berperilaku melupakan dirinya yang jelas jelas berada di samping.


anak sebenarnya tidak berpikiran begitu dia hanya berpikiran ingin berbicara lebih baik pada teman yang dipikirkan oleh putri nyanyi secara putrinya jarang sekali menemukan teman yang cocok di hatinya.


jadi anak memuji tanpa ada niat apapun di dalamnya.


" aku nggak pulang ya pah aku mau jalan-jalan dulu sama raja kata liza yang meminta izin kepada arnold.


" liza kamu tuh gimana sih ini kan ada pandi yang bisa ngajak kamu jangan jalan eh gimana kalau kalian itu jalan bertiga aja kanan lebih meriah atuh kalau rame-rame kata arnold yang tiba menyadari wajah pandi sudah tidak sedap lagi dipandang.


" tapi pas ingat ku pandai hari ini banyak kerjaan deh dia kan harus ke denpasar ya kan pandi?" kata liza yang langsung mengingatkan xl tahunya itu memang sudah rutinitas asli dari pandi yang tidak bisa diganggu lagi.


pandi bahkan merupakan tentang itu jika tidak disebutkan oleh liza. ada sesuatu yang berdasar yang harus dilakukan di denpasar dan tidak bisa ditunda lagi.


" iya pak mana sebenarnya saya juga memang memiliki pekerjaan dan tidak bisa tinggal"


Secara tidak langsung bisa menekankan bahwa dia belum mengakui pernikahan yang dilakukan secara siri dengan pandi kemaren.


Liza tidak menolak tapi ingin meminta waktu untuk diri sendiri agar bisa menerima kenyataan itu.


Liza sudah menikah dengan ketidaktahuan nya.


Arnold memandangnya dan berpikir berkali-kali. liza adalah putri sendiri tapi dia juga sudah menikah secara siri dengan pandi. Jadi pandi memiliki setengah beban yang perlu dia pikul .Ada baiknya menanyakan pendapat pandi tentang ini terlebih dulu.


"Gimana pan?"tanya arnold.


Di sisi pandi pula dia ingin memberikan nilai positif pada liza dan papanya .jadi dia beranggapan ini bukanlah masalah besar lagipula mereka hanya berjalan-jalan di sekeliling desa,jadi apa masalahnya dengan itu.


" baiklah taman biarkan saja liza menghabiskan waktu hari ini dengan teman-temannya lagi pula aku masih sibuk di denpasar setelah hari ini" kata pandi yang tersenyum padahal di dalam hatinya dia menahan rasa emosi yang tidak menentu.


Hatinya seperti sedang dibakar oleh api yang tidak tahu berasal dari mana.


" baiklah kalau begitu papa izinkan kamu jalan-jalan sama raja .tapi ingat ya hati-hati dan cepat kembali sebelum makan siang oke. Dan raja ingat jangan berpikir macam-macam tentang liza. Putri ku sudah tunangan dengan pandi. berteman boleh aja tapi jangan kelewatan batas "pesan Arnold pada raja.


" aku tahu om kami cuman berteman aja kok lagian liza juga sudah bilang beberapa hari ini mereka akan pergi ke kota mendapatkan sertifikat surat nikah. jadi aku disini sekalian untuk mengucapkan selamat untuk liza karena sudah menemukan jodohnya , hehehe " kata raja dengan wajah yang penuh senyum.


Melihat senyum raja yang penuh antusias ini .Mau tidak mau arnold menggelengkan kepala. Rupanya raja benar-benar lebih tampan daripada pandi dan dan melihat dari wajahnya dia masih anak yang baik.


Tapi sayang jodohnya liza itu adalah pandi.


raja bahkan mengulurkan tangannya pada pandi dan mengucapkan selamat atas pertunangan mereka.


Jadi di sini pandi tidak memiliki kesempatan untuk marah-marah dan menyambut uluran tangan itu seraya membalas kan senyum raja dengan senyum tidak kalah hangatnya.


" terima kasih dan atau long bantu jaga tunangan aku oke kebetulan sekali aku ada pekerjaan di denpasar hehehe" kata pandi.


" jangan khawatir iya kan selamat denganku dan api jaminan tidak akan ada pria lain yang akan masuk campur hahaha tenang aja bagaimana dia pergi begitu juga dia kan kembali" kata raja tersenyum.


"hem papa udah telat nih sayang nanti ketemu lagi di rumah oke" kata arnold yang segera pulih dari keterkejutannya.


Tidak biasanya dia pergi ke tempat kerja setelat ini. Meskipun tidak ada karyawan di dalamnya tapi arnold adalah seseorang yang selalu mengedepankan pekerjaan.

__ADS_1


Lagipula hanya pekerjaan ini bisa dilakukan arnold sekarang .Jadi dia tidak mungkin memberikan jalan untuk orang lain memecatnya seperti dulu. Tanpa pekerjaan ini arnold akan menjadi orangnya sia-sia dia tidak memiliki ladang atau punya tanah yang bisa dikelola seperti penduduk desa pada umumnya.


"Oke papa, yang khawatir eliza nggak ke ke mana-mana cuman di sekitar di saja kok" kata Liza .


Liza segera mencium pipi papanya dan melepaskan pria setengah baya itu untuk pergi bekerja. Setelah itu pandi juga mengundurkan diri karena dia harus langsung bergegas ke denpasar.


"Oke Liza, hati-hati ya kamu jangan sampai tergoda dengan laki-laki lain dan raja aku nitip tunangan aku ya sama kamu. jangan sampai kekurangan apapun oke"


Pandi berkata begitu ketika dia ingin menghidupkan mobilnya. Baik raja maupun liza sebenarnya menyadari jika kata-kata ini ditujukan langsung kepada raja .Bukan pada pria lain tapi rajanya bisa pura-pura tidak menyadarinya dan tersenyum ramah seperti biasa.


"Jangan khawatir"


ketika pergi Pandi masih melihat dari kaca spion bagaimana liza dan raja berdiri di tempat yang sama. Dalam hati pandi merasa marah sekaligus kecewa dengan liza yang masih acuh tidak acuh.


Dia hanya menarik napas kecewanya dan bergerak meninggalkan desa.


Sementara itu liza dan raja yang ditinggal pergi oleh dua orang ini hanya tersenyum dan masuk lagi ke dalam mobil.


Terutama liza yang sangat senang hari ini dia bisa menghabiskan waktu sebelum makan siang bersama raja sang kekasih hati nya.


Meskipun hanya beberapa jam itu sudah cukup untuk kedua insan yang saling merindu ini.


Mobil yang di kemudikan oleh liza benar-benar meninggalkan lokasi kejadian. Hanya saja mobil tidak bergerak dengan menghilang di tempat.


rizal liza sudah berjanji untuk tidak pergi lagi ke rumah tua tersebut tapi itu tidak menghalangi mereka berdua untuk memadukan sih rumah tua itu hanyalah perbatasan antara dua dunia.


Tapi sebagai seorang raja dan ratu mereka memiliki hak untuk bertemu di mana saja tanpa perlu adanya perbatasan itu.


Entah bagaimana mobil sudah tiba lagi di sebuah istana megah berwarna putih.istana ini benar-benar adalah istana lainnya bukan lagi sebuah istana yang didatangi oleh liza sebelumnya.


dengan gugup liza turun dari mobil dan mengikuti langkah kaki raja.


Sama seperti sebelumnya, begitu liza turun beberapa gadis juga hadir dan berjalan langsung di belakang liza dengan patuh .


liza tidak lagi canggung seperti di awal tapi dia juga tidak peduli dengan gadis-gadis di belakangnya ini.


Mereka terus aja berjalan tanpa henti sampailah pada sebuah kamar dengan pintu besar yang terbuat dari emas murni.


Ada dua pengawal besar yang berdiri di pintu besar itu .Melihat kedatangan raja dua pengawal mundur dan membuka pintu besar itu dengan berhati-hati.


Liza dan raja memasuki ruangan tapi kali ini tidak ada satu pun orang yang mengikuti hanya ada mereka berdua.


seluruh ruangan ini sangat mewah dan megah tidak ada satu pun yang tidak dihiasi dengan emas dan juga permata ada juga berlian dengan berbagai warna disusun sedemikian rupa.


Lantai nya dari batu giok halus. Sangat dingin tapi juga mengandung aura tersembunyi.


ketika pintu ditutup segalanya menjadi sunyi dan aura yang tersebar bisa dinikmati oleh keduanya.


Ini sangat nyaman tapi sayang bukan ini tujuan kedatangan keduanya di kamar tersebut.


di tengah-tengah ruangan ada sebuah ranjang mas yang tidak kalah megah hanya. ciri-cirinya tersebut dari sutra yang sangat lembut dan memancarkan cahaya remang-remang.


Ketika angin meniup tirai ini,mereka akan menjadi sebuah gelombang yang indah dengan cara ber kedip-kedip.


di atas ranjang ada seekor ular besar yang kaku di berbaring di sana. ular putih ini tubuh nya lebih besar daripada raja jika dia berubah menjadi seekor ular .


Liza tidak bisa tidak menangis melihat sosok itu yang berbaring kaku di atas ranjang yang megah.


Ular itu bukanlah siapa-siapa melainkan tubuh dari lia yang mengeras karena sudah tidak lagi memiliki jiwa sendiri.


Raja memeluk liza dan berkata," jangan khawatir sayang jalani saja kehidupan manusia mu .Hanya setelah kematian kau akan bisa kembali ke dalam tubuh ini. tapi ingat hanya kematian yang normal sajalah yang memungkinkan kau kembali padaku"


liza mengerti apa yang dimaksudkan oleh raja. saat ini mereka benar-benar dipisahkan oleh dua dunia. Tapi hanya ada satu kemungkinan untuk bisa kembali bersama-sama lagi.


Yang mengikat mereka berdua adalah ikrar dan sumpah yang diberikan oleh raja saat itu.


" kau bisa dengan menikah dengan siapapun di dunia ini hanya saja jiwamu adalah milikku sepanjang dunia ini ada"


Hanya dengan sumpah itulah ikatan mereka dikukuhkan.


Jika liza benar-benar sudah melepaskan diri dari bentuk manusianya. Maka dia akan kembali ke tubuh ularnya lagi.Pada saat itu dia benar-benar bisa mendampingi raja sebagai seorang ratu yang sesungguhnya.


Kata orang hanya kematian yang bisa memisahkan sepasang suami istri tapi di sini hanya kematian liza sajalah yang bisa menyatukan dia dan raja.


Sebagai jaminan nya, itu hanya sebuah kematiannya normal. Bunuh diri dan semacamnya tidak akan membuat liza kembali ke dalam tubuh ular.


Jadi liza tidak boleh memikirkan masalah itu. Biarkan dia menjalani kehidupannya sebagai manusia biasa, menikah dan memiliki anak misalnya.

__ADS_1


Tapi setelah nya ....


__ADS_2