
Pandi segera lupa diri dengan cepat melihat ada mutiara yang indah di depan nya saat ini.
Dia mulai menjadi gila dan tertawa terbahak-bahak sambil sesekali mengetuk gendangnya dengan bahagia.
Melihat perilaku Pandi itu Liza menjadi cicik dan dia menatap Pandi dengan pandangan yang penuh dengan keinginan untuk membunuh.
" liza tidak kusangka rupanya kalian memiliki cinta sejati sehingga kau terlihat begitu jelas hahaha"
Liza meletakkan tubuh raja di atas tanah dengan emosi yang memuncak dia menatap tajam ke arah Pandi.
"itu adalah urusanku dengan raja, Andi Aku tidak akan pernah memaafkan apa yang kau lakukan hari ini"kata Liza.
Ujung telunjuknya langsung menujuk tempat ke arah pandi dengan tubuhnya yang sedikit bergoyang menahan emosi.
"ku akui ada hubungan halus antara kau dan aku tapi hubungan itu tidak sepenting dengan mutiaranya"selesai berkata begitu Pandi langsung menarik Liza dan menendang tubuh kurus nya sehingga liza terjengkang.
Tidak ada lagi Pandi yang selalu berperilaku lembut.
Liza menahan rasa sakit nya, tapi dia segera muntah darah.
Huk...
Dia adalah wanita yang baru saja selesai melahirkan dalam kondisi koma.
Dihadapkan dengan pertarungan dengan laki-laki dewasa seperti ini tentu saja tubuhnya tidak begitu kuat menahan serangan ini.
merasa dirinya sudah di atas angin Pak hitam tertawa lagi di depannya jelas Raja siluman ular. Dari area pinggang ke bawah ,raja benar-benar sudah menjadi sosok ular.
Yang lebih parahnya lagi kondisinya Raja saat ini sedang tidak sadarkan diri. Pandi melepaskan beberapa mantra yang mampu mendesak mutiara itu keluar secara paksa dan tubuhnya.
karena tidak ada yang menahan mantranya lagi Pandi berhasil melakukannya hanya dalam hitungan 10 detik.
Perlahan-lahan sececah cahaya memancar dari mulut raja yang artinya benda itu sudah melewati kerongkongan.
"hahaha akhirnya mutiara itu dapat juga aku miliki. Pak itam kau sudah bekerja keras untuk mendapatkan ini seumur hidup mu.tapi aku mendapatkannya hanya dalam satu kali gerakan saja hahaha"
suara gelak tawanya segera memenuhi seisi area yang dibatasi oleh ilmu gaib Dia segera berjalan ke arah raja yang saat ini sedang terpuler emas tidak sadarkan diri.
Bersama dengan jari jemarinya yang gemetar Pandi segera merokok mutiara yang berwarna hitam gelap itu dari mulut sang raja siluman ular putih.
Ujung jarinya jelas-jelas merasakan benda keras yang sangat diidam-idamkan oleh guru dari guru Pak Itam.
Pandi mulai merasa bersemangat karena dia bisa melampaui dari para ketua ilmu hitam. Padahal dia tidak pernah benar-benar belajar serius tentang ilmu gaib.
begitu dia berhasil mengeluarkannya dari mulut raja matanya membulat karena bahagia.
Tapi baru saja tangan Pandi hendak memegang mutiara itu .Tiba-tiba saja secarik sinar berwarna emas terang yang sangat menyilaukan mata, meleset ke arahnya secara tidak terduga.
tentu saja serangan dadakan ini membuat padi kaget bukan mainan Dia segera menarik tangannya dan cepat-cepat berguling-guling ke tanah.
Mutiara hitam yang baru saja akan keluar dari mulut Raja tiba-tiba masuk lagi ke dalam mulut dan ditutup erat oleh Gigi gigi raja sendiri.
Ini yang disebutkan dengan gerak refleks yang mengenal mutiara itu sebagai bagian dari tubuhnya.
"sialan"maki Pandi dengan marah.
sulit untuk memaksakan benda itu keluar dari tubuh Raja siluman ular. untuk mengeluarkannya jelas harus membaca beberapa mantra.
Ini artinya dia harus mengulang lagi mantra tersebut. Padahal benda itu sudah berhasil hanya tinggal satu langkah lagi dan itu akan jadi miliknya segera.
Sutt.
Seberkas cahaya yang sama datang lagi mengarah langsung ke arah Pandi. Pandi segera menghindar dengan berguling lagi ke tanah padahal dia baru saja bangun.
Trak..Trak..bum.
Akibatnya sinar itu langsung menghantam sebuah pohon yang berdiri tidak jauh dari lokasi Pandi berdiri tadi.
Pohonnya jadi terbelah dua dan juga gosong seperti habis terbakar.
Wajah Pandi menjadi pucat, serangan ini hampir saja membuat nyawanya melayang. Kalau dia tidak cepat-cepat bergerak pasti tubuhnya sudah hangus seperti sebatang kayu yang dihantam oleh sinar ini.
Tentu saja Pandi tidak senang dengan serangan dadakan ini dia langsung bangkit dari tanah dan menjerit dengan kasar,"siapa yang berani usil denganku tunjukkan dirimu jangan bersembunyi seperti ini"
Suara bentakan dari Pandi ini begitu keras. Terlihat jika dia sudah sangat marah ketika ada orang yang ikut campur dalam urusannya. matanya terus memandang ke asal dari sinar yang tadi menyerangnya.
__ADS_1
Baru kemudian dia menyadari di depannya muncul dua sosok tubuh yang tidak dikenali.
Tidak perlu dikatakan, sosok ini juga sudah bisa ditebak statusnya oleh Pandi. Mereka pastilah siluman ular putih juga.Yang sedang tampil untuk menyelamatkan Raja mereka.
Pandi menyipitkan matanya sedikit. aneh saja karena dari sosok tubuhnya,dia adalah seorang gadis cantik.
Tapi tubuhnya seperti memancarkan sinar cahaya keemasan dan cahaya itu benar-benar mirip dengan sinar yang tadi menyerangnya.
Sut...
Gadis cantik itu menyeringai sedikit dan langsung melesatkan secarik sinar lagi dari ujung jarinya.
Tujuannya adalah jantung dari Pandi.
Sepertinya gadis ini tidak akan menghabiskan waktu cuma-cuma hanya untuk berbicara panjang lebar.
Memang jurus ini bagus dan mungkin saja baru dikembangkan di dunia siluman ular. Tapi Pandi bukanlah orang yang bersedia mati konyol dengan berdiri di tempat sama mampu mengelak.
Pandi menggunakan refleksi tubuhnya yang lentur untuk mengelak serangan itu. Tapi gadis yang aslinya adalah Putri mahkota masih menyerangnya secara bertubi-tubi menggunakan jurus yang sama.
Akibat dari serangan itu beberapa lokasi segera hangus terbakar tanpa bisa ditolong lagi.
Dalam dua tembakan yang terakhir, suling sakti yang berada di tangan Pandi selama ini tiba-tiba terlepas dari genggamannya.
Wandi sedang sibuk melarikan diri dari serangan bertubi-tubi sampai dia tidak sadar jika sejanta pamungkasnya sudah lepas dari tangan.
Hanya ketika Abizar maju menyelamatkan benda itu dia baru tahu.Pandi sadar jadi dia kembali ke posisi nya semula untuk mempertahankan sulingnya. tapi sayang sekali gerakan Abizar lebih cepat daripada yang dia duga sebelumnya.
"sialan rupanya para siluman juga tahu taktik mengalihkan perhatian seperti ini. licik wanita memang benar-benar licik"katanya yang tidak mengecilkan suaranya.
Tentu saja Putri mahkota mendengar apa yang dikatakan oleh Pandi ini. Dia bisa hanya tertawa dan memberikan tepuk tangan untuk dirinya sendiri.
Selama 100 tahun lebih benda ini sudah dicuri dari perbendaraan negara dan sekarang kembali kepada pemilik aslinya yaitu Kerajaan gaib siluman ular itu.
Dan orang yang berhasil mengembalikan adalah Putri mahkota yang baru saja lahir selama 2 hari.
Sebuah prestasi yang tidak akan pernah didapatkan oleh siluman manapun di dunia ini.
Jadi wajar jika dia memberikan tepuk tangan untuk dirinya bukan.
Satu sinar yang dikeluarkan pastilah mengandung tenaga dalam yang juga setara dengan seorang pria dewasa yang berlari sejauh 100.000 meter.
Sekarang dia sudah mengeluarkan sinar lebih dari 14 titik sekali Gus. Bisa dikatakan energinya menurun dengan cepat karena jurus ini.
Tapi untunglah pada serangan ke-14 itu berhasil membuat luka di paha Pandi sebelah kanan.
Akhhh...
Pria itu meremas lukanya sedikit melihat area yang hangus terbakar. dia sungguh beruntung karena bisa mengambil sesuatu untuk memblokir serangan itu .Hanya saja sinar itu sangat ganas sekali hingga benda untuk memblokirnya juga sudah hangus terbakar.
Sekarang dia masih terluka meskipun cakupan area di pahanya tidak begitu besar. Tapi Pandi adalah orang yang jarang bertempur seperti ini dan dia juga tidak pernah merasakan sakitnya pertarungan sengit.
Luka ini sudah cukup untuk membuat dia mundur beberapa langkah ke belakang.
Hal ini dimanfaatkan oleh abidzar untuk mengambil alih suling yang sudah jatuh ke tanah.
Tanpa aba-aba benda itu langsung disimpannya dan menghilang dari udara kosong.
Tentu saja kejadian ini tidak membuat pandi merasa senang. Awalnya dia sudah akan menang dan menjadi pemilik dari permata hitam itu. Tapi dihalang-halangi oleh dua orang siluman yang tidak dikenal.
Sekarang saja senjata pamungkasnya juga sudah pun berpindah tangan.
Suara gemeratuk dari giginya jelas memperlihatkan jika dia sudah putus asa tapi tidak berdaya apapun. Hanya saja Pandi masih tetap memamerkan ketegarannya di permukaan.
Bencinya.
Bau daging gosong mulai mencemari udara. Pandi mati-matian menahan rasa sakit yang diakibatkan dari serangan itu.
Tapi putri mahkota sudah pun senang dan merasa game over.
Abizar sudah pun mengatakan pada dirinya tentang pantang larang di dunia siluman ular dia harus tetap mematuhi pengaturan ini jika tidak ingin ketentraman di dunia siluman ular putih terancam.
Sebagai calon penguasa tertinggi di dunia siluman ular putih. Tentu saja dia harus mengedepankan keseimbangan kerajaannya sendiri.
Menelan Pak itam sebagai makanan pertamanya jelas sudah membuat pengaturan ini sedikit mengalami gelombang .Tapi itu dilakukan atas ketidaksengajaan dan juga rasa lapar yang tidak bisa lagi dia tahan sebelumnya.
__ADS_1
Tapi berbeda saat ini.
Dia tidak lagi lapar dan masih harus belajar untuk mengontrol emosinya yang meledak-ledak.
Serangan tadi hanya dituduh ditujukan untuk mengalihkan perhatian dan juga mencuri benda sakti tersebut.
Tanpa benda itu Pandi tidak akan layak dianggap sebagai lawan sama sekali.
Tapi sekarang perhatiannya jatuh kepada gendang yang masih berada di pinggangnya.
Kemampuan gendang akan berlipat ganda jika dipadankan dengan suling sakti .Tapi menggunakan satu dari mereka masih mampu menggetarkan dunia siluman.
Putri mahkota jelas merasakan energinya menurun banyak Setelah menyerang Pandi secara bertubi-tubi.
Dia masih harus mengistirahatkan tubuhnya sejenak agar tenaganya dalam kondisi prima
Begitu juga dengan Pandi yang saat ini masih berpura-pura baik-baik saja Padahal dia sedang mencari jalan bagaimana caranya keluar dari tempat ini dalam keadaan hidup-hidup.
Raja siluman ular memang pantas menjadi seorang raja Karena dia sudah dikalahkan.
Adapun kenapa raja Siluman kalah hari ini, itu hanya karena dua benda gaib tersebut.
Pandi percaya diri dengan kemampuannya dengan menggenggam dua benda tersebut.
Tapi sekarang dia sudah kehilangan salah satunya yang berarti kemampuannya sudah hilang setengah.
Yang menjadi masalah adalah muncul musuh baru dan tenaganya masih lebih kuat dibandingkan dengan raja siluman itu.
Raja siluman bahkan tidak sempat melancarkan serangan apapun ketika dia meniupkan sulingnya.
Tapi gadis cantik di depannya ini malahan mampu meluncurkan serangan sinar emas yang tidak diduganya sama sekali
Bukan satu tapi belasan kali.
Di sini Pandi sudah mulai menghitung-hitung tenaga musuh di depannya. Menurut perkiraan gadis di depannya ini memiliki energi yang lebih kuat dari dibandingkan dengan raja siluman sekalipun.
Tapi siapakah dia.
Pandi mencoba mencari cerah sembari dia menguburkan waktu namun semakin lama waktu berjalan wajahnya semakin pucat saja.
Pandi menarik nafas panjang hatinya ciut seketika. ketika menyadari jika tidak ada celah yang bisa ditemukan untuk pergi dari sini .Tapi segera dia dapat menenangkan perasaannya dengan gelak tawa yang seakan-akan bisa menutupi perasaan aslinya saat ini.
"hahahaha Aku tidak menyangka hari ini Raja siluman ular mampu mendapatkan penolongnya. dan itu pun hanya berbekalkan seorang gadis kecil? hahaha, sepertinya kalian sudah meremehkan aku" kata nya.
"aku benar-benar akan menghabisi kalian berdua tanpa pandang bulu Tapi sebelumnya hapuskan dulu rasa penasaran ini.Ayo perkenalkan diri kalian berdua" sambung pandi.
"Hah apa Kau layak?"kata putri mahkota.
Sungguh seorang pencuri tidak layak untuk mengenal wanita bermartabat seperti dirinya.
Sudah untung ada hukum alam yang tidak akan mentoleransi siluman membunuh manusia. Jika tidak ada hukum alam seperti ini dia masih akan rela menelan anaknya hidup-hidup sama persis seperti yang sudah dia lakukan pada gurunya yang bau itu.
Tapi walaupun bau, energi yang dihasilkan tidak sedikit dan dia bersyukur atas makanan yang begitu berharga.
"kurang ajar beraninya kau berlagak tidak sopan di hadapan ku. manusia adalah makhluk yang paling tinggi dibandingkan dengan makhluk rendahan seperti kalian.Dan kau iblis kecil, Kau hanya anak kemarin sore. belum mengenal tinggi dan rendahnya langit"kata Pandi yang sebenarnya sudah ketar-ketir melihat gadis di depannya ini.
Tidak tahu kenapa aura yang dimilikinya benar-benar menusuk jauh dalam hati membuat dirinya menggigil dari dalam.
Mungkinkah ini yang disebutkan dengan serangan aura.
Kata-kata pandi akan mampu memancing kemarahan dari gadis angkuh ini. Setidaknya tidak itu yang Pandi pikirkan.
Seseorang sudah terpancing dari segi emosi. Mungkin dia bisa menunjukkan kelemahannya dari sana. Jika sudah kehilangan Emosi tidak sulit untuk Pandi kabur dari tempat.
Tapi jika itu mampu membangkitkan emosi hanya saja Putri mahkota tidak tersinggung sama sekali karena sebutan anak yang kemarin sore.
"Hahaha aku? anak kemarin sore? hahaha memang" putri mahkota tidak marah tapi dia tertawa terbahak-bahak.
"aku memang anak yang baru lahir kemarin sore, anak yang baru lahir ini akan membuka warna aslimu Jika tidak... hehehe jika tidak jangan panggil aku Putri mahkota... paman!"
Abizar yang tidak pernah tertawa juga tersenyum malu-malu mendengarnya.
Benar jika Putri Mahkota adalah anak yang baru lahir kemarin sore. Dan itu juga benar jika pandi adalah pamannya dari sisi jiwa.
Jadi putri mahkota sama sekali tidak berbohong.
__ADS_1