Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
47


__ADS_3

Pagi itu Liza memang bangun lebih telat dari biasanya.Tapi tidak masalah untuk kedua orang tuanya karena mereka berpikir masalah yang ada di depan benar-benar sudah dimusnahkan oleh pak hitam sebelum ini.


sarapan pagi langsung dikirimkan ke kamar Liza saja. Liza juga tidak bertanya karena dia benar-benar ingin beristirahat dan tidak ingin bangun saat ini.


tapi sebelum tengah hari dini masuk ke kamarnya untuk dan mengatakan kedua orang tua pandi beserta pandi sudah ada di bawah.


begitu juga dengan pak itam tentunya.


"Ada apa sih mah kenapa mereka datang meramaikan suasana aja?"kata Liza dengan nada tidak senang.


"Hem begini sayang tadi pagi itu Papa menyadari kalau kamu itu udah memakai cincin pertunangan yang artinya kamu udah setuju kan. jadi Mama langsung mengabari hal ini pada keluarga pandit hari ini mereka datang dengan status calon mertua kamu jadi wajar kan"kata dini pelan.


Walaupun Liza tidak menyukai ini tapi dia juga harus mengakui pertunangan ini sudah diresmikan begitu dia memakai cincin pertunangan itu.


Melihat Liza hanya diam ini artinya putri satu-satunya ini setuju. Jadi dia mendorong Liza untuk membersihkan diri dan berganti pakaian yang lebih cocok untuk acara pertemuan pertama dengan calon ibu mertua.


Dini juga senang melihat kepatuhan putrinya dia makin mantap untuk berbesanan dengan keluarga pandi.


Dengan cepat dia membantu putrinya untuk bersiap-siap.


Liza memakai pakaian Bali berwarna putih dengan ikat pinggang berwarna merah. walaupun lidah tidak pernah memakai pakaian dengan gaya ini tapi sekarang dia berada di tempat yang tidak jauh dari Bali.


karena pertemuan hari ini adalah pertemuan yang formal tentu saja dia harus memakainya juga.


Liza sama sekali tidak menolak perawatan seperti ini. Segera dia melihat dirinya pada cermin dan tersenyum manis setelah.


saat ini Liza memakai payas alit.


payas Alif adalah pakaian adat Bali yang paling sederhana kata Alif sendiri berarti kecil ataupun sederhana. biasanya pakaian ini dikenakan saat membersihkan tempat suci ataupun kegiatan gotong royong di desa.


Salah satu ciri khas dari pakaian adat Bali yang satu ini adalah kainnya yang berwarna putih.


Menurut Liza ini payas Alit ini lebih mirip seperti kebaya yang dilengkapi dengan Kamen dan selendang.


"aduh cantiknya Putri mama, kalau tahu kayak gini dari dulu aja kamu pakai pakaian Bali ya"puji dini pada putrinya.


Tidak ada perhiasan yang di pakai, tapi dini membuat sanggul sederhana dengan poni cantik.


Dengan begitu saja liza sudah terlihat cantik dan menawan.


Liza setuju dengan mamanya, pakaian payas alit ini memang bisa menampilkan sosok nya yang cantik tapi penuh dengan kesederhanaan.


"kalian sudah bertunangan jadi tidak ada proses memadik ya, jadi langsung aja ke proses nikah.Hanya saja mama tidak mengundang banyak orang.Kamu kan baru lagian putri mama akan pergi lagi setelah menikah"


Mama adik adalah sebutan lain dari meminang Mama adik sendiri adalah pernikahan di mana pihak calon mempelai suami datang ke rumah calon mempelai wanitanya.


tapi seperti yang disebutkan oleh dini mereka sudah bertunangan tapi jadi proses ini sudah dilewati.


masih ada beberapa langkah lagi sebenarnya seperti mungkah Lawang mesegeh agung. makala kalaan atau mabyakala. Mei Widi widana ,mejauman.


Liza tidak mengerti dengan kata-kata yang dikatakan oleh mamanya ini tapi dia hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa menolak sama sekali.


hari ini selain daripada bertemu dengan calon mertua untuk pertama kalinya Liza juga akan mengadakan upacara yang lebih dikenal dengan segehan agung.


Ini menjadi simbol ucapan selamat datang dari mempelai pria terhadap mempelai wanita nya.


setelah selesai menghias putrinya dini mengambil selendang berwarna kuning dan menutupi keseluruhan wajah putrinya tersebut.


Dia tidak tahu apa yang terjadi yang jelas, tapi pak itam sudah mengatakan hal tersebut.Dini hanya mau melakukan ini untuk kepatuhannya pada dukun tersebut


Sebelum Liza benar-benar turun dari kamarnya keluarga dari pandi ini keluar lagi dari rumah dan berdiri di pintu gerbang rumah.


Pak itam yang berdiri di luar rumah membacakan beberapa mantra lagi untuk menguatkan proses ini agar tidak ada terjadi apa apa di tengah.


Liza turun bersama dengan dini dan pergi ke halaman untuk menjemput mereka.


Di sana ada arnold sedang berbicara beberapa hal dengan pak itam.


Melihat dini yang keluar sejak dengan menuntun liza yang ditutup dengan kain kuning semua orang kembali fokus kepadanya.


Sampai di sana Liza masih dibacakan dengan beberapa mantra lagi oleh pak itam.


dengan aba-aba hitam Mama pandi membuka kain kuning yang menutup wajah Liza.


kain kuning diambil dan disimpan oleh Mama Aliza Mama pandi di dalam sakunya. tapi kain itu tidak gratis dia perlu membayar beberapa uang sebagai gantinya.


Uang diserahkan pada Mama Liza yang artinya mereka sudah benar benar melewati satu proses lagi.


setelah itu semua orang tidak mengingat lagi proses itu tapi masuk ke dalam rumah dan berbicara seperti biasanya.


sampai di ruang tamu baru kemudian Liza menyadari jika kamu sudah diberi ruang itu sudah dibersihkan dari segala meja dan kursi sehingga jadi polos.


Tapi ada beberapa tempat yang lebih seperti upacara pemujaan. Liza di bawah duduk di samping Panji.

__ADS_1


di depannya ada tentu saja ada pak hitam yang terus saja berkomat-kamit dengan suara yang tidak jelas.


Pak itam juga membakar sesuatu yang tidak diketahui sampai benda itu mengeluarkan bunyi "bis" yang lembut.


"bangun dan langkah ini tiga kali menghadap ke Timur"kata pak itam dengan pelan.


pandi memegang tangan Aliza dengan erat dan membantunya untuk bangun dari duduk. Liza lagi-lagi tidak melakukan penolakan apapun. dia bahkan menurut ketika dipaksa untuk melangkahi benda tersebut dan menghadap ke timur setelahnya.


pak idam juga membersihkan tangan keduanya menggunakan sesuatu yang berwarna putih.


pandi dan Liza juga diminta untuk menyentuh sebuah telur ayam mentah dengan ibu jari kaki sebanyak 3 kali tanpa perlu memecahkannya.


Liza menerbitkan dahinya tidak mengerti tapi juga tidak menolak untuk melakukan itu.


Walaupun dalam hatinya sedikit terkejut dan berpikir apakah rutinitas ini akan mengganggu kehidupan di dunia siluman atau tidak.


Tapi dia berpikir semua hal ini sudah pun diprediksi sebelumnya oleh raja jadi Liza tidak lagi merasa khawatir.


Setelah beberapa mantra lagi yang diucapkan oleh pak item.Pak itam menyerahkan sesuatu untuk dia gendong. Sedangkan pandi diberikan sesuatu yang mirip gendang kecil untuk dia pukul-pukul.


Suara gendang kecil segera bergema, beberapa pembantu rumah tangga ikut melihat aksinya secara langsung.


Beberapa orang bahkan berisik bisik dengan suara rendah sehingga Liza tidak mendengar apa yang mereka katakan.


Dini dan arnold menatap Liza dengan pandangan lembut.Dari pandangan ini Liza tahu mereka ingin dia terus melakukan ini tanpa bertanya.


Sebagai Putri yang baik untuk saja dia akan menurut untuk melakukan hal itu meskipun tidak mengerti proses apa yang sedang dia jalani. Liza justru menghargai kedua orang tua dari tubuh ini.


Keduanya diminta untuk mengelilingi api pembakaran, Sementara berjalan liza dipukul dengan sebuah lidi kecil oleh pandi sebagai simbol kesepakatan.


"ahh kenapa aku merasa seperti pembantu yang sedang dipukuli oleh majikan ya, ini lucu"pikir Liza di dalam hatinya.


liza tidak mengetahui jika proses ini bisa disebutkan oleh pernikahan Siri di dalam desa mereka.


Sebuah pernikahan namun tidak diresmikan secara hukum negara.


Adapun tindakan memukul Liza dengan lidi itu adalah simbol karena seorang suami pantas memukul istrinya jika dia bersalah. Tapi itu juga merupakan sebuah simbol ikatan antara hidup dan mati.


Setelah itu keduanya juga memutuskan sebuah benang. Yang artinya liza dan pandi memutuskan hubungan yang lain sebelum mereka melanjutkan hubungan yang sekarang.


Setelah itu Liza dan pandi duduk lagi di tempat semula dan kembali dibacakan beberapa mantra atau yang tidak dikenal.


Setelah beberapa lama pak itam membaca mantra,ada beberapa hal yang dikirimkan oleh kedua orang tua pandi pada kedua orang tua Liza.


beberapa prosesi lagi dilanjutkan setelah itu tapi Liza melakukan pengabaian dan tidak memperdulikan apa artinya baginya menuruti segala proses yang diinginkan oleh kedua orang tua lebih baik.


Jadi dia menuruti semuanya tanpa bertanya apapun.


Liza adalah gadis yang memeluk agama Kristen jadi dia tidak mengetahui apapun mengenai ada lain terlebih lagi dengan adat yang dipegang Adat di desa ini.


Dini juga tidak mengetahui apa arti dari proses ini tapi Arnold menyadarinya. Karena dia adalah penduduk desa ini meskipun itu sudah lama.


Tapi adat yang dipegang oleh desa tentu saja dia tahu. meski begitu dia tidak akan menolak sama sekali.


Liza mengetahui jika dirinya sudah bertunangan ketika mengenakan cincin tersebut di jari manisnya. Jadi lambat laun mereka juga pasti akan menikah karena itu arnold tidak menolak proses ini.


setelah semua proses selesai dilakukan tanpa hitam sudah berhenti membaca mantra pada saat itulah Arnold mengatakan apa ada Liza jika hari ini mereka sudah resmi menikah dalam ritual adat desa.


Tentu saja hal ini membuat Liza dan dini terkejut .Tapi tidak dengan keluarga pandi karena mereka memang sudah mengetahuinya sejak awal.


"besok kalian pergi ke kota untuk mengambil surat nikah untuk pengesahan negara.Liza apa katamu?"kata arnold pelan.


ada rasa bersalah yang terdengar dari nada suaranya. sebagai ayah dia yakin Putri ini agak terkejut dengan kejadian yang tiba-tiba ini.


Liza adalah putri satu-satunya dan dia tidak terbiasa dengan perlakuan seperti sekarang. Memaksanya menikah tanpa keinginan adalah sesuatu yang baru untuk gadis itu.


Jadi wajar jika Liza marah.


tapi di luar prediksi sebenarnya Liza tidak marah sama sekali dia hanya terkejut karena tidak menyadari perilaku tersebut adalah menikah dalam artian adat di desa yang sekarang dia pijak.


baik Liza maupun jiwa dari Lia sama sekali tidak mengetahui adat istiadat yang dipegang oleh penduduk sekitarnya.


tapi liza dan raja sudah mengambil antisipasi tentang ini sejak awal. lambat laun pernikahan tetap akan terjadi juga.


"papa aku tidak akan marah padamu, aku hanya terkejut saja"kata Liza yang mengubah wajahnya secepat mungkin.


Walaupun Lisa mengubah wajahnya secepat itu .Tapi dini juga melihat jika putrinya ini terlihat sedikit tertekan. Mau gimana lagi ini sudah pengaturan pak itam dan ini semua adalah untuk keselamatan liza sendiri.


Ditambah lagi jodoh yang dipilihkan adalah mereka adalah orang yang memang mereka sukai. Bersama pandi ,Liza tidak akan pernah menderita di masa depan.


"pandi walaupun kami tidak mengerti jika proses ini dikatakan menikah. tapi walau bagaimanapun aku sebagai mamanya tidak akan menyerahkan putriku semudah ini. aku hanya menginginkan sertifikat yang diakui oleh negara, bisakah kau?"kata Dini pada pandi.


"jangan khawatir tante sebenarnya aku memiliki kenalan di kantor urusan agama. tadi malam aku sudah menghubunginya agar mempercepat proses ini. jadi tante jangan khawatir sebelum tiga hari kami tentu sudah akan mendapatkan sertifikat surat nikah itu"kata pandi dengan nada yang yakin.

__ADS_1


Mereka bisa dikatakan sudah menikah dalam adat tapi belum dalam negara. Mungkin akan terjadi penolakan dari Liza jika pandi tidak serius menangani hal ini.


Dia sudah berpikir banyak tentang ini sebelumnya dan melakukan antisipasi. Dan benar saja Mama dari dini ingin menyelesaikan itu. Untung saja dia sudah bersiap-siap terlebih dahulu.


"Baik lah, belum ada surat nikah Liza belum bisa dikatakan sebagai istrimu. ada orang yang bertanya katakan saja kalian bertunangan"kata Arnold yang semakin yakin dengan pilihannya.


"baik paman aku mengerti" jawaban di dengan nada yang serius juga.


Dia melirik Liza dengan ujung matanya untuk melihat apakah gadis itu tersenyum atau bermasam muka. Tapi siapa sangka Liza hanya menunjukkan kepala dengan wajah yang dingin yang tidak tersenyum ataupun marah.


Jadi sampai di sini pandi tidak melihat reaksi apapun ,sehingga dia tidak bisa membaca emosi Liza.


dari awal sampai akhir Liza tidak pernah mengeluarkan satu patah pun dari bibirnya. tapi Eliza yang tidak menolak proses ini dilakukan tentu saja membuat hati pandi berbunga-bunga.


Hanya tinggal satu langkah lagi dan Liza bisa dikatakan adalah miliknya seumur hidup. Jadi pandi memiliki waktu seumur hidup untuk mengubah hati Liza yang dijamin akan klepek-klepek kepadanya suatu hari nanti.


berpikir seperti itu pandi mengukir senyumnya yang semakin lebar. Mama pandi melihat putranya tersenyum dan dia juga bersyukur di dalam hati.


Proses yang sedikit rumit ini sudah selesai dijalani yang artinya Liza sudah resmi sebagai menantu perempuan di rumah mereka.


Liza adalah gadis cantik bertalenta bahkan memiliki pekerjaan di luar negeri. Selain itu Liza juga adalah anak yang berbakti pada kedua orang tuanya.Tambah lagi mereka masih ada masih memiliki hubungan kerabat meskipun sudah begitu jauh.


Jadi menantu baik macam apa yang masih diinginkannya.Jika Liza sudah bisa dikatakan sebagai menantu idaman yang sempurna.


sementara itu Arnold berbicara dengan ayahnya pandi seputar pernikahan yang tadi baru saja mereka lakukan.


Mereka makan barang-barang yang tadi dibawa oleh keluarga pandi. tidak lupa dengan es teh kelapa muda.


Dulunya mereka masih kerabat tapi sekarang hubungan ini semakin dekat karena terjadi pernikahan antara dua anak.


Tidak ada yang bisa disebutkan dari kedua saudara jauh ini selain dari kata kebahagiaan.


Pak Itam juga ditanyakan apakah ada hal hal lain sebagai antisipasi.


Wajah pak itam yang sudah gelap tiba-tiba tersenyum hari ini.Dia sudah merencanakan sesuatu di benaknya.


Rencana bagus untuk mendapatkan hasil yang bagus pula.Hal ini benar-benar mengagetkan semua orang.


Untuk melihat pak itam tersenyum,ini bisa di sebut langka sama seperti menunggu kucing bertelur.


Di dalam hati Arnold dan ayahnya pandi .Mereka berpikir jika masalah Liza ini benar-benar sudah di atasi dan buktinya pak itam bahkan sudah bisa tersenyum dan bernafas lega karenanya.


sementara itu Liza dihadapkan dengan pandi yang sekarang memiliki status lain. Pandi berbicara tentang beberapa hal tapi Liza sama sekali tidak menjawab satu kata.


Hal ini tentu saja aneh tapi pandi mengerti situasinya Aliza masih terkejut dengan status mereka saat ini dan wajar jika Liza marah.


Sudah baik Liza tidak mencak-mencak dan memaki orang. Tapi justru hanya diam dan menerima pengaturan ini.


Dengan beraninya pandi menggenggam tangan Liza. Biasanya Lisa akan menolak tapi dan ini tidak, bukankah ini artinya gadis itu sudah memberikan sinyal yang baik.


"Liza kupikir kita sudah sampai sejauh ini jadi apa rencanamu untuk di ke depannya?"


Liza:.....


"liza apa kau marah?"


Kali ini Liza diam tapi kepalanya mengangguk yang artinya dia tidak marah sama sekali.


"Hem aku memiliki pekerjaan Denpasar, sebelum ini aku tidak berpikir untuk tinggal di sana. aku lebih suka bolak-balik setiap minggunya. tapi setelah kita mencapai hubungan seperti sekarang apakah menurutmu kita menyewa rumah di Denpasar atau membangun rumah di desa ini?"tanya pandi lagi dengan serius.


Liza mengangkat kepalanya menatap pandi sesaat tapi kemudian mendesah lagi dan menggelengkan kepala.


Pandi bingung apa yang dimaksudkan oleh Liza tadi segera dini berkata"anak pandi sebenarnya Liza juga tidak tahu apa yang harus dilakukan apa kamu lupa.jika liza itu masih memiliki ikatan pekerjaan dengan perusahaan di Australia"


"Ohh begitu, maaf Tante aku sampai lupa hahaha"


"biasanya Liza menandai menandatangani kontrak per tahun. Liza bagaimana jika kau tidak melanjutkan kontrakmu tahun ini?"tanya mama pandi pelan.


beberapa waktu yang lalu mama lihat cepat bercerita jika Liza hanya menandatangani kontrak per tahun. meja kembali dalam rangka merayakan tahun baru dan Natal.


Artinya jika Liza kembali lagi ke Australia dia perlu menandatangani kesepakatan pekerja anak selama 1 tahun kedepan.


tapi juga bisa berarti dia tidak perlu kembali dan mengambil pekerjaan itu lagi.


Liza adalah gadis yang juga menikah sekarang dan pandi bukanlah pemuda yang tidak bisa menghasilkan uang.Dengan pandi jadi masih bisa bersenang-senang tanpa khawatir tentang uang di masa depan.


"Liza maukah kau berhenti dari pekerjaanmu di Australia dan tetap tinggal di sini, bersama kita akan membangun keluarga yang harmonis dan aku berjanji kau tidak akan kekurangan uang"kata pandi.


Sebenarnya pandi yakin jika dia akan menolak ini.Secara mereka menikah dadakan dan itu juga tanpa persetujuan dari liza sama sekali. Tapi pandi cukup tercengang ketika Liza menganggukkan kepala dan setuju dengan ide ini.


Sedangkan Liza menyungingkan senyum liciknya. Sebenarnya dia sedang menunggu pertanyaan ini sejak dari tadi. siapa yang ingin pergi ke Australia setelah dirinya menikah.


Tapi menikah di sini bukan artian bersama pandi melainkan dengan raja, sang pemuda idaman hati.

__ADS_1


__ADS_2