Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
37


__ADS_3

Liza yang tertidur pulas di kamar nya sama sekali tidak mengetahui jika kedua orang tuanya tidak ada di rumah.


Dia hanya tertidur dan merasa sangat lelah sekali.


Dalam tidur nya Liza bermimpi sangat aneh.


Di mana dia datang ke sebuah istana besar.


Istana itu menampilkan kemeriahan tempo dulu. Lengkap dengan berbagai ukiran dan suasana yang sedikit asri.


Liza hanya termangu melihat penampakan ini melalui pintu gerbang.


di depan pintu gerbang itu ada dua penjaga besar. melihat Liza yang berdiri di sana dia mereka langsung mengganggukan kepala dan membuka pintu gerbang dan mempersilakan Liza masuk.


Gaya mereka sangat patuh sekali. tidak ada suara sama sekali tapi mereka membuka pintu gerbang dan merendahkan pinggang mya sedikit.


Liza jadi gugup sendiri tapi anehnya dia sama sekali tidak merasa takut di dalam hatinya dia bahkan merasa seperti, pulang dari perjalanan yang jauh.


Tanpa ada rasa ragu liza melangkahkan kakinya. Aura di dalam pintu gerbang ini sangat berbeda dari di luar.


di dalam sangat sejuk dengan rimbunan bunga-bunga berwarna warni. Aroma bunga segera tercium di hidung nya menimbulkan sensasi rileks di sekujur saraf liza.


Selagi bisa berjalan entah bagaimana ada beberapa gadis cantik yang mengikutinya dari belakang.


Mereka sama sekali tidak berjalan secara tegak tapi merendahkan pinggang masing-masing dengan kepala tertunduk.


Ketika Liza berhenti dan berpaling untuk melihat mereka semuanya tetap dalam posisi itu tidak ada yang bergerak sama sekali.


Ssssttt


Ssssstt


"ahh ular,ahh ini...


Beberapa ekor ular berdiri di setiap sudut. Mereka hanya dia mematung di sudut itu tapi jelas-jelas menimbulkan suara desis yang mengerikan sekali.


Liza yang melihat itu mencoba berbalik untuk meminta tolong tapi gadis-gadis yang di belakangnya tetap pada postur yang sama. seolah-olah mereka tidak melihat keberadaan ular-ular itu.


Memang begitu tetap saja timbul rasa takut di hati liza.


Dia mundur sedikit lebih sedikit ke belakang tapi..


Tap...


Punggung liza seperti menabrak tembok sehingga dia tidak bisa mundur lagi. Begitu dirinya berbalik di depannya ada seseorang yang sangat familiar.


"Raja?"Pekik Liza.


mungkin karena reaksi atau naluri ilmiah bisa langsung memeluk raja dengan erat. dengan begitu rasa takut yang mulai pudar.


"Hahaha Ada apa denganmu kenapa kau seperti ini takut hen?"tanya raja terkekeh-kekeh.


"U..ular !Ada ular di sini apakah tidak melihatnya?"kata Liza yang masih memeluk leher raja dengan erat. Sementara dia melirik ular-ular itu dari ujung matanya.


"Hem apa kau takut?"tanya raja yang malah memegang pinggang Liza seperti memegang harta karun.


Pada saat ini bisa tidak bisa berpikir dengan jernih .Dia hanya bisa menganggukkan kepalanya dan menyembunyikan diri di dada raja.


Dengan satu kibasan tangan saja,entah bagaimana ular-ular yang berserakan di setiap sudut itu pergi dengan cepat entah ke mana. Yang jelas Liza tidak melihat satu ekor ular pun sekarang.


Baru setelah itu Liza merasa sedikit rileks.


"Raja ini di mana sih, padahal aku pikir aku sedang tidur apa ini di dunia mimpi?"Tanya nya pada raja.


Raja hari ini terlihat sangat tampan dengan pakaian aneh di tubuh. Dia memakai sutra yang sangat lembut disentuh.


Raja jika memakai mahkota yang membuat Liza terkejut lagi.


Raja sangat tampan dengan penampakan ini tapi terlihat sedikit kuno dan aneh menurutnya.


"Hem kalau kamu pikir ini juga mimpi oke anggap saja begitu. jadi di sini aku adalah raja istana ini sedang kan kau ratu nya, Haha bukan begitu?"kata raja mengerut kan dahinya sedikit.


"Ini benar mimpi hehehe, jadi kau taja dan aku ratu nya Oke siapa takut Haha"


"Hem jadi ratu ku, mari lihat istana kita.Hem mau ke kamar hem?"tanya raja dengan pandangan sedikit vulgar.


Tapi Liza tidak marah malah dia sih merasa senang dan langsung mengaitkan dengan pada dengan raja.

__ADS_1


Mereka berdua adalah ratu dan raja di dunia mimpi.Ini hanya lah mimpi jadi kenapa tidak kan.


"Raja ku,as you wish"kata Liza yang membuat raja mencubit hidung nya yang mancung.


beberapa waktu keduanya berjalan diiringi oleh beberapa gadis dan pengawal di belakang. di belakang raja ada beberapa punggawa laki-laki.


mereka berdua berjalan di taman dengan cara seperti ini yang membuat lidah bernostalgia lagi. entah mengapa dia merasa dunia mimpi ini sangatlah indah.


Dia merasa benar-benar sudah menjadi seorang ratu dan raja,indah sekali.


"Taman nya bagus sekali, cantik"puji Liza bersungguh-sungguh.


"Tanpa ratunya kecantikan taman ini sama sekali tidak berguna.Kau adalah kecantikan yang utama di sini.Bunga bunga ini akan malu karena mu"kata raja dengan wajah melankolis sekali.


Dia seperti mengingat sesuatu di dalam hatinya.Tapi ketika matanya melihat Liza,ada senyum yang terbit di sama.


"Raja, mulut mu manis seperti madu.Ahh masih sama dengan di dunia aslinya.Sayang ini hanya mimpi kan?"kata Liza dengan sedikit mendesah.


"Hem kenapa jika ini bukan mimpi?kau akan lari?" tanya raja lagi.


"Hem kenapa aku harus lari aku bahkan ingin memotret dan memvideokannya. tunjukkan pada dunia jika kau adalah pria pertama di hati ini.Pria terbaik untuk liza" gumam Liza.


Liza segera berjinjit untuk memberikan ciuman singkat di pipi raja.


Dia pikir raja tidak senang dengan apa yang dia katakan di awal.Jadi dia buru buru mengatakan hal-hal baik agar suasana hati raja membaik.


Dan benar saja,raja yang murung seperti mendapatkan lagi kebahagian nya.Mereka berdua kembali menemukan suasana taman yang indah ini.


Puas berjalan-jalan di taman Liza dibawa pergi ke sebuah ruangan besar. ini terlihat seperti aula penyambutan sedangkan kursi raja dan ratu ada di tangga teratas.


Di sepanjang jalan menuju singgasana ada karpet merah sehingga agak mencolok dengan warna lantai nya yang berwarna seputih salju ini.


"aku pernah menonton film Korea, yang ada raja dan ratunya. kupikir ini lebih bagus dari istana di dalam film itu"kata Liza pelan.


Bagaimana Lisa tidak percaya jika ini adalah dunia mimpi. Dari yang bisa lihat setiap tiangnya terbuat dari batang emas.


Begitu juga dengan dekorasi dinding nya.


Lantainya tidak terbuat dari batu marmer ataupun porselen tapi dari bahan giok yang dingin.


Di dalam aula ada beberapa orang pria pembesar diyakini mereka adalah para menteri yang bertugas hari ini.


raja terus saja berjalan tidak memperdulikan orang lain. tentu saja Liza yang sedang menggenggam lengannya juga ikut bersama secara otomatis.


mereka naik menaiki tangga satu persatu.


"Satu tangga kehidupan..


"Dua tangga kehidupan..


"Tiga tangga kehidupan...


"Empat tangga pertunangan..


"Lima tangga kematian...


"Enam tangga reinkarnasi...


"Tujuh tangga keabadian....


Suara bergema entah dari mana.Tapi terkesan khusyuk sekali.


Memang ada tujuh tangga di atas.


Pada tanggal terakhir ada singgasana yang terukir dari emas dan permata.Singgasana ini memiliki bentuk seekor naga, jika dilihat dari bentuknya yang memiliki kumis dengan sisik berwarna keemasan.


Raja menarik Liza dan mempersiapkan dia duduk.Setelah Liza duduk dia juga duduk di sebelah Liza.


"Panjang umur raja dan ratu ular putih"


"panjang umur raja dan ratu ular putih"


" panjang umur raja dan ratu ular putih"


Begitu keduanya duduk semua orang berteriak dengan nada yang hampir sama.


Mendengar sebutan raja ular putih. Pada akhirnya Liza tidak bisa menahan rasa deg-degan di hati nya.

__ADS_1


"kenapa dalam mimpiku masih ada ular putih sih, ahh jangan-jangan siluman itu masuk juga dalam mimpi aku"pikir Liza pada dirinya sendiri.


Ini adalah mimpi yang paling bagus yang pernah dia rasakan.Tapi jadi aneh jika ada sebutan ular di dalam.


"Raja apa ini?"tanya Liza yang tidak bisa menyimpan rasa penasarannya.


"Hem tiba tidak ada apa-apa ini hanya seremoni penyambutan ratu yang baru.Kau Liza,kau adalah ratu hari ini kan"kata raja dengan senyuman yang menggoyahkan hati Liza.


"ya sih tapi kenapa harus ular putih sih?"


"Kau mau tau?" tanya raja pelan.


" hem ...


"seperti katamu ini adalah dunia mimpi oke. semua ini akan hilang jika kau bangun dari tidurmu"


"Begitu?"


"Hem jadi lupakan semua dan jadilah ratuku" ujar raja lagi yang mencium punggung tangan Liza dengan lembut.


Keraguan Liza hilang seketika di hantam rasa linglung karena ciuman ini.Dia sempat ragu tapi pada akhir nya Liza menyerah juga.


Liza berpikir jika ini adalah dunia mimpi jadi apa salahnya dia memimpikan hal-hal yang sebenarnya di luar nalar.


lagi pula Liza memang merasakan dirinya sedang jatuh cinta. Mungkin itu yang membuat dia bermimpi tentang raja.


"Ini mimpi,ini mimpi " pikir Liza .


"Oke aku akan jadi ratu mu ,raja. ratu mencintai raja nya kan" kata Liza dengan senyuman.


"Hem baik lah " kata raja senang.


Raja memetik kan jarinya sedikit.Hanya dengan itu sekumpulan gadis cantik datang menunggu perintah.


"panjang umur ratu dan raja ular putih"kata mereka.


"bawa ratu untuk bersiap-siap, pastikan tidak ada kesalahan sedikitpun" kata raja.


"Baik baginda raja ular putih "


Raja menarik lengan Liza yang mengisyaratkan agar dia mengikuti gadis gadis itu.


"jangan takut mereka adalah dayang-dayang. mereka akan melayanimu sebaik mungkin. raja ini memiliki beberapa tugas jadi tunggulah raja ini datang oke"kata raja yang lagi-lagi mencium punggung tangan Liza.


Wajah Lisa segera bersemu merah. ini sangat indah untuk menjadi nyata. Sangat romantis di hati liza. Tapi masalahnya masih ada begitu banyak punggawa dan para menteri di bawah.


Tidakkah raja malu melakukan ini di depan banyak orang.


"Raja ini memalukan di lihat oleh orang lain"bisik Liza pelan.


"Akulah raja nya, siapa yang akan marah hem"kata raja dengan matanya yang tajam.


Liza jadi gugup lagi dengan pandangan raja yang menatap nya dengan cara seperti itu.


Dengan reaksi spontan liza turun dan mengikuti para dayang-dayang. mereka berjalan jauh ke dalam bangunan.


Tidak ada satupun dari dayang-dayang ini yang mengeluarkan suara. Mereka hanya fokus dengan tujuan, sampailah mereka di depan sebuah pintu yang tertutup rapat. Ketika pintu itu terbuka Liza melihat itu adalah sebuah pemandian besar.


Dari penampakannya jelas ini adalah pemandian air panas.Jika dilihat lebih dekat,ada uap panas yang keluar dari air.


Ada ratusan kelopak bunga di taburkan di atasnya.


"Mimpi ini bagus"pikir Liza lagi.


Tanpa bicara beberapa dayang membantu Liza untuk membuka pakaiannya satu persatu. Mereka menggiring Liza masuk ke dalam pemandian.


Memberinya beberapa air wangi sehingga aroma wangi bunga tercium di udara.Ada sampo dengan wewangian rumput segar di letakkan di atas rambutnya.


Para dayang juga memijat kepalanya dengan pelan sehingga Liza merasa mengantuk


Ini sangat nyaman sekali.


Selagi meja bermimpi sebenarnya kedua orang tuanya sudah lama tiba di kediaman pandi


Di sana pak itam sudah menunggu dengan wajah yang menghitam.Dia terlihat lebih menyeramkan dari kemaren.


Mau tak mau dini dan arnold saling pandang.Mereka mulai mendapat kan firasat buruk.

__ADS_1


Jangan jangan....


__ADS_2