Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
72


__ADS_3

Apa yang dilakukan oleh Liza kali ini benar-benar di luar batas kesabaran pandu sebagai seorang suami. Pandi sudah berpikir jika kesabarannya memang sudah sampai di sini.


Apapun yang akan terjadi maka terjadilah.


Dia kembali melayangkan tinjunya pada raja, tapi raja sudah siap untuk menerima pukulan itu. Hanya mengelak sekitar beberapa senti saja, pukulan yang dilayangkan oleh Pandi tiba pada tempat yang kosong.


Tapi Pandi yang sudah gelap mata tidak berhenti dia terus saja memukul tanpa berpikir panjang.


Pukulannya terlihat begitu ganas dan tajam tapi sebenarnya tidak terkoordinasi sama sekali. Gerakannya bisa dibaca langsung oleh raja dengan mata tertutup.


Beberapa kali raja menghindar pukulannya dan dia hanya menghindar tapi tidak membalas.


Liza saat ini berdiri di pinggir dan menjadi penonton saja. Tidak perlu dibahas siapa yang akan kalah dan siapa yang akan menang dalam pertarungan yang tidak seimbang ini.


Melihat serangannya yang bertubi-tubi itu tetap mengenai tempat yang kosong pandi semakin merasa kalah saja. Dia langsung menyerang lagi lagi dan lagi secara membabi buta. Semakin cepat serangan itu tapi raja masih bisa mengelaknya dengan gesit.


Hanya dengan begitu saja tenaga Pandi melemah dan dia merasa kecapekan hanya sekitar 15 menit saja.


Dengan senyum yang licik raja segera mengirimkan pukulan pertamanya yang langsung mendarat ke rahang Pandi. Pandi benar-benar tidak menyangka pada serangan pertama ini raja sudah bisa mengenai sasaran langsung.


Secara otomatis Pandi terhubung-huyung ke belakang dan meringis menahan rasa sakit.


Bukannya mereda tapi Pandi malah makin marah lagi,


"kurang ajar" makinya.


Dia berusaha bangkit lagi dan kembali melancarkan serangan tapi raja dengan tenang dapat mengelak serta membalas serangan itu hanya dengan tendangan lembut dan santai.


Sesekali serangan jatuh pada sisi lambung dan rahang Pandi sehingga dari sudut-sudut bibir pandi keluar darah berwarna merah.bibirnya pecah dan segera kulitnya yang putih berubah menjadi membiru.


Raja sama sekali tidak memberi ampun kepada Pandi. Dia tidak pernah mencari masalah tapi Pandi sendiri memberikan masalah itu padanya.


Bisa dikatakan ini bukanlah sebuah serangan untuk pihak manusia tapi hanya upaya dalam mempertahankan diri sendiri.


Dengan pemikiran seperti itu raja masuk dalam mode bertempur .Dia mengirimkan tinjunya beberapa kali ke arah Pandi secara berturut-turut. s


Sehingga Pandi mengerang kesakitan dan langsung babak belur dibuatnya.


"uhuk..uhuk...


Melihat kondisi Pandi yang tidak baik-baik saja Liza langsung berteriak.


"Raja cukup raja ...sudah hentikan. dia bukan lawanmu" teriak Liza ketika raja hendak menghantam Pandi lagi dengan buku jarinya.


Jelas saja pertarungan ini tidak seimbang. Yang akan dirugikan adalah Pandi dan Liza tidak ingin membuat masalah lebih berlarut-larut lagi karena ini.


Tapi raja yang sudah masuk dalam mode pertarungan ini tidak mendengar panggilan itu bahkan menendang Pandi yang sudah muntah darah.


"cukup raja... cukup ...hentikan "Liza langsung menarik tangan raja, seketika itu juga reaksi raja segera berhenti.


Baru kemudian raja sadar atas apa yang sedang dia lakukan.


"ratu manusia rendahan ini berani menghina raja"bisik raja pelan karena dia tidak ingin apa yang dia katakan ini didengar oleh Pandi yang sedang sekarat di tanah.


"ampunilah dia raja please demi aku raja" kata Liza memelas.


Jika dilihat lagi kondisi Pandi saat ini tidak baik. Wajahnya yang putih bersih sekarang berubah menjadi biru dan bengkak di mana-mana.


Dia bukan lagi Pandi yang tampan tapi lebih mirip seperti kepala babi yang gemuk.


Mendengar permintaan Liza itu raja langsung melonggarkan kewaspadaannya. Merasa mendapat kesempatan pandi segera bangkit dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Saat bangkit dia terhuyung-huyung sedikit dengan wajah yang masih menyimpan kebencian dan dendam yang teramat sangat.

__ADS_1


Dia menatap raja dengan pandangan yang tajam dan mengacungkan jarinya ke arah raja" awas saja tunggu pembalasanku"


Bersamaan dengan itu ditariknya Liza agar mengikutinya untuk pulang.


"Pandi pulang dulu aku akan membujuk raja agar dia tidak salah paham"kata Liza yang lagi lagi menolak Pandi.


Kata-kata ini kembali menusuk Pandi.Lihat saja wanita yang dia nikahin lebih rela membujuk raja yang bukan siapa-siapanya dibanding dengan suami sendiri yang saat ini dalam kondisi kesakitan.


Pada saat ini pandi mulai merasa menikahi Liza bukanlah keputusan yang baik.


Namun begitu dia sama sekali tidak peduli dengan Liza lagi dan langsung pergi dengan mobilnya.


Amarah Pandi mulai di sini dan dia akan membicarakan ini pada papah dan mama Liza nanti.


Sementara itu Liza yang ditinggal oleh Pandi ini segera memperlihatkan wajah cemasnya. Mereka sudah lama membicarakan masalah hubungannya dengan pandi tapi sepertinya kejadian ini membuat semua rencana itu hancur.


Bagaimana jika pandi merasa curiga dan dia akan mencari tahu siapa raja yang sesungguhnya.


jika seseorang memang ingin mencari informasi tentang orang lain itu sangat mudah jika anda mencari jejak digitalnya di dunia maya.


Memang tidak mudah mencari informasi ini tapi jika Anda berusaha dan mau mengeluarkan sedikit uang. Tentu saja itu semudah membalikkan telapak tangan.


Raja tidak memiliki jejak digital apapun di dunia ini, karena dia tidak benar-benar ada di dunia manusia.


"Lebih baik kamu pulang dulu Liza "ujar raja yang langsung memilih tempat untuk duduk di bawah pohon akasia.


Dia sama sekali tidak menyangka Pandi akan nekat bertarung seperti itu. Perasaan manusia itu memang seperti itu, jika mereka sedang emosi manusia bahkan lebih galak dan kejam dari binatang sekalipun.


"gimana aku bisa pulang tentu saja dia akan mengadu pada kedua orang tuaku jadi gimana ini?" keluh Liza.


"Atur saja lah, katakan seperti apa yang sudah kita rencanakan sebelumnya" ujar raja.


"Tapi...


"raja kamu nggak apa-apa kan kalau Liza " tanya Lisa lagi .dia segera merengsek masuk ke dalam pelukan aja sejuta perasaan.


"pulanglah ratuku aku baik-baik saja di sini" kata raja meyakinkan Liza. Liza menganggukkan kepalanya dan segera mencium bibir raja sekilas lalu dia segera bangkit.


mereka berdua sama-sama mengerti jika hari ini ada masalah yang akan menanti di rumah.


"selamat tinggal rajaku aku mencintaimu sampai kapanpun" kata Liza yang segera berlalu dengan mobil nya.


Raja melihat bagaimana mobil dikemudikan oleh Liza itu pergi menjauh dari bangunan tua. Dalam hati dia masih memiliki jutaan pertanyaan dan rasa kekhawatiran.


Kejadian ini bukan tidak mungkin akan diketahui oleh pak Itam. Pada saat itu raja sendiri tidak tahu apa yang dipikirkan oleh pria tua bangka itu.


Tapi yang jelas dunia siluman harus bersiap-siap untuk serangan dadakan dari manusia.


*****


Tidak lama kemudian Liza sampai di rumahnya lagi. Dia melihat mobil pandi sudah terparkir di situ tentu saja tahu dari apa konsekuensi dari kejadian tadi.


Dengan menarik nafas panjang liza akhirnya keluar dari mobil. Dengan menahan debaran di jantungnya Liza masuk ke rumah tapi segera di cegat olah arnold.


"Liza berhenti dulu papa mau bicara sama kamu"kata Arnold dengan wajah yang tidak bisa diartikan. Liza sudah mengetahui apa yang ingin dibicarakan oleh papanya ini tapi dia tetap saja merasa tidak nyaman dengan itu.


Sebagai seorang anak yang patuh, Liza langsung mengikuti langkah Arnold dan duduk di kursi tidak jauh dari papanya.


"dari mana aja kamu?" kata Arnold dengan suara yang tegas. Liza tidak menjawab tapi dia menundukkan kepalanya untuk melihat lantai.


Pose Liza jika dia di penuhi oleh rasa bersalah.

__ADS_1


Melihat liza yang tidak menjawab Arnold jadi marah dan berteriak dengan keras.


"katakan Liza dari mana kamu? apa yang kamu lakukan seharian ini" sergah arnold lagi sampai menampar meja.


Bruk...


Arnold jarang sekali marah tapi sekali marah bener-bener membuat liza jadi jantungan. Liza yang baru mendengarnya ini langsung kaget bukan main tapi dia masih bingung harus menjawab pertanyaan papanya itu seperti apa.


Liza menundukkan kepalanya dan melirik pada Pandi. Pria itu juga sedang memandangnya seraya memegang pipinya yang memar. Melihat wajah Pandi seperti itu Liza semakin sedih dan rasa bersalah itu semakin menggunung di dalam dadanya.


Melihat liza yang hanya bisa diam arnold semakin emosi saja.


"Liza kenapa kamu diam saja sih ditanya papa seperti itu" kata dini yang tiba-tiba datang dari dapur.


Tadi dia juga mendengar dari pandi tentang situasinya. Liza bukan hanya pergi ke bangunan tua itu tapi dia juga sedang bermesraan dengan pria lain. mereka sempat bertengkar dan akhirnya Pandi jadi babak belur seperti.


"Mah papa, kalian pasti dengarkan apa yang terjadi dari Pandi. Seperti yang aku bilang sebenarnya aku tuh ada janji pah sama raja. kan papa tahu tuh"Alasan Liza pelan.


Dalam benaknya dia sudah merencanakan beberapa trik sebagai alasan tapi sepertinya hanya alasan ini yang masuk akal.


"Jadi ketemuannya di rumah tua itu kan? kamu udah dilarang pergi ke sana kenapa kamu masih pergi ke sana dan itu pun masih sama laki-laki. kamu itu sudah punya suami bahkan kamu itu sudah hamil kalau terjadi apa-apa bagaimana?"tukas dini kesal.


Arnold tidak menyangka putih semata wayangnya yang memiliki watak baik ini tiba-tiba gelap mata dan bertindak tanpa berpikir lebih dulu. Dia sudah hamil tapi malah tidak bisa menjaga hati suami. Apa kata besannya jika mengetahui ini .


"Kamu bukan saja tidak peduli sama suami malah membela orang asing. apa yang kamu pikirkan apa kamu ada main dengan raja?"tebak arnold yang langsung kena pada sasaran nya.


Liza segera gugup dan berkata "pah kalau aku itu ada hati sama dia udah dari dulu aku tuh pacaran bahkan menikah pah.Tapi dia itu udah punya pasangan apa papa lupa"


"Tadinya kamu itu ketemunya di kota, melihat aku dalam kondisi hamil tentu saja dia nggak nyaman membiarkan aku pulang sendiri. pas tiba di sana dia entah kenapa penasaran dengan bangunan tua itu jadi aku perkenalkan deh siapa tahu ingin membeli tanah di situ kan"


"Nah kami baru saja ingin berpisah ketika Pandi lewat, jadi Pandi itu hanya salah paham. bukannya mendengarkan penjelasan malah dia langsung memukul raja. raja itu pernah belajar taekwondo tentu saja pandi kalah. di sini aku yang serba salah, mau membela pandi entar rajanya yang tersinggung, gimana kalau dia nggak mau menjadi investor. kalau membela raja Pandi nya yang tersinggung jadi aku tuh diam aja pah gitu ceritanya"jelas Liza dengan cerdik.


Alasan ini sudah dipikir matang-matang jadi memang terdengar masuk akal. Tapi Pandi yang sejak awal masih diam segera bangkit dan tidak terima dengan alasan itu.


"investor apa? teman macam apa yyang bisa dipeluk seperti itu Hem, siapa yang mau kamu tipu di sini Liza"kata pandi .


Dia jelas-jelas melihat liza dan raja saling berpelukan dan tatapan mereka benar-benar tidak seperti tatapan antara sahabat. Dia adalah seorang laki-laki yang pasti mengetahui bagaimana cara laki-laki memandang wanita yang mereka kagumi.


Sifatnya lebih mirip ketika Pandi memandang Lisa.


"Pandi, aku tuh udah biasa berteman dengan cara itu ketika tinggal di luar negeri. gak tau kan bagaimana cara pergaulannya orang di luar negeri.Ciuman juga disebut sebagai salam di sana.Jadi ini nggak berarti kamu itu selingkuh Pandi"bantah Liza lagi.


"Hah kalau dia bule mungkin aku bisa mengerti tapi dia itu orang Indonesia asli, kenapa bisa memakai adat luar hahaha aku benar-benar bodoh bisa menikahi wanita seperti kamu,sialan"kata pandi sangking kesal nya dia.


Arnold dan Dini mulai merasakan situasinya tidak kondusif. Terlebih lagi ketika mendengar kata-kata dari pandi itu.


"Liza jika memang seperti yang kau bicarakan tapi kenapa kau bawa adat itu di negeri ini. hal itu tidak pantas kau tahu.Pandi dengar dulu ya nak mungkin kau hanya salah paham seperti yang dikatakan oleh hujan.Tapi tenang aja Mama akan bicara dengan Liza dan buat dia mengerti posisi kamu oke" kata Dini membujuk Pandi.


"Ya. pandi, kalian berdua sedang sama-sama panas jadi jangan mengatakan apapun yang akan merugikan masa depan perkawinan ini kelak lagi pula Liza dalam kondisi hamil dan emosinya sangat tidak stabil.Pandi papa minta maaf ya" kata arnold lagi.


"Akhh...papa aku ..aku pergi dulu "kata pandi yang tidak bisa lagi tinggal di tempat yang sama dengan Liza


Pandi kerap berinteraksi dengan orang-orang dari luar ketika berada di Denpasar. Bagaimana dia tidak mengerti bagaimana cara orang-orang itu berinteraksi satu sama yang lain.


Mereka bahkan tidak pernah menganggap *** adalah masalah penting. Apalagi dengan pelukan dan ciuman singkat seperti yang di sebutkan oleh Liza.


"Pandi...


Pandi sama sekali tidak menjawab panggilan Arnold dia langsung pergi dengan mobilnya yang segera menghilang.


Arnold dan Dini dibuat pusing dengan kejadian hari ini.Pandi adalah korban jika dilihat dari bentuk wajahnya yang babak belur itu.Tapi Putri mereka sama sekali tidak mengambil inisiatif untuk sekedar menanyakan kabar Pandi.

__ADS_1


Di sini Dini dan Arnold segera di dera oleh rasa menyesal.


Menyesal menikahkan Liza dengan tergesa gesa .


__ADS_2