Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
77


__ADS_3

Jawaban dari dini membuat Arnold yang awalnya merasa jengkel menjadi sedikit lega.


Pandi menantunya ini masih bisa diandalkan.Dia bahkan dengan cepat berpikir untuk mencari bantuan dari Pak hitam.


jika dipikir ulang memang ada sesuatu yang serius dalam kejadian ini.jika Pak item bohong mana mungkin ada bangkai ular di rumah dan terlebih lagi di tempat di mana Liza sedang melahirkan.


"Baik lah papa pikir papa akan nyusul dia mencari Pak itam.Mama bisa nggak nungguin Eliza di sini sendirian kalau nggak panggil aja pembantu dari rumah untuk menemani Mama di sini" kata arnold.


"Ya pak Din ada kok untuk nemenin mama, ada juga sopir yang bisa disuruh ngapa-ngapain.cepet pergi pah semakin cepat kita mencarinya maka mungkin harapan untuk menemukan cucu masih akan lebih besar"kata dini yang berusaha untuk kuat.


Arnold melirik Liza yang masih belum sadarkan diri.Dia mencium keningnya dan menatap putrinya ini dengan perasaan rasa bersalah yang amat tinggi.


Jika saja...


Ada banyak hal yang disematkan dengan kata jika. tapi hal itu sudah terlanjur dan tidak perlu pikirkan lagi.yang penting saat ini bagai Apakah sang cucu yang bahkan belum dia lihat ini bisa ditemukan atau tidak.


Pak itam tau tapi dia sengaja menikahkan Putri mereka dengan Pandi. Ini jelas sebuah konspirasi terselubung. Bukannya membantu Pak Itam malah memberikan jalan untuk masalah ini lebih melebar.


Setelah mencium Liza, Arnold segera berangkat di bawah tatapan mata sang istri.


"Pah ke mana papa akan mencari Pak hitam, rumahnya aja Papa nggak tahu kan?"


"tapi Papa bisa bertanya mah jangan khawatir, lihat saja bagaimana dengan kondisi Liza.papa pikir dia akan sempat syok nanti jika sudah sadar.lebih baik konsultasikan masalah ini dengan dokter atau beri dia obat tidur dulu ya "


"baiklah "


Arnold masuk ke dalam mobilnya dan dia bergegas pergi meninggalkan area rumah sakit.


Baru kemudian dini memutar tubuhnya dan kembali ke kamar di mana putrinya masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.


Liza terlihat lesu dengan tubuh yang tidak berdarah.Untung saja mereka cepat membawanya ke rumah sakit jika tidak dokter juga pasti tidak akan sanggup menyelamatkannya.


Dini dimarahi oleh dokter ketika mengetahui kondisi Lisa terjadi akibat pendarahan serius dalam proses melahirkan.


Zaman apa ini, di mana wanita bisa dengan santai melahirkan di rumah. Terlebih lagi jarak antara desa dan kota kecil ini tidak begitu jauh.Hanya 40 menit dengan menggunakan mobil dan mereka sudah tiba.


Apa yang dilakukan oleh keluarga Arnold ini sebenarnya mengancam nyawa Putri sendiri. Karena itulah dokter mengecam perilaku seperti ini.


Dini sama sekali tidak bisa menjawab tapi dia menunduk pasrah dimarahin seperti itu.Tidak mungkin dia mengatakan pada dokter tentang kondisi gaib yang terjadi pada putrinya akhir-akhir ini.


Karena kejadian ini sama sekali tidak ilmiah.


Disini ketika dia melihat lagi Liza dalam kondisi ini dini lagi-lagi menangis dan menyalahkan dirinya sendiri. sebagai seorang ibu dia seharusnya lebih bersikeras walaupun pandi tidak setuju Liza melahirkan di rumah sakit.


Pandi adalah suaminya tapi dia adalah ibu kandungnya yang tentu saja lebih menitikberatkan keselamatan Liza.


"Sayang maafkan mama ya seharusnya Mama lebih kuat. ini.. salah Mama" tangis nya .


Liza sama sekali tidak bisa menjawab karena dia sedang koma.


sementara itu Arnold kembali ke desa tapi pusing harus mencari Pak item ke mana.di sini arnold juga menyerahkan diri sendiri kenapa dia tidak pernah mencari tahu di mana rumah dukun itu.


Barusan Arnold menghubungi keluarga Pandi yang menurutnya lebih tahu tentang situasi Pak Itam. Karena sejujurnya keluarga merekalah yang memperkenalkan Pak hitam pada Arnold pertama kali.


Tapi sayangnya keluarga mereka saat ini sedang pergi ke Denpasar.


.Ada kerabat jauh yang menikah di sana.


ketika tahu kejadian yang menimpa Liza mereka berkata akan pulang lebih cepat. atapi secepat apapun itu mungkin mereka akan tiba besok.


Mengenai rumah Pak Itam pula langsung ayahnya Pandi memberikan alamat. Berbekalkan alamat itulah Arnold bergegas ke sana saat ini.


Tapi rumah Pak Itam kosong dan dia bingung lagi harus mencari ke mana.


mau tidak mau Arnold mengetuk rumah pintu tetangga Pak Itam untuk bertanya.


"Oh kurang tahu di mana Pak Itam saat ini. akhir-akhir ini Dia jarang di rumah Tapi itu biasa kok. terkadang pasiennya mengharuskan dia menginap"kata tetangga Pak Itam.

__ADS_1


"Hem kalau boleh tahu, kali ini pasiennya tinggal di mana ya?"tanya Arnold.


"maaf ya Pak Arnold Sebenarnya saya juga kurang tahu lagian kami jarang berinteraksi sih. Pak Itam itu kan dukun jadi takutnya hehehe Pak arnold ngerti kan" jawab pria itu yang tersenyum malu-malu.


Arnold tidak mengetahui siapa orang yang diajak bicara tapi tentu saja warga desa ini sudah akrab dengan nama Arnold.


Apalagi sebelumnya Arnold mengadakan pesta 7 hari 7 malam untuk pernikahan Liza dan Pandi.


Dalam acara itu dia mengundang keseluruhan penduduk desa tanpa terkecuali.


Dengan begitu dia dikenal dengan mudah oleh tetangganya Pak Itam.


Mendengar jawabannya Arnold jadi bingung lagi tapi dia buru-buru pergi dan mengucapkan terima kasih.


setelah masuk ke dalam mobil Arnold tentu saja bingung sekarang dia harus pergi ke mana. di rumah Pak Itam tidak ada orang bahkan tidak ada istri ataupun anak.


tetangga juga tidak mengetahui dia pergi ke mana saat ini. "jadi aku harus mencarinya ke mana?"dengan putus asa anak segera menelpon Pandi lagi untuk mencari tahu di mana sosok pria itu saat ini.


Tapi sayang tidak ada sambungan sama sekali mungkin sinyalnya sedang tidak bagus.


tok... tok... tok... tok..


Tiba-tiba saja Arnold dikejutkan dengan bunyi ketukan di jendela kaca mobilnya. Ketika melihat siapa orang yang berada di luar dia terkejut dan langsung membuka jendela mobil.


seorang pria paruh baya yang tentu saja juga tidak dikenali olehnya.di sini anak berpikir dia adalah salah satu dari warga sini yang tentunya mengenali dia.


"Pak Arnold cari pak Itam?"


"ohh benar sekali Aku mencari Pak Itam dan nak buru-buru. bapak tahu di mana Pak Itam sekarang?"


"Oh aku tahu di mana Pak Itam saat ini dia sedang ada di Gowa bukit sana.biasanya Pak item itu lebih banyak menghabiskan waktu di sana daripada di rumah.Ya jadi dukun enggak mudah Pak.padahal hidupnya juga nggak begitu nyaman kok nggak pernah kaya juga" kata pria itu tersenyum ramah sekali.


Arnold tidak tahu tapi dia adalah abidzar. Mereka tidak bisa sepenuhnya ikut campur dalam urusan manusia tapi manusia sendiri yang ikut campur dalam urusan mereka.


Namun begitu rencana membawa Arnold adalah jalan tengah di atas segalanya.sini abizar menyamarkan diri menjadi pria separuh baya dan menuntun Arnold untuk pergi ke gua di mana Pak Itam saat ini berada.


"tentu saja bisa lagi pula saya memang sedang menuju ke arah itu kok.tapi saya hanya bisa mengantarkan sampai di sana tidak ikut masuk ya. soalnya apa item itu orangnya menyeramkan"kata abidzar lagi seolah-olah dia memang takut untuk bertemu pak hitam.


Tapi ini wajar karena tetangga tadi juga mengatakan mereka kurang berinteraksi antara satu sama yang lain. Walau bagaimanapun Pak Itam adalah dukun yang pasti tidak akan ada hal baik jika anda terlalu dekat.


"kalau begitu naik mobil aja pak biar cepat lagian jalan kaki Mungkin jauh juga" tawar Arnold dengan serius.


Abidzar mengangguk dan dia langsung masuk ke dalam mobil.Tanpa membuang waktu lagi Segera saja mobil dilarikan menuju ke arah gua yang dimaksudkan oleh abizar.


Sebagai basa-basi Arnold sempat bertanya dengan abidzar tentang siapa dan kenapa dia pergi ke sana. Tentu saja abidzar menjawabnya tapi hanya sekedarnya saja untuk menutup tujuan mereka saat ini.


entah bagaimana Arnold jujur mengatakan masalah yang sedang dialami saat ini pada abizar Padahal mereka baru saja bertemu.


Tanpa disadari oleh Arnold sebenarnya abidzar mengerahkan kemampuannya untuk membuat percakapan menuju ke arah yang dia inginkan.


"oh kasihan sekali Nona Liza.tapi Pak Arnold sebenarnya Jangan tersinggung ya kalau saya katakan"


"Ya pak katakan saja"kata Arnold.


"ya belok kiri pak lepas dari ini kita akan jalan menanjak begitu.tapi dari sini tidak jauh lagi kok mungkin sekitar 20 menitan sudah sampai"abizar terus saja memberikan arahannya agar mereka tidak sesat.


Tapi setelah itu dia berkata lagi.


"nona liza itu cantik dan katanya juga baik hati lo meskipun saya tidak melihat dengan mata kepala sendir.i tapi sayang sekali kalau menikahnya dengan Pandi, dia kan...


kata-kata itu diputuskan begitu saja, ini membuat Arnold jadi penasaran.


Menurutnya Pandi sudah pribadi yang baik, baik itu menjadi seorang anak menjadi menantu bahkan menjadi suami.


Sejak Liza hamil dia juga bahkan menjadi calon ayah yang baik dengan selalu menjadi siaga.


"Kenapa bapak bilang begitu Apakah dia bukan pribadi yang baik?"

__ADS_1


"baik sih dulunya Dia adalah anak yang paling baik. saya aja kesemsem dan niat menjadikan dia selalu menantu masa depan.Tapi sejak bekerja di Denpasar dia jadi berubah banyak gitu"katanya dengan wajah yang terlihat datar.


di sini Arnold menebak Jika perubahan yang disebutkan itu ada perubahan antara miskin Dan kaya.anak berpikir ada sesuatu yang tidak baik yang ingin dikatakan oleh pria tua itu tapi Siapa yang menyangka jika masalahnya hanyalah ekonomi.


Ya jelaslah itu akan menjadi perubahan yang terlalu mencolok.


"Ya pak,kehidupan manusia itu harus terus maju Pak kalau kita miskin ya bersalah untuk menjadi kaya ya nggak"


"itu benar sekali dan saya juga mendukung nya pak arnold. Perubahan itu akan baik maka dia akan menjadi baik. tapi jika dia berubah menjadi ke arah yang buruk maka Pak Arnold juga mengerti kan apa maksudnya?"kata abidzar yang seolah-olah berteka-teki.


"Pandi? Apakah bapak berbicara tentang Pandi yang saya kenal? Pandi menantu saya kan itu?"


"Ya Pandi mana lagi Pak, ya Pandi menantu bapak lah"


"bukannya saya itu mau membantah ya tapi sejauh yang saya kenal Pandi itu anak baik.melakukan pekerjaan untuk membuat keluarganya jadi berkembang seperti sekarang. tidak banyak pemuda yang bisa berbakti seperti dirinya. lihat saja di rumah Dia sangat sopan dan juga menghormati saya sebagai mertua"kata Arnold yang langsung menyanggah pernyataan abizar.


Entah kenapa Arnold merasa abizar ini sebenarnya sedang berbicara buruk tentang menantu tersayangnya.


Memang dia menyesal sudah menikahkan Pandi dengan Liza tapi. pribadi pandi memang sudah membuat dia menyukainya sejak awal.


mereka masih kerabat yang sudah terbilang jauh. di sini dia cukup mengenali pribadinya,anaknya sangat berbakti dan mengorbankan banyak hal untuk keluarganya.


tidak mudah untuk seorang anak memberikan kehidupan terbaik untuk keluarga. Bahkan setelah menikah pun tanggung jawab ini tidak teralihkan sama sekali.


Dia adalah anak kebanggaan dari ayahnya Pandi dan saat ini dia juga menjadi menantu kebanggaan dari Arnold sendiri.


Lagi pula jika dipikir lagi Pandi adalah menantu satu-satunya jadi dia tidak punya pilihan kan.


Mendengar perkataan Arnold itu abidzar terkekeh-kakeh sendirian.


"Ya sudahlah saya juga tidak akan mengurus urusan orang kok.Eh tuh guanya Pak nggak jauh lagi dari sini?"kata abidzar yang bahkan tidak pernah menyebutkan namanya pada Arnold sama sekali.


Arnold melihat keberadaan gua yang disebutkan itu. Gua itu sekitar 4 meter dari tanah artinya dia harus memanjat untuk naik.


Tapi untungnya ada undakan yang bisa membantumu naik dengan mudah.


"Oh itu ya?"


Arnold tidak bicara lagi begitu juga dengan abidzar.Semakin dekat dengan gua maka Arnold bisa melihat jika ada mobil Bandi yang parkir di dekat gua itu.


Jadi artinya Pandi sudah tiba lebih awal.Sekarang Arnold sangat yakin jika pandi sudah pen menemukan Pak Itam agar menindaklanjuti masalah penculikan cucu nya.


Setelah tiba dia mematikan mobil dan turun dengan cepat diikuti oleh abizar yang mencoba berakting menjadi pria tua yang lemah.


"pak tua, terima kasih ya ini untuk beli rokok hehehe"dia mengulurkan sehelai kertas berwarna merah.


Abidzar menerimanya dengan wajah yang gembira karena dia tidak ingin dicurigai sama sekali. Uang untuknya hanyalah selembar kertas yang tidak berarti.


"Pak arnold saya sampai di sini ya. kebetulan saya ada sesuatu yang harus dilakukan di bawah" kata abizar yang langsung izin pergi.


"Ohh ya, makasih ya pak hati-hati di jalan" kata Arnold pelan.


Setelah tubuh renta abizar tidak lagi dilihat baru kemudian Arnold memandang gua. Sepertinya dia harus bergegas untuk naik. Sebenarnya dia ingin berteriak saja memanggil pandu untuk turun.Tapi sepertinya cara ini menunjukkan dirinya tidak sopan. Siapa tahu Pak Itam nanti tersinggung dan akan ada kejadian yang tidak baik setelahnya.


Dengan menarik nafas panjang Arnold segera menginjak undakan-undakan itu menjadikan mereka seperti tangga saja layaknya.


Setelah lebih dari 10 menit berjuang pada akhirnya Arnold berhasil masuk ke dalam pintu gua.begitu masuk dia sudah mulai merasakan aroma yang tidak nyaman.


Mungkin karena pengaruh pemilik yang ada di dalam gua ini Jadi dia deg-degan sendiri.


karena takut berisik palagi ditambah aura mistisnya yang kental. Arnold memutuskan untuk menemukan sendiri Pak hitam.


Dia berjalan masuk ke dalam gua lebih dalam lagi, setelah beberapa menit berjalan pada akhirnya dia bisa melihat nyala api lilin.ada suara-suara aneh di dalamnya. Mungkin Pak Itam sedang berbicara dengan Fandi tentang situasi Liza.


Berpikir seperti itu Arnold segera senang dan maju lebih cepat. Tapi begitu dia sampai ke lokasi tiba-tiba saja Arnold tercengang.


"Pandi?"

__ADS_1


__ADS_2