Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
31


__ADS_3

Menjelang magrib beberapa pekerjaan sudah diselesaikan. Untuk beberapa jenis bunga, itu tidak memiliki masalah sama sekali.


Dini cukup menanyakan situasinya pada tukang kebun dan meminta mereka mencarinya di sekitar. Kalau perlu dibeli dengan harga yang sesuai.


Sedangkan untuk dan nama lain seperti Bidara kaktus dan sebagainya itu harus dibeli di kota. Kebetulan sekali bambu kuning banyak dipelihara di desa sebelah.


Karena ingin semuanya cepat selesai, kedua orang tua Liza turun tangan dalam menanam semua hal tersebut ke tanah.


Bahkan kaktus yang kecil sekalipun diletakkan di kamar Liza.


Jadi sebelum malam benar-benar ada beberapa hal tambahan di rumah ini.


Ke depannya Mama juga akan membeli lebih banyak bunga yang sedang mekar. Jika hal ini memang mampu meredam ilmu hitam dia tetap akan melakukannya.


lagipula ini masih bisa digunakan untuk mempercantik ruangan


Setelah menyelesaikan semuanya pasangan ini pergi membersihkan diri. Baru kemudian mereka istirahat sebelum makan malam.


Dini memeluk suaminya di atas ranjang. Mereka berdua berdiam diri mengenangkan kejadian hari ini.


"papah apa sih maksudnya pak itam tadi siang?" Tanya dini yang penasaran. Sebenarnya dia ingin menanyakan masalah ini sejak tadi tapi tidak tahu kepada siapa.


Mengapa pak itam mengatakan Putri mereka ada hubungannya dengan siluman ular putih.


Arnold diam dan menatap langit-langit kamarnya. siapa sangka niat Liza yang ingin pulang bertemu dengan mereka sebenarnya menjadi malapetaka.


Jika tahu begini...


Melihat suaminya itu masih diam saja dini bertanya lagi."pak itam bilang Liza ada kaitannya dengan ular itu kaitan apa ya mas rasanya Liza nggak pernah ke desa sebelum ini"


Arnold juga berpikiran demikian tapi dia tidak habis pikir kenapa bisa seperti ini.


"apa kamu juga percaya dengan apa yang disampaikan oleh pak itam itu? Putri kita ada hubungannya dengan ular putih. mamah ini tidak masuk akal sama sekali"keluh Arnold pada dini.


Dini memeluk Arnold dan mencoba untuk tidak menangis. putrinya itu jelas baik-baik saja sebelum ini tapi kenapa malah siluman itu menginginkan putrinya.


Tapi menginginkan liza dalam bentuk apa,tumbal kah.


"aku juga tidak percaya pak tapi dengan kejadian hari ini mau tidak mau kita harus melakukan sesuatu. jangan sampai apa yang dikatakan oleh pak itam itu akan jadi nyata"ujar dini.


Seharusnya mereka bisa mengirim Liza kembali ke Australia setelah ini. Tapi mengingat apa yang dikatakan oleh pak itam tadi sebenarnya itu akan menjadi sia-sia.


Ilmu gaib yang ditanamkan oleh siluman putih itu akan tetap ada dan membuat liza selalu ingat akan desa ini.


jika dibiarkan Liza mungkin akan menjadi orang yang hilang akal ataupun yang gila.


Bagaimana dini rela menyaksikan putri satu-satunya menderita seperti itu. Jika pak itam benar-benar bisa mengobatinya,maka lebih baik lezat tinggal sementara di sini sebelum semuanya selesai.


"coba Mama pikirkan masa Liza ada kaitannya dengan ular itu sih sedangkan Liza anak kita dibesarkan di Jakarta. Jadi kaitannya ada di mana? bagaimana bisa kita percaya" kata Arnold yang menggeleng-gelengkan kepalanya lemah.


Arnold mengatakan itu tapi di dalam hatinya dia menyangkal perkataannya sendiri.


"kenapa Papa berpikiran begitu? mungkin benar apa yang dikatakan pak hitam pah.coba papa pikir lagi deh. Sudah bertahun-tahun lamanya ular itu tidak pernah muncul lagi. dia hanya menjadi buah bibir orang tua di desa ini untuk menakutkan anak-anak. Tapi sekarang dia muncul lagi dan mengganggu Liza padahal tidak pernah bertemu Liza sama sekali"


"ini sudah kali keduanya mereka bertemu sedangkan orang lain jarang banget ketemu walaupun menginginkannya" kata dini lagi yang semakin cemas mendengar apa yang dia sebutkan sendiri.


Lama Arnold tadi yang mendengar kata-kata istrinya itu .Sepertinya dia juga sedang memikirkan hal yang sama.


"yang menjadi persoalannya sekarang apa kaitannya sih ?"kata Arnold yang seolah-olah sedang bertanya pada dirinya sendiri


Kemudian keduanya diam lagi karena tidak tahu harus berkata apa. hal ini juga berlanjut sampai malam berlalu.


malam itu Liza masih tidak turun untuk makan bersama. jika dulu dini akan bertanya-tanya kenapa tapi sekarang dia membiarkan anak itu bersendirian.


Dia mengirimkan makan malam ke kamar Liza agar putrinya itu tidak kelaparan. Sebenarnya dini ingin bertanya sesuatu pada Liza tapi pada akhirnya dini hanya bungkam.


Dini hanya takut jika terlalu dipaksakan mental Liza memang bermasalah nantinya. Jadi biarkan saja Liza istirahat sampai dia bisa berpikiran lebih jernih.


"sayang lagi makan enak jangan banyak pikiran oke mama nggak mau kamu sakit hanya karena telat makan malam"kata dini pelan.


Liza sepertinya sedang banyak pikiran tapi dia masih tetap menganggukkan kepalanya. Dia hanya menatap wanita yang sudah melahirkan ini keluar dari kamar.


ditinggal sendirian oleh sang Mama Reza sebenarnya berpikir kenapa dia berlaku aneh. Sebenarnya dia tidak merasa seperti itu hanya setelah mendengarkan pembicaraan orang lain. Baru liza menyadari jika sebenarnya dia memang berperilaku tidak wajar.


"Ada apa denganku apa memang aku sedang diincar oleh makhluk gaib? tapi siluman ular itu sepertinya baik dia malah tidak pernah menggangguku sama sekali. aneh sih tapi aku merasa nyaman jika melihat dia. tapi apakah perasaan ini wajar atau memang dipengaruhi ilmu gaib?"kata Liza yang masih saja tidak habis pikir.


Sampai malam berakhir Liza masih tidak bisa tidur.


*****


Karena liza memang tidak bisa tidur sejak tadi malam. Dia akhirnya memutuskan untuk pergi lagi ke rumah tua itu.Tapi karena menyadari jika hal ini adalah salah jadi liza tidak meminta izin dengan orang tuanya sama sekali.

__ADS_1


Saat itu matahari belum menampakkan wujudnya, ini sekitar jam 05.30 pagi. dengan hati-hati Liza mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga.


Jika seseorang melihatnya pergi, mereka akan berpikir dia ingin joging di luar rumah.


Dengan hati-hati Liza turun dari tangga dan memilih untuk memegang sepatunya.


Begitu dia ingin membuka pintu sebenarnya ada seorang pembantu yang melihat Liza.


"loh non liza mau ke mana pagi-pagi sekali ?"sapa pembantu itu.


Hampir saja Liza terkejut dah mendengar suaranya yang datang tiba-tiba. Tapi Liza segera membuat wajahnya terlihat senatural mungkin.


"Oh aku hanya ingin jogging di luar sana, oh ya katakan pada mama ya aku akan keluar sebentar. gerah seharian di rumah"bisik nya.


Pembantu itu tidak tahu apa yang terjadi semalam. Mereka tahu ada sesuatu tapi tidak pernah bertanya sama sekali karena itu bukanlah urusan mereka.


"tapi non hari masih gelap emangnya mau jogging ke mana sih tanya pembantu itu yang sepertinya kepo.


Ini masih gelap, mau jogging apa dengan suasana yang gelap seperti ini.


"Itu .eh sekalian mau jalan-jalan bawa mobil, udah beberapa hari belum kelar juga keliling desa ini. tapi ngapain sih kamu nanya urusan aku. pokoknya nanti kalau mama ada Papa bangun bilangin aku mau keliling sebentar. nggak bakalan lama kok"kata Liza lagi yang membuat wajah marah.


pembantu yang masih di awal 30 hari ini mencoba tersenyum tapi perasaannya tidak enak. ini adalah urusan majikan pembantu nggak boleh ikut campur .Kalau keterlaluan mungkin akan dipecat kapan saja .


"baik non saya akan kasih tahu tuan dan nyonya"jawabnya yang bersahaja.


Pada akhirnya bisa tenang makai sepatunya lagi dan bergerak menuju mobil seolah-olah itu masih wajar.


Hanya setelah mobil keluar dari garasi dia bisa sampai.


Bisa ditempat ditebak ke mana tujuan liza kali ini. Tentu saja ke rumah tua itu untuk melenyapkan rasa penasarannya.


"aku penasaran apa sih dengan aku. udah dua kali ketemu siluman ular putih itu. padahal orang lain kalau kepengen ketemu juga nggak bakalan bisa. aku yang nggak pernah malah ketemu dua kali. kira-kira ada sih yang spesial nggak sih di sini "pikir Liza sendiri ketika dia mengemudikan mobil.


Lagi pula dia ingin mengambil lukisan tersebut. Menurutnya lukisan itu cukup indah, sayang kalau dibuang sia-sia .Siapa tahu itu adalah lukisan antik dengan nilai yang tidak sedikit.


Selagi Liza sedang jatuh pada pemikirannya sendiri. secara tidak sadar Liza terus-menerus menatap ke rumah tua itu. Pandangannya tidak lepas sama sekali sehingga dia kehilangan kontrol akan mobil.


cepat sesaat kemudian barulah Liza menyadari jika ada sesuatu yang tidak balas dengan mobil yang dikendarainya.


di depan mobil ada seorang pria muda yang tidak dikenal pria itu malah tidak bergerak di tempatnya tapi tersenyum dengan penuh arti.


Ciiittt..


Tapi mobil berhenti tepat di depan pemuda tadi,hanya ada jarak satu jengkal saja antara dia dan mobil Liza.


Dari balik kaca mobil mata Liza jatuh tepat ke matanya yang juga sedang menatap Liza.Untuk beberapa detik kemudian mereka saling pandang tanpa suara.


Deg...


Jantung Liza segera berpacu dengan keras, mungkin efek mobil yang hampir kecelakaan membuat dia jadi berdebar kencang.


Mau tidak mau Liza menatap wajah nya dengan berkedip-kedip beberapa kali.Liza ingin melihat apakah pria muda itu baik baik saja.Dibukanya pintu kaca mobil untuk melihat lebih jelas siapakah dia.


Ketika Liza turun dari mobil nya, pemuda itu tidak bergerak tapi wajah nya masih tersenyum dengan deretan gigi nya yang rapi dan putih.


"tidak ku sangka masih ada pemuda desa yang bisa mengalahkan ketampanan si pandi, menurut ku ini sebelas dua belas lah"pikir Liza di dalam hatinya.


"ehem ehem,kau..kau tidak apa apa?"Tanya Liza hati hati.Jika di lihat dari mata telanjang , seperti nya pemuda ini tidak terluka sedikit pun.


"Aku tidak apa apa, hehe senang di khawatir kan sama kamu"kata nya cengemgesan sendiri.


"Eh apa apaan ini, ckckck, buaya juga dia rupa nya"kata Liza tapi dia masih tersenyum manis


"Ohh syukurlah kua baik baik saja Makanya janganlah berdiri di tengah jalan,kan bisa ketabrak "kata Liza yang tidak mau dirinya di salah kan.


"maafkan aku salah biasanya tidak ada mobil di desa ini siapa tahu kita bertemu dengan cara ini tapi tidak apa-apa juga, dengan Liza kan?"


"Eh Dari mana kau tahu nama aku kan kita baru ketemuan hari ini?"tanya Liza dengan bingung.


pria itu tersenyum lagi dan mengulurkan tangannya."Halo namaku raja, hanya raja .Nggak ada embel-embel di belakangnya hehehe"


Liza tidak buru-buru menyambut uluran tangan itu. Toh mereka adalah orang asing yang baru bertemu hari ini.


"jangan takut aku nggak bermaksud buruk kok, hanya pengen kenal sama orang yang hampir nabrak aku aja"katanya lagi dengan tangan yang masih terulur ke depan.


"tapi dari mana kau tahu namaku, jangan-jangan kamu menguntit aku ya?"kata lisa yang menyipitkan matanya sedikit. Dia ingin melihat apakah reaksi dari pemuda ini apakah dia berbohong atau jujur.


"Hahaha jadi kamu takut aku ini penguntit, kalau bisa sih aku rela kok jadi pengungkit kamu seumur hidup hehehe. tapi jangan khawatir satu desa juga tahu jika Putri pak Arnold baru tiba di desa ini beberapa hari" katanya serius.


"Hah kamu tahu papa aku juga?"

__ADS_1


"tentu saja siapa orang di desa ini yang tidak tahu siapa pak Arnold. Orang yang sudah lama pergi tapi pada akhirnya kembali juga ke desa. Bukan saja membawa sesuatu yang bagus dari kota dia juga memiliki putri yang cantik seperti kamu "kata raja yang tersenyum manis sehingga liza merasa tidak tega untuk memarahinya


"kamu tidak bohong kan?" tanya Liza yang masih saja curiga.


"apa untungnya bohong sama gadis secantik kamu yang rugi tentu saja aku" kata raja lagi.


"Oh kalau begitu kenalin nama aku Liza Hanim, kalau nama panjangnya Liza carrolla Imelda Fransiska Arnold dini purwa"


Kata Liza yang mengguncangkan tangan raja dengan senyum yang tidak kalah manisnya .Sehingga raja juga membalas senyum itu dengan tawa kecil.


"hahaha baru sekarang aku bisa kenalan dengan cewek yang menyebut nama nya lengkap dengan keluarga orang tuanya sekalian. nama kamu tuh Liza hanim tapi sebenarnya kepengen diganti dengan carola Imelda iya kan, lalu Arnold Hem Arnold itu papa kamu dan dini Purwa itu Mama kamu, begitu?" tebak raja.


"Hahaha begitu lah, kamu pintar deh sekali sebut saja udah bisa nebak"kata lisa yang mulai merasa nyaman berbicara dengan raja.


"tapi Dari mana kamu tahu kalau Arnold itu papaku dan dini Purwa itu mamaku?"tanya Liza lagi yang masih saja curiga.


"apa itu aja bisa dicurigai kamu bisa tanya dengan penduduk desa di sini siapa yang tidak tahu Arnold dan dini, orang kaya yang baru datang satu tahun kemarin"jawab raja asal asalan.


"Oh jadi ceritanya mama dan papaku itu juga cukup populer di desa ini, baru aku tahu sekarang hahaha"Liza tertawa dengan senang sudah beberapa hari kiranya Liza tidak tertawa seperti sekarang.


Hanya dengan berbicara Liza melupakan obsesinya untuk pergi ke rumah tua itu ,menurutnya berbicara dengan raja ini lebih menarik daripada pergi ke sana.


Ditambah raja sepertinya asik juga tidak seperti pandi yang sedikit membosankan.


"Hem kalau Fransiska itu dari mana?"


"Hem itu mah cita-cita aku aku itu dari dulu pengen pergi ke Prancis. tapi sayang sampai saya ini belum kesampaian juga makanya aku pakai aja untuk nama belakang"


"Hahaha kamu lucu deh jadi betah ngomong sama kamu seharian"kata raja tanpa malu-malu.


"aku juga suka deh bicara sama kamu tapi, sebenarnya aku ada sedikit urusan jadi nggak bisa lama-lama di sini"kata liza yang ingin pergi dari tempat ,apalagi raja sepertinya tidak mengalami luka apapun.


Dengan begitu Liza tidak memiliki alasan untuk tinggal lebih lama.


"Hem Liza, sebenarnya aku udah beberapa hari ini melihat kamu dari jauh ingin kenalan dan ingin jadi teman juga. baru hari ini kesampaian meskipun caranya tidak bagus. jadi bisakah kita berteman?"tanya raja to the point.


Dia menatap Liza lekat lekat seolah-olah sedang menunggu jawaban dari gadis cantik ini. Tidak ada yang tahu sebenarnya jauh di dalam hati raja merasakan situasi yang hampir mirip dengan Liza.


Namun debaran jantungnya lebih cepat dan keras daripada suara ombak yang menghempaskan pantai.


Dia berharap Liza benar-benar mau menjawab pertemanannya ini dan dari teman bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih.


"Eh gimana ya aku tuh boleh-boleh aja sih berteman tapi, rasanya nggak nyamannya aja soalnya kan kita baru ketemuan kali ini"kata lisa yang entah kenapa jadi gugup sendiri.


"perasaan seperti sedang ditembak sama pacarnya aja ,anehkan. padahal ditembak sama pandi aja nggak ada perasaan seperti sekarang.Huh sepertinya pesona raja tidak sedikit"kata Liza di dalam hatinya.


Sangking gugupnya Liza sampai berkeringat, padahal orang ini hanya mengajak berteman bukan ngajak pacaran. Hal ini sama sekali belum pernah terjadi di dalam hidup liza Hanim.


Raja mengeryitkan dahinya dan mencoba berpikir tentang beberapa hal.


"gini aja gimana kalau kita kenalan ulang?"kata raja yang membuat Lisa terkejut.


"Hem?"


Emangnya pernah ada nggak sesi kenalan itu pake ulangan seperti in. Kalau ada sesi ulangan kapan ujiannya ya.


Raja sepertinya tidak mempermasalahkan apa yang dipikirkan oleh Liza dia mengambil tangan gadis itu dan mengguncangnya sekali lagi seperti tadi.


"Halo kenalkan namaku raja aku tinggal di balik bukit itu. Sebenarnya udah berapa kali sih lihat kamu dan pengen berteman. nggak perlu khawatir aku bukan orang jahat kok malahan kalau ada yang berniat jahat ke rumah kamu aku bisa melindungi kamu. bukan sekarang aja tapi juga untuk di masa depan.Ini adalah janji seorang raja lada Liza Hanim .hem gimana apakah kita sudah bisa jadi teman"kata raja dengan wajah yang sama seriusnya seperti Arnold yang kesal.


Deg...


"Kok rajanya serius amat sih cenderung memaksa juga. kenapa perasaanku jadi aneh kayak gini ya?"pikir liza di dalam hati.


Tiba-tiba saja Liza mendapatkan firasat buruk.


"Hem gimana Liza kenapa belum ada jawaban, apa begitu sulitnya. aku kan hanya pengen berteman aja"kata raja lagi dengan wajah yang sulit di artikan.


"Hem ini.. okelah kita berteman"jawab aja yang tiba-tiba merasa terpaksa. Awalnya dia cukup berat untuk menjawab ini tapi takut pria ini marah dan berlaku tidak masuk akal.


Suasana di sini agak sepi dan masih gelap juga. samar samar ada secercah sinar matahari yang mulai menampakkan diri di satu titik.Tapi itu tidak meyakinkan Liza sama sekali.


Rasa takut yang datang menghampirinya bukanlah rasa yang dibuat-buat.


Begitu Liza menyebutkan nama itu tiba-tiba saja dia merasakan sebuah getaran halus yang menjalar dari ujung jari sampai ke seluruh tubuhnya.


Mirip reaksi jika anda kesetrum.


Getaran seperti ini sama sekali tidak pernah dirasakan oleh Liza sebelum ini.Karena itu dia merasa hal ini aneh tapi entah kenapa dia merasa nyaman dan lebih rileks dari sebelumnya.


Aneh kan

__ADS_1


__ADS_2