
Emosi Pandi semakin meningkat tajam seiring waktu ketika dua insan beda jenis berciuman panas di depan banyak orang.
Oh tidak,di sini yang manusia hanya lah Pandi dan Liza saja.Yang lain adalah siluman ular putih.
"Liza hentikan Liza,kau...kau tidak tahu siapa dia kan, Liza hentikan kata ku, dia bukan manusia" pekik Pandi yang terus-menerus mencoba melepaskan diri daripada ikatan yang mengikat tubuh nya pada kursi ini.
Tak tak tak...
Bunyi kursi yang terus saja bergema ketika Pandi bergerak liar.
"Liza , wanita ******,kau istri mu tidak pantas kau melakukan ini,dasar wanita tidak tahu malu"tambah nya lagi ketika Liza tidak peduli dengan panggilan nya seolah olah Liza hanyut dalam keintiman nya dengan raja siluman.
Liza dan raja berhenti berciuman, mereka berdua sama sama menatap wajah Pandi dengan pandangan merendahkan.
Pandi makin marah saja melihat ini,kata kata makian terus menerus di perdengarkan sementara Liza dan raja hanya seperti orang yang sedang menonton sebuah pertunjukan bagus.
"Sudah Pandi Hem ?"kata Liza yang turun dari anak tangga seperti seorang ratu yang turun dari singgasana nya sendiri.
Pandi segera menelan ludah nya ,dia heran kenapa Liza membuat dia merasa di tekan hanya dengan satu pandangan saja
tak...tak... tak..
Suara langkah kakinya seperti detik jam yang membuat pandi menghitung satu persatu tanpa sengaja.
"Liza sadarkan diri mu Liza, kita tidak sejenis "panggil Pandi lagi.
Maksud Pandi adalah mereka manusia dan raja adalah siluman. seandainya Liza mengetahui ini dan sadar lebih cepat mungkin ini juga menjadi jalannya untuk bisa keluar di dunia gaib.
Pandi menyesal tidak belajar lebih banyak daripada pak hitam. Jika pria tua bangka itu ada di sini mungkin dia memiliki jalan untuk membalikkan keadaan.
Liza menatap Pandi seolah-olah menatap ayam panggang yang bisa dia makan kapan saja.
Ketika pandi mengatakan mereka adalah manusia yang tentu saja berbeda dengan raja yang senyumannya dia terkekeh-kekeh sendirian.
Disambut dengan senyum percaya diri oleh raja sendiri dari belakang.
"Pandi Aku cukup salut dengan tingkat percaya dirimu saat ini.hahaah kau benar sekali Pandi. aku adalah manusia biasa dan sebenarnya saat ini aku menyesal menjadi seorang manusia.
Seandainya aku adalah seekor ular siluman maka aku akan menelanmu saat ini juga"
"berani-beraninya kau menculik putriku berniat membawanya jauh dari ku Hem. seorang ibu akan lebih kejam daripada ular sekalipun jika anaknya diganggu"tatapan tajam mata Liza itu benar-benar membuat kami berkeringat dingin.
Dia sungguh tahu bagaimana seorang ibu tidak akan melakukan apa saja ketika anak-anaknya diganggu oleh orang lain. Tapi selama ini Pandi benar-benar meremehkan wanita apalagi hanya seorang ibu.
Bagi Pandi wanita hanyalah alat pelampias nafsu dan juga alat untuk menjadi tumbal bagi sanggul. Selain dari ibu kandungnya sendiri, tidak ada wanita yang lebih berharga lagi.
Tapi sekarang Liza mengancamnya dengan ancaman seorang ibu. Biasanya Pandi tidak akan ambil hati dengan ancaman yang sepele ini. Tapi sekarang dia tidak tahu kenapa nalurinya mengatakan jika Liza lebih dari sekedar mengancam saja.
"Liza dengarkan aku oke kau jangan percaya mentah-mentah apa yang dikatakan oleh siluman di belakangmu itu. Sebenarnya aku sudah tahu niat buruk darinya. Dia ingin menjadikan putri kami sebagai tumbal masa depan. Tentu saja aku sebagai seorang ayah tidak akan rela putriku diperlakukan seperti itu. Jadi aku memang membawanya pergi tanpa permisi karena aku tahu kau sudah di bawah kendali nya. jadi perkiraan aku benar kan, kau memang benar-benar sudah menjadi antek dari siluman ini"teriak Pandi dengan tidak kalah marahnya.
Dia hanya ingin membuat alasan agar apa yang dilakukan olehnya itu dipikir benar oleh Liza saat ini. Lagi pula dia memang yakin liza benar-benar berada di sisi para siluman karena dorongan sihir dari mereka, bukan karena benar-benar keinginan nya sendiri.
Walaupun demikian padi tidak yakin jika Arnold tidak menceritakan kejadian dia memakan hari-hari baik itu kemarin. Jadi sekarang dia hanya sedang berjudi dengan nasib.
"Hahahaha Pandi , apa Kau pikir aku bodoh, bodoh.. bodoh...
Suara tawa dan ejekan Liza tiba-tiba bergema di sekitar area membuat suara memantul berkali-kali.
Baru kemudian pandi menyadari jika Liza sama mengerikannya dengan raja yang sekarang hanya dia menyaksikan liza yang sedang berdebat dengan Pandi.
__ADS_1
"pengawal lepaskan dia biarkan dia bebas"kata Liza pada pengawal yang berdiri di samping pandi.
Tanpa diminta dua kali pasti dilepaskan begitu saja oleh para pengawal itu. sepertinya mereka juga patuh dengan perintah Liza saat ini.
"bawakan juga bayinya kemari"kata Liza lagi. Salah satu dari pengawal menyelinap pergi dengan perintah.
Setelah Pandi dilepaskan dari ikatan itu dia segera meregangkan tubuhnya dengan senyum yang sedikit menyindir.
Diaa sudah bebas sekarang dan tentu saja bisa kabur dengan cepat. mungkin Raja siluman benar-benar tidak pernah berpikir jika dirinya memiliki sesuatu di buku ini sebagai penangkal dari praktik sihir.
Sebelum berpisah dari Pak Itam asal guru benar-benar meninggalkan sebuah mantra khusus yang akan bekerja secara sistematik begitu dia memerintahkannya.
Tapi mantra ini hanya akan bekerja satu kali saja.Karena itu jika kondisinya tidak terdesak maka pandi tidak akan pernah menggunakan mantra ini.
Sekarang dia tidak bisa tidak memikirkan mantra tersebut. Hanya saja menunggu waktu terbaik untuk menggunakan agar bisa pergi dengan mulus.
Adapun ke mana tujuan perginya, ini akan dipikirkan nanti. Yang penting sekarang dia harus meninggalkan area gaib terlebih dahulu.
Sekarang dia harus mengucapkan terima kasih pada Liza karena meminta para penjaga melepaskannya tanpa perlu dia bersusah payah.
Liza tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Fandi saya yang jelas dia ingin menunjukkan keaslian dirinya pada Panji sebelum dia benar-benar menghukumnya sesuai hatinya sendiri.
Pandi adalah manusia dan dia juga manusia jadi tidak masalah jika pizza akan menghabisinya dengan tangannya sendiri.
Ini adalah dunia yang dibangun dengan ilmu gaib. Andai pun mayat Pandi disimpan di sini tidak akan menghalangi apapun bahkan manusia juga tidak akan pernah curiga tentang ini.
" Liza Hem, Aku tahu ini salah tapi maafkan aku juga egois Liza"Kata Pandi yang sudah lama menahan diri.
Dari dalam kantong celananya ,masih ada sisa dari ramuan untuk memblokir indra penciuman para siluman.
Dengan gugup ditebarkannya sekitar arah sehingga para siluman bukan saja tidak bisa mencium aroma tubuhnya tapi juga tidak bisa melihat keberadaannya sama sekali.
"Liza apa yang terjadi kenapa kami tidak bisa memandangnya?"
Dalam pandangan raja dan para pengawal pandi benar-benar hilang tidak berbekas .Tapi sebenarnya dia masih berdiri di tempat yang sama menunggu mereka semua lengah.
Inilah cara yang dipakai ketika masuk ke villa gaib demi menculik bayi itu kemarin.
adapun mantra gaib yang dipikirkannya tadi masih perlu dilakukan pada saat darurat.
Merasa sudah benar dia tidak ambil pusing Pandi bener-bener membacakan mantra-mantra untuk membuka gerbang gaib agar dia bisa pergi dari gerbang itu.
tapi pada saat itu Pandi lupa dengan kehadiran Liza yang benar-benar manusia tanpa embel-embel siluman di tubuhnya.
iya bukan saja bisa melihat tapi juga mendengar beberapa mantra yang disebutkan di mulut Pandi dan itu cukup familiar di telinganya.
"Hehehe Raja Pandi sedang mencoba untuk membuka pintu gaib. Ayo kunci dia lagi jangan biarkan dia pergi .beri dia pelajaran raja,sekarang dia masih berada di posisinya tadi ,tidak bergerak seinci pun" kata Liza yang membuat fokus mandi tiba-tiba hancur begitu saja.
Dia sama sekali tidak menduga jika Liza masih tahu mantra apa yang dibacanya. bahkan dengan mudahnya membuka tabir keberadaannya pada para siluman.
Raja membaca beberapa mantra lagi untuk memperkuat pagar gaibnya ke level yang lebih tinggi.
Kemampuan pandi benar-benar tidak cukup untuk membuka pintu gaib itu. Di samping itu keampuhan dari ramuan di tubuhnya. Hanya bisa bertahan sekitar 15 menit saja karena hanya sejumput jumlahnya.
Liza tertawa lagi terbahak-bahak melihat Panji yang terus-menerus membaca mantra-mantra pembuka pagar gaib secara terus-menerus. Sementara tubuh dan matanya berkeliaran melihat apakah kemampuannya menghilang sudah lenyap atau masih ada.
Di mata Liza, Pandi sudah mirip seekor monyet yang diberi cabai.
Tidak lama kemudian pengawal yang pergi datang lagi dengan bayi merah di tangannya. Berkat energi yang disuntikkan bayi ini sudah dalam keadaan sehat dan bahkan sudah membuka matanya untuk pertama kali sejak dirinya lahir.
__ADS_1
Meskipun masih begitu kecil tapi dia sudah begitu sensitif terhadap lingkungan. Saat ini bayi tidak menangis sedikitpun malah melihat sekitarnya dengan penuh rasa ingin tahu.
Dia baru saja lahir tapi lihatlah bagaimana pintarnya dia.
Pada saat ini raja dan pengawalnya sama sekali tidak menyentuh Pandi sedikitpun karena mereka tahu, Pandi tidak memiliki jalan untuk keluar dari pagar gaib.
Jadi biarkan saja badut itu melompat.
Tapi Pandi tidak begitu dia melihat Liza seperti penyelamat terakhirnya. Apalagi ketika dia melihat bayi perempuan yang berada dalam gendongan Liza saat ini.
Mungkin dengan sedikit bujukan ,liza akan berpikir.Jika dirinya masih seorang ayah dari bayi yang sudah Liza lahirkan nya
"Liza ingatlah Liza kau harus sadar, Aku adalah suamimu ayah dari bayi yang kau gendong itu. Ayo tinggalkan tempat ini ini bukan dunia kita, ayo Liza, Ayo"
"Liza jangan lupa Reza kita adalah suami istri yang sah kau harus mengikuti kata-kataku. apa kau ingin Putri kita menjadi yatim ketika dia hanya berupa bayi merah?" kata pandi dengan serius.
Dia benci memohon seperti ini tapi sekarang hanya Lisa yang bisa membantunya keluar dari dunia gaib. Jika dilihat dari cara Liza yang mampu mengenali mantra-mantra nya. Kemungkinan besar Liza juga sudah mempelajari beberapa bait mantra untuk membuka pintu gerbang gaib ini.
"Hahaha Pandi apa kau bilang tadi.kau ..kau suami ku dan ayah dari Putri ku Hem?"kata lisa yang memiringkan kepalanya sedikit seolah-olah sedang berpikir sesuatu yang hilang dari otaknya.
"Ya Liza cobalah ingat lagi kita adalah suami istri dan mereka adalah siluman yang akan menghancurkan pernikahan kita. Ayo Liza ingat lagi dan pergilah cobalah untuk membaca mantra pembuka pintu gaib"kata Pandi yang langsung bersemangat eh dia berlari menuju Liza tanpa permisi.
Liza tetap berdiri di tempatnya walaupun pandi mencoba meraih lengannya dengan dalih mereka adalah suami istri.
"Pandi Aku akui aku adalah istrimu yang sudah menikah resmi.tapi jika kau pikir anak yang aku lahirkan adalah anakmu maka kau salah hahaha "kata lisa dengan gaya lembut tanpa ada simpati sedikitpun. Dia benar-benar mengakui perselingkuhannya tanpa menyembunyikan diri.
"Liza a..apa maksud nya ini. katakan padaku apa maksudnya ini kau jangan dicuci otak oleh siluman. aku suamimu dan jelas tahu bagaimana kehidupan suami istri kita di atas ranjang kan?"kata Pandi yang mengguncang tubuh Liza seakan-akan Liza benar-benar lupa dengan jati dirinya sendiri.
Liza jelas bukan gadis satu-satunya yang dipandang cantik oleh Pandi Tapi saat ini posisinya sudah sangat berbeda.
Semakin lama dia berdiri ,Pandi bisa merasakan keampuhan dari ramuan tersebut sudah mulai lemah berangsur-angsur.
Dia harus cepat membuat Liza ingat dengan posisinya sebagai istri.
"Hehehe Pandi sebelum kau berakhir Aku benar-benar ingin meluruskan masalah ini dulu denganmu. aku akui kita sudah menikah secara sah. tapi perlu kau tahu ,aku sama sekali tidak pernah melayani mu di atas ranjang. Untung saja aku tidak pernah jika sekalipun kita pernah melakukannya aku akan langsung merasa jijik dengan diriku sendiri. kau begitu kotor dan begitu hina sebagai manusia"
Kata-kata itu membuat pandi menggelengkan kepala tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Liza
Mereka jelas-jelas saja sering melakukan hubungan intim dan Liza juga terkesan menikmati nya sekali. Tapi kenapa saat ini liza bahkan tidak mengakuinya.
Kenapa.
Untuk memperjelas hubungan ini Liza langsung melepaskan cincin di jari manisnya tanda ikatan antara dia dan Pandi.
Pandi terkejut dengan tindakan ini tapi hal yang terjadi kemudian membuat dia semakin terkejut dan bertambah panik.
Cincin yang disuntikkan dengan energi Pak hitam di masa lalu sebenarnya berubah menjadi seekor ular kecil.
Tidak apa-apa jika berubah menjadi ular seperti itu karena mereka memang sedang dikendalikan oleh Siluman ular juga. Tapi ketika liza menyebutkan kata berubah tiba-tiba saja tubuh ular kecil itu menjelma menjadi sosok gadis yang sangat mirip sekali dengan Liza.
Sosoknya sama persis dengan liza yang saat ini sedang menggendong bayi. Tapi ular jelmaan itu tidak memiliki bayi di lengannya.
Kemiripannya sudah 100%. jika pandi tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri mungkin dia tidak akan pernah percaya dengan ini.
Tanpa disebutkan oleh Liza Pandi mulai sadar apa yang terjadi. Selama beberapa bulan menikah rupanya Liza yang dia gauli bukanlah Liza yang sebenarnya.
Dia...dia hanya lah seekor ular...
Huek....
__ADS_1