Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
59


__ADS_3

Setengah Arnold pergi meninggalkan rumah Liza langsung pamit kepada dini untuk pergi bertemu raja dengan alasan membicarakan masalah pekerjaan.


"Mama aku pergi dulu ya nggak bakalan lama kok palingan sebelum makan siang aku udah kembali"kata lisa yang menyalami dini.


"ingat pesan mama dan papa ya kamu itu bisa berteman tapi posisi kamu itu udah nggak lajang lagi ,kamu itu udah istri orang tahu" kata dini yang mengingatkan Liza sekali lagi.


Liza hanya menjawabnya secara singkat dan langsung masuk ke dalam mobilnya. dengan lambaian tangan Liza segera berlalu bersama mobilnya yang berlari cepat. hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat putri semata wayangnya itu pergi.


Di dalam hati dini hanya bisa berdoa dan berharap putrinya itu masih bisa berpikir dengan jernih.Dan benar-benar mendengarkan nasehat kedua orang tua.


setelah mobil yang dikemudikan oleh putrinya ia tidak kelihatan lagi dini melangkah masuk ke dalam rumahnya.


sementara itu Liza mengemudikan mobilnya sembari bersenandung kecil. tidak mungkin Liza melupakan posisinya sebagai seorang istri saat ini tapi dia bukan hanya istri pandi tapi juga istri seorang siluman ular putih.


tapi sekarang hatinya condong ke arah siluman putih berbanding dengan manusia.


seandainya anak dan dini menyadari ke arah mana mobil yang dikemudikan Eliza itu pergi mungkin mereka akan marah besar. ke mana lagi tujuannya jika tidak ke rumah angker tersebut.


Liza sebenarnya tidak memiliki janji untuk bertemu hari ini tapi dia benar-benar merasa bosan di rumah dan lebih menyukai menghabiskan waktu bersama kekasih beda dunianya.


Mungkin ikatan batin antara Liza dan raja sudah begitu kuat. Buktinya belum tiba di rumah angker itu Liza mendapati raja sedang duduk di tangga rumah itu.


"halo cowok ngapain di situ boleh samperin nggak?"sapa Liza yang terkikik kikik dengan geli.


"Hem hanya menunggu belahan jiwa"kata raja yang tidak kalah senangnya.


Perasaan tidak nyaman Liza tadi berubah menjadi bahagia. Dia buru-buru turun dari mobilnya.


Sepatu hak tinggi yang dikenakan Liza kali ini membuat bunyi yang berdetak-detak. Dengan cara seperti itu Liza menghamburkan diri dan pergi ke dalam pelukan raja yang sudah merentangkan tangannya lebar-lebar.


"Raja"bisik nya


"Ratu ku"balas raja dengan pelan.


"Raja,aku rindu"bisik liza lagi yang sengaja menghembuskan nafasnya ke telinga raja. raja juga tidak kalah rindunya dia membalas Liza dengan mencuri ciumannya sekilas.


"Kau juga ratu ku"


Mereka berpelukan untuk beberapa waktu dan hanya melepaskan diri setelah merasa puas.Tapi mereka masih melanjutkannya dengan ciuman Prancis.


setelah puas memadu kasih mereka melepaskan diri dari pelukan masing-masing.


"ada apa ratuku sepertinya kau terlihat sedikit kesal?"tanya raja yang menyelipkan rambut patah di telinga Liza.


"nggak apa-apa kok tadi di rumah ada debat dengan mama dan papa. tapi itu bukan masalah besar sekarang udah clear"kata lisa yang masih saja cemberut.


"sebenarnya apa yang kau debatkan sayang?" tanya raja lagi yang mencium Liza sekali lagi. Jika sudah begini mereka tidak akan tahan jika hanya berakhir dengan ciuman sama mata.


Tapi hari ini tempat mereka bertemu benar-benar masih ada di dunia manusia. Jadi mereka masih menahan diri untuk melakukan hal yang lebih daripada ciuman.


"sebenarnya kita akan pergi ke mana hari ini .ya kita nggak ada janji kan" kata liza yang bingung sendiri.


"Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu kau mau ikut ?"kata raja dengan nada yang serius.


"Emangnya apa yang akan ditunjukkan oleh raja pada ratu ini?"


" nggak ada apa apa, ikut aja dulu "kata raja sambil berjalan menarik di tangan Liza sedangkan Liza hanya menurutinya saja.


"Raja"panggil Liza pelan. mereka berjalan beriringan seraya memegang pinggang masing-masing.


Liza menatap sekeliling area yang masih sama seperti pertama kali dia. dulu ketika pertama kali masuk ke rumah ini dia tidak pernah menyangka jika dirinya memiliki hubungan yang berkaitan erat.


Hanya ada rasa ngeri tapi sama kau tidak ada rasa takut. Di sini juga lah Liza pertama kali bertemu dengan siluman ular putih yang saat ini menjadi tambatan hatinya.l

__ADS_1


Liza bernostalgia dengan area di sekitar tapi dia tidak mengatakan ini kepada raja sama sekali.


"rajaku jika ini sebelum memoriku kembali mungkin aku akan kabur duluan deh. kau tahu tempat ini dirumorkan menjadi lokasi yang angker. tidak ada orang yang berani ke sini. tapi setelah tahu sepertinya tidak angker angker amat hehehe"kata lisa yang bercanda.


tapi di daerah mati Lisa berkata sejauh manapun dia melangkah tidak ada yang berbahaya dan tidak ada yang mengkhawatirkan seandainya dia bersama dengan raja.


Bersama raja kehidupan yang sulit akan menjadi sangat indah sekali. jiwa Lia yang saat ini tertanam di dalam tubuh Liza benar-benar menghargai kebersamaan mereka berdua.


Berpikir seperti itu Liza lebih erat memeluk pinggang raja yang membuat raja semakin cinta.


beberapa menit berjalan pada akhirnya raja berhenti di suatu tempat. dinding bangunan yang tinggi ini sudah ditumbuhi dengan lumut lumut yang berwarna hijau juga ada semak-semak yang menjulang bersamaan dengan rumput-rumputan yang liar.


"kamu ingat tempat ini sayang?" tanya raja kemudian setelah beberapa saat dia terdiam.


Liza memandang berkeliling dan memandang raja setelahnya raja juga begitu sehingga mereka berdua saling pandang di waktu yang sama.


"kupikir tempat ini familiar tapi sepertinya ada beberapa memori yang luput, jadi...


Raja berdiam diri untuk beberapa saat lalu dia menghembuskan nafas." tempat ini adalah tempat yang paling bersejarah bagi kita berdua. di sini di mana aku diselamatkan oleh ratu ku,kau ingat?"


Liza sama-sama mengingat memori lia tentang bagaimana dia merubah dirinya menjadi sosok pangeran ular putih yang langsung menjadi sasaran oleh dukun ular di masa lalu.


Tapi Liza sama sekali tidak mengetahui jika ini adalah lokasinya.


"hah jadi di sini lokasinya" kata liza yang tidak percaya dia membulatkan matanya tapi raja malah mengangguk dan tersenyum mendengar manis.


Raja memeluk Liza lagi dengan rasa penuh kasih sayang dan juga rasa terima kasih.


Tanpa pengorbanan Lia hari itu mana mungkin raja ada di sini.Pasangan ini lagi-lagi saling berpelukan mesra untuk beberapa waktu.


"ah sudahlah ratuku ini bukan waktu yang tepat untuk kita menceritakan masa lalu oke "kata raja yang kembali mencium liza dengan penuh perasaan.


"ayo pergi aku akan menunjukkan kamu satu tempat lagi. sekali ini pasti kamu akan merasa bahagia ratuku" kata raja yang menarik lagi tangan Liza untuk pergi ke arah yang berbeda


Perpisahan yang terjadi ratusan tahun yang lalu benar-benar membuat trauma di hati keduanya. Setelah kehidupan ini mereka pasti tidak akan pernah dipisahkan lagi. Tapi untuk sekarang harus menanggung derita dan mencuri-curi bertemu seperti sekarang.


Lokasi di mana raja menarik liza sebenarnya adalah taman bunga. Jika ini adalah sebuah taman bunga di dunia manusia .tapi jika sudah diubah menjadi dimensi yang berbeda ini akan menjadi sebuah taman yang seindah surga loka .


Di dunia siluman Anda tidak akan menemukan sekuntum mawar pun karena mawar memiliki duri yang tidak disukai oleh ular seperti mereka. Tapi di dunia manusia rumah tua ini memiliki sebuah kebun bunga mawar sebagai kamuflase .


Entah apa yang dilakukan oleh raja yang jelas .Bunga mawar di sini sedang menampilkan masa terbaiknya. Ada ratusan bunga di sini yang bisa membuat mata anda seperti di belai.


Raja mengambil sekuntum bunga merah dan menyelipkannya di telinga Liza yang membuat kecantikan liza bertambah 10 poin.


"kau ingat waktuku kebun ini dulu kaulah yang menanamnya bunga mawar ini juga adalah bunga yang kembang dari benih yang sama"kata raja.


Tentu saja Liza tidak percaya dengan apa yang dia, menurut memori yang sekarang dimiliki memang jiwa Lia saat itu menanam kebun bunga mawar untuk penutup kamuflase. Tapi itu sudah begitu lama jika dihitung mencapai ratusan tahun mungkinkah bunga yang sama masih ada sampai saat ini.


"kamu suka ratuku kata raja dengan suara yang lembut.


mengenang memori yang sekarang berputar-putar ready benaknya Liza ingin menangis dan berteriak dengan gembira.


"rasanya Liza nggak akan pernah ke mana-mana lagi. liza betah di sini dan sungguh Liza nggak mau pergi rajaku"kata Liza dengan mata yang mulai basah


"Hem bersabarlah sayangku ini tidak akan lama, hanya 60 atau 70 tahun lagi dan kita akan bersama tanpa bisa dipisahkan. aku berjanji padamu ratu ku"


Janji seorang raja tidak bisa disebutkan sebagai janji pria hidung belang. ketika mereka berjanji itu terpatri dan akan tetap kekal sampai mereka menutup mata.


Bagaimana mungkin Liza tidak mengetahui konsekuensi dari janji yang disebutkan oleh raja ini atas nama cerita mereka berdua.


Lagi-lagi hati Liza menghangat dan dia tidak kuasa untuk memeluk raja yang entah untuk berapa kalinya.


"terima kasih raja kau sudah sangat baik padaku.

__ADS_1


hahaha pada siapa lagi aku harus baik jika tidak pada ratuku sendiri.


Mereka berdua saling pandang dan mulai meresapi betapa indahnya cinta ini .keduanya tetap seperti itu seolah-olah ingin getaran-getaran aneh yang menjalar itu akan tetap ada sampai kapanpun.


"Raja "


"Ratu"


Perasaan itu tidak bisa dipungkiri lagi mereka kembali berpelukan dan merajut asmara dia insan yang berbeda dunia. Walaupun mereka beda dunia tapi nyatanya mereka sangat bahagia dan kebahagiaan ini begitu nyata sehingga sulit untuk dilepaskan.


inilah cinta.


Tidak bisa ditebak lagi keduanya sudah jatuh dalam kubangan asmara dan saling melepas rindu dengan cara yang khusus.


Sementara itu sebuah mobil yang dikemudikan oleh pandi tiba-tiba melaju dari kota kecil sampai ke desa di mana saat ini Liza berada.


Selagi mengemudikan mobilnya pandi bersenandung kecil sebelah tangannya memegang kantong kecil dengan pola indah.


Sudah 5 hari pandi jauh dari Liza. Walaupun mereka berdua bisa dikatakan sebagai pasangan yang baru menikah tapi pandi memiliki pekerjaan dan harus bolak-balik dari Denpasar dan ke desa.


Pekerjaan ini begitu melelahkan jika diingat tetapi jika dipikir lagi. Akan ada waktunya dia membawa Liza untuk menetap di Denpasar saja alih-alih bolak-balik seperti yang sedang dilakukannya sekarang.


Tapi ada beberapa hal yang tidak bisa ditinggalkan di desa ini sehingga dia juga tidak berdaya sama sekali.


Pandi menatap benda itu dan membayangkan liza yang tersenyum senang ketika menerimanya nanti.


"sebagai ungkapan rasa bersalah sudah meninggalkan istri di rumah kalung ini pasti akan menjadi hadiah istimewa untuk menanti"kata pandi di dalam hatinya.


sebuah kalung dengan bertatakan intan kecil di tengahnya sangat cantik. Pandi tanpa sengaja melihat itu sewaktu dia bekerja di Denpasar.


Begitu pandangan nya jatuh pada kalung di etalase , dia langsung jatuh cinta dan berpikir Liza pasti cantik begitu memakai kalung ini di lehernya nanti.


Rasanya pandi bisa membayangkan bagaimana liza akan berterima kasih dan memeluknya dengan intens.


"Liza masih saja pemalu seperti di awal-awal kami berkenalan. jika di luar dia akan bersikap dingin dan ketus tetapi jika sudah di dalam kamar dia akan garang seperti harimau betina di gunung" kenang pandi yang tertawa sendiri.


Yang membuat pandi ingin cepat-cepat kembali adalah reaksi dari atas ranjang. Dia begitu binal dan begitu energik tanpa ada rasa malu sedikitpun.


Seluruh tubuhnya lembut seperti tahu yang bisa hancur kapan saja. kulitnya yang putih mengeluarkan aroma harum yang mewangi. Setiap kali selesai menggagahinya pandi akan menginginkannya lagi.


"Liza ,Liza kau bilang kau nggak cinta padaku tapi lihat bagaimana cara kau melayani aku di ranjang hehehe"kata pandi lagi.


Liza adalah gadis cantik yang sudah dia inginkan sejak pertama kali bertemu Liza di bandara waktu itu.


Meskipun dengan cara berliku-liku pada akhirnya liza menjadi milik pandi seutuh nya. Perjuangan ini agak melelahkan tetapi sepadan dengan hasilnya.


Selagi pandi bersenang-senang mengingat masa bahagianya bersama istri dan cinta tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan mobil Liza yang berada persis di depan rumah angker itu.


Pandi menghentikan mobilnya di samping mobil Liza.


"ini mobil Liza kan,lho ngapain Liza ada di sini lagi ,aneh. apakah kejadian kemarin tidak membuat liza berhenti untuk berpikir ke arah rumah ini ?"tanya Pandi di dalam hatinya.


Pak itam sudah melakukan banyak hal adami membuat liza melupakan keberadaan rumah angker ini. Tapi sepertinya apa yang mereka lakukan benar-benar tidak menghalangi liza untuk kembali lagi ke sini.


Liza pergi lagi ke rumah ini yang artinya usaha mereka benar sia-sia saja. tapi kenapa bisa begitu sedangkan pak Ita mengatakan misi mereka sudah sukses besar. ditambah Liza yang saat ini benar-benar menjadi istri sejatinya.


Malam bulan purnama yang dikatakan sakral bagi para ular putih. Tidak terjadi karena pernikahan pandi dan Liza hari itu.


Semua ritual sudah dilakukan dan tidak ada kesalahan di sana. Tapi kenapa Lisa masih saja seperti ini.


Tanpa sadar pandi menggenggam setir dengan erat. Dia sedang berpikir apa yang harus dilakukannya sekarang.


Liza adalah istrinya dan dia memiliki hak untuk itu.

__ADS_1


__ADS_2