Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
24


__ADS_3

Pandi merasa senang karena calon mertua benar-benar memberikan lampu hijau pada dirinya.


Namun berbeda dengan Liza yang sekarang makin bete aja tapi tidak bisa mengutarakannya di permukaan.


Pandi cukup tau diri dengan kondisi ini ,yang meminta adalah calon mertua tapi tidak dengan calon istrinya. Liza masih saja diam seribu bahasa tidak mengiyakan atau menolak permintaan kedua orang tuanya itu.


"Liza gimana? terserah kamu kalau kamu mau aku ajak jalan oke kalau nggak ya istirahat aja di rumah" kata pandi yang tetap saja menjaga mukanya pada calon mertua.


Tapi di dalam hati dia tetap getar-ketir akankah Liza melakukan hal yang sama seperti tadi malam. Marah tanpa ada sebab yang jelas.


"Oke kita pergi"jawab Liza pada akhirnya.


Pandi senang lagi dan dia bertanya "mau ke mana kita?"


"terserah kamu yang ngajak jalan tadi !"kata Liza yang masih saja kesal.


"gimana kalau kita keliling desa?"tanya pandi dengan serius tapi hanya dijawab oleh Liza dengan anggukan kepala.


Mama ada Papa Liza juga makin tidak nyaman dengan perilaku Liza ini yang semakin lama semakin aneh apalagi jika sudah bersangkutan dengan pria.


"Pandi tolong jangan masukkan di dalam hati ya, Liza hanya sedang bad mood" kata mama Liza.


"Aku tau Tante hehehe "


karena sudah terlanjur kesel Liza tidak lagi berselera untuk makan Untung saja dia sudah menghabiskan 2 roti panggang tadi sebelum pandi tiba.


Tanpa berbicara sedikitpun pada pandi,Liza bangkit dan pamit pada orang tuanya.


"hati-hati ya nak jangan marah lagi seperti tadi malam ,ingat yang mama katakan oke" pesan dini pada Liza


Tidak lama kemudian Linda berjalan cepat menuju ke arah mobil diikuti oleh pandi yang buru-buru.


Arnold dan dini hanya bisa menggelengkan kepala dengan tingkah laku Liza yang semakin tidak normal menurut mereka.


Liza hanya akan seperti ini jika berhadapan dengan pria yang memiliki minat khusus pada dirinya. Di luar itu Liza masih anak baik dan cukup normal.


"pah aku semakin khawatir deh sama Liza"kata Dini ketika dia melihat mobil Pandi sudah bergerak menjauh dari pandangannya.


Arnold menepuk pundak dini untuk menenangkan istrinya itu.


Sebenarnya sebagai seorang papa dia juga turut khawatir namun Arnold tidak bisa berbuat apapun.


"jangan khawatir mah kalau ada jodoh tidak akan kemana-mana"


"ya papa benar tapi aku harus buru-buru mengikat Liza dengan pandi pah takut di kemudian hari padi tidak tahan dengan perilaku aneh Liza"kata Dini.


Pada akhirnya mereka berdua melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah lagi.


Sampai sekarang mereka tidak tahu kenapa Putri mereka begitu.Tapi pandi cukup sabar pada nya. Semakin dipikir Arnold dan dini semakin kuat untuk menjodohkan Liza dengan pandi.


Sementara itu di dalam mobil Reza masih diam tapi pada akhirnya mencoba melirik pandi dengan ekor matanya yang indah.


Pandi menangkap sekilas dirikan liza dan jantungnya berdebar-debar lagi. Mungkin karena mata inilah pandi jadi cinta berat dengan Liza. Cinta seberat 1000 ton sampai dia rela merendahkan diri untuknya.


"pandi sekarang aku mau pergi ke bangunan tua itu, gimana?"tanya liza langsung pada pandi.


beberapa hari ini dia memang kerap merasa tidak nyaman dengan kehadiran pandi tapi setiap kali mengingat rumah tua apalagi pertemuannya dengan si ular putih tiba-tiba lidah merasa tidak merasa tidak nyaman itu hilang begitu saja.


Mungkin rasa penasaran lebih dominan di sini. Entahlah tapi Liza juga tidak yakin dengan itu hanya saja dia benar-benar sedang ingin ke sana saat ini.


Siapa tahu dengan melihat itu rasa benci dan kesalnya pada pandi jadi berkurang banyak.


Pandi yang mendengar permintaan liza itu jadi mengkerutkan dahinya. Padahal dia sendiri sudah pernah ke sana dan mengalami pengalaman yang tidak dia sebutkan dengan jelas.Namun pengalaman itu tentu tidak memberikan efek jera pada Liza sama sekali .Buktinya nya Liza masih ingin ke sana.


Tapi kenapa.


"Liza jawab aku dengan jujur apa sih istimewanya bangunan itu sehingga kau pengen ke sana lagi?" tanya pandi yang sedang mengemudi.


Liza sekali lagi diam karena tidak tahu harus menjawab apa. Ini juga lah pertanyaan yang ingin pergi dicari jawabannya oleh Liza.


Tapi bagi pandi diamnya liza itu adalah sebuah pemberontakan dana rasa kesal seperti yang terjadi tadi malam.


Pandi benda-benda memiliki perasaan yang istimewa terhadap liza tapi jika perilaku liza seperti ini lama-lama pandi juga akan marah dan jadi ilfil karenanya.


" liza jawab pertanyaan aku apa istimewa nya bangunan gitu?" kata pandi yang mulai meninggikan suara.


Tentu saja liza menjadi terkejut karena dia tadi sedang melamun. Tapi liza menolak untuk mengakui keterkejutan itu malah menantang pandi dengan tatapan yang tajam.

__ADS_1


Kali ini pandi yang mulai emosi ,dia tidak takut dipandang liza dengan cara itu .Jadi dia berteriak lagi dengan nada lebih tinggi


"kamu belum jawab pertanyaan aku liza ,jawab apa istimewa nya bangunan tua itu sampai kamu marah-marah seperti ini?"


" kamu kenapa berteriak seperti itu sih kamu mau bikin kuping aku budeg?" kata liza yang mengalihkan pertanyaan.


" kamu sih lama-lama bikin kesel juga awalnya kita itu baik-baik saja tapi kenapa semakin kini kamu semakin aneh aja apa ini hanya pikiranku atau memang kau sudah seperti ini sejak awal?" tanya pandi serius.


Cantik kalau gila juga tidak ada gunanya.Atau ini hanya cara liza untuk tidak didekati oleh dia.


" aku memang sudah begini saja dulu jadi kamu mau apa?"


" liza please deh jangan marah-marah terus aku itu hanya mencoba untuk kenal deket sama kamu, Tapi...


"Tapi apa?nggak suka?"


"Liza kamu...


"aku bilang aku mau ke rumah tua itu mau antarin atau enggak, Hem?"kali ini kita benar-benar membentak pandi dengan cara yang emosional. sepertinya lebih parah dari tadi malam.


Terang saja pandi jadi terkejut dengan reaksi aneh liza ini dan menghentikan mobilnya buru-buru. Tanpa disadari mobil sebenarnya berhenti tepat di depan rumah tua itu.


"Liza ada apa sih sama kamu setiap kali ketemu kita berantem aku tuh nggak suka berantem dari dulu tapi kamu..ahh..


Pandi menghentakkan tangannya pada klakson mobil yang membuat mobil mengeluarkan suara keras.


Tetttt..tetttt


"pandi kamu tuh kasar banget kalau nggak mau bilang aja biar aku pergi sendiri"kata lisa yang langsung membuka pintu mobil dan keluar.


Baru pada saat itulah Liza menyadari jika mereka sebenarnya berada di tempat yang memang dia inginkan.


Begitu juga dengan pandi yang sama terkejutnya dengan lokasi ini. Kenapa dia tidak sadar sebelumnya jika mereka sedang berjalan menuju arah.


Mengingat nasehat orang tua buru-buru pandi turun mengejar Liza lagi. dengan cepat ditariknya tangan liza yang akan masuk ke dalam rumah itu.


"Liza kamu jangan pergi ke sana dengerin omongan aku dulu oke"kata pandi dengan nada yang khawatir.


Awalnya Liza baik-baik saja dan dia jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu di bandara. Tapi setelah melewati bangunan ini Liza jadi berbeda. Mungkinkah perilaku liza yang tidak wajar ini ada sangkut pautnya dengan rumah tua yang kata orang misterius.


tapi Liza sama sekali tidak melihat niat baik dari pagi ini dia malah marah dan emosi tingkat tinggi. wajahnya yang cantik tiba-tiba memiliki Aura yang menyeramkan.


"nggak usah pandi aku bisa sendiri kamu pulang saja aku nggak perlu kamu temani oke"kata Liza lagi dengan keras.


begitu tangannya terlepas Liza langsung berjalan cepat dan mencoba membuka pintu gerbang. Untung saja kemarin pandi sempat membeli kunci dan mengunci pintu gerbang itu.


Jadi tidak mungkin juga Lisa bisa masuk ke dalamnya.


"Liza ayo kita pulang kalau kamu tidak nyaman lagi biar nggak ada yang bagus di dalam"cegah pandi lagi.


Jika terjadi sesuatu dengan Liza tentu saja dia harus mempertanggungjawabkannya pada mama dan papa liza .Secara dia yang membawa liza keluar.


Tapi jika pandi tahu akhirnya akan jadi begini tentu dia tidak akan menarik gadis itu. Lebih baik di rumah saja seharian sampai dia kembali lagi ke Australia.


Rumah ini benar-benar memberi dampak buruk bagi Liza khususnya. Karena itu tidak baik jika Liza tetap tinggal di desa ini.


"aku tidak suka sama kamu pandi apalagi kau ngatur-ngatur aku seperti sekarang. aku pengen masuk ke dalam jadi apa urusanmu hah?"


"Liza ayo pulang nanti kita akan bicara lagi oke sepertinya kau tidak sehat"


"kalau mau pulang pergi saja sana dasar banci?"kata Liza yang langsung merendahkan pandi sebagai seorang laki-laki.


Tentu saja pandi marah tapi mengingat situasi Liza yang tidak normal apalagi mereka sedang berada di lingkungan yang misterius juga. Jadi tidak baik jika dia marah-marah. Hal yang terbaik adalah bagaimana caranya membawa Liza dari rumah tua ini tanpa ada yang terluka.


Tapi bagaimana.


"Liza aku yang bawa kamu dari rumah dan tentunya aku yang bertanggung jawab sama kamu sekarang sampai membawa kamu lagi ke rumah. sekarang kamu sedang tidak enak badan dan juga tempat ini berbahaya. aku tidak mau disalahkan oleh orang tuamu jadi ayo pulang"cegah Pandi lagi pada Liza.


"sialan kamu pandi emangnya siapa kamu ?kamu tidak berhak mengatur ngatur aku, pergi pulang sana. katakan pada orang tuaku jika aku yang bersikeras untuk masuk ke dalam sini. dasar penakut"kata lisa yang langsung membuka pintu gerbang.


Anehnya pintu gerbang itu bisa terbuka dengan mudah hanya karena dorongan kecil dari liza. Padahal kunci yang dipasang oleh pandi itu masih ada di sana.


Dan anak kuncinya ada di rumah pandi. Jadi kenapa Liza bisa membuka pintu gerbang dengan mudah.


Hal ini membuat pandi merasa tebakannya itu adalah benar. sesuatu yang misterius di dalam rumah ini benar-benar memanggil Liza berkali-kali dan memandunya untuk datang.


Tapi kenapa bisa begitu, kenapa Liza.

__ADS_1


Ada banyak anak gadis di desa ini ada juga beberapa yang masih perawan. Mungkin lebih cocok dijadikan tumbal atau sebagainya. Tapi belum pernah Pandi mendengar jika rumah tua ini meminta tumbal seorang gadis.


Sementara itu sejauh yang pandi tahu, tidak pernah ada gadis yang hilang di desa ini ataupun di desa sekitarnya . Jadi tidak ada kasus meminta tumbal di sini kan.Tapi kenapa kejadian ini malah menimpa lisa yang notabene baru datang beberapa hari.


kenapa Liza hanim


Karena berbagai alasan yang ada di dalam pikirannya ,mau tidak mau pandi mengikuti langkah Liza dan mencoba mengalihkan perhatiannya. Siapa tahu dia bisa menariknya dan memikulnya pergi dari lokasi ini.


Liza fokus jalan ke depan dengan pikiran yang penuh jadi dia tidak sadar jika pandi sedang bersiap-siap untuk menariknya.


Saat pandi memeluk tubuhnya dan berusaha membopongnya baru pada saat itulah Liza sadar.


"pandi apa-apaan sih kamu turunin aku nggak?" pekik Liza yang tidak terima diperlakukan demikian. dia mah ronta-ronta untuk turun dari pelukan pandi.


Tapi pandi sama sekali tidak menghiraukannya dan langsung bergerak menuju pintu gerbang lagi.Rumah tua ini benar-benar angker dan sama sekali tidak bisa dipandang remeh.


Dengan rasa tanggung jawab yang besar di pundaknya pandi tidak peduli dengan Liza yang menjerit marah di dalam pelukannya.


Tapi untuk beberapa saat kemudian pandi dikejutkan dengan kekuatan Liza yang datang entah dari mana.


Dengan sedikit dorongan saja Liza pandi tiba-tiba menjatuhkan tubuh nya ketanah.


di sana Liza bahkan tidak meringis padahal dia termasuk gadis cengeng. dengan cepat Liza bangkit dari tanah dan menatap marah pada pandi.


"aku tidak ingin mengajak kamu masuk ke dalam oke .kamu mau pulang? pulang saja terlebih dahulu, jangan masuk campur urusanku jika tidak jangan salahkan aku hehehe" kata Liza dengan nada mengancam.


entah bagaimana wajah cantik Liza sekarang memucat seperti mayat yang tidak berdarah. Perubahan ini sangat menyeramkan dan tiba-tiba saja membuat pandi mundur dua langkah.


Hal ini sangat mengerikan sampai bulu roma pandi pun jadi merinding. Sejak dari kecil hingga sekarang Pandi hanya pernah mendengar kisah angker rumah ini tapi sama sekali tidak pernah melihatnya secara langsung.


Namun sekarang semuanya sudah terbukti dengan perubahan wajah liza. Gadis ini benar-benar sudah terkena pandangan buruk oleh makhluk gaib.


"liza,kamu?"


Liza tidak lagi menjawab tapi berjalan dengan angkuh ke dalam halaman besar itu. tidak ada rasa takut di hati lidah bahkan dia tidak menyadari sama sekali jika ada sesuatu yang berubah pada wajahnya.


Sesuatu yang bahkan pria sebesar pandi bisa menjadi ketakutan. Liza saat ini hanya ingin masuk dan mencari tahu ada apa sebenarnya dengan rumah ini.


Kenapa pula dia merasakan sebuah ketertarikan yang aneh padanya.


Langkah kaki Liza disertai dengan hembusan angin membuat situasinya semakin menjadi-jadi.


Setiap kali Liza melangkah dia memecah daun-daun yang mati yang berserakan di sana sehingga menimbulkan bunyi.


"kres ..kres ..kres"


Tanpa sadar Liza juga tersenyum aneh, sebuah keanehan yang bisa dilihat oleh pandi dengan jelas.


Padahal sebenarnya Liza hanya merasa nyaman harus bisa sampai di halaman ini karena itulah dia tersenyum.


Begitu Liza merasakan udara nyaman di halaman besar ,dia merentangkan tangannya dan menghirup nafas panjang seolah-olah udara itu bisa masuk dan berenang bebas di dalam paru-parunya.


Di sini Liza ingin tertawa dan tersenyum, sekarang senyuman inilah yang dilihat mengerikan oleh pandi.


Melihat perubahan liza ini pandi semakin yakin ada sesuatu yang tidak baik terjadi pada liza. Sesuatu itu tentu saja berkaitan dengan rumah ini.


Tapi pandi merasa bertanggung jawab karena memang dia yang membawa Liza dari rumah.


Jadi walau bagaimanapun pandi harus membawa pulang Liza lagi dengan selamat.


Tapi bagaimana caranya.


Dengan menekan rasa takutnya pandi bertatih-tatih berjalan di depan Liza dan mencoba menggenggam tangan liza agar gadis itu bisa sadar.


"liza, Hem mamamu baru saja telepon katanya dia ingin berbicara sama kamu. Gimana kalau kita pulang dulu nanti datang lagi ke sini. aku janji akan nemenin kamu di sini lagi oke?"bujuk pandi.


Dia hanya berbohong untuk mengajak Liza pulang. Jika sudah pulang tentu dia bisa melihat situasinya dengan dukun desa.


Tapi..


"berapa kali aku harus bilang aku nggak mau, apa kau bodoh tidak mengerti ucapan manusia?"kata Liza yang menyeringai dingin.


Lagi-lagi pandi dibuat terkejut. Jika pandi tidak kuat mungkin dia akan kabar detik-detik ini juga.


Mau tidak mau pandi memutuskan untuk melihat situasi dulu sebelum dirinya benar-benar bergerak. Jalan satu-satunya adalah pandi tetap mengikuti ke mana Liza pergi.


Liza sama sekali tidak menghiraukan pandi dan dia membiarkan pandi mengikuti setiap langkahnya.

__ADS_1


Langkah untuk masuk ke dalam rumah tua yang misterius.


__ADS_2