Kekasih Ku Bukan Manusia

Kekasih Ku Bukan Manusia
117


__ADS_3

Joko dan Dewi sudah dikirim ke kantor polisi. Tapi semua orang mengetahui jika mudah untuk Joko dan Dewi keluar dari kantor polisi itu. mereka memiliki beberapa mata-mata di sana.


Walaupun tahu tapi bagi Liza ini hanyalah masalah ujung jari saja.


Sekarang di depan Liza terdapat layar holografik yang menampilkan akses ke dunia maya.


Liza duduk di hadapan layar laptop yang memancarkan cahaya biru. Dia mengoperasikan kontrol dan melakukan pencarian di dunia maya untuk mendapatkan informasi tentang kesalahan Dewi dan Joko.


Liza mengetik dengan cepat untuk membuka akses ke database intelijen global. Cari informasi tentang Dewi dan Joko, terutama keterlibatan mereka dalam kegiatan narkotika.


Di dalam komputer ada catatan tentang Pencarian informasi dimulai. Mengakses database intelijen global...


Liza menunggu dengan tegang sambil melihat matahari terbenam bersinar masuk melalui jendela, menerangi ruangan kamar nya dengan sinar oranye yang lembut


Saat ini Liza masih berada di dalam villa dengan kedua orang tuanya dan juga quinsha Aurora yang diasuh oleh pengasuh bayaran.


papanya Arnold masih sibuk dalam menghandle masalah perusahaan yang baru saja memasuki masa-masa tegang.


Sebelum ini Arnold tidak bisa berpikir tentang masalah perusahaan sama sekali karena masalah di rumah sudah membuatnya pusing pergi ambil.


Tapi sekarang masalah sudah selesai Liza dan cucu yang baru lahir juga sudah ada di rumah. Jadi Arnold kembali disibukkan dengan masalah perusahaan yang tentu menjadi mata pencaharian untuk membesarkan cucu satu-satunya yaitu quinsha Aurora.


Liza juga tidak memiliki banyak kegiatan sama sekali dia memang harus bedrest seiring kejadian melahirkan.


Jadi keseharian Liza memang ada di kamarnya.


Setelah menunggu beberapa jam pada akhirnya pencarian data di temukan oleh komputer berbasis AI.


Komputer dengan suara robotik "Data ditemukan. Dewi dan Joko, pasangan penjahat internasional yang terlibat dalam perdagangan narkotika."


Dari data ini di dapati jika mereka memiliki dukungan dari pemerintah dan itulah kenapa mereka bisa tinggal di Denpasar dengan keberanian.


Liza mengedipkan mata dan memeriksa data yang ditampilkan di layar laptop kesayangan nya


"Jadi backingan ini yang membuat mereka berani beroperasi secara terang-terangan. Ini jelas menjadi lebih rumit dari yang aku bayangkan"gumam Liza.


Liza mengoperasikan kontrol untuk melihat lebih dalam tentang latar belakang dan koneksi Dewi dan Joko dalam dunia maya. Dia mencari petunjuk yang dapat membantu dalam misinya untuk mengungkap kejahatan mereka.


Liza harus berpikir keras dan memutar otaknya agar bisa menemukan bukti yang cukup untuk menjerat mereka, dan mengungkapkan keterlibatan pemerintah dalam kegiatan ilegal ini. Mereka harus bertanggung jawab atas perbuatan mereka.


Liza terus menyelidiki, menyusuri jejak digital Dewi dan Joko di dunia maya, mencari kelemahan dan informasi yang dapat digunakan untuk menghentikan kegiatan mereka.


Pada saat yang sama, dia menyadari bahwa pertempuran ini tidak hanya melawan Dewi dan Joko, tetapi juga melawan kekuatan dan korupsi yang ada di balik mereka.


Tapi ini malah membuat Liza semakin bertekad untuk membawa keadilan kepada mereka yang berkuasa dan melindungi orang-orang yang menjadi korban perdagangan narkotika ini.


dengan begitu Riza menghabiskan begitu banyak waktu di depan layar laptop untuk mencari informasi-informasi ini.


Ketika dia menyelesaikannya itu sudah lewat tengah malam. Liza yang bersemangat tidak menyadari itu tapi langsung bergembira


Segera saja Liza menghubungi pihak intelijen negara melalui komunikasi rahasia kan . di sini Liza menggunakan kartu identitas tiruan dan juga memalsukan akunnya agar tidak bisa diracak dengan mudah oleh pihak yang terkait.


"Halo, Saya memiliki informasi penting tentang kejahatan yang dilakukan oleh Dewi dan Joko, pasangan penjahat internasional yang terlibat dalam perdagangan narkotika"


Petugas Intelijen terlihat begitu tertarik dengan nada suara serius."ini adalah pihak intelijen negara. Silakan lanjutkan dengan informasinya"


Liza mengirim data dan bukti melalui koneksi yang aman " Saya telah mengumpulkan bukti yang menunjukkan keterlibatan mereka dalam kegiatan narkotika dan dukungan dari pihak pemerintah. Mereka telah mengambil keuntungan dari backingan mereka untuk beroperasi di Denpasar"


Petugas Intelijen di sebelah sana sudah pun menerima data dan memverifikasinya "oke Kami menerima data yang Anda kirimkan. Ini adalah informasi yang berharga dan sangat penting untuk upaya penegakan hukum. Terima kasih atas kerjasama Anda"

__ADS_1


" Saya berharap informasi ini dapat membantu pihak intelijen dalam mengungkap dan menindaklanjuti kejahatan mereka. Masyarakat perlu dilindungi dari ancaman ini"


"Kami akan segera memulai investigasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangkap Dewi dan Joko serta mengungkap jaringan mereka. Kerjasama Anda sangat dihargai dan akan diingat"kata pihak intelijen di seberang telepon.


" Saya berharap keadilan dapat ditegakkan dan mereka yang terlibat dalam perdagangan narkotika ini dapat diadili sesuai dengan hukum yang berlaku"


Liza menutup komunikasi dan merasa lega karena telah mengirimkan informasi tersebut kepada pihak intelijen negara. Dia percaya bahwa langkah ini adalah langkah yang tepat untuk menghentikan kejahatan Dewi dan Joko, serta mengungkapkan keterlibatan pemerintah dalam kasus ini.


Dengan harapan bahwa pihak intelijen akan bertindak cepat dan tepat dalam menangani kasus ini.


Sementara itu Istana Raja Siluman Ular, ruang pertemuan.


Percakapan Singkat:


Liza memanggil Raja dengan telepati dengan laporan dalam genggamannya


"Raja, ratu ingin memberitahukan bahwa laporan mengenai Joko dan Dewi sudah berhasil aku kirimkan pada pihak intelijen"


Raja Siluman Ular yang mendengar itu segera tersenyum bangga " Terima kasih, ratu. Kamu telah melakukan tugasmu dengan baik. Putri Wulan Adisti benar-benar telah menunjukkan tanggung jawab yang luar biasa dalam menghadapi situasi ini"


"ya raja ku Putri Wulan Adisti telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang kuat"


Ini adalah putri yang sudah dia lahirkan bagaimana mungkin tidak bangga bukan saja dia .Tapi semua rakyat di dunia senyuman juga bangga dengan kehadiran Putri Wulan Adisti yang benar-benar kuat dan luar biasa.


" Betul sekali, ratu , kita sangat bangga dengan Putri Wulan Adisti. Kinerjanya dalam menyelesaikan misi ini membuatnya pantas disebut sebagai Putri Mahkota Siluman Ular Putih"


Liza meninggalkan telepati dengan perasaan bangga dan senang akan keberhasilan mereka dalam mengatasi situasi dengan Joko dan Dewi.


Sementara itu Putri Wulan Adisti memasuki ruangan dengan raut wajah penuh tanya "Ayahanda, saya ingin bertanya mengenai Joko dan Dewi. Mengapa mereka tidak dihukum dengan tata cara siluman ?"


Raja Siluman Ular memandang Putri Wulan Adisti dengan serius "Putriku, perlu kau pahami bahwa hukum dan tata cara siluman tidak dapat diterapkan pada manusia dengan mudah. Meskipun Joko dan Dewi terlibat dalam dosa terhadap dunia siluman, mereka tetaplah manusia yang hidup dalam sistem hukum manusia"


" Tetapi ayahanda, mereka telah melanggar aturan dan membahayakan dunia siluman. Tidakkah mereka harus dihadapkan pada konsekuensi yang setimpal?"


Tentang hukum alam yang tidak bisa ditolak oleh para siluman meskipun Putri mahkota sekalipun.


Putri wulanda Adisty juga mengungkapkan bahwa beberapa ketidaksukaannya tentang yang disebut dengan pengaturan alam ini.


Tapi Raja dengan lembut menjelaskan bagaimana cara menyikapi hal ini dengan baik. Suatu hari nanti Putri Wulan Adisty akan menjadi seorang ratu di dunia siluman. Dengan begitu dia lebih baik belajar tentang pengaturan seperti ini dengan pengalaman


pengalaman yang berharga.


"Saya mengerti, ayahanda. Namun, apakah tidak ada cara untuk memastikan mereka bertanggung jawab atas tindakan mereka terhadap dunia siluman?"tanya Putri Wulan Adisti yang memang belum puas dengan jawaban ini.


Mereka dengan jelas dan terang benderang melakukan kejahatan yang tidak bisa diampuni tapi dunia siluman bahkan tidak berhak menghukum orang seperti itu dengan alasan mereka adalah manusia.


Cis apa bagusnya menjadi manusia jika kegunaannya hanya ingin menghancurkan bumi saja.


"jangan khawatir putriku, Alam memiliki pengaturannya sendiri dan belum tentu orang yang sejahat itu tidak dihukum oleh alam bukan"kata raja yang terkekeh kekeh.


Semua menteri yang hadir di dalam alam itu semuanya tertawa. Perilaku anak-anak benar-benar dipancarkan oleh apa yang keluar dari mulut Putri mahkota hari ini.


"Hahaha Putri kau masih muda dan begitu banyak hal yang harus Kau pelajari lagi. Ayah Raja akan selalu mendukung dan mengajarimu agar bisa menjadi pemimpin yang baik di masa depan" Kata raja yang dianggukin oleh semua orang yang hadir.


"Terima kasih, ayahanda. Saya tidak akan mengecewakanmu.


Putri Wulan Adisti meninggalkan ruangan, tapi sebelum dia benar-benar meninggalkan ruang pertemuan ini tiba-tiba saja Liza sudah hadir di sana dengan bantuan teleportasi yang dikirimkan oleh raja.


tentu saja Putri Wulan Adisty tidak jadi pergi dan memeluk sang ibu dengan hangat. Liza langsung didudukkan di atas singgasana.

__ADS_1


hari ini Liza akan menyampaikan kabar tentang Joko dan Dewi yang berhasil di bungkam dalam bui dengan berbekalkan informasi-informasi yang dikirimkannya kemarin.


Namun dalam beberapa hal Putri bulan Adisti masih saja menyebutkan ketidakpuasannya karena pasangan itu tidak benar-benar dihukum oleh dunia siluman tapi menerima hukuman dari dunia manusia yang menurutnya tidak seimbang.


tiba-tiba saja Pandi minta izin untuk masuk ke dalam ruang pertemuan ini. atas izin dari Raja Pandi masuk dengan ditatap oleh semua orang . dia adalah mantan penjahat tapi juga pahlawan di saat yang sama. jadi tidak heran jika dia dipandang dengan cara seperti ini.


Pandi juga tidak memasukkan masalah ini ke dalam hati karena dia berpikir itu adalah normal. Tapi tujuan kedatangannya hari ini hanya untuk menyebarkan sebuah berita


" Maaf, Tuanku dan Ratu, Putri Wulan Adisti. Saya perlu memberitahukan sesuatu yang penting mengenai Joko dan Dewi"


Raja siluman ular putih dan ratunya Liza sedang duduk di atas singgasana. mereka sama seperti orang lain yang ingin tahu apa yang dikatakan oleh mantan pangeran tua ini "Sampaikanlah, Pandi. Apa yang kau ketahui tentang mereka?"


Pandi adalah identitasnya sekarang dan Paman pangeran hanyalah kenangan lama. Jadi semua orang sepakat memanggilnya dengan Pandi bukan lagi dengan paman pangeran.


" sebenarnya Joko dan Dewi telah diberi mantra khusus yang menghantarkan mereka ke dalam mimpi-mimpi yang tak ada habisnya. Mimpi-mimpi itu adalah putaran kehidupan yang penuh dengan rasa sakit dan penderitaan yang nyata" Kata Pandi.


Mantra ini adalah manifestasi dari keinginan manusia itu sendiri. Tapi bukan wujud dari keinginan itu melainkan dari perasaan yang terasa nyata.


Seperti halnya Dewi dan Joko memiliki keinginan untuk hidup abadi. Maka dia mendapatkannya di dalam dunia mimpi.


Namun rasa sakit dan penderitaan itu terasa nyata dan memiliki perasaan selama bertahun-tahun. padahal aslinya mereka hanya berada beberapa jam saja di dunia mimpi.


Dengan mantra yang sudah diberikan oleh Pandi ini mimpi tidak akan pernah berakhir kecuali mantra ini dicabut oleh orang yang mengirimkannya dalam hal ini adalah Pandi sendiri.


Tentu saja Pandi akan bodoh jika dia menarik mantra ini secara sukarela.


Tentu saja Raja terkejut mendengarnya. sebagai keturunan dari bangsawan dia juga memiliki mantra itu secara pribadi tapi sampai saat ini dia tidak pernah menggunakannya karena teknik itu adalah teknik terlarang yang jika melakukannya akan mengancam nyawamu .


Jadi apakah karena ini yang mengakibatkan Pandi terakhir kali ditemukan di ruang laboratorium.


"Apakah maksudmu, Pandi? Bagaimana mereka bisa terjebak dalam putaran kehidupan yang mengerikan itu?"kata seorang menteri yang juga terkejut karena pernah mendengar tapi tidak pernah melihatnya secara nyata.


Pandi memandang ke arah menteri yang bertanya itu dan dia tidak malu untuk menjelaskan seluk beluk arti dari mantra yang digunakannya pada Joko dan Dewi


" Melalui mantra khusus yang mereka terima, Joko dan Dewi mengalami mimpi-mimpi yang terus-menerus mengulang rasa sakit dan penderitaan dalam kehidupan mereka. Seperti ayam yang dipotong untuk diambil dagingnya, rasa sakit itu benar-benar nyata bagi mereka"


Putri Wulan Adisti yang mendengarkannya juga bergidik dengan ngeri,dia berkata,"Sungguh mengerikan. Apakah mereka akan terus-menerus mengalami mimpi-mimpi tersebut?


Pandi segera menganggukkan kepalanya " Ya, Putri Wulan Adisti. Mimpi-mimpi itu akan terus menghantui mereka setiap kali tidur. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, mereka pasti akan terpengaruh dan bahkan dapat menjadi gila karena beban penderitaan yang tak kunjung berakhir"


mendengar penjelasan ini semua orang berpikir ulang karena mengingat kekejaman mantra. pada akhirnya entah kenapa Putri Wulan Adisti tersenyum.


" Ini adalah hukuman yang sangat kejam. Namun, kita tidak bisa mengabaikan dosa besar yang telah mereka perbuat terhadap dunia siluman ular putih"


" Apakah tidak ada cara lain untuk menghukum mereka, Pandi? Cara yang tidak melibatkan penderitaan yang terus-menerus"


Liza adalah seorang wanita yang memiliki hati dan perasaan yang lembut. ada begitu banyak hukuman yang bisa diberikan oleh Joko dan Dewi Tapi kenapa harus memilih hukuman seperti ini. Hukuman ini terlalu mengerikan bahkan ini akan memberikan dampak untuk mental mereka nantinya.


"Mungkin ada cara lain, Tuanku dan Ratu. Kita dapat mencari jalan untuk membebaskan mereka dari siksaan mimpi tersebut, namun tetap memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka"


Pandi berkata biarkan mereka merasakan hal sedemikian dulu untuk beberapa waktu sementara para menteri yang hadir bisa memikirkan hukuman lain yang dikiranya tidak kejam seperti yang dilakukan oleh Pandi.


Raja Siluman Ular berkata dengan semua Mentri yang hadir.


"Kalian benar,Kita akan mencari jalan yang bijaksana untuk mengatasi masalah ini. Tetapi, kita juga harus memastikan bahwa keadilan terpenuhi dan perbuatan mereka tidak terulang kembali"


Tiba-tiba saja di ruang pertemuan itu memiliki topik lain untuk lihat bahas. Ini tentang solusi yang dapat ditempuh untuk menghukum Joko dan Dewi tanpa harus terus-menerus menghimpit mereka dengan mimpi-mimpi mengerikan.


Tapi di antara semua orang yang hadir hanya Putri mahkota Wulan Adisty saja yang menyeringai dengan bahagia.

__ADS_1


Hukuman itu tidak sekejamnya dipikirkan oleh orang lain itu hanyalah sekedar mimpi bukanlah nyata.


Benarkan, hehehe.


__ADS_2