
... Lintang meminta Bima, Jonathan, dan Yuna untuk mulai memancing para bola laien dengan pengeras suara yang ada di gedung sekolah tersebut. Tidak butuh waktu lama Bima, Jonathan dan Yuna mulai menyalakan sirene yang memancing para bola alien untuk segera datang menuju sumber suara. Beberapa kelompok siswa yang telah menyelesaikan tugasnya langsung bergegas pergi untuk membantu kelompok lain memasang bom yang tersisa....
... Setelah selesai memasang bom mereka bergegas pergi menuju gedung tempat mereka akan bersembunyi saat meledakan bom di gedung sekolah yang telah mereka rencanakan sambil membunyikan alarm semua kendaraan yang mereka temui. Kelompok Ilham, Vivi, dan Yoshua bergegas datang untuk membantu Lintang yang sedang memasang sisa bom dari kelompok Jihan dan Julian. Nara, Charlie, dan Hana mulai melihat banyak bola alien yang berdatangan ke arah sumber suara membuat mereka meminta semua teman - temannya untuk segera keluar terutama Lintang....
... Mendengar pesan tim Nara, Charlie, dan Hana, Bima menduga Lintang masih belum selesai memasang bom sehingga dirinya meminta Jonathan dan Yuna untuk pergi terlebih dahulu. Bima langsung membantu memasang bom yang tersisa dari kelompok Jihan dan Julian bersama yang lain. Mengingat waktu yang semakin menipis sementara para bola alien sudah semakin mendekat Lintang meminta Bima untuk membawa para siswa yang tersisa pergi dari gedung sekolah sementara dirinya akan menyelesaikan memasang bom sendirian....
“Cepat pergi!” teriak Lintang dengan mata berkaca - kaca.
“Aku tidak mau pergi!” protes Vivi mencoba memberontak kala dirinya ditahan oleh Julian untuk segera pergi.
... Pada akhirnya Bima berhasil membawa pergi Vivi, Julian bersama yang lainnya meninggalkan Lintang yang masih sibuk memasang bom yang tersisa. Para siswa yang sudah tiba di gedung tempat mereka akan bersembunyi dan meledakan gedung sekolah hanya mampu terdiam melihat banyaknya bola alien yang berdatangan masuk ke gedung sekolah. Setelah selesai memasang bom dan memastikan semuanya saling terhubung satu sama lain, Lintang langsung bergegas turun untuk pergi keluar dari gedung sekolah....
... Baru saja turun satu lantai Lintang langsung mendengar suara gerombolan bola alien yang sudah berada di gedung sekolah dan sedang naik ke lantai tempat dirinya berada. Lintang memutuskan untuk pergi melalui tangga darurat tapi baru turun satu lantai dirinya juga langsung mendengar dan melihat gerombolan bola alien yang sedang naik ke lantai atas dari tangga darurat. Akhirnya Lintang memutuskan untuk menembaki para bola alien sambil terus berusaha mencari jalan untuk pergi keluar dari gedung sekolah....
__ADS_1
... Para bola alien terus berdatangan satu persatu dan menyerang Lintang hingga membuatnya jatuh bangun memusnahkan para bola alien yang ada di hadapannya. Di luar gedung sekolah Bima, Charlie, Ilham, Julian, Jihan dan Vivi sedang bersembunyi menunggu semua bola alien masuk ke dalam gedung sekolah. Mereka mulai mendengar suara tembakan dari Lintang yang masih berada di dalam gedung sekolah....
... Setelah memastikan kondisi aman Biman langsung mengajak siswa pleton 2 yang sedang bersamanya untuk segera pergi ke gedung tempat mereka akan bersembunyi. Di dalam gedung sekolah Lintang terus di kejar oleh para bola alien yang membuatnya terus menembak dan menyerang para bola alien satu persatu. Lintang terus berlarian kesana kemari untuk mencari jalan keluar sambil terus memusnahkan para bola alien yang datang menyerang dirinya....
... Lintang yang jatuh bangun melawan para bola alien sempat melompat turun satu lantai untuk memusnahkan para bola alien tanpa dia sadar lompatan tersebut membuat kakinya terluka hingga kesulitan berjalan. Meskipun begitu Lintang terus berusaha mencari jalan keluar sambil berjalan menahan rasa sakit di kakinya dan terus memusnahkan para bola alien yang ditemuinya. Lintang yang terus menembaki para bola alien akhirnya kehabisan amunisi hingga dirinya memutuskan untuk bersembunyi di salah satu ruangan gedung sekolah tersebut....
... Di waktu yang bersamaan Bima dan semua siswa pleton 2 sudah berkumpul di gedung tempat mereka untuk bersembunyi dan meledakan gedung sekolah sambil terus memperhatikan keadaan gedung sekolah yang sudah dimasuki oleh banyak bola alien. Bima langsung meminta Julian untuk mempersiapkan detonator sambil menunggu Lintang keluar dari gedung sekolah. Hal itu membuat para siswa mecemaskan keadaan Lintang karena sampai saat ini ternyata Lintang masih berada di dalam gedung sekolah....
... Semua bola alien sudah berada di dalam gedung sekolah yang membuat Lintang sadar bahwa dirinya sudah tidak memiliki kesempatan untuk keluar dari gedung sekolah. Setelah berpikir sejenak sambil melihat - lihat isi ruangan tempat dia bersembunyi akhirnya Lintang membulatkan tekad untuk memberikan perintah peledakan kepada Bima dan para siswa dari pleton 2. Sontak hal tersebut membuat para siswa pleton 2 meminta Lintang untuk keluar terlebih dahulu dan setelah memastikan keberadaan Lintang mereka baru akan meledakan gedung sekolah....
“Kamu akan membuat kita semua terbunuh disisi!” kata Lintang yang seketika membuat Bima berhenti.
“Bima kendalikan dirimu! Jika kita tidak meledakan gedung sekolah sekarang, maka kita semua akan mati.!” lanjut Lintang penuh tekad sambil meneteskan air mata.
__ADS_1
... Mendengar hal itu Vivi langsung menangis sambil berteriak meminta Lintang untuk segera pergi keluar dari gedung sekolah. Lintang memberitahu kondisinya bahwa dirinya sudah tidak bisa pergi dari gedung sekolah yang membuat beberapa siswa pleton 2 mulai menangis. Beberapa diantara mereka juga melihat pergerakan para bola alien yang berada di gedung sekolah mulai bergerak ke arah luar seakan - akan mereka akan pergi dari gedung sekolah....
... Bima berusaha menekan tombol detonator tapi Vivi langsung mencegah Bima untuk menekannya sambil menangis penuh harap menatap Bima. Vivi langsung mengambil radio milik Bima untuk mengingatkan janji Lintang yang akan melindungi semua siswa pleton 2 hingga akhir. Mendengar hal itu membuat Lintang merasa bersalah dan mulai menangis tapi Lintang berusaha mengendalikan dirinya sendiri agar bisa tetap memberikan perintah....
“Maafkan aku, aku tidak bisa melindungi kalian sampai akhir seperti janjiku. Aku juga minta maaf karena telah menyeret kalian ke medan perang sebagai orang dewasa. Awalnya aku pikir kalian hanya anak - anak yang tidak patuh, tapi setelah kupikirkan aku sangat bersyukur dan bangga kepada kalian.” kata Lintang merasa bersalah.
“Berkat kalian perang tak berujung ini menjadi tidak terasa begitu menakutkan bagiku. Jadi mulai sekarang percaya dan andalkan teman - teman di sampingmu, saling melindungilah satu sama lain dan jangan sampai terbunuh.” lanjut Lintang sambil meneteskan air mata.
“Naga mungkin aku terlambat mengenalmu, tapi aku merasa terhormat bisa menjalankan misi ini bersamamu. Naga aku tahu kamu yang paling siap untuk meledakan bom di gedung sekolah, jadi ini perintah terakhir dariku, tolong ledakan gedung sekolah sekarang!” intruksi Lintang penuh tekad yang langsung mematikan radio komunikasi miliknya.
... Vivi langsung menangis histeris sambil memukul - mukul radio milik Bima berharap kembali terhubung dengan Lintang. Namun perintah terakhir Lintang membuat semua siswa pleton 2 menangis tanpa tahu harus bagaimana dan tidak ingin meledakan gedung sekolah dengan Lintang yang masih berada di dalamnya. Banyak dari para siswa meminta untuk tidak meledakan gedung sekolah tapi Naga dengan sigap memegang kendali detonator dan langsung menekan tombolnya....
“Maafkan aku, senang bisa mengenal anda Letnan Lintang!” kata Naga sambil menekan tombol detonator.
__ADS_1
... Akhirnya para bola alien berhasil dimusnahkan dengan meledakan gedung sekolah yang membuat Bima dan para siswa pleton 2 menangis histeris kecuali Naga. Lintang tersenyum bangga dalam tangisnya sebelum ikut tewas dalam gedung sekolah yang di ledakan tersebut. Setelah meledakan gedung sekolah Naga memisahkan diri dari teman - temannya untuk menangis dan menenangkan dirinya menghormati gugurnya Lintang dalam memusnahkan para bola alien....