
... Setelah Naga selesai menjalani operasi, Nara, Eri, dan Yuri dengan penuh perhatian merawat Naga di salah satu rumah sakit terbaik kota Seoul, Korea Selatan. Satu Minggu berlalu sebelum matahari terbit Naga mulai membuka matanya perlahan - lahan melihat Nara yang sedang tertidur sambil duduk dengan Eri yang tidur sambil berbaring menggunakan paha Nara sebagai bantalan. Sementara Yuri tidur di kursi yang lain membuat Naga berusaha bangkit dari posisinya tapi karena satu Minggu Naga dalam keadaan koma tubuh Naga menjadi kaku sehingga usaha Naga untuk bangkit justru membangunkan Nara, Eri, dan Yuri....
“Naga jangan dulu banyak bergerak kakak akan panggilan dokter!” pinta Yuri sambil tersenyum lega menatap Naga.
... Melihat Naga yang terbangun Eri dan Nara tersenyum lega sambil meneteskan air mata haru menatap Naga yang membuat Naga tersenyum tipis secara perlahan. Tidak lama kemudian datang seorang dokter yang langsung memeriksa keadaan Naga dan memastikan bahwa keadaan Naga baik - baik saja tapi Naga perlu tetap beristirahat di rumah sakit setidaknya selama 3 hari ke depan sambil melatih tubuhnya yang kaku akibat koma selama satu Minggu kemarin. Nara, Eri, dan Yuri dengan penuh perhatian serta kasih sayang menemani Naga menjalani fisioterapi selama tiga hari ke depan yang membuat senyum penuh kebahagiaan terpancar kembali di wajah mereka berempat....
... Meskipun baru tiga hari menjalani fisioterapi Naga sudah jauh lebih baik dibandingkan orang - orang yang mengalami koma pada umumnya sehingga dokter mengizinkan Naga untuk kembali ke Indonesia. Setelah pulang kembali ke markas klan Gensai setiap hari Naga selalu berlatih secara bertahap untuk memulihkan keadaan tubuhnya terutama dua Minggu lagi Nara akan menjalani upacara wisudanya. Dua Minggu berlalu Nara mengikuti upacara wisudanya dengan khidmat dan penuh suka cita bersama para wisudawan lainnya....
... Setelah selesai upacara wisuda Nara berfoto bersama teman - teman kuliahnya beberapa senior dan juniornya yang ikut berbahagia atas wisudanya Nara. Sheryl yang juga berkuliah di Universitas Indonesia juga datang untuk mengucapkan selamat serta berfoto bersama dengan Nara. Teman - teman kelas 12-2 juga datang untuk mengucapkan selamat kepada Nara dan Yuna yang wisuda bersamaan....
“Selamat ya Nara, Yuna!” kata Jihan yang langsung cipika cipiki dengan Nara diikuti teman - teman wanita dari kelas 12-2.
“Selamat atas wisudanya Nara, Yuna!” lanjut Julian diikuti ucapan dari teman - teman laki - laki dari kelas 12-2 dengan penuh senyum kebanggaan.
“Bagaimana keadaan Naga, Nara?” tanya Jihan cemas sambil menatap Nara.
“Dokter bilang tidak ada manusia normal yang pulih secepat Naga setelah koma meskipun hanya satu Minggu.” jawab Nara sambil tersenyum lega yang diikuti senyum lega dari teman - teman kelas 12-2.
“Syukurlah!” jawab Deby sambil menarik napas lega.
“Bagaimana seragam pesta pernikahan kami? Apa kalian semua puas dengan hasilnya?” tanya Naga tiba - tiba dari belakang teman - teman kelas 12-2 yang membuat semua orang melihat ke arah Naga.
__ADS_1
“Naga kamu rupanya datang ke acara wisuda Nara!” kata Teguh sambil tersenyum bahagia menatap Naga.
“Bagaimana mungkin aku tidak datang ke acara sepenting wisuda Nara?” jawab Naga sambil tersenyum menatap Nara.
“Seharusnya kamu tidak perlu memaksakan diri Naga!” jawab Nara manja sambil menatap Naga dengan penuh senyuman.
“Aku sudah pulih sepenuhnya Nara.” jawab Naga santai sambil tersenyum.
“Iya, tapi kamu terus berlatih agar kamu bisa datang ke acara wisudaku.” jawab Nara manja sambil menggenggam tangan kanan Naga.
“Jika aku tidak tahu apa yang sebelumnya kamu lakukan, ucapan Nara tadi akan terdengar sangat aneh. Bagaimana mungkin seseorang terus berlatih untuk datang ke acara wisuda kekasihnya?” kata Raka bercanda yang membuat semua yang mendengarnya tertawa.
... Yuri dan Eri mengucapkan selamat sekaligus memberikan Nara sebuah hadiah untuk merayakan wisuda Nara. Tiba - tiba Yuri dan Eri meminta Naga untuk pergi ke suatu tempat yang membuat Nara penasaran sekaligus penuh tanya. Tanpa basa basi Naga mengajak Nara, Yuri, dan Eri pergi ke sebuah rumah yang ada di atas salah satu bukit yang masih berada di wilayah markas klan Gensai....
“Sejak kapan ada sebuah vila di atas salah satu bukit di wilayah markas klan Gensai Naga?” tanya Nara tersenyum bahagia sambil melihat pemandangan sekitar yang terdapat dihadapannya.
“Ini bukan vila tapi rumah yang aku minta kepada Ayahku karena bukit ini sejak dulu menjadi tempatku bermain, berlatih, menyendiri hingga menenangkan diri.” jawab Naga yang tersenyum sambil menatap Nara.
“Setelah menikah nanti aku berencana untuk tinggal disini, meskipun ini masih berada di wilayah markas klan Gensai tapi aku bisa merasakan perjalanan pergi bekerja, bagaimana menurutmu?” tanya Naga sambil menatap Nara penuh harap.
“Aku sangat menyukainya Naga.” jawab Naga yang tersenyum bahagia sambil menatap Naga.
__ADS_1
“Apa aku bilang kak Nara juga pasti akan menyukainya!” tambah Eri sambil tersenyum penuh kemenangan menatap Naga.
“Apa kamu berpikir aku tidak akan menyukainya?” tanya Nara memastikan sambil tersenyum jahil menatap Naga.
“Tidak, aku pikir kamu ingin tinggal diluar markas klan Gensai.” jawab Naga santai.
“Setelah menikah, rumahku itu kamu dan jika aku bisa tinggal di rumah seindah ini! Itu adalah salah satu harta yang sangat berharga bagiku dan meskipun ini pertama kalinya aku datang ke sini rasanya aku langsung jatuh cinta seolah - olah aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepadamu!” jawab Nara yang tersenyum bahagia menatap Naga diikuti senyuman Eri dan Yuri.
... Yuri dan Eri langsung meminta Naga masuk ke dalam rumah tersebut mengajak Nara berkeliling. Pada awalnya di bukit tersebut ada sebuah pohon yang Naga minta kepada ayahnya untuk Naga bermain dan berlatih sambil menyendiri serta menenangkan dirinya sendiri. Seiring berjalannya waktu Naga meminta beberapa hal tambahan untuk melengkapi rumah pohon tersebut hingga akhirnya setelah Naga berpacaran dengan Nara, Naga meminta untuk membangun rumah di bukit tersebut sebagai tempat tinggal Naga dan Nara kelak....
... Namun karena satu dan lain hal rumah tersebut baru selesai satu tahun yang lalu dan Naga mulai sering menghabiskan waktu di rumah tersebut dan terkadang Eri serta Yuri juga ikut menghabiskan waktu di rumah tersebut. Naga meminta Yuri dan Eri untuk tidak membicarakan rumah tersebut kepada Nara karena Naga berpikir mungkin Nara ingin tinggal diluar markas klan Gensai. Ternyata bagi Nara tinggal dimanapun tidak masalah selama bersama Naga dan ketika melihat rumah tersebut Nara langsung menyukainya dan akan tinggal disana....
... Ketika Mamahnya Nara dan semua teman - teman kelas 12-2 datang ke rumah yang akan ditinggali Naga dan Nara setelah menikah nanti untuk membantu mempersiapkan pesta pernikahan Naga dan Nara, mereka semua menyukai rumah tersebut. Setiap detail dari rumah tersebut disukai oleh Mamahnya Nara dan semua teman - teman kelas 12-2 hingga mereka semua merasa nyaman berada di dalam rumah tersebut. Prosesi pernikahan Naga dan Nara berlangsung khidmat dan penuh haru dihadiri oleh kerabat, teman - teman, dan orang - orang penting yang berhubungan dengan klan Gensai....
“Jika aku bisa kembali ke masa lalu, aku akan berusaha meluluhkan hati Naga sejak pertama kali bertemu dengannya!” kata Hana yang tersenyum kagum melihat Naga dan Nara yang sedang berjalan bersama menuju kursi pelaminan setelah dinyatakan sah sebagai sepasang suami istri.
“Hana, memangnya kamu siap menghadapi Naga yang tiba - tiba harus pergi?” tanya Resa memastikan sambil tersenyum bahagia melihat ke arah Naga dan Nara.
“Ah benar juga.” jawab Hana sambil tertunduk lemas.
“Setelah semua yang kita jalani aku yakin Naga dan Nara memang ditakdirkan untuk bersama, mereka saling melengkapi dan mereka saling memahami.” kata Jihan sambil tersenyum bahagia melihat ke arah Naga dan Nara.
__ADS_1