
... Perintah mundur yang dikeluarkan oleh Lintang membuat beberapa siswa pleton 2 menjadi galau. Beberapa dari mereka juga memikirkan tentang nasib penampungan lainnya hingga sekolah mereka yang sempat dihujani bola alien dari atas hingga diserang banyak bola alien kecil. Beberapa dari mereka juga memikirkan nasib Lintang mengingat Lintang pernah membangkang perintah komandan markas mereka sebelumnya saat menjemput para siswa kelas 12-2 truk 1....
“Naga apa kamu baik - baik saja?” tanya Nara lemah lembut yang membuat Naga langsung melihat ke arahnya kebingungan.
“Aku? Aku tidak melakukan apapun.” jawab Naga yang masih kebingungan apa yang dimaksud oleh Nara sambil menatap Nara.
“Kamu baru saja menangkis sebuah peluru dengan belati yang kamu bawa, apa kamu tidak terluka?” tanya Nara memastikan.
“Benarkah?” tanya Ilham terkejut yang langsung berdiri tidak percaya.
“Benar, sejujurnya aku lebih terkejut melihat Naga yang menangkis tembakan Yossi dengan belati daripada melihat Yossi yang berusaha menembak komandan pleton.” kata Jihan sambil melihat ke arah Naga.
“Aaah aku baik - baik saja, aku beruntung bisa menghadang peluru tersebut itu hanya reflek diriku saja yang tidak bisa berdiam diri ketika tahu Jihan dan komandan pleton dalam bahaya.” jawab Naga yang tersenyum sambil berusaha memikirkan cara mengalihkan pembicaraan mereka.
“Hoo iya Nara bukankah saat ini giliran kamu berjaga bersama Kevin?” tanya Naga memastikan sambil menatap Nara.
“Ah benar, ayo Kevin kita pergi berjaga!” ajak Nara sambil melihat ke arah Kevin.
“Ayo.” jawab Kevin sambil mengangguk dengan penuh senyuman.
... Setelah Nara dan Kevin bertugas mereka semua langsung bubar untuk beristirahat di tempat tidur mereka masing - masing. Vivi yang menyukai Lintang dan mencemaskan keadaan Lintang secara sembunyi - sembunyi pergi ke ruangan Lintang untuk memberikan camilan. Tidak lama setelah Vivi memberikan sebuah camilan untuk Lintang dirinya langsung pergi kembali ke tempat tidurnya untuk beristirahat....
__ADS_1
... Nara berjaga dengan penuh kewaspadaan dan penuh perhatian sambil melihat area sekitar melalui teleskop senapan miliknya. Kevin mengajak Nara berbicara untuk mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang dengan penuh perhatian tapi fokus Nara dalam mengawasi area sekitar tidak bisa diganggu oleh apapun. Sesekali Kevin masih berusaha mengajak Nara berbicara di sela - sela waktu mengawasi area sekitar tapi Nara hanya mendengarkan yang dikatakan Kevin dengan seksama tanpa meresponnya....
“Aku melihat bola alien!” kata Nara sambil mengamati pergerakan bola alien dari teleskop senapan miliknya.
“Detektor bola alien tidak menunjukan apapun.” kata Kevin yang dengan sigap langsung memeriksa detektor alien mereka.
“Mereka diluar radar, sekitar dua kilometer dari sini.” jawab Nara penuh percaya diri sambil melihat ke arah bola alien.
... Kevin langsung mengambil teropong mereka dan melihat pergerakan bola alien yang dimaksud Nara. Ketika mereka sedang mengamati pergerakan bola alien tampak sesuatu hal terjadi diantara bola alien kecil dan sedang yang berada di daratan dengan bola alien yang masih ada di langit. Mereka menduga bahwa para bola alien saling bertukar sinyal satu sama lain dan memutuskan untuk segera melaporkan hal tersebut kepada Lintang....
“Kami sendiri belum yakin, tapi bola alien yang ada di daratan memancarkan cahaya dan tidak lama setelah itu bola alien yang ada di langit juga memancarkan cahaya.” kata Nara ketika dirinya dan Kevin melaporkan kepada Lintang dan Bima setelah semua siswa dipanggil untuk berkumpul kembali.
“Setelah itu mereka pergi ke suatu tempat seperti mereka sedang menjalin komunikasi satu sama lain.” tambah Kevin sambil menatap Lintang penuh percaya diri.
“Mereka memeriksa keberadaan orang - orang lalu mengatur strategi untuk menyerang. Sepertinya bola alien lebih pintar daripada yang kita duga.” lanjut Naga penuh percaya diri yang membuat Nara langsung melihat peta yang ada di tengah - tengah mereka.
“Mereka pergi ke sekitar area ini lalu kembali ke tempat mereka semula.” kata Nara sambil menunjukan tempat yang dimaksud di peta.
“Ada apa di area itu?” tanya Lintang sambil memikirkan berbagai macam kemungkinan yang membuat semua orang ikut melihat ke arah peta.
“Aku dengar bahwa disana ada satu penampungan dari komandan pleton kami sebelumnya.” jawab sang penyintas wanita penuh percaya diri.
__ADS_1
... Seketika semua orang langsung menyadari bahwa penampungan tersebut akan menjadi target serangan para bola alien selanjutnya. Penampungan yang bertujuan menjadi tempat aman untuk orang - orang berkumpul satu sama lain pada akhirnya menjadi tempat para bola alien membantai umat manusia dengan mudah. Mereka semua ingin mengirimkan informasi tersebut kepada pos penampungan yang dimaksud tapi alat komunikasi mereka masih dalam gangguan....
“Besok pagi kita akan tetap mundur sesuai rencana.” kata Lintang yang terpaksa mengambil keputusan tersebut setelah mempertimbangkan beberapa hal dan membuat kebanyakan para siswa di hadapannya terkejut serta langsung melihat ke arah Lintang.
“Lalu bagaimana dengan penampungan itu?” tanya Kevin memastikan.
“Jumlah bola alien terlalu banyak, mari kita kembali secepatnya dan mencari cara lain.” jawab Lintang sambil melihat semua siswa di hadapannya.
... Seketika jawaban Lintang memicu perdebatan diantara mereka, beberapa diantara mereka berpikir untuk segera pergi ke penampungan tersebut memberitahu informasi yang mereka dapatkan atau bahkan membantu penampungan tersebut sebelum terlambat. Beberapa yang lain sepakat untuk menjalankan rencana mundur dengan berbagai alasan mulai dari berdalih tidak ada yang bisa mereka lakukan hingga rasa ketakutan mereka. Opini dari beberapa siswa pleton 2 membuat Lintang dan Bima kembali memikirkan pilihan mereka sambil menimbang - nimbang mana keputusan terbaik yang bisa mereka ambil....
“Orang tua seseorang mungkin ada di sana lalu siapa yang akan melindungi mereka?” kata Sarah yang ketakutan tapi juga sudah membulatkan tekad untuk memberanikan dirinya dengan mata berkaca - kaca.
“Jika kita pergi maka murid lain akan datang dan terus akan seperti itu.” tambah Resa sambil menatap Lintang dengan tekad yang bulat membuat semua orang merenung kembali dan berpikir untuk menyelamatkan penampungan tersebut.
“Sepertinya sudah diputuskan!” kata Teguh yang tersenyum penuh percaya diri.
... Seketika Lintang dan Bima menatap semua siswa pleton 2 dengan tatapan penuh kebanggaan. Keesokan paginya setelah selesai sarapan Lintang dan Bima mulai menjelaskan situasi yang mungkin akan mereka hadapi dari keputusan mereka bersama melawan para bola alien yang berusaha menyerang sebuah penampungan. Lintang menjelaskan rencana mereka untuk memusnahkan para bola alien sekaligus dengan cara memancing mereka ke sebuah gedung sekolah di dekat tempat mereka berkumpul sekarang lalu meledakan gedung tersebut....
... Setelah mendengar penjelasan Lintang mereka semua langsung dibagi - bagi tugas oleh Lintang untuk mensukseskan rencana yang mereka buat bersama. Resa, Raka, dan Rani pergi untuk mencari dinamit yang langsung mereka rangkai satu persatu untuk menjadi bom. Setelah semua bom selesai di rakit para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk memasang bom di lokasi - lokasi yang telah ditentukan di gedung sekolah tempat rencana mereka akan dijalankan....
... Semua siswa pleton 2 langsung berpencar bersama kelompok kecil mereka masing - masing dan langsung memulai tugas mereka dalam memasang bom. Lintang langsung pergi ke ruang CCTV setelah listrik kembali dinyalakan untuk memastikan semua siswa pleton 2 aman. Nara, Charlie, dan Hana langsung pergi ke atap untuk mengamati pergerakan para bola alien sampai semua perangkap yang mereka rencanakan selesai dibuat....
__ADS_1
... Semua siswa pleton 2 mulai memasang bom satu persatu lalu saling menghubungkan bom yang satu dengan yang lainnya agar saling terhubung. Mereka bekerja sama dan saling membantu satu sama lain agar berhasil memasang bom dengan cepat. Setelah selesai memasang bom mereka langsung menutup semua pintu keluar yang mereka temukan agar hanya ada satu pintu untuk keluar masuk ke dalam gedung tersebut....
... Tiba - tiba Nara, Charlie, dan Hana melihat pergerakan para bola alien yang aneh dan langsung melaporkannya kepada semua orang melalui radio pleton 2 bahwa para bola alien sudah mulai bergerak. Mendengar hal itu Lintang langsung berlari untuk membantu para siswa yang belum selesai memasang bom. Para siswa yang masih memasang bom mulai mempercepat pekerjaan dan pegerakan mereka agar bisa menyelesaikan tugas mereka masing - masing....