
... Sang betina yang kehilangan dua matanya menyerang membabi buta membuat Naga dan Tea terus menghindari semua serangan sang betina sambil mencari celah untuk menyerang balik. Melihat kesempatan Tea langsung mengeluarkan toksin yang dia bawa lalu menyuntikannya ke salah satu ekor sang betina. Sang betina yang menyadari bahwa suntikan tersebut bisa membunuhnya langsung menggigit dan memutuskan ekornya sendiri yang terkena toksin....
... Setelah berhasil memutuskan ekornya sendiri sang betina langsung berjalan ke arah Tea sambil terus menyerang secara membabi buta. Ketika Tea sudah terpojok Naga langsung menyayat telapak tangannya untuk menarik perhatian sang betina dengan penciumannya. Sang betina yang mencium darah langsung berlari ke arah Naga tanpa ragu, ketika Naga sudah siap bertarung melawan sang betina tiba - tiba Tea melompat menangkap serta menyayat leher sang betina....
... Sang betina langsung memegangi lehernya sendiri berusaha menghentikan pendarahannya sambil terus berusaha menyerang Tea. Namun Tea berhasil menhindari setiap serangan sang betina dengan kecepatannya dan berhasil menusukan pisau yang dia pegang beberapa kali ke tubuh sang betina. Tea menyadari bahwa dirinya masih membawa sebuah toksin yang langsung dia ambil dari salah satu saku jaketnya dan memasukannya ke dalam mulut sang betina....
... Toksin tersebut langsung melelehkan mulut serta kepala sang betina dan terus melelehkan tubuhnya perlahan - lahan. Dengan sigap Naga langsung menendang sang betina sehingga sang betina terjatuh ke jurang hingga tubuhnya hancur tak bersisa setelah berbenturan dengan salah satu batu di dalam jurang tersebut. Naga langsung memeluk Tea dengan penuh kehangatan sambil tersenyum bangga yang membuat Tea juga langsung memeluk Naga dengan penuh kasih sayang ketika Jay berjalan menghampiri Naga dan Tea....
... Tujuh pengawal Naga beserta empat dari lima pelindung Tea yang mengawasi mereka langsung datang untuk menjemput mereka dan membawa mereka kembali ke Indonesia. Berita keberhasilan klan Gensai melenyapkan para landak putih sebelum landak putih muncul ke permukaan menjadi topik hangat di seluruh televisi dunia dan membuat banyak orang bersorak sorai gembira. Nara yang melihat berita tersebut juga langsung menangis haru atas keberhasilan Naga meskipun sampai saat ini dirinya belum bisa menghubungi Naga....
... Naga kembali pulang ke Indonesia tepat pada hari peringatan kematian teman - teman kelas 12-2 yang gugur membuatnya langsung menghubungi Nara bahwa dirinya akan menyusul untuk memperingati kematian teman - teman mereka. Belum sempat Nara banyak berbicara, Naga meminta Nara untuk menunggu kedatangannya karena Naga ingin mengobrol secara langsung melepas rasa rindunya yang sudah sangat besar. Mendengar hal itu Nara tersenyum bahagia dan langsung menyetujui permintaan Naga sambil mengakhiri panggilan telepon dari Naga....
“Nara!” sapa Jihan yang langsung memeluk Nara ketika Nara baru tiba di acara peringatan kematian teman - teman kelas 12-2 setelah satu tahun berlalu.
“Apa Naga tidak akan datang?” tanya Jihan memastikan.
“Naga sedang dalam misi ke utara Rusia.” jawab Diki yang membuat semua siswa kelas 12-2 langsung melihat ke arah Diki.
“Iya benar, tapi Naga sudah pulang dan katanya akan datang kesini.” tambah Nara sambil tersenyum melihat semua teman - temannya.
__ADS_1
“Itu Naga!” kata Yuna sambil menunjuk mobil Naga yang baru saja parkir.
“Siapa wanita yang sedang bersama Naga?” tanya Resa terkejut ketika Naga keluar dari mobil bersama seorang wanita begitupun dengan Nara.
“Namanya Tea pemimpin pasukan militer dari masa depan dalam misi ke utara Rusia, Tea sangat cantik kan!” jawab Diki sambil tersenyum sumringah menata Tea yang sedang berjalan bersama Naga.
... Resa langsung menyikut Diki agar menjaga mulutnya karena Nara tampak sangat cemburu melihat kedekatan Naga bersama Tea. Meskipun rasa cemburu Nara terlihat jelas, tapi Nara berusaha untuk tidak berpikir macam - macam karena dirinya percaya kepada Naga dan pasti ada penjelasan dibalik kedekatannya dengan Tea. Naga berjalan bersama Tea dengan penuh perhatian dan Tea juga tampak tersenyum manis kala menatap Naga....
“Halo semuanya, perkenalkan ini Tea!” kata Naga sambil melihat semua teman - temannya dari kelas 12-2 yang membuat teman - teman Naga mengangguk menyapa Naga dan Tea menunggu penjelasan dari Naga.
“Tea, ini Nara!” lanjut Naga sambil menunjuk Nara yang berdiri di hadapannya.
“Senang bisa bertemu dengan kak Nara.”sapa Tea sambil tersenyum gugup.
“I...I...Ibu?” tanya Jihan kebingungan begitupun dengan teman - teman kelas 12-2 yang lainnya hingga mereka saling bertukar pandangan satu sama lain.
“Namanya Atleta Altea Gensai, pemimpin klan Gensai generasi keempat sekaligus putri kita.” jelas Naga sambil tersenyum bahagia menatap Nara.
...Semua teman - teman kelas 12-2 terkejut mengetahui bahwa Tea adalah putri Naga dan Nara dari masa depan yang menjadi pemimpin klan Gensai generasi keempat. Bahkan beberapa dari mereka ada yang sampai menutup mulut mereka masing - masing dan saling bertukar pandangan masih belum percaya mendengar kabar yang luar biasa tersebut. Tanpa berlama - lama Nara langsung memeluk Tea dengan penuh kasih sayang begitupun Tea yang membalas pelukan Nara dengan penuh kelembutan sambil meneteskan air mata haru dari keduanya....
__ADS_1
“Jadi Diki sebaiknya berhenti untuk naksir kepada putriku karena pada masanya itu disebut pedofil dan aku tidak akan membiarkan orang pedofil di sekitar putriku!” kata Naga sambil menatap Diki tegas lalu tersenyum tidak lama kemudian.
“Baik Naga.” jawab Diki sambil tersenyum mengerti candaan Naga.
“Om Diki sepertinya memang sudah lucu sejak remaja ya!” kata Tea sambil tersenyum manis melihat ke arah Diki.
“Om Diki?” kata Diki sambil menunjuk dirinya sendiri dan celingak celinguk ke kanan ke kiri membuat semua teman - temannya tertawa.
“Persahabatan om dan tante dari kelas 12-2 dengan ayah dan bunda bertahan hingga saat ini di masaku. Bahkan kami putra dan putri dari om dan tante kelas 12-2 juga suka ikut datang ke acara peringatan kematian siswa kelas 12-2 yang gugur pada masa perang melawan bola alien serta wabah zombie selayaknya sebuah keluarga besar.” jelas Tea sambil tersenyum bahagia melihat ke arah para siswa kelas 12-2 yang masih jauh lebih muda dari yang sering dia temui di masa depan.
... Sontak perkataan Tea membuat semua siswa kelas 12-2 tersenyum bangga dan bahagai bahkan beberapa teman - teman perempuan Naga meneteskan air mata haru mendengar penjelasan Tea. Naga langsung memeluk Nara dengan penuh kelembutan untuk melepaskan rasa rindunya yang sangat besar sambil melihat ke arah Tea dan teman - temannya yang lain. Tea saling bertukar cerita dengan teman - teman Naga dari kelas 12-2 yang membuat mereka semua tertawa penuh semangat dan terkejut mendengar cerita dari masing - masing....
... Setelah acara peringatan kematian siswa kelas 12-2 yang gugur Naga mengajak Nara untuk mengantarkan kepulangan Tea kembali ke masanya. Tanpa ragu Nara langsung menyetujuinya dan pergi ke markas klan Gensai bersama Naga serta Tea dalam satu mobil. Nara dan Tea terus mengobrol membicarakan banyak hal yang membuat mereka selalu tersenyum bahagia begitupun dengan Naga yang lebih banyak mendengarkan percakapan mereka berdua selama perjalanan pulang....
... Setibanya mereka bertiga di markas klan Gensai seluruh pasukan militer yang datang dari masa depan sudah berpamitan satu sama lain dengan para pasukan klan Gensai yang membantu dalam misi pemusnahan landak putih. Para pasukan militer dari masa depan sudah siap kembali ke masa depan menggunakan jumplink yang terhubung dengan tubuh mereka masing - masing. Pada awalnya Tea hanya berpamitan kepada Naga dan Nara sambil menahan perasaannya karena dia tidak ingin menceritakan tentang Naga yang sudah tewas di masa depan....
... Namun meskipun Naga tidak bertanya tentang hal itu Naga sudah tahu bahwa dirinya telah meninggal dunia dan itulah kenapa Tea menjadi ketua klan Gensai generasi ke empat diusianya yang masih 22 tahun. Naga tidak ingin merusak kebahagian Tea ketika sedang bersamanya ataupun ketika bersama Nara dengan mengingatkan kembali masa masa sedihnya. Ketika beberapa detik lagi sinyal jumplink akan menarik semua pasukan militer dari masa depan kembali ke masa depan tiba - tiba Tea langsung berlari ke arah Naga dan Nara sambil menangis haru untuk memeluk Naga dan Nara terakhir kalinya....
“Ayah, Bunda aku sangat menyayangi kalian!” kata Tea dalam tangisnya yang membuat Nara ikut menangis dan semua orang yang ada disitu ikut terharu melihat kedekatan Tea dengan Naga serta Nara.
__ADS_1
“Aku sangat bangga kepadamu Tea!” jawab Naga sambil membelai rambut Tea dengan penuh kasih sayang dan tanpa sadar air mata Naga menetes di pipinya sendiri.
... Akhirnya Tea kembali ke masa depan sambil tersenyum penuh kebahagiaan meskipun air mata haru masih menetes di pipinya sambil menatap Naga dan Nara. Naga menatap Tea dengan penuh bangga sambil mengusap bahu kanan Nara dengan penuh kasih sayang yang masih menangis kala mengantarkan kepulangan Tea sampai Tea menghilang dari pandangan mereka. Perpisahan mereka semua memang dihiasi oleh tangis haru tapi juga mereka menegakan kepala dengan penuh kebanggan telah berjuang bersama menyalamatkan umat manusia....