Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Jangan Menilai Buku Hanya Dari Sampulnya


__ADS_3

... Liburan semester pertama kelas 12-2 setelah kuliah, mereka berencana untuk berlibur bersama ke Hawaii. Sebelum berangkat Naga dan Nara berencana berbelanja untuk mempersiapkan perbekalan mereka selama berlibur di Hawaii bersama teman - teman kelas 12-2. Naga datang untuk menjemput Nara yang sedang ada kegiatan di kampus setelah Nara memberitahu ruangan tempat kegiatan yang sedang dia ikuti....


“Permisi, lagi nyari Nara ya?” tanya Tasya ramah ketika tidak sengaja melihat Naga yang sedang mencari ruangan tempat kegiatan Nara.


“Iya.” jawab Naga ramah.


“Ayo ikut aku!” ajak Tasya ramah yang berjalan ke tempat acara jurusan HI diikuti oleh Naga.


“Naga!” panggil Nara yang langsung menghampiri Naga ketika melihat Naga sedang berjalan mengikuti Tasya.


“Terima kasih ya Tasya.” kata Nara yang menatap Tasya sambil tersenyum.


“Sama - sama Nara.” jawab Tasya ramah.


... Nara dan teman - teman mahasiswa baru jurusan hubungan internasional (HI) sedang mengadakan acara bertajuk silaturahmi untuk mengenalkan angkatan mereka kepada senior di kampus begitupun sebaliknya. Nara sempat memperkenalkan Naga kepada Tasya dan Mira yang kebetulan sedang berada di sana mengingat Naga pernah bertemu Tasya dan Mira meskipun tidak saling berbicara pada saat itu. Ketika Naga dan Nara sedang mengobrol di antara mahasiswa HI Zaki salah satu teman Nara langsung menghampiri mereka....


“Halo kamu pacarnya Nara?” tanya Zaki tiba - tiba sambil menjabata tangan Naga.


“Iya, saya Naga.” jawab Naga sambil tersenyum ramah.


“Kamu dari jurusan apa?” tanya Zaki penasaran.


“Ah saya tidak kuliah, setelah lulus SMA saya langsung bekerja.” jawab Naga ramah yang membuat Zaki mengernyitkan dahinya terkejut.

__ADS_1


“Nara aku tahu pacar kamu yang sudah bekerja menunjukan nilai kemandirian, tapi seharusnya kamu juga tahu bahwa meskipun aku masih kuliah tapi aku mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk membuatmu bahagia. Kamu menolakku karena pacar kamu sudah bekerja meskipun hanya lulusan SMA? Sepertinya aku terlalu tinggi menilaimu Nara.” kata Zaki merendahkan Nara di depan banyak mahasiswa HI yang membuat banyak diantara mereka terkejut mendengarnya.


“Benar Zaki, kamu menilaiku terlalu tinggi itulah alasan aku menolakmu.” jawab Nara santai dengan penuh sopan santun.


“Naga!” panggil seorang profesor dari Afrika.


“Sebuah kebetulan yang menyenangkan bisa bertemu denganmu disini, apakah kamu berkuliah disini? (dalam bahasa Swahili)” tanya profesor Simon dari Afrika yang datang karena ada acara bersama profesor Gamal dari UI.


“Tidak, saya kesini hanya untuk menjemput kekasih saya. (dalam bahasa Swahili)” jawab Naga sambil tersenyum ramah yang membuat Nara langsung melihat ke arah Naga terkejut begitupun dengan teman - temannya.


... Naga langsung memperkenalkan Nara kepada profesor Simon dari Afrika dan profesor Zhorov dari Rusia yang datang karena ada acara bersama profesor Gamal dari UI sebagai kekasihnya. Naga tidak mengetahui siapa ketiga orang di depannya tapi Naga tahu ketika seseorang mengenal dirinya pasti mereka telah mengetahui identitas Naga sebagai keluarga Gensai generasi ketiga. Hal itu sudah sering Naga alami sehingga Naga sudah terbiasa dengan hal itu meskipun pada akhirnya Naga masih tetap tidak mengetahui siapa orang yang mengobrol dengan dirinya....


... Naga bisa mengobrol dengan profesor Simon dengan menggunakan bahasa Swahili begitupun kala profesor Zhorov berbicara kepada Naga dengan bahasa Rusia Naga bisa menjawabnya dengan bahasa Rusia juga. Nara langsung terpesona melihat Naga sambil tersenyum kagum ketika mendengar Naga berbicara menggunakan bahasa Swahili dan bahasa Rusia. Teman - teman Nara yang ada di sekitar mereka juga melihat Naga dengan tatapan kagum terutama ketika tiga profesor yang ada di depan mereka berbicara kepada Naga dengan penuh hormat....


“Aku hanya beruntung bisa mendapat kesempatan beberapa kali menggunakannya. (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga sambil tersenyum ramah yang membuat Zhorov dan Simon juga ikut tersenyum mengerti maksud dari perkataan Naga.


... Profesor Gamal memberitahu kepada profesor Zhorov dan profesor Simon bahwa Nara saat ini sedang berkuliah di jurusan HI UI yang membuat mereka semakin gembira dan penuh semangat. Profesor Zhorov dan profesor Simon sampai bercanda kepada Nara dan Naga agar mereka kencan sambil sharing ilmu pengetahuan serta pengalaman Naga di dunia internasional. Hal itu membuat Naga, Nara, Gamal, Zhorov, dan Simon tertawa membayangkan jika Naga bersama Nara berkencan tapi membicarakan permasalahan dunia internasional....


... Sejak Naga menjawab pertanyaan profesor Simon dengan bahasa Swahili membuat Zaki langsung tertunduk malu telah meremehkan Naga dan Nara di depan teman - temannya sendiri. Dia hanya mampu terdiam mematung mendengar ketiga profesor dari jurusan HI yang sedang mengobrol dengan Naga dan begitu menghormati Naga. Sementara teman - teman Nara yang lain melihat Naga menjadi semakin penasaran tentang siapa Naga sebenarnya terlebih karena Naga sempat diremehkan oleh Zaki sebelumnya....


“Naga saya juga ingin mengucapkan terima kasih, berkat kamu keluarga dari kerabat terdekat saya bisa kembali pulang dengan selamat. Ketika saya menjemput keluarga kerabat terdekat saya di rumah sakit saya tidak sempat mengucapkan terima kasih secara langsung karena ketika saya tiba kamu sedang berjalan keluar bersama Nara dan beberapa orang yang lain. (dalam bahasa Inggris)” kata profesor Gamal sambil tersenyum menatap Naga bangga.


“Sama - sama Pak, sudah seharusnya saya membantu ketika saya bisa membantu. (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga yang mengerti maksud perkataan profesor Gamal begitupun dengan Nara hingga membuat mata Nara berkaca - kaca.

__ADS_1


“Sepertinya keluarga kerabat saya beruntung karena bisa terbang satu pesawat denganmu dan akhirnya bisa pulang dengan selamat. (dalam bahasa Inggris)” kata profesor Gamal sambil tersenyum bangga menatap Naga yang membuat Nara meneteskan air mata mengingat tragedi pesawat ID 709.


“Mungkin sudah menjadi takdir saya berada di pesawat itu karenah hal itu merupakan bagian dari perjalanan hidup saya. (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga sambil tersenyum ramah sementara Nara langsung menghapus air matanya sendiri.


... Profesor Gamal yang melihat Nara menghapus air matanya sendiri langsung meminta maaf karena telah membuat Nara teringat kembali dengan tragedi pesawat ID 709. Namun bagi Nara itu tidak masalah hanya saja sulit untuk Nara tidak bersedih jika mengingat kejadian itu karena mendengar Naga yang memutuskan untuk tidak mendarat demi kebaikan banyak orang. Teman - teman Nara yang masih berada di sekitar mereka mendengar percakapan mereka tidak mengerti apa yang dimaksud oleh profesor Gamal....


“Aku mengerti perasaan anda nona Nara, jika kamu pergi ke Afrika aku sangat yakin banyak masyarakat disana akan senang menyambut kedatangan anda sebagaimana mereka senang akan kedatangan Naga. (dalam bahasa Inggris)” kata profesor Simon yang menatap Nara sambil tersenyum ramah.


“Tuan - tuan saya izin pamit bersama Nara! (dalam bahasa Inggris)” pamit Naga dengan penuh hormat dan sopan santun.


“Tentu Naga silahkan! (dalam bahasa Inggris)” jawab profesor Gamal ramah.


“Selamat menikmati kencan tuan Naga, nona Nara! (dalam bahasa Inggris)” lanjut profesor Simon sambil tersenyum ramah.


“Semoga kita bisa bertemu kembali tuan Naga, nona Nara! (dalam bahasa Inggris)” tambah profesor Zhorov sambil tersenyum ramah.


... Setelah berpamitan Naga dan Nara berjalan bersama menuju area parkir mobil FISIP (Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik). Sementara profesor Gamal, profesor, Simon, dan profesor Zhorov pergi untuk melanjutkan pertemuan mereka untuk membicarakan acara yang sedang disusun oleh profesor Gamal. Kegiatan silaturahmi yang diadakan oleh mahasiswa baru jurusan HI juga sudah selesai membuat para mahasiswa mulai pulang ke kediaman mereka masing - masing....


“Sungguh luar biasa mahasiswa HI UI yang percaya mempunyai kesempatan lebih baik untuk membuat Nara bahagia tapi merendahkan orang lain tanpa mengetahui hal apapun tentang orang tersebut.” sindir Tasya ketus sambil melirik ke arah Zaki tajam lalu pergi meninggalkannya.


...


“Nara maaf ya gara - gara aku kamu diremehkan oleh salah satu teman kamu.” kata Naga merasa bersalah.

__ADS_1


“Jika mencintaimu dan bisa terus bersama kamu di mata orang lain aku bernilai rendah, maka aku akan memilih untuk terus bernilai rendah karena aku sangat mencintaimu dan aku hanya ingin bersama kamu.” jawab Nara sambil tersenyum manis menatap Naga yang membuat Naga juga ikut tersenyum.


__ADS_2